Terpendamnya Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 6 March 2015

Kisah ini berawal dari bangku SMA teman spesial ku yang ku temui di Yogyakarta, namanya Anton. Masa SMA Anton sangat berkesan untuknya, dia bisa dibilang anak berandal tapi baik hati. Asli hatinya baik namun pergaulan merubahnya, merok*k, minum-minuman keras, bahkan dia sempat mencoba g*nja sebelumnya. Namun itu berlangsung sebelum dia bertemu seorang gadis cantik bernama Ayu. Ayu adalah seorang gadis yang berparas cantik, kecantikannya bertambah anggun dengan sikap dewasa nya yang banyak dikagumi oleh banyak orang terutama teman-teman SMA nya. Ayu kos di dekat lingkungan sekolahnya, rumah ayu sebenarnya berada jauh dari daerah sekolah nya. Merebutkan hati Ayu sangat sulit menurut cowok-cowok yang berada di SMA nya karena Ayu sangat dingin terhadap cowok.

Ayu dan Anton belum saling mengenal awalnya dan itu pun berlanjut sampai kelas 2 SMA, dimana tiba saat pembagian jurusan dan Ayu berada di kelas IPA sedangkan Anton di kelas IPS 2. Di kelas 2 ini Anton dan Ayu sama-sama memiliki “Geng” sebutan keren masa itu. Anton di kelas IPS nya dan Ayu di Kelas IPA nya. Dan sebenarnya antara kedua kelompok itu sama-sama saling tidak menyukai alias ilfil gitulah. Sayangnya saat pihak sekolah mengadakan kegiatan Pesantren Kilat, harus menggabungkan kedua jurusan itu IPA dan IPS serta meminta para siswa untuk membentuk kelompok yang sudah ditentukan oleh guru yang menangani program pesantren kilat tersebut. Kebetulan Anton satu kelompok dengan Ayu, berhubung waktu di sekolah nggak mencukupi mengerjakan tugas itu, jadi Ayu menawarkan untuk melanjutkan pekerjaan kelompoknya di tempat Ayu aja yang kebetulan tidak begitu jauh dari sekolah. Anggota kelompoknya pun menyetujui itu termasuk si Anton. Anton yang terkenal tanggap, semenjak satu kelompok dengan Ayu seolah mati kutu dan menjadi diam seribu bahasa. Teman Anton yang kebetulan mengenali Anton langsung menegur Anton sambil becanda, “ton, kok tumben sih kamu diem aja…!!”, Anton hanya tersenyum mendengar temannya bicara seperti itu.

Sepulang sekolah Anton bergegas untuk berangkat ke kos Ayu untuk melanjutkan tugas kelompok yang tadi sempat tertunda di sekolah. Setiba di tempat Ayu, Anton dan teman-temannya pun langsung mengerjakan tugas mereka, teman Anton seketika berkata, “ton ngomong dong..!! dari tadi diem aja kamu…”, lagi lagi Anton hanya tersenyum tanpa menjawab sepatah katapun. Tiba-tiba Ayu pun bertanya, “ton, kamu punya pendapat apa ngomong aja jangan diem terus…!!”, yaah mungkin karena Anton grogi ketemu Ayu kali ya jadinya Anton cuma senyum-senyum. Setelah selesai mengerjakan tugas mereka pun pulang ke rumah mereka masing-masing, tapi tidak dengan Anton. Dia pergi menemui teman-temannya yang berada di tempat biasa mereka nongkrong. Anton bersenda gurau seperti biasanya, tidak seperti saat di rumah Ayu tadi yang diam seribu bahasa. Keesokan harinya pun telah tiba, hari terakhir pesantren kilat sekaligus hari mengumpulkan tugas yang telah diberikan kepada masing-masing kelompok. Saat itu Anton berkata dalam hati, “kenapa rasanya, aku ingin terus melihat Ayu ya… dan terlalu cepat ini berakhir, hmmm tapi ya sudahlah paling Cuma perasaan biasa saja”.

Pesantren Kilat pun sudah berakhir, mereka pun menjalani aktifitas seperti biasa berhubung saat itu sedang menjalankan puasa ramadhan maka aktifitas di sekolah pun lebih banyak berada di dalam ruang kelas. Saat istirahat tiba dan kebetulan Ayu tidak menjalankan puasa karena berhalangan, jadi Ayu berjalan menuju kantin sekolah dan ternyata Ayu bertemu dengan Anton yang berada di katin juga, Ayu langsung bertanya, “ton kamu puasa gak?, malu lho kalau gak puasa, anak SD aja pada menggebu-gebu belajar berpuasa masa kamu gak puasa, padahal kan kamu anak SMA bukan anak SD lagi”, Anton pun menjawab, “ya Ayu, aku puasa..”, Ayu berkata, “syukurlah, kalau gitu moga aja kamu gak bohong”. Mendengar ucapan Ayu tadi seketika Anton membatalkan pesanannya kepada ibu kantin, padahal sebelumnya Anton ke kantin untuk memesan makanan karena dari pagi dia tidak makan walaupun sebenarnya dia ikut makan sahur. Karena ikut-ikutan temannya yang ngajakin dia kekantin dia jadi berniat diam-diam makan alias membatalkan puasa tanpa sepengetahuan guru maupun teman-teman yang lain.

Waktu berlalu begitu cepat, dan lebaran pun tiba. Seperti biasa Anton dan teman-teman nya pergi bersilaturahmi ke rumah teman-teman yang lain untuk menyambut datangnya hari raya nan fitri ini. Anton di ajak temannya untuk berkunjung ke salah satu rumah yang Anton sendiri belum tahu rumah siapa yang akan didatangi. Ternyata saat mengetuk pintu yang keluar adalah gadis cantik kelas IPA yaitu Ayu, Anton pun kaget melihat Ayu dan diam seketika tanpa bicara apapun selama berada di rumah Ayu, padahal mereka bercanda serta bersenda gurau dan ngobrol hampir satun jam lamanya tapi Anton tidak berbicara satu patah kata pun. Ayu tersenyum ketika melihat Anton yang dari tadi diam saja, si Candra salah satu teman Anton bertanya pada Anton, “tumben ton, kamu diam dari tadi”, lagi lagi di depan Ayu, Anton hanya tersenyum.

Setelah peristiwa mendadak ketemu pas momen lebaran kemarin Anton dan Ayu pun jadi dekat, mereka saling bertukar nomor HP dan berkomunikasi setiap malamnya. Lama kelamaan mereka menjadi sangat akrab, semenjak kenal Ayu si Anton pun mulai menunjukkan perubahan sikapnya yang menjadi jauh lebih baik, dia sudah meninggalkan minuman keras dan hal-hal yang negatif yang pernah dia jabahi sebelumnya. Namun satu kebiasaan yang belum bisa dia tinggalkan yaitu merok*k, bagi nya sulit untuk berhenti merok*k sekaligus. Tapi perlahan dia sudah mengurangi kebiasaan merok*k itu, dan hanya merok*k ketika kumpul dengan teman-temannya saja. Karena Ayu juga tidak menyukai cowok yang perok*k makanya Anton tidak merok*k ketika jalan atau sedang bersama Ayu. Anton mulai sering mendatangi Ayu di rumahnya dan suatu hari Anton pun memberanikan diri untuk mengunggkapkan perasaannya ke Ayu. Saat itu pertama kalinya Anton menggenggam tangan Ayu, dan rasa bahagia menyelimuti hatinya karena dia bisa memegang tangan seorang cewek yang sangat ia sayangi. Namun sayangnya respon Ayu tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Anton, Ayu menolak Anton untuk menjadi kekasihnya. Alasan Ayu karena sahabatnya Gina tidak menyetujui hubungan mereka, Gina adalah teman akrab Ayu di kos dan juga teman satu kelas Anton. Gina bilang umur mereka terpaut cukup jauh bahkan lebih tua Ayu dari pada Anton dan menurut Gina mereka memiliki sifat yang berbeda dan susah untuk menyatukan sifat mereka.

Berkali-kali Anton menyatakan perasaannya namun respon Ayu tetap sama. Kali ini Anton akan mengungkapkan perasaan sayang nya kepada Ayu dan ternyata Gina tahu hal itu, seketika Gina langsung memanggil mereka berdua untuk bertemu dan saling bicara tentang hubungan mereka. Ketika bertemu itulah Gina bertanya kepada Anton tentang perasaan Anton kepada Ayu dan Anton berbicara yang sebenarnya bahwa Anton sangat menyayangi Ayu. Sontak Ayu menjawab, “aku tidak mau menerimamu, aku tahu kamu masih merok*k di belakangku padahal kamu bilang kamu tidak akan merok*k lagi”, Anton pun kaget mendengar pernyataan Ayu tadi, dan Anton pun tahu Pasti Gina yang sudah menceritakan hal itu ke Ayu. Sebenarnya itu juga merupakan salah satu alasan Anton untuk menerima alasan Ayu menolaknya, dan Anton takut kalau Gina akan menceritakan apa yang dia perbuat di belakang Ayu. Dan sebenarnya Anton sudah mengurangi mengkonsumsi rok*k, namun yang ditakutkan Anton terjadi juga. Gina berkata, “sudahlah sekarang mendingan kalian jaga jarak aja dan fokus untuk ujian, karena kalian tidak bisa bersatu, sifat kalian berbeda satu sama lain”, Ayu dan Anton pun menyetujui hal itu mentah-mentah.

Ujian pun berlangsung dengan lancar dan berjalan dengan lancar sampai hari akhir ujian. Keesokan harinya saat selesai melaksanakan ujian yang menguras otak, Anton bersenda gurau dengan teman-temannya seperti biasa di depan kelas berhubung ujian nya sudah selesai dan hanya tinggal menunggu pengumuman kelulusan dan nggak ada jam pelajaran lagi. Tiba-tiba pandangan Anton tertuju pada ruang guru yang berada lurus dari koridor kelasnya dan dia melihat Ayu bersama orangtuanya sedang berada di ruangan itu. Ayu pun menoleh dan melihat Anton dari kejauhan ya.. seperti kontak mata mereka begitu tajam dan menyatu. Feeling Anton pun menjadi nggak enak karena melihat pandangan Ayu yang redup. Anton berjalan menghampiri salah seorang teman kelas Ayu yang bernama Fina, “fin, kenapa Ayu berada di ruang guru..?”, fina pun menjawab, “dua hari lagi Ayu akan berangkat ke Jakarta untuk kuliah disana”, Anton terkejut mendengar hal itu. Dia langsung menghubungi Ayu via sms dan Anton bertanya tentang kebenaran keberangkatannya yang kurang dua hari lagi, ternyata itu semua benar. Anton mengungkapkan isi hatinya lagi pada Ayu lewat sms karena selama menjelang ujian dan sesudahnya mereka benar-benar lost kontak. Ternyata Ayu merespon baik perasaan Anton. Anton tak ingin membuang-buang waktu lagi, seketika ia menelefon Ayu dan bertanya, “yu, mau nggak kamu jadi pacar ku?”, ayu pun menjawab, “ya, aku mau”, Anton sangat bahagia mendengar pernyataan Ayu dan Anton pun langsung berteriak, “aku diteeerriiimaaa!!!”, teman-teman yang mendengarpun ikut bahagia mendengar Anton yang lagi berbunga-bunga akan cinta Ayu. Tapi ada satu syarat yang diminta oleh Ayu, Ayu minta untuk merahasiakan hubungan mereka sementara waktu. Syarat itu diajukan Ayu karena untuk menyembunyikan dari Gina sahabatnya yang juga teman Anton. Anton menyetujui itu, ya mungkin syarat apapun akan dipenuhi Anton demi mendapatkan sosok cewek yang benar-benar ia sayangi.

Hari keberangkatan Ayu pun tiba namun sayangnya Anton tidak bisa ikut mengantarkan Ayu karena Anton tidak ada kendaraan, bandara dengan rumah Anton cukup jauh. Tak lama setelah Ayu berangkat ke Jakarta, Anton pun berangkat ke Yogyakarta untuk melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi Yogyakarta. Semenjak mereka jadian sampai 1 bulan lebih berlalu mereka belum pernah bertatap muka secara langsung tapi komunikasi tetap lancar. Suatu hari mereka mengalami konflik, Ayu merasa sangat takut kehilangan Anton dan Ayu mungkin sangat merindukan Anton sehingga mulai muncul perasaan-perasaan curiga kepada Anton. Ketika itu Anton jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit, Anton pun lupa mengabari Ayu. Sayangnya Ayu langsung menyimpulkan begitu cepat, Ayu merasa Anton bersama wanita lain padahal Anton terbaring Sakit, seketika pula Ayu mengambil keputusan untuk mengakhiri hubungan mereka sebenarnya sayang banget untuk diakhiri karena apa yang telah mereka perjuangkan itu murni dari hati. Anton sudah berusaha keras menjelaskan bahwa ia sedang di rumah sakit dan meluruskan kesalah fahaman itu, namun sifat keras Ayu tidak menerima alasan Anton apapun itu. Anton sangat sedih dan merasa kehilangan, tapi salutnya ia tidak berhenti meyakinkan Ayu bahwa ia masih sangat menyayangi Ayu sekalipun mereka sudah resmi putus saat itu. Lagi lagi Ayu bersikeras untuk tidak kembali lagi kepada Anton.

Semua itu sudah berlalu selama 6 bulan Anton berusaha membujuk Ayu, sayangnya tidak berbuah hasil. Anton memutuskan untuk move on bahasa keren jaman sekarang alias pindah ke lain hati samapai dia bertemu dengan gadis cantik bernama Lusi. Dia mulai dekat dengan Lusi, bisa jadi ia akan menjalin kisah kasih bersama Lusi. Namun tiba-tiba Ayu muncul kembali dan berkata ingin kembali seperti dulu lagi. Dia muncul saat Anton memutuskan untuk move on dan Anton tidak ingin untuk kembali lagi dengan Ayu, walaupun di lubuk hati paling dalam Anton masih menyayangi Ayu. Karena dia tidak mau mengecewakan Lusi yang hadir dalam hidup barunya maka ia tetap untuk memutuskan tidak kembali ke masa lalunya. Ya semoga saja teman spesial ku si Anton mendapatkan wanita yang terbaik untuk hidupnya siapapun wanita itu, dia bahagia aku dan orang-orang terdekatnya pun pasti ikut merasakan kebahagiaan yang ia rasakan.

“Cinta bukan sebuah kata, namun perasaan kasih yang real adanya”

Cerpen Karangan: Raras Kusfajardini
Facebook: Ayyaz.andini[-at-]gmail.com / ayyazdini[-at-]yahoo.co.id

Cerpen Terpendamnya Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hadir Mu, Sang Penolong (Part 3)

Oleh:
“Apakah begitu sulit menjadi malaikat untuk malaikat?” Randy. — Hari ini hari minggu. Hubungan Rita dan Pian sudah berusia seminggu. Mereka menjalani hari-hari seperti biasanya. Tak ada yang terlalu

Corak Pelangi Dibalik Hujan

Oleh:
Sejuk kini meraba pori-pori kulit yang masih setia menemani suasana pagi yang kian bersahabat pada lembutnya hembusan angin yang terus bersenandung di pelupuk jiwa setiap insan yang rela terjamah

Kisah Dibalik Jendela Kelasku

Oleh:
Kawan namaku Vania Amaira Putri. Aku sih biasa dipanggil sama teman-teman Vani. Temen-temenku bilang aku tuh orangnya bawel, ribet, suka heboh sendiri, tapi baik kok, katanya sih aku tuh

Naksir Senior

Oleh:
Tidak tahu kenapa hatiku selalu merasa berbeda saat melihatnya. Sudah sebulan aku masuk di kampus baru ini tapi belum pernah aku melihat wajah sumringah nan teduh seperti itu. Baru

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *