Baca Juga Cerpen Lain’nya:

I’m Sorry I Love You

“Diaaaa, please stop, dengarkan aku bicara sebentar, aku mohon untuk kali ini sajaa, Anindya putri! Aku mohon untuk yang terakhir kalinya,” jeritku di pelataran parkir kampus bawah fakultas ekonomi, tak aku hiraukan tatapan...

Tak Perlu Dibalas Cukup Dihargai

Namaku Vanessa Arina. Aku tinggal bersama Mama dan adikku, namanya Reno Arian. Papa sudah meninggal saat aku berusia 8 tahun. Saat ini aku duduk di bangku SMA kelas XI. Sepenggal ceritaku ini, akan ku ceritakan pengalaman...

Inilah Aku (Part 2)

Kutunggu jawaban itu, sayang. Ayolah. Jawab. Don’t deceive me, please.. Randi lama melihati Aya yang sedang berdiam seperti patung. Aya seperti bingung ingin mengatakan apa. “Aya?” Aya pun kaget. “Eh, eh iya. Kenapa?”...

Begitulah Rindu

Cinta sejak awal memberi tanda dan —sama-sama sadar. Sama-sama sadar ketika sejak awal cinta timbul dan kobarannya makin besar. Besarnya kobaran itu mulai membakar ketakutan—sama-sama sadar. Sama-sama sadar dan akhirnya...

Tulang Rusuk Takkan Tertukar

“kriiiing, kriiiiiing,”, suara yang tak asing lagi bagi telinga Zahra, ya jam beker berbentuk hati berwarna ungu yang berada di meja kecil di sebelah ranjang Zahra. Jarum pada jam itu sudah menunjukkan jam 03.30 dini...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

2 Responses to Text Me, Please!

  1. Noe SyafiQah 23 May, 2013 at 2:05 am | | Reply

    bahasanya kaku…krg lepas…
    trus sdikit nyontek drama korea dream high di “lolly pop” nya…
    pdhl crta’a lmyan bgus.. cm y krg greget aja krn pggunaan bhasa n alur’a..sorry… :)

  2. Lisa Bakhri 2 August, 2014 at 9:43 am | | Reply

    Di awal crita emg bagus, tp endingnya kesannya kayak keburu.buru gtu.

Leave a Reply