The Cangar Love Memories

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Kisah Nyata, Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 19 December 2014

Aku angel, gadis usia 22 tahun, aku bekerja di interior. Bekerja adalah hobiku, selain dapat mengisi dompet, juga menghilangkan kejenuhan, oleh sebab itu bekerja over time tak masalah buatku.

Mungkin karena aku tak punya jalan hidup. Aku jarang bisa menikmati udara bebas, kalaupun jenuh, aku nongkrong malam sama rekan kerjaku, di kedai pinggir jalan milik pak ahmad. Gimana gak, jam 9 malam aja baru pulang kerja.
“ahhhhh… Gak usah fikir pasangan dulu”, kataku
“emang kamu gak mikir nikah apa”, cetus temanku
“kalau, belum ada yang cocok ngapain difikirin”, sahut aku
“ih… Gak laku lho… Nanti” ejek eni.
“gak mungkin, kita kan udah diciptakan berpasang-pasangan”, jelasku
Eni cuma, menggelangkan kepala.

Malam pulang nongkrong, ketika masuk kamar,
Kriiingg… Suara telfonku berbunyi.
“hallo, asalamualaikum”, sapaku
“walaikumsalam, ndok… Belum tidur”.
“belum, bu, baru pulang main”,
“nah gitu, jangan kerja terus… Siapa tahu dapat kenalan”, ujar ibu
“ih.. Ibu, aku gak mikir pacaran”, bantah aku
“eh usiamu sudah berapa? Waktunya nikah ndook”, jelas ibu.
“tapi bu, teman-temanku aja banyak yang belum nikah”, ujar aku
“ya udah bu, ngantuk mau tidur, asalamualaikum”, kataku
“walaikumsalam”, sapanya.

Hari berganti hari, tak disangka, takdir berpihak lain, aku yang terkesan cuek dan judes kepada lelaki, seakan dunia marah padaku. Allah mengirim malaikat, pelebur kerasku, sosok itu tidak begitu tampan tapi berjiwa besar, kesabaranya yang mampu meluluhkan judesku. Hal ini bermula ketika kita bertemu, di tempat kerjaku. Kami hanya bisa saling berpandang dari pintu kaca, dia ngobrol di luar bersama tetangga toko sebelah, aku duduk termenung di dalam
“hai”, sapa dia tersenyum melambaikan tangan.
Aku, hanya balas dengan senyuman.
Dia kembali membalasnya dengan senyum, setelah itu dia pergi.

Selang berganti waktu aku dapat berita
“angel, kamu dapat salam”, sapa tetanggaku.
“dapat salam dari siapa ris…” Sahut aku.
“itu… Lho… Cowok, kemarin yang ngobrol sama aku itu”. Jelas aris
“yang mana sih”, tanyaku
“yang kemarin, itu lho waktu dia panggil kamu, kamu di dalam”, cetus aris
“ooow iya, aku ingat, asalamualaikum”, jawabku.
“kemarin, katane dia mau kenalan tapi gak berani”, ujar aris
“lho, napa gak berani?” Tanyaku.
“katane, gak enak takut dimarahin bos kamu”,
“lho ngapain, gak apa kalau pengen kenalan, suruh main ke toko”, seru aku.

Selang berganti, hari aku kaget saat dia datang, ke tempat kerjaku.
“permisi”, sapa dia
“ya”, aku menjawabnya dengan senyuman
“eh, kayak gini harganya sampe berapa?”, tanya dia dengan menunjukan jarinya ke salah 1 furniture di tempat kerjaku.
“ohh… Itu, macem macem… Ada yang ratusan ampe jutaan”, ulas aku
“oh ya kenalin aku, tofan”, sapa dia
“aku angel”, balas aku,
“kalau main, biasanya kemana?” Tanya dia
“aku gak pernah main”, ulas aku,
“lho, gak bt, apa seharian kerja, kapan-kapan main bareng aku yuk..” Ajak dia.
“eeeem, insyallah ya, kalau liburan”. Kataku

Gak nyangka, hammpir sebulan, kami sudah semakin akrab, tapi hubungan kami hanya sebatas teman, waktu liburan juga mulai dekat.
Muncul sms di hp ku, berisi, “angel, liburan besok ikut aku ya”,
“kemana?” Bales sms ku, dia mengirim lagi ada deh… “Pokoknya tempat yang indah banget”, balasan dari dia… Langsung aku send dari hp, “it’s ok”.

Ku lewati, jalanan yang mengkais energi,
Kabut terpaku dalam kesunyian,
Awan, menghantam sang cangar
Angin berirama kencang,
Kau beri ku sebuah harapan
Harapan hidup yang menjadi sebuah pertanyaan,
Saat hati mulai gejolak, mencari teka-teki silam.
Aku tak sadar, aku termakan misiku,
Gunung, berderet berdampingan, disertai jurang curam
Saksi memories romantika.

“Angel, aku tahu, aku gak bisa berharap banyak padamu, tapi aku pengen bisa mendampingimu, kamu mau kan jalani sama aku?”, tanya dia sambil memegang tanganku,
“aku, juga berharap itu sama kamu”, kataku.

“Sayaang…” Panggilan itu yang kau lontarkan, awalnya aku mendengar itu hanya gombalan, tapi kini ku yakin, kau tak sembarang memberi panggilan. Aku harap cuma aku, yang bisa kau panggil itu,
“Sayang, sayang…” Katamu dengan lembut.
“Iya mas..” Aku hanya menjawab dengan lelah, di atas motor kesayanganmu
“hari ini hari jadian kita. Aku harap tahun depan kita masih bisa melihat ini bersama”. Ujar dia,
“aku berharap juga gitu”, kataku

Semakin, ke puncak, tekananya semakin tinggi, angin seakan mengutukku menjadi es, tubuhku, kaku menggigil, begitu dia rasakan,
“sayang, kamu kedinginan, pake jaketku ya”, seru dia,
“gak usah aku udah pake jaket, pean kan juga butuh”, sahut aku
Dia menghentikan motor, sejenak, memberi jaket ke tubuhku, sambil berkata, “aku tak ingin kamu sakit”, dengan mengelus rambuttku, gunung cangar itu menjadi saksi cintaku

Cerpen Karangan: Herlina Susanti
Facebook: www.facebook.com/erlina Santi.56

Cerpen The Cangar Love Memories merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bahagiamu Untukku

Oleh:
Di dalam sebuah kamar yang sunyi, sepi tanpa suara, perlahan… samar-samar mulai terdengar sebuah petikan gitar dan diiringi dengan suara yang bernyanyi mengikuti nada gitar tersebut. Tujulah tempat yang

That Can’t Be Guessed

Oleh:
Aku tidak pernah berpikir panjang tentang keputusanku satu tahun yang lalu. Aku kira kalimat ‘penyesalan selalu datang terlambat’ tidak akan pernah masuk dalam kehidupanku. Ternyata pemikiranku salah. Satu tahun

Uang Banyak Hati Kenyang

Oleh:
Bintang begitu indah di dalam bentangan langit malam. Kemerlap dalam ribuan lampu kota. Ramainya jalanan membuat sesak dalam dada meskipun, deru AC mobil mendominasi. “Arus mudik!,” gumam Riska. “Ya..

One Heart

Oleh:
“Apa?” tanyaku pada Adit, cowok keren yang sekarang berdiri di depanku. “Iya, Lisa, maafin aku ya,” kata Adit lesu. “Jadi, kita harus bener-bener berakhir sampai di sini,” kataku lesu,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *