The Great Love

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 16 August 2012

Tersebutlah gadis kecil manis bernama Neng Ifa begitulah teman-teman dan orang –orang yang mengenalnya. Dia seorang putri salah satu Pengasuh Pondok Pesantren di Kota Probolinggo. Seorang Neng yang baik hati dan mandiri. Karena memang dia adalah anak kedua dari bersaudara. Seorang Neng yang baik hati dan sangat cerdas. Dia adalah seorang Qari’ah sejak Dia kecil, mungkin karena Abahnya adalah juga Qari’ bahkan murid-muridnya sudah banyak yang menjadi Qari’ Nasional. Sehingga semenjak kecil Ia sudah dilatih Qira’ oleh ayahnya. Ibunya adalah serang Ibu Nyai yang sangat sabar dan bijaksana membimbing putra-putrinya.

Dikeheningan malam yang sangat indah. Bintang-bintang seakan-akan berkedip-kedip padanya. Bulan yang tampak tersenyum lebar dengan cahayanya yang begitu menerangi malam yang gulita bila tanpa bulan. Lampu-lampu kota yang tampak berjajar rapi menimbulkan keindahan Menambah kegembiraan hati Neng Ifa yang menanti hari esok untuk pulang ke rumah. Karena Ia sekarang berada salah satu PONPES yang terkenal di Kota Jombang. Liburan telah tiba dan waktunya besok dijemput oleh Abah an Umi. Begitulah Neng Ifa memanggil Ayah dan Ibunya. Segera Neng Ifa masuk kamar dan memeluk selimutnya agar esok Dia bisa bangun pagi. Karena teleon terakhir dari Uminya, Dia akan dijemput pagi-pagi.

Paginya Neng Ifa dikagetkan dengan telepon dari Umi bahwa Abah mendadak sakit jantung dan sekarang berada di Rumah Sakit. Dan Neng Ifa tetap dijemput tapi oleh supir pamannya. Langsung hati Neng Ifa seperti tertusuk pedang yang sangat tajam. Neng Ifa langsung tersungkur di lantai dan mengucapkan”INNALILLAHI WAINNAILAIHI RAAJI’UN” . semua teman-teman pondok menenangkan Neng Ifa. Jemputan dari paman telah datang. segera Neng Ifa sowan ke Ibu Nyai Pondok untuk pamit pulang. setelah itu Neng Ifa masuk mobil. Roda berputar sangat kencang seperti jantung hati Neng Ifa yang berdegup sangat kencang karena sangat cemas dengan keadaan Abahnya. Neng Ifa lagsung menuju Rumah Sakit tempat Abahnya dirawat. Setelah sampai diruangan ICU tempat Abah dirawat segera Neng Ifa meminta untuk bisa menemui Abah. Karena emang harus bergantian untuk masuk ruangan ICU. Setelah Neng Ifa masuk Dia segera memegang dan mencium tangan Abahnya yang sedang terbujur kaku di ranjang tanpa ada gerakan tubuh apapun. Kecuali hanya detak jantung yang ada. Itupun juga sangat lemah. Tubuh Neng sangat kaku melihaat keadaan Abahnya. Setelah itu ternyata Dokter datang untuk memeriksa keadaan Abah. Dan Neng Ifa pun diharuskan keluar Ruangan. Hati Neng sangat gundah gulana memikirkan keadaan Abah yang sangat kritis dan tadi terlihat pucat dan tubuhnya dingin. Setelah itu Dokter memberikan info bahwa Abah telah kembali pada Sang Pencipta. Segera umi yang mendengarnya langsung tidak sadarkan diri. Hati Neng Ifa seperti tertusuk jarum tang sangat runcing. Segera setelah Uminya sadar. Neng Ifa berusaha untuk menguatkan Uminya. Walau Neng juga sangat kaget dan sedih dengan meninggalnya abah. Setelah kepergian Abah,Beberapa bulan setelah iddah. Umi dilamar oleh seorang Duda yang kaya. Umi sebenarnya tidak mau menerima lamaran itu, tapi Dia sangat memikirkan putra-putrinya yang masih banyak memerlukan biaya untuk Tolabul Ilmi. Akhirnya umi menerima tanpa berpikir panjang. Akhirnya Umi dan adik-adik Neng ikut ayah tiri Neng. Dan pamanlah yang menggantikan posisi abah sebagai pengasuk pondok. Sedangkan Neng tetap menuntut ilmu di PONPES Jombang. Setelah beberapa hari hidup dengan ayah tiri Neng Umi baru mengenal bahwa suaminya adalah seorang yang sang jahat dan pemarah. Bahkan beberapa hari setelah menikah umi telah dibentak-bentak. Mendengar keadaan Umi Neng tidak tega Hati dan memutuskan dengan berat hati pindah sekolah disalah satu MAN yang dekat dengan rumah ayah tirinya Walau sekarang Dia duduk di kelas IX MA. Tapi semuanya dilakukan untuk Umi. Walau dalam hati. Dia sangat tertekan dan sedih untuk pindah sekolah.

Hari-hari Ia jalani dengan linangan air mata yang terus menghiasi pipinya. Melihat ayah tirinya yang sangat kasar dengan Umi dan Adik-adiknya. Tapi Umi tetap bertahan dengan semuanya. Padahal Neng menyarankan untuk mengajukan cerai. Tapi Umi cuma berkata “Umi akan tetap bertahan demi kalian”. Mendengar itu Neng yakin Umi tidak akan mengubah keputusannya, dan Neng akan berusaha selalu disamping Umi dan menguatkannya.

Ujian Nasional telah didepan mata. Walau dengan masalah yang sangat mengganggu konsentrasi belajarnya. Neng tetap berusaha belajar dengan keras. Akhirnya Ia lulus dengan nilai yang memuaskan. Dan Neng menyatakan keinginannya untuk Kuliah di IAIN Sunan Ampel Surabaya. Umi langsung berkata” Umi sangat mendukung keinginan Neng, tapi bagaimana Neng bisa Kuliah, biaya Kuliahnya dari mana? Ayah Cuma memberi uang belanja, yang lain Umi dapat dari hasil lahan sawah yang disewakan. Dan itupun kadang kurang untuk biaya sekolah Neng dan adik-adik Neng. Sedangkan Kuliah di Surabaya akan banyak mengeluarkan biaya”. Mendengar perkataan Umi, Neng berkata” Aku akan berusaha kuliah tanpa merepotkan Umi, yakinlah ada Sang Maha Pemurah yang selalu member Karunianya pada kita Umi”. Akhirnya dengan usaha keras Neng diterima di jalur khusus (beasiswa) dengan tes yang sangat ketat di salah satu Jurusan di Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Ampel. Di Jurusan yang telah ia idam-idamkan. Neng sangat bersyukur pada Sang Maha Penyayang disaat keluarga dalam keadaan seperti itu Allah memberi karunianya. Air mata Neng dan Umi tak terasa terus mengalir deras tanda kebahagian.

Cobaan belum berakhir, sebelum Neng berangkat ke Surabaya. Azam datang ke rumah Neng. Azam adalah salah satu murid kesayangan Abah karena kepiawaiannya dalam melagukan Kalamullah. Dan sekaligus sosok pemuda yang selalu menghiasi hati Neng. Hati Neng kelabu sekaligus senang dengan kehadiran Azam. Hati Neng terus bertanya kenapa tiba-tiba Azam datang ke rumah Neng. Dan Umi pun menemui Azam, dan Neng sengaja ingin mendengarkan perbincangan antara Umi dan Azam. Hati Neng terasa Kejatuhan. Durian Runtuh sekaligus tertusuk jarum. Karena Azam ternyata mengungkapkan tentang perasaannya pada Umi sekaligus melamar Neng dan meminta menikahi Neng sebelum Neng kuliah di Surabaya. Hati Neng sangat senang karena Azam memang pemuda yang sangat Gentle menyatakan perasaannya pada Neng didepan Umi. Tapi yang membuat hati Neng sedih mengapa Azam meminta untuk menikah sebelum Neng kuliah. Neng masih ingin konsentrasi untuk kuliah. Dan meraih cita-citanya. Kalau sudah menikah Neng berpikiran pasti fikirannya terpecah berbeda jika Dia belum menikah. Azam berlasan Jika ia telah menikahi Neng. Dia dapat melindungi dan menemani Neng yang sedang menuntut ilmu jauh disana.

Neng sangat bingung dan galau karena Umi juga menyutujui permintaan Azam. Karena Umi juga sangat khawatir dengan keadaan Neng jika Neng sendirian hidup di Kota Pahlawan. Desakan dari Azam terus mengalir dan meyakinkan Neng tentang rencana pernikahan sebelum Neng kuliah. Neng berusaha meyakinkan Azam untuk membatalkan recana pernikahan itu. Tapi Azam berkata “ aku sangat takut kehilangan Neng, dan mungkin ada yang lebih baik dari aku disaat nanti Neng kuliah disana”. “Selama ini kita juga tidak pernah menjalani suatu hubungan apapun. Bahkan Neng baru tahu dengan keseriusan kamu. Ternyata setelah Umi tau, beliau menyetujuinya. Padahal sebelumnya Saya berpikiran Umi tidak akan menerima lamaran kamu, karena sebelumnya ada rencana keluarga Abah untuk menjodohkan saya dengan salah satu putra pengasuh PONPES Kediri. Yang sekaligus merupakan tema akrab Abah. Dan itu rencananya akan disetujui Umi. Tapi ternyata Umi menerima lamaaran kamu padaku”. Itu semua karena kekuasaan Sang Maha Cinta, yakinlah jika memang Allah meridhoi kita, Insya Allah kita akan dipersatukan oleh Sang Maha Cinta.” Kata Neng pada Azam. Neng terus meyakinkan Azam untuk menunda sampai Dia selesai menuntut ilmu di IAIN. Dan Neng berpesan” mari kita sama-sama berjuang demi masa depan dan berkonsentrasi meraihnya” insya allah dengan kekuasaannya kita akan sukses dan bersatu dalam ikatan suci yang diridhoi Allah.

Akhirnya Azam dan Umi menyetujui permintaan Neng tersebut. Neng berangkat ke Surabaya berjuang menuntut Ilmu dan meraih asanya dan dalam diri azam pun terus berjuang menjadi Qari’ Professional dan berusaha menjadi Interpreneur sukses. Dan keduanya berharap dengan kekuasaan Sang Maha Kuasa mereka dapat sukses dan dapat dipersatukan dalam Ikatan yang diridhoi Sang Maha Cinta.

Eva sangat bersyukur atas semua karunia Allah di atas semua cobaan Allah yang begitu berat untuk Dia dan keluarga. Allah memberi karunia besarnya yang sama sekali tidak terpikirkan oleh Neng. Neng diterima di jurusan yang dia impikan dengan jalur khusus (Beasiswa) sekaligus orang yang diam-diam ada dihati Neng melamar untuk menikahi Neng. Suatu karunia yang terbesar dari Sang Maha Cinta.

Profil Penulis:
Nama Penulis: Mahrus Sholeh
MAHRUS SHOLEH, Lahir Di Kota Santri Situbondo, Tepatnya di Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo Pada Tanggal 23 Mei 1991, Mengawali Pendidikannya Di TK Islam Al-Maysaroh pada tahun 1996 kemudian melanjutkan berkelananya di SDN 01 Pasir Putih Pada Tahun 1997 sampai tahun 2003, disamping itu juga mondok di Pondok Pesantren Sabilal Muhtadin di Desa Kelahirannya Pada Tahun 1997-2003. Setelah Lulus dari Sekolah Dasar dan Madrasah Diniyah di Kelahirannya pada tahun 2003, Kemudian Memutuskan Untuk Mondok di Pondok Pesantren Nurul Jadid dan Bersekolah di MTs Nurul Jadid Pada Tahun 2003-2006, Setelah Lulus Tahun 2006 dari MTs Nurul Jadid Kemudian Melanjutkan Ke MA Nurul Jadid pada tahun 2006-2009, Setelah Lulus dari Jenjang Menengah Atas, Kemudian Mengabdi Di Almamaternya pada Tahun 2009-2011. Selama Berada Di PP. Nurul Jadid, Memasuki Lembaga Pusat Pendidikan Ilmu Al-Qur’an (PPIQ) Bagian Tahfidzul Qur’an, Menjadi Pengemban Amanah Ilahi (Penghafal Al-Qur’an) pada Tahun 2003-2008 yang Kemudian Diangkat Oleh Direktur PPIQ untuk Menjadi Pembina Tahfidzul Qur’an pada tahun 2008-2011, Kemudian Pada Tahun 2011 Memutuskan Untuk Memasuki Jenjang Perguruan Tinggi Di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya Di Fakultas Ushuluddin Dan Jurusan Tafsir Hadits, Di Kampus Ini, Kembali Memasuki Organisasi di Bidang Hafalan Al-Qur’an yakni Unit Kegiatan Mahasiswa-Unit Pengembangan Tahfidzul Qur’an (UKM-UPTQ) UIN Sunan Ampel Surabaya. di samping itu juga, mencoba memasuki dunia Kepenulisan dan Memasuki Lembaga Pers Mahasiswa (LPM)-FORMA Fakultas Ushuluddin di IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Cerpen The Great Love merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kisah Cinta Gadis Bali

Oleh:
Jilid 1 Devi Pramesti adalah gadis remaja yang cantik, berusia 17 tahun, rambutnya lurus, hitam, panjang sepinggang. Dia terlahir dari keluarga kaya raya di kuta Bali pulau Dewata. Dia

Aku Bukan Dia

Oleh:
Sore ini kutumpahkan semua kesedihan yang kurasakan kepada hujan. Aku menangis dalam hujan. Dinginnya air hujan membasahi tubuhku. Kenangan 2 tahun yang lalu masih membekas di ingatanku. Sosok Cinta

Kamu Dan Roti Buayaku (Part 2)

Oleh:
“Hai bos kusut amat tuh muka. Masa Nicholas saputra pagi-pagi udah lecek gitu sih” sembari membereskan roti di rak display Rizal pun meledeki bosnya yang sedang berpangku tangan di

Pertemuan Yang Singkat

Oleh:
Hari ini adalah hari ketujuh setelah kepergian orang yang sangat kusayangi, Sekarang aku hanya tinggal sendiri dan mengurus semuanya sendiri. Bagaikan dunia ini hanya ada aku saja. Namun pagi

Isi

Oleh:
Hari ini cuaca kurang mengenakkan, hujan deras jadi otomatis gue neduh di teras depan kelas. Di sana cuma tinggal aku dan satu lelaki satu lokalku. Ya tapi aku tidak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *