The Love Story of My Life

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 3 January 2015

Sembari duduk di pinggir sungai, Aku menghabiskan waktu istirahat sekolah yang sangat membosankan, angin-angin genit mulai menghembus kecil seraya membisikan kepadaku bahwa selama aku masih bernafas, aku akan menunjukkan kepada dunia bahwa aku bisa melakukan sesuatu yang berguna bagi diriku dan bagi orang lain. Waktu demi waktu telah kulalui, siang dan malam silih berganti menyambut hadirku, waktu yang berjalan terus menerus terasa cepat bagiku, karena hidupku selalu dilumuri dengan kesendirian.

Jam tanganku menunjukkan pukul 10.00 wib yang menandakan waktunya jam masuk kelas, aku bergegas meninggalkan tempat favoritku itu, dengan pasti aku pergi melangkah, ketika di kelas udara terasa sangat panas, matahari membumbung tinggi di langit dan membakar semangat belajarku. Dan saat itu juga aku dipanggil guru pembimbing siswa, Bapak Pajeri namanya, Ya, bapak yang disegani di kalangan guru-guru, siswa-siswi, dan seluruh keluarga besar SMPN 2 selat karena kewibawaannya dan kharismatiknya yang tinggi. “Ketua OSIS Aji dwi saputra ke kantor sebentar” panggil bapak Pajeri dengan suara datar

Sesampainya dikantor aku melihat seorang siswi yang mengenakan baju batik yang bertuliskan “SMPN 36 Bandung”, aku terpaku dan terdiam melihat kecantikanya, aku tak pernah melihat wanita secantik dia, dialah Melati seorang siswi baru pindahan dari SMPN 36 Bandung, “Ji antarkan teman barumu ini ke kelas 9b” perintah bapak. Ya Melati ditempatkan di kelas 9b, yang berarti aku sekelas dengannya. Sesampainya di kelas, aku memberitahukan kepada teman-teman di kelas 9b bahwa ada murid baru, Melati pun masuk seraya memperkenalkan dirinya “Hai teman-teman, nama saya Melati, saya siswi pindahan dari SMPN 36 Bandung, senang bertemu kalian” ucapnya dengan manis. Aku mempersilahkan Melati untuk duduk di sampingku.

“Aji, sebentar lagi kan kita menghadapi ujian nasional, kamu udah belajar belum?” tanyanya kepadaku.
“Persiapanku sudahlah matang untuk menghadapi ujian nasional tahun ini.” Jawabku dengan tegas.
Ketika guru sedang menjelaskan dan menerangankan di depan kelas, aku mulai tak konsen mengikuti pelajaran, mataku terpaku melihat indah matanya, gerai rambutnya dan senyuman di bibirnya yang memberikan sapaan di hatiku.

Tring tring tring… bunyi bel sekolah menandakan waktunya pulang, biasanya aku pulang langsung ke rumah, tapi kali ini tidak, aku langsung ke tempat favoritku, aku teringat akan wajah cantik Melati, wajahnya tak terhindarkan dari pikiranku, tapi karena Melati juga aku merasa ada di dunia yang telah lama kutinggalkan, aku merasa terbangun dari mati suri, aku lebih bersemangat belajar untuk menghadapi ujian nasional, dan pada waktu itu juga aku menyimpan rasa bahwa aku suka pada Melati, walau Melati tak banyak berbicara dan bercerita padaku.

Tidak terasa 3 bulan berlalu, ujian nasional di depan mata, aku melihat banyak orang sedang berdoa sebelum ujian dilaksanakan, salah satunya Melati yang berdoa dengan wajah tenang tanpa ada kegelisahan.

Ujian dilaksanakan 4 hari, setelah ujian selesai, wajah teman-teman harap-harap cemas menunggu surat kelulusan atau tidaknya lulusnya siswa. Surat keterangan lulus atau tidaknya dibagikan satu persatu kepada murid, ketika semua surat sudah di tangan siswa-siswi, semua berteriak “Aku lulus”, kecuali Melati yang duduk di taman sekolah, aku pun menghampirinya.
“Hay Melati.” “Apakah kamu lulus?.” Tanyaku kepadanya. “Iya, aku lulus.” Sahutnya dengan senyuman yang membuat jantung deg-degan.

Aku pun mengantarkannya pulang ke rumah dengan sepeda motor tua milik ayahku, seperti biasanya, Melati tak banyak bicara kepadaku. Sesampai di rumahnya dia hanya menyampaikan sepatah kata saja kepadaku. “Terimakasih” sahut Melati kepadaku.

Pada malam harinya, aku tak ke luar rumah untuk menyambut tahun baru 2014, aku hanya berdiam diri di kamar sampa-sampai tertidur pulas. Pada pagi harinya aku disambut embun pagi yang mulai hilang ditelan sinar matahari. Aku melihat lampu LED hpku menyala, ketika kucek hpku, aku melihat ada SMS dari Melati.
“Happy new year Ji, mudahan di tahun baru ini, keinginan kamu tercapai. Amin.” Pesan singkat darinya. “Happy new year too Melati, ada satu keinginanku! Aku suka kamu Melati sejak aku kenal kamu, aku mau jadi pacar kamu! Kamu mau nggak jadi pacar aku.” Balasku.
Dring dring dring dring hpku berbunyi, “Aku memang nggak ada yang punya, tapi aku tidak ingin pacaran dulu.” Sebuah pesan singkat dari Melati yang membuatku tersenyum di bibir tapi terasa terluka di hati bagaikan ditusuk-tusuk sembilu. Pada saat itu juga aku tidak ada komunikasi lagi dengan Melati, dan yang aku tau, sekarang Melati melanjutkan SMA Islamic di Banjarmasin. Satu kesan abadi, airmata dan doa-doaku mengiringi setiap hembusan nafasmu yang meninggalkanku terpuruk disini. Melati telah meninggalkan hatiku yang terdalam, tapi jangan lupakan aku pernah ada untuk Melati.

Cerpen Karangan: Aji Dwi Saputra
Facebook: https://www.facebook.com/radenajikapuaz

kritik dan saran: ask.fm: @ajidwiss

Cerpen The Love Story of My Life merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


The Secret Admirer

Oleh:
Pagi yang cerah, cukup cerah untukku yang terburu-buru di kejar waktu. Huh seperti biasa, aku bangun kesiangan lagi. Padahal di depan gerbang dua temanku, Beby dan Widy sedang menungguku

Gadis Dalam Hati

Oleh:
Daun-daun berterbangan, kicauan burung yang terus tedengar. Tiap kali kurasakan, rasanya sangat nyaman. Namaku Rizki, mulai hari ini aku menduduki kelas 1 sma secara resmi, setelah melewati berbagai kegiatan

Aku Rela

Oleh:
Aku tak peduli apa yang sedang berlangsung. Aku tak peduli dengan ibu-ibu cerewet di depan kelas yang sedang menjelaskan materi. Aku tak peduli akan catatan-catatan yang ia tuliskan di

Salahku

Oleh:
Aku Ayana, seorang siswi di sebuah SMA Negeri di Bandar Lampung. Hari ini adalah hari pertama aku memijakan kaki di kelas ini, 2 a. Kata teman-temanku, aku orang nya

Ketika Secarik Batik Diperebutkan

Oleh:
Canting yang kupegang semakin liar untuk menggoreskan tetes-tetes cairan cokelat kental ke secarik kain. Sudah seperempat bagian kain mori putih yang terisi. Sedangkan sisanya masih belum tercoret malam sedikitpun.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *