The Relationship

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 7 October 2018

Perkenalkan namaku Revita Febrianty, teman-temanku biasanya memanggilku Rere. Aku adalah siswa kelas XI dari SMAN 1 Kotabaru. Aku memiliki dua orang sahabat, yaitu Lala, Dina dan Eky. Merekalah teman-teman yang selalu ada untukku dalam suka maupun duka. Aku adalah orang yang sangat menjunjung tinggi arti dari sebuah hubungan, entah hubungan keluarga, persahabatan, bahkan hubungan yang istimewa. Oh ya aku lupa mengenalkan seorang yang istimewa, dia adalah pacar aku, namanya Raka. Kami sudah menjalin hubungan selama 1 tahun. Namun, sejak libur panjang dimulai hingga hari ini, dia tidak ada kabar, aku sudah mencoba berkali kali menghubunginya tapi tidak ada respon darinya, dan saat aku mengunjungi rumahnya, tidak ada siapa-siapa seakan akan rumah tak berpenghuni.

Hari ini cuaca yang cerah menemani langkahku ke sekolah¸ saat keluar rumah aku sudah melihat Lola menungguku.
“Pagi La, udah lama nunggu ya?” ucapku.
“Nggak kok, baru nyampe kamu udah keluar aja, yuk berangkat” sahutnya
Kami pun langsung menggowes sepeda kami menuju ke sekolah.

Selang waktu kurang lebih 15 menit kami pun akhirnya sampai ke sekolah, dan ketika kami memasuki kelas Dina langsung menghampiri kami. Kami saling bertukar cerita dan seperti yang kuduga, hari ini raka nggak masuk sekolah lagi, ini sudah hari ketiga dia absen tanpa keterangan. Jujur saja, aku sangat khawatir kalau terjadi sesuatu yang buruk kepadanya, tapi teman-temanku selalu menyemangatiku untuk positif thinking aja.

Tak lama kemudian Eky datang menghampiri kami.
“Eh temen-temen, kalian tau nggak hari ini ada pertandingan basket antar SMA kita sama SMADA” ucap Eky.
“kapan Ky?” tanya Lala, biasanya yang paling suka nonton basket di antara kami adalah Lala, karena katanya pemain basket itu keren-keren, jadi ia adalah orang yang paling bersemangat jika menyangkut tentang basket.
“saat jam istirahat nanti, kalian pada nonton kan?”
“tentu” sahut Lala
“kami ikut aja deh, ya kan Re?” ajak Dina
Sebenarnya aku kurang menyukai basket tapi daripada sendirian di kelas aku lebih baik ikut mareka aja.

Seperti yang kubayangkan, aku tidak menikmati pertandingannya tidak seperti Lala dan Eky yang menyukai basket.

“Yuhuu, sekolah kita menang” seru Eky.
“ya iyalah, kan ada kak Aldy” sahut Lala.
“La, kamu naksir ya, sama dia” ejek Dina
“apaan sih, din. Aku Cuma kagum aja” sahut Lala
“cieeee” ejeknya lagi
“katanya kalo pertandingan udah selesai, kita boleh pulang lebih awal kan? Pulang sekarang yuk.” Ajakku.
“ayo” sahut mereka.
Hari ini berjalan sangat biasa bagiku tidak ada yang spesial, skarang aku sangat menantikan kedatangan hari esok.

Keesokan harinya
“Ya udah, ma, aku langsung berangkat ya aku udah telat nih”
“iya hati-hati, sayang”

Kukira hari ini akan lebih baik dari kemarin, ternyata aku salah. Hari ini aku terlambat datang ke sekolah, jadi awal dari hariku adalah hukuman membersihkan perpustakaan sekolah. “huh sungguh hari yang menyebalkan” gerutuku.
Aku ditugaskan untuk memindahkan buku yang ada di meja ke rak buku dan itu sangat melelahkan, saat membawa tumpukan buku yang lumayan banyak, tiba-tiba ada yang menabrakku dari belakang.
“aduh” ucapku sambil menoleh kebelakang.
“eh, maaf ya, aku nggak sengaja, kamu nggak papa kan?” ucapnya.
“nggak papa kok, kak” ternyata yang menabrakku tadi adalah kak Aldy.
“sini biar aku bantuin”
“nggak usah kak, aku bisa sendiri kok.”
“kamu dari tadi memanggilku ‘kak’ memangnya kamu kelas berapa?”
“aku kelas XI kak”
“ohh, kayaknya kamu udah tau siapa aku ya? memangnya nama kamu siapa?”
“siapa di sekolah ini yang tidak mengenal kakak, oh nama aku Revita Febrianty, panggil aja Rere”
Setelah itu kami saling mengenal dan bercengkrama satu sama lain, ternyata dia adalah orang yang berkepribadian baik, dia juga humoris pantas saja Lala kagum sama dia, jujur saja saat itu aku juga merasa kagum bahkan aku merasa nyaman saat bersama kak Aldy.

Setelah jam istirahat tiba aku langsung kembali ke kelas menemui teman-temanku. Tak kusangka hari yang kukira menyebalkan, ternyata hari yang cukup menyenangkan bagiku.

Sudah seminggu sejak di mulainya sekolah, raka tidak berhadir ke sekolah. Dan beberapa hari itulah aku mulai berteman dengan kak Aldy, tapi siapa sangka ternyata hal itu membuat Lala mulai menjauhiku, ia tidak lagi menjemputku berangkat sekolah bahkan sekarang tersenyum pun tidak. Jujur saja, aku tidak berniat untuk deketin kak Aldy, taksirannya Lala, tapi kalau aku mengabaikannya siapa lagi yang mau berteman denganku. Sekarang aku bingung harus melakukan apa, sekarang hanya Dina dan Eky harapanku. Namun, mereka juga lebih sering bersama Lala dibandingkan bersamaku jadi aku merasa sendirian sekarang, walaupun sepertinya kak Aldy selalu menemaniku.

Saat keesokan harinya, ketika aku baru memasuki kelas betapa bahagianya aku melihat seseorang yang sudah lam kutunggu, Raka. Akhirnya ia kembali ke sekolah. Aku pun langsung menghampirinya.
“Raka, kamu dari mana aja, dihubungin nggak bisa, di rumah kamu juga nggak ada siapa-siapa, aku khawatir tau kalau terjadi sesuatu yang buruk.”
“Re, ini baru pagi kamu berisik banget sih, sekarang aku udah ada di depan kamu, aku baik-baik aja kan, jadi nggak usah berlebihan ya” sahutnya.

Dari awal aku mengenal dia, Raka memang pribadi yang dingin, tertutup dan agak jutek, tapi dia itu romantis dan biasanya sikapnya berbeda saat bersamaku, tapi apa yang dia lakukan, kenapa dia bisa begitu dingin kepadaku, aku tau dari raut wajahnya, sepertinya ia sedang ada masalah, tapi bukannya memberitahuku ada apa, ia malah menyuruhku diam. Karena aku tidak pernah diperlakukannya seperti ini, aku merasa sakit hati, aku pun meletakan tasku dan langsung pergi keluar kelas, tapi tiba-tiba Raka memegang tanganku dan membawaku ke taman sekolah.

“Rere, maaf ya tadi aku ngebentak kamu, tapi kamu jangan marah ya, kamu pasti ngerti kalau aku sekarang lagi ada masalah, jadi maaf ya” ucapnya tiba-tiba
“iya aku maafin, tapi kamu seharusnya cerita bukannya malah emosi kayak gitu, tapi aku juga minta maaf, seharusnya aku ngertiin kamu saat kamu ada masalah tapi aku malah bikin keributan, tapi itu karena aku khawatir sama kamu”
“aku paham kok, siapa yang mggak khawatir pacarnya hilang gitu aja, tapi aku belum bisa cerita sama kamu, kalo semuanya udah selesai, nanti aku janji bakal cerita sama kamu, oke”
“iya, nggak papa, aku paham kok, tapi jangan ingkar janji ya”
“pasti, ya udah balik ke kelas yuk, udah mau bel nih.”
“ayo”

Akhirnya Raka kembali seperti biasanya, namun tak seperti kubayangkan pertemuanku dengan Raka menjadi biasa saja, padahal kukira aku akan merasa sangat bahagia setelah rindu yang sudah lama kupendam. Awalnya kukira semuanya bakalan membaik, ternyata keadaan memburuk, tanpa diduga kak Aldy menemuiku dan ia menyatakan perasaannya kepadaku, jujur, aku tidak pernah menduga kalau kak Aldy menyukaiku dan ia tidak mengetahui bahwa aku sudah memiliki pacar. Dan aku tidak langsung menjawabnya karena aku merasa bersalah jika menolaknya mentah-mentah. Ternyata situasi yang lebih buruk lagi terjadi, ternyata Lala mengetahui bahwa Kak Aldy nembak aku, ia langsung menghampiriku.

“Re, kak Aldy beneran nembak kamu?”
“iya”
“terus kamu terima?”
“aku belum jawab sih”
“Re, aku berbicara bukan karena aku suka sama kak ALdy, tapi aku bicara sama kamu sebagai sahabat, dari yang aku perhatiin kayaknya kamu juga suka sama dia, tapi jujur aja nih ya, aku nggak papa kok kamu suka sama dia juga, bahkan kalau kamu pacaran sama dia juga nggak papa kok, kalo kamu bahagia apa salahnya, tapi Re, situasinya beda kamu udah punya pacar, kamu harus milih salah satu, antara Raka sama kak Aldy, kalo kamu suka kak Aldy, putusin Raka aku nggak mau kamu jadi pribadi yang buruk dengan menduakan raka, tapi kalo kamu mau pertahanin raka kamu harus jujur sama kak Aldy, aku peduli sama kamu, kita udah sahabatan dari SD jadi aku tau siapa kamu, dan bagaimana kamu, jadi apa pun pilihan kamu aku bakal dukung kamu terus, tapi kamu harus bahagia jangan pilih karena terpaksa”
“makasih banyak ya La, kamu udah ngertiin aku, kamu juga pasti tau gimana posisi aku sekarang, tapi semuanya jadi nggak seberat sebelumnya karena kamu sahabat aku yang selalu ngertiin aku”
“iya sama-sama, awalnya sih aku nggak mau bicara sama kamu, tapi Dina sama Eky selulu bilang ke aku kita berempat itu sahabat, masa persahabatan kita harus hancur Cuma gara-gara orang lain, hubungan persahabatan itu sakral tau, nggak boleh hancur dengan mudahnya, katanya kita semua harus balik lagi kayak dulu, ya setelah dengar apa kata mereka aku langsung memutuskan buat nemui kamu sekarang, jadi kita baikan ya”
“iya dong, aku nggak mau lagi ada masalah sama kalian, aku kesepian tau kemana mana sendiri, nggak ada teman teman yang gokil kayak kalian yang nemani aku, jangan bertengkar lagi ya”
“ya gitu dong baikan” ucap Dina dan Eky yang datang tiba-tiba.
“teman-teman aku udah tau, apa yang harus aku lakuin”
“beneran, bagus deh, semangat ya” kata Lala
“aku duluan ya”
“dah Re, fighting” kata Dina.

Aku pun langsung menghubungi kak Aldy dan Raka, untuk mengajak mreka bertemu di danau belakang sekolah. Tak lama aku menunggu kak Aldy langsung menghampiriku.
“ada apa Re, nyuruh ketemu di sini tiba tiba?”
“sebentar ya kak, kita nunggu seseorang dulu”
“siapa?”
“tunggu aja nanti”

Sekitar 15 menit kami menunggu ternyata Raka tidak kunjung datang, tak lama kemudian ia mengirimiku pesan, ia bakalan telat karena ada rapat OSIS dadakan jadi ia menyuruh ku menunggu 15 menit lagi, karena aku merasa tidak enak dengan kak Aldy harus menunggu lama jadi aku langsung mengatakan kepadanya

“kak maaf ya, kakak jadi harus nunggu lama, sebenarnya ada seseorang yang mau aku kenalin sama kakak, tapi dia bakalan telat jadi langsung ke intinya aja ya. Jadi kak soal pertanyaan kakak siang tadi, aku minta maaf karena aku nggak bisa nerima kakak”
“kenapa?”
“sebenarnya yang mau aku kenalin ke kakak itu, Raka. Pacar aku”
“jadi kamu nolak aku karena kamu udah punya pacar”
“maaf ya kak, sebelumnya”
“tapi aku nggak pernah liat kamu sama pacar kamu, bahkan aku perhatikan kamu biasa berteman dengan teman-teman kamu itu, dan kamu juga sering menyendiri bahkan kita sering bersama akhir-akhir ini”
“seminggu terakhir, Raka memang nggak masuk sekolah, jadi aku nggak pernah sama-sama dia akhir-akhir ini, makanya aku sama sahabat-sahabat aku terus beberapa hari terakhir aku juga ada masalah sama sahabat aku jadi sering menyendiri dan kebetulannya tiap aku menyendiri kakak selalu nemenin aku, makanya kita sering bersama akhir-akhir ini, lagipula kita baru saja bertemu dan aku mengenal Raka lebih lama”
“jadi kamu bahagia nggak bersama aku”
“aku bahagia bersama kakak, tapi kita hanya sebatas teman, aku nggak mau ninggalin pacar aku, saat aku memutuskan untuk menjalin hubungan dengan dia aku serius, dan nggak akan menyia-nyiakan semua yang sudah kita lewati bersama”
“wah kamu adalah cewek yang setia ya?”
“hmm, iya kak, setia adalah pilihan aku”
“okey, tapi kamu bahagiakan sama dia”
“iya, aku bahagia bisa bersama dengan dia”
“selagi kamu bahagia, aku juga bahagia kok”
“makasih ya kak, udah ngertiin aku”
“udah selesai kan, kakak duluan ya”
“iya kak”

Aku tau dia pasti sedih, terlihat dari raut wajah dan nada bicaranya, tapi mau bagaimana lagi ini pilihan aku, saat aku ingin meninggalkan tempat itu, langsung ada Raka di belakang aku.

“Raka” kataku terkejut
“aku merasa bersalah dengan kamu harus menunggu lama, jadi aku langsung ke sini dan nemui kamu, ternyata aku lagi ngomong sama cowok itu, dan aku mungkin Cuma dengar setengah tapi makasih ya karena memilih setia”
“iya dong, mana bisa aku ninggalin cowok paling berharga dalam hidup aku”
“masa?”
“kamu nggak percaya?”
“percaya kok, orang kamu rela nyakiti orang lain demi aku kenapa aku nggak percaya sama kamu, dan ngomong-ngomong aku bangga tau sama kamu”
“iya deh, makasih ya, sayang”
“gimana kalo malam ini kita jalan?”
“ayo gimana kalo nonton”
“oke, ya udah pulang duluan deh, aku mau ke ruang OSIS dulu biar tau apa hasil rapatnya”
“oke, aku duluan ya, daahhh”

Ini adalah hari paling bahagia dalam hidupku, walaupun aku harus menyakiti orang lain dan membuatku merasa bersalah namun aku senang karena semua permasalahan dan beban yang aku pikul sudah selesai dan membuatku merasa lega. Akhirnya hubungan yang kujalin selama ini, masih bertahan bahkan semakin kuat, karena jika suatu hubungan dibangun dengan kesetiaan dan saling percaya satu sama lain maka kita akan mendapatkan hasil yang seusai dengan apa yang kita hadapi dan lakukan.

Cerpen Karangan: Septiana Azizah
Blog / Facebook: Septiana Azizah

Cerpen The Relationship merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


I Love Indonesia

Oleh:
Kalina Candrika Candrawati adalah seorang gadis kelahiran Washington DC, Amerika Serikat, 30 Oktober 2002. Tapi Kalina, seperti orang Indonesia kebanyakan, berambut hitam dan bermata cokelat bening. itu karena Mama

Kirito san (Part 3)

Oleh:
Tidak lama kemudian ramen itu habis dan Sima minum. Kemudian “terimkasih Kirito-san. Kau hebat dalam memasak ramen” “aku memang hebat” kata Kirito somobng. “hem. Seharusnya aku tidak memujimu tadi.

Story of My Love

Oleh:
“Ribuan hari aku menunggumu… Jutaan lagu tercipta untukmu… Namun sampai kapan kan terus begini…” Satu tahun sudah berlalu… Kujalani hariku seperti biasanya semenjaak hari yang kelam itu berlalu, kubawa

Aku, Fikri Dan Dia

Oleh:
“Kukuruyuk…” Ayam berkokok tanda pagi tiba. Aku pun terbangun dari tidurku ini, ku lihat jam sudah menunjukkan pukul setengah 8, aku pun langsung mandi dan bergegas ke sekolah, aku

Taman Dan Sepatu Roda Waktu Itu

Oleh:
Pagi ini aku sudah duduk di kelas, Ini adalah semester keduaku di kelas X Mia 2. Aku sibuk membaca novel tampa mempedulikan yang ada di sekitarku. “Hei!! Tifanny.” panggil

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *