Think of You

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 29 November 2018

Kriiing… Kriiing…
Aku lirik layar hpku, hanya nomor tak dikenal yang ada di layar ponselku. Kebiasaanku untuk tidak mengangkat telepon dari nomor yang tidak kukenal.

Kriing… Kriing…
Dengan nomor yang sama, akhirnya aku angkat juga karena sudah beberapa kali telepon tapi tidak kuangkat, pasti ada yang penting, dalam hatiku berpikir.

“Hallooo… Bisa bicara dengan ibu tari?”
Deeg… Sumpah, aku kenal dengan suara ini. Aku benar-benar hafal dengan kekhasan suara ini. Tapi aku tidak mau berkhayal dulu, aku jawab telepon itu dengan hati-hati.
“Maaf, ini dengan siapa?”
“Lupa ya…??”
Omaigat, benarkah suara ini milik kamu?

“Maaf, bapak mau bicara dengan siapa?”
“Apa kita bisa ketemu?”
Oooh tuhan, ini bener-bener dia. Entah apa yang harus aku jawab. Apakah aku senang? Benci? Atau sedih?

“Hallo… Tari kamu masih ada di situ kan? Aku tau mungkin kamu masih benci sama aku. Tapi tolong kasih kesempatan aku untuk menjelaskan semuanya ke kamu. Bisakah kita bertemu sebentar saja?, kebetulan hari ini aku sedang dalam perjalanan ke jakarta. Mungkin sampai di stasiun. Gambir besok jam 9 pagi.”
“Baiklah…”
Dasar bodoh, apa yang aku pikirkan sampai aku harus mau menemui dia, orang yang pernah ada dalam kehidupanku sekaligus orang yang menyakiti aku.

Kuparkir mobilku persis menghadap ke arah monas. Waktu sudah menunjukkan pukul 9.15. Aku terlambat, dia pasti sudah tiba.

Tidak terlalu sulit mencarimu di antara kerumunan orang banyak. Badan tinggi atletis, kulit hitam manis, rambut pendek rapi dan pakaian yang necis. Tidak ada yang berubah darimu, hanya bulu-bulu tipis di atas bibir dan dijanggut yang membuatmu berbeda. Sungguh pesonamu masih seperti dulu.

“Hai…!” dia melambaikan tangannya ke arahku, sambil menarik kopernya dan berjalan ke arahku.

Kami berjalan beriringan dan masuk ke dalam sebuah food court. Duduk dan memesan minum.
Tidak ada kata yang keluar dari bibirku dari pertama aku melihatnya. Sungguh dada ini rasanya ingin meledak, antara benci dan senang bercampur aduk.

“Apa kabar tari…?”
“Baik…”
“Tidak banyak yang berubah darimu, aku senang sekali kamu mau bertemu aku.”
“Tidak usah basa basi mas, apa yang mau kamu jelasin ke aku?”

Sambil menyeruput lemon teanya, dia memulai berbicara
“Sebelumnya aku minta maaf, karena aku pernah berbuat kesalahan ke kamu. Aku diguna-guna sama orang, aku dinikahkan sama perempuan yang aku gak kenal, semua harta yang aku kumpulin habis, setelah semuanya terbongkar, aku mencoba menghubungi kamu, tapi sayang semua nomor telepon yang aku punya hilang semua. Aku baru dapet nomor kamu lagi dari santi, aku bertemu dengannya di jogja waktu dia ada proyek di sana. Dan akhirnya aku bisa berada di sini, di depan kamu. Apakah kamu mau memaafkan aku?”
“Aku sudah lama memafkan kamu mas, dan aku tidak pernah berharap bisa bertemu kamu lagi, buat aku kamu adalah masa lalu yang tidak perlu aku ingat lagi. Aku sudah mengubur semua ingatan aku tentang kamu. Jadi buat aku semua sudah selesai.”

“Apakah aku masih boleh berharap kita bisa mengulang kembali hubungan kita?”
“Buat apa mas? Buat nyakitin perasaan aku lagi?”
Dia meraih tanganku dan di genggamnya “Sungguh tari ini bukan kemauan aku, aku harus bagaimana supaya kamu mau kembali lagi sama aku?”
Oooh tuhan, aku tidak sanggup menatap matanya, aku tidak pernah sanggup untuk berlama-lama menatap matanya. Aku takut aku mengambang dalam lautan cintamu lagi. Dan kamu berhasil, aku mulai larut dalam suasana hati, aku mulai jatuh cinta lagi dengan orang yang aku benci. Apakah aku sanggup untuk tidak menerimanya kembali?

“Kenapa kamu memilih aku untuk kembali bersamamu?”
“Kamu wanita yang berbeda buat aku, wanita yang bukan hanya bisa menjadi pacar, tapi juga menjadi teman, saudara, adik, kakak, dan orang tua. Berbicara denganmu itu membuat aku merasa nyaman. Banyak wanita cantik di luar sana, tapi tidak ada yang seperti kamu, itu sebabnya aku bener-bener tidak bisa melupakan kamu tari.”
Mendengar ucapannya, rasanya aku ingin memeluknya tapi aku masih bisa menahan. Hanya butiran air mata yang tidak bisa aku tahan, jatuh melewati pipiku. Aku menangis, terharu tepatnya.

Dia mengusap airmataku, masih dengan menggenggam tanganku, dia tersenyum dan berkata, “Aku masih sayang kamu tari…”
Aku hanya bisa membalas genggaman tangannya tanpa bisa mengucapkan kata-kata, hanya dalam hati “Aku juga sayaaang banget sama kamu mas…”

Cerpen Karangan: Roch
Blog / Facebook: Rochambar
saya mengajar di sebuah sekolah swasta ternama di jakarta pusat. menikah dan punya 2 orang anak. tinggal di jakarta selatan.

Cerpen Think of You merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Penaluna

Oleh:
Aku bersandar di dinding dapur. Ini sudah hampir setengah jam tapi Mama ngga juga berhenti mengoceh. Aku muak. Aku benar-benar muak dengan semua perkataan Mama. Banyak hal yang Mama

Kita

Oleh:
“menurut lo, gue itu gimana sih?” riana menatapku lekat. Oh please, jangan balik ke topik ini lagi.. Kita sudah ngebahas ini sekitar lebih dari seribu kali “ri, just please.

Sebuah Kisah

Oleh:
Tanganku meraba-raba sekitar. Basah. Perlahan, aku menyadari aroma yang menguar dari tempatku berada. Daun. Kelopak mataku terbuka. Pupil mataku mulai menyesuaikan diri dengan cahaya sang surya yang masuk. Setelah

Pertemuan Di Reuni

Oleh:
Lampu-lampu kota menghiasi gelapnya malam. Dorongan angin perlahan membuat motor yang dikendarai Farah dan tiga orang temannya berhenti di pojok parkiran sebuah taman, di tengah kota. Rupanya sebagian teman

Dreams in Love (Part 1)

Oleh:
Suasana gedung-gedung yang cukup sepi dengan jumlah orang yang tidak terlalu banyak. Di salah satu sudutnya berdiri seorang gadis cantik jelita, ramah, pendiam, murah senyum, dan baik hati. Yah,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *