This Is My Love Story

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Penantian, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 5 July 2013

Saat itu aku sedang menunggu sahabat kesayanganku dan tiba-tiba ada seseorang yang turun dari mobil lalu menghampiriku. Dari situlah awal cintaku…
“Hai”, sapanya
“Hai”, ucapku membalas sapanya
“Ngapain disini?”, tanyanya
“Aku lagi nunggu sahabat aku”, jawabku
“Mau pulang bareng?”, ajaknya
“Gak usah, sebentar lagi sahabat aku keluar kok”, aku menolaknya
“Emmm… okeh, duluan yah, sampai ketemu next time, dahh…”, ucapnya diselingi lambaian tangan lalu pergi dengan mobilnya
Aku hanya tersenyum kecil melihatnya, ku pikir orang itu aneh.

“Hey.. siapa tuh tadi?”, tanya sahabatku yang tiba-tiba muncul dibelakangku, Riska…
“Gak tahu tuh, ya udah yuk”, ajakku
Riska hanya menganggukan kepalanya tanda setuju, kami pun memutuskan untuk pergi ke toko buku, memang aku yang minta pada Riska.

Kami sampai di toko buku, aku pun langsung mencari-cari buku novel yang menarik untuk di baca dan langsung membelinya.
“Loe cari apa Ris?”, tanyaku pada Riska yang sedari tadi hanya berjalan kesana kemari seperti mencari sesuatu
“Gue cari buku panduan gitu, loe tahu dimana?”, tanya Riska
“Ohh.. bilang dong dari tadi, tuh.. tadi gue liat di ujung sana, lagian tumben amat nyari buku”, ucapku heran
“Kalau bukan buat kuliah, gue juga gak akan cari kali”, ucapnya lalu pergi menuju tempat yang aku tunjukan tadi
“Ini mba”, ucapku pada kasir seraya memberikan bukunya untuk di bayar
“Udah dapet?”, tanyaku pada Riska yang baru datang
“Udah, nih”, ucapnya seraya menunjukkan bukunya diselingi sebuah senyuman
“Ya udah, sekalian ya mba”, ucapku pada kasir
“Di baca lohh”, ucapku lagi pada Riska
“Iya iya”, ucapnya

Kami pun keluar dari toko buku dan kami berpisah karna aku ingin pergi ke suatu tempat.
“Ris, gue pergi dulu yah”, ucapku berpamitan
“Mau kemana sih?”, tanyanya
“Ke tempat biasa”, jawabku
“Ya udah, tapi jangan lama-lama loh, cepet pulang”, pesannya
“Iya, dahh”, ucapku
“Dahh”, balasnya

Suasana sunyi, dibalut keindahan yang ada di sekitar danau membuat aku betah berlama-lama disini. Aku sangat menikmati keindahannya, hampir setiap hari aku datang ke danau ini. Hanya untuk mengabadikan keindahannya di kameraku, aku memang hobby memotret. Saat aku sedang asyik mengambil gambar, tiba-tiba ada yang menyapaku.
“Hai”, sapanya
“Hai, kamu?!”, aku menyapanya balik
“Loe ngapain disini?”, tanyanya
“Gue cuma lagi ambil-ambil gambar aja, loe sendiri?”, tanyaku balik
“Gue emang sering kesini”, jawabnya
“Tapi kayaknya gue jarang liat loe”, ucapku heran
“Gue ada di tempat sepi dari tempat ini, gue lebih suka disana, tapi gue liat loe disini, ya udah gue samperin loe aja”, jelasnya
“Ohh.. memang ada yang tempat yang lebih sepi dari ini?”, tanyaku
“Ikut gue”, ucapnya lalu berjalan
Aku hanya mengikuti saja, entah dia mengajakku kemana. Sesampainya di tempat, aku terkejut, tempatnya sungguh indah. Langsung saja aku mengabadikan gambarnya dengan kameraku.
“It’s so beautiful, i like here”, ucapku
Dia hanya terdiam, kami pun menghabiskan waktu bersama.

Cerpen This Is My Love Story

“Lala.. loe kemana aja sih? Lama banget pulangnya tau gak”, Riska mendengus kesal
“Sorry, tadi ada orang yang ngajakin gue ke tempat lain, ya udah gue ikut aja”, jelasku
“Siapa?”, tanyanya penasaran
“I don’t know”, jawabku
“Kok gak tau sih, terus.. loe ikut aja gitu?”, tanyanya lagi
Aku hanya mengangguk, sepertinya Riska masih kesal karena aku telat pulang. Aku memang hanya menumpang tinggal di tempat tinggalnya, aku sering kabur dari rumah karena papaku yang selalu melarangku untuk berteman, walau aku tahu itu papa lakukan agar tidak ada orang lain yang ku buat terluka.

“Lalaaa… ”, panggil Riska kencang saat baru saja tiba di rumah
“Aduhh.. apaan sih, berisik tahu gak!”, ucapku kesal
“Lala gue seneng banget”, ucapnya dengan gembira
“Seneng kenapa?”, tanyaku heran
“Tadi gue berhasil bikin cowo yang paling ngeselin di kampus kalah”, ucapnya tersenyum penuh kemenangan
“Riska.. Riska.. gue kira apaan”, ucapku
“Yee elo.. responnya gitu amat”, ucapnya dengan wajah cemberut membuat dia semakin lucu

Hari telah berlalu dengan cepat, dan aku selalu berhasil melarikan diri dari papaku. Aku merasa beruntung memiliki sahabat seperti Riska. Dan akhir-akhir ini Riska sering menceritakan perasaannya terhadap laki-laki yang dulu dia pikir menyebalkan, sampai akhirnya sekarang dia sadar bahwa laki-laki itu peduli padanya.

“Lala.. anterin gue yuk ke café”, ajak Riska
“Iya Riska”, ucapku
“Yuk”, ucapnya seraya merangkul lenganku diselingi senyumnya yang manja

Akhirnya aku menemani Riska ke café, mungkin dia ingin bertemu kekasihnya. Kami pun sampai dicafe, kami langsung menemui kekasih Riska.
“Rangga!”, panggil Riska pada kekasihnya
“Udah nunggu lama yah?”, tanya Riska saat sudah berada di samping kekasihnya
“Gak papa kok, oh ya.. nih kenalin temen gue.. Pras”, ucap Rangga memperkenalkan temannya
Aku sangat terkejut melihat teman Rangga, dia adalah laki-laki yang selama ini datang dihari-hariku. Tetapi aku pendam rasa terkejutku, aku berpura-pura tidak mengenalinya di depan Riska dan Rangga, mungkin dia pun begitu.
“Riska”, ucap Riska saat berjabat tangan dengan Pras
“Pras”, balasnya
Aku pun berjabat tangan dengannya dan Riska memperkenalkanku pada Rangga juga Pras.
“Oh ya kenalin, Lala temen gue”, ucap Riska memperkenalkanku
“Hai.. hajimemashite”, ucapku

Sejak perkenalan itu, sekarang kami menjadi lebih dekat, seperti keluarga sendiri. Saat kami sedang jalan bersama, seperti biasa Riska selalu berdampingan dengan Rangga, sedangkan aku di tinggal berdua dengan Pras. Suasana hening saat aku bersama Pras, akhirnya aku angkat bicara.
“Pras”, panggilku
“Ya”, sahutnya
“Masih mau temenan sama gue?”, tanyaku
“Pertanyaan konyol”, ujarnya
“Gue harap.. loe gak akan jatuh cinta sama gue”, ucapku dan berlalu dari samping Pras
Pras tersentak kaget mendengar ucapanku, padahal dia merasa dalam hatinya bahwa dia mencintaiku. Dia tak habis pikir dengan apa yang tadi ku ucapkan. Saat aku tengah berjalan menjauhi Pras, tiba-tiba kepalaku terasa berat dan pandanganku seketika menjadi buram, aku berusaha untuk tetap berdiri, aku berusaha berjalan menjauh dari Pras, akan tetapi Pras berhasil mendekatiku.
“Loe gak papa?”, tanyanya sedikit cemas karena melihatku berjalan sempoyongan
“Enghh~ gue gak papa kok”, dustaku
“Gue pulang duluan ya, loe bilang ke Riska sama Rangga kalau gue duluan pulang”, lanjutku langsung pergi tanpa memberi Pras kesempatan untuk bicara
Aku pun berjalan menuju lobby, dan disana aku justru bertemu dengan Riska dan Rangga, mereka pun menghampiri aku yang hendak berjalan keluar lobby.
“Hei La, loe mau kemana?”, tanya Riska
“Eh elo Ris, ini.. gue mau pulang duluan ya”, ucapku
“Lohh kok pulang La, loe capek ya?”, tanya Riska menebak-nebak
“Enghh~…
“Muka loe pucet banget, pasti loe capek banget kan? Ya udah kita pulang aja ya Ga, kita anterin Lala”, ucap Riska cemas
“Ehh gak usah, gue bisa pulang sendiri naik taksi, loe berdua lanjutin aja jalannya”, tolakku
“Bener nih gak papa?”, tanya Riska ragu
“Iya gak papa, ya udah gue duluan ya”, pamitku dan berjalan menjauh dari mereka
Riska dan Rangga masih memperhatikanku diselingi tatap muka antara mereka berdua dan akhirnya…
‘Brukk’
Riska dan Rangga panik seketika melihat aku jatuh pingsan, mereka segera membawaku ke RS.

Sesampainya di RS aku pun segera mendapatkan pertolongan, Rangga lalu menghubungi Pras untuk datang ke RS. Setelah sekian lama menunggu, akhirnya dokter pun keluar dari ruang IGD.
“Mana keluarga dari pasien?”, tanya dokter yang keluar dari ruang IGD
“Kami teman dekatnya dok”, ucap Riska
“Baik, bisa ikut saya ke ruangan saya?”, ajak dokter
“Baik dok, ayo Ga”, ucap Riska seraya mengajak Rangga
Mereka semua menuju ruang dokter, sesampainya disana dokter mempersilahkan Riska dan Rangga untuk duduk dengan wajah yang mulai serius.
“Okey, apa kalian sudah tau tentang penyakit yang dialami Lala?”, tanya dokter yang membuat Riska dan Rangga bingung
“Penyakit?! Penyakit apa dok?”, tanya Riska heran
“Ya, saat ini.. Lala mengidap penyakit Leukimia.. yang kalian tau sendiri itu adalah kanker darah”, jelas dokter
“Leu.. kimia… Rangga…”, lirih Riska pelan dalam pelukan Rangga diselingi tangisnya
“Kamu yang sabar ya Ris, positive thinking okeh”, ucap Rangga berusaha menenangkan Riska
Sedangkan Riska masih menangis sesegukan dalam pelukan kekasihnya itu. Mereka pun keluar dari ruang dokter.
“Udah jangan nangis, nanti ketahuan Pras”, ucap Rangga
“Lohh.. emang kenapa?”, tanya Riska bingung
“Pras cinta sama Lala, aku gak mau dia tau dan sakit”, jelas Rangga
“Cinta?! Oke.. aku gak akan bilang ke dia”, ucap Riska
“Bilang apa? Gak akan bilang ke siapa?”, tanya Pras yang tiba-tiba datang
“Ahh.. gak kok, ini.. cuma masalah hubungan gue sama Riska”, dusta Rangga
“Emmm.. terus, keadaan Lala gimana?”, tanya Pras cemas
“Emmm.. dia.. dia.. dia baik-baik aja kok kata dokter, dia cuma kecapean”, dusta Riska

Mereka pun masuk ke ruang rawat, mereka melihat aku tengah duduk di atas ranjang tanpa terlihat rona wajah yang menampakkan bahwa aku sedang sakit.
“Hai”, sapaku diselingi sebuah senyuman
“Riska.. loe abis nangis?”, tanyaku melihat mata Riska yang terlihat sedikit bengkak
“Aehh.. gak kok, mungkin gue ngantuk, mungkin sih”, dusta Riska dengan alasan yang mungkin aneh menurutku
“Ohh.. ”, ucapku singkat
“Loe gak papa kan?”, tanya Pras cemas, tetapi dengan raut wajah yang datar
“Gue gak papa kok”, ucapku
“Gue udah ngerasa dari awal kalau loe ada apa-apa, tapi loe terlalu keras kepala buat ngakuinnya”, ujar Pras
“Udah udah.. mendingan loe istirahat aja La, kita pulang dulu”, ucap Rangga akhirnya
“Aku disini ya Ga, aku mau nemenin Lala”, ucap Riska
“Gak usah lagi Ris, besok juga gue pulang”, tolakku
“Gak! Pokoknya gue temenin loe disini!”, Riska bersih keras tetap ingin menemaniku
“Whatever”, ucapku pasrah
“Ya Ga?”, Riska meminta izin pada Rangga
“Ya udah terserah kamu aja”, Rangga mengizinkan
Rangga dan Pras pun pulang dari rumah sakit, seketika wajah Riska menjadi lesu.
“Aku tahu penyakit itu”, ujarnya

‘Selama apapun rahasia dipendam, toh nanti juga akan terbongkar’

Yah.. akhirnya takdir memberi tahu Pras soal penyakitku. Dia sangat kesal pada Riska dan juga Rangga karena mereka tidak memberi tahu akan hal ini.

~ Danau ~
“Gue cinta sama loe”, ucap Pras tiba-tiba dikeheningan senja di danau
“Pras…
“Gak peduli sama penyakit loe”, ucapnya memotong ucapanku
“Bisa gak.. gak bahas itu”, ucapku kesal
“Tapi gue cinta sama loe, gak peduli apapun keadaan loe… *datar*
“Jangan pernah anggep penyakit ini nyata, bisa kan bersikap biasa aja”, ucapku
“Dan gue, gak bisa sama-sama loe”, lanjutku
“Maksud loe?”, tanya Pras datar
“Gue udah pernah bilang ke loe jangan pernah jatuh cinta ke gue kalau loe masih mau temenan sama gue tapi apa.. loe jatuh cinta ke gue”, ucapku lirih
“La.. ini perasaan aku, perasaan aku bilang harus cinta ke kamu”, jelas Pras
“Kamu gak akan bahagia, aku bakal cepet ninggalin kamu, aku gak mau kamu sakit, sakit karena aku ninggalin kamu”, lirihku
“Aku gak akan sakit kalau kamu di samping aku”, ujarnya
“Saat ini.. tapi nanti… aku bakal pergi dan akan akan ketemu kamu lagi…
“Saat ini.. yang aku mau cuma kamu La.. di setiap detik hidup aku, aku cuma pengen liat senyum kamu, kebahagiaan kamu.. itu semua bisa bayar sakitnya aku…
“Tapi gak akan lama Pras…
“Aku gak peduli.. gak ada yang abadi di dunia La.. semua juga pasti akan lenyap.. bisa aja di detik ini juga aku gak bernafas.. tapi tuhan kasih aku kesempatan.. untuk tetap hidup.. dengan kamu.. aku gak akan terluka ataupun tersakiti.. aku hanya butuh kamu.. butuh kamu untuk hidup aku…
“Untuk hidup kamu? Untuk hidup aku aja gak bisa Pras.. apalagi untuk kamu, kamu sadar gak sih aku siapa? Aku cuma wanita yang punya penyakit Leukimia!!! dan di vonis GAK AKAN HIDUP LAMA!!! Gimana aku bisa jadi penyemangat hidup kamu Pras!!!
“Ada kamu disini pun udah jadi penyemangat buat hidup aku”, ujarnya seraya meletakkan tangannya didadanya yang lapang
“Aku gak sanggup Pras.. aku gak sanggup kalau harus bahagiain kamu Pras… aku gak bisa!
“Okeh.. aku yang bakal pergi…
Pras pun berbalik dan mulai berjalan menjauh, aku yang menyadari itu pun langsung berbalik dan memanggilnya.
“Pras!”, panggilku seraya berlari mendekati Pras
Saat jarakku sudah dekat, aku pun memeluknya dari belakang.
“Love you too”, ucapku lirih
Pras tersenyum menyadari perkataanku, dia pun membalikkan badannya dan memelukku dari depan, meyandarkan aku pada dada bidangnya. Kami pun pulang dengan sejuta senyuman.

Pras, Riska dan Rangga masih heran dengan kejadian hilangnya aku 2 tahun ini, mereka heran mengapa tiba-tiba aku hilang begitu saja.. tanpa kabar. Mereka masih saja mencariku tanpa lelah, terutama Pras. Saat mereka sedang mencari-cari keberadaanku, Riska histeris melihat seseorang yang ternyata itu aku!
“Rangga! Itu.. itu Lala!”, teriaknya histeris
“Pras! Lala!”, ucap Rangga berusaha memberitahu Pras
Pras langsung berlari menghampiriku dan langsung memelukku tanpa mengecek lagi bahwa ini benar aku.
“Lala.. kamu kemana aja, kenapa gak kasih kabar.. aku kangen kamu”, lirih Pras
“Maaf, aku gak kasih kabar ke kamu, selama ini aku di Aussie, dan baru balik kemarin, aku berobat disana, dan liat! Aku sembuh Pras”, jelasku dengan rona bahagia
“Aku seneng kamu sembuh, and.. Will you marry me?”, tanya Pras yang sontak membuatku terkejut
“Pras.. aku mau”, ucapku tersenyum
Pras pun memelukku kembali, aku benar-benar bahagia bisa bertemu Pras yang masih setia menungguku *^_^*
Itu lah perjalanan cintaku yang sempat terhalang oleh penyakit mematikan ditubuhku.

~ THE END ~

Cerpen Karangan: Annisa Nur Fitriani
Facebook: Andicksa Karisma

Cerpen This Is My Love Story merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Takkan Terpisah

Oleh:
Hai kawan, sebut saja aku sinta. aku bukan lah anak dari kalangan orang kaya, tapi aku berasal dari kalangan orang biasa aja, kadang kadang juga suka kurang uang. Aku

Sahabat Scouts Selamanya (Part 3)

Oleh:
“Arifin, apa ini jalan selanjutnya?” sembari terus memperhatikan jalan setapak itu, lalu Zia melihat ke kiri memandangi arus dan ranting-ranting yang terdapat di depan. “Ini ada dua jalan, satu

Cinta di Kedai Ice Cream

Oleh:
Sore itu langit Jakarta cukup cerah, aku berjalan menikmati suasana sore yang indah. Lampu-lampu jalanan mulai dinyalakan, di ujung sana matahari mulai turun, pulang ke peraduannya. Aku sampai di

Pemuda Tampan, Katanya

Oleh:
Cerita ini tentang kehidupan seorang pemuda tampan yang takut pada ibunya. Hm, bukan itu. ini tentang pemuda tampan yang menemukan jati dirinya. Sebut saja dia James. Gila, keren banget

Rama Sahabatku

Oleh:
Perkenalkan, namaku Chandra. Lengkapnya Galuh Ajeng Kalandiastri Chandra Kirana Sukrani. Namaku ini memang kedengarannya seperti cowo, tapi aku ini cewe. Memang aku ini agak tomboy, seperti namaku, tapi yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “This Is My Love Story”

  1. Desi Ayu Nur A. says:

    terharu.
    Sedih.
    Bahagia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *