Timpukkan Membawa Berkah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Lucu (Humor), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 22 September 2014

Sontak rasa kaget itu muncul saat pak Kun membicarakan soal Dion. Dion itu cowok ganteng yang banyak disukai cewek. Dia ikut eskul basket. Awalnya gue gak merhatiin banget si Dion itu. Tapi setelah pak kun membicarakan soal Dion karena prestasinya itu Gue mulai tertarik dan mencari apa apa yang diminati Dion.

Waktu pelajaran Bu Emi, kelasku dapat tugas untuk mewawancarai guru atau karyawan di sekolahku. Dan gue memilih Pak kun. Entah apa yang membuat gue memilih Pak Kun. Dan saat akan membuat janji dengan Pak Kun, gue datengin kantor sekolah.
“Assalamualaikum, maaf bu mengganggu, Pak Kuncoro ada bu?”
“Waalaikumsalam. Oh kamu Alysa? Munggkin Pak Kun mengajari anak anak eskul basket di lapangan”
“Eskul basket bu? Ya sudah makasih permisi bu”

Begitu mendengar Eskul basket, langsung kepikiran si Dion deh nih otak. Tanpa disuruh gue langsung lari menuju lapangan basket. Sambil lari gue berteriak
“Pak Kun.. kita wawancara yuk”
Yaa.. waktu itu gue kelihatan bego dan norak apalagi bahasa gue ke Pak Kun gak sopan banget. Semua mata memandang ke Gue. Sepertinya mereka tidak konsen ke permainan basket itu sampai sampai.
“BRUKK!!!”
“Alysaa…”
Gue sempet mendengar teriakan itu tapi gue hanya bisa melihat bintang bintang berputar di atas gue sampai akhirnya gue terjatuh, upss.. Tolol nya gak ada yang punya inisiatif buat nangkep gue waktu gue mau jatoh.

“Al.. Alysa.” Suara pak kun membisik di telinga gue. Lagi lagi semua pada gak punya inisiatif buat ngangkat gue dan dibawa ke ruang UKS. Sakit tau!. Harapannya sih Dion ada disitu, tapi tau ah.. Malu juga sih kalau Dion sampai ada disitu.
“Maaf pak. Apa tidak sebaiknya Allysa dibawa ke UKS?” Tanya seseorang yang gue gak tau siapa. Nah ini nih baru orang cerdas.
“Oh bagus ide kamu Dion, cepat angkat Alysa” ujar Pak Kun.
Awalnya aku tak respon dengan kata kata “DION” gue hanya merasa ada yang mengangkat gue, munggkin Pak Kun pikir gue. Tapi kok suara cewek cewek pada keruh ya? Kok kayak iri semua? Apa iya mereka ingin ketimpuk bola basket kayak gue? Tau ah. Pusing gue.

Sesampainya di UKS mungkin gue bener bener Pingsan dan gak kuat buat buka mata. Yang gue tau ada yang bisikin gue “Al.. sorry ya.” 15 menit kemudian gue baru sadar, oh Tita toh yang bisik bisik tadi.
“Taa.. elo yang nimpuk gue tadi?”
“Lo udah sadar Al? Hah Nimpuk? Bukan Al”
“Nah terus? Elo ngapain minta maaf?”
“Kapan gue minta maafnya?”
“Tadi.. pas gue baru digendong Pak Kun”
“Ohh itu Dion, dion yang Nimpuk lo dan bawa lo kesini”
“Apaa? Dion?” Rasa sakit itu pun terbayar karena ternyata Dion yang bawa gue ke UKS.
“Terus dion nya mana?” Tambah gue
“Barusan keluar. Latihan lagi munggkin”
“Ya udah gue mau bilang makasih sama dia”

Gue langsung lari dan menuju ke lapangan. Kali ini gue berlari dan berteriak “Diionn!!” Dan harapan gue gak ada yang nimpuk gue lagi.

Cerpen Karangan: Anindita Pramesti Zahara
Facebook: Anindita Pramesti Zahara
Nama: Anindita Pramesti Zahara
Kelas: 2 Smp
Umur: 13 tahun
Pertama kalinya kirim cerpen. Biasanya cuman iseng iseng nulis di laptop 😀

Cerpen Timpukkan Membawa Berkah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Empat Kata Yang Terlambat

Oleh:
Seperti biasa, suara tertawa ibuku terdengar nyaring di telinga. Aku pun mulai tak nyaman disertai konsentrasi yang semakin memudar. Sejenak aku berpikir, “Apa sih serunya sebuah sinetron di televisi?

Benang Merah Penghubung

Oleh:
Jam menunjukan pukul dua siang. Pukul dimana saat-saat yang bagus untuk menikmati tidur siang. Di sebuah kelas terlihat beberapa murid melakukan rutinitas mereka yaitu tidur siang. Termasuk siswi yang

Nothing Has Changed

Oleh:
“Kau sudah menyiapkan pertanyaannya kan?” Tanya Gea memastikan. Aku menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan. “Kau tak perlu khawatir” “Ingat, ini demi karirmu, Rana. Jangan merusaknya!” “Kau tenang saja.

Selamat Jalan Kasih

Oleh:
ya, semua lelaki, mmm.. mungkin sebagian lelaki memang seperi itu. tidak peduli, cuek dan egois. seperti dia. yang pasti tidak tahu bahwa mataku sembab karena baru saja menangis mendapat

Seberkas Harapan

Oleh:
kringggg. kringggg. kringgg. akhh. siapa sih pagi pagi gini udah nelpon? handphone ku terus berdering, aku: apa sih. andini: sayang. kamu lagi ngapain sih, hari ini kan kamu ada

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *