Titik Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 10 January 2018

Ada kalanya kita hidup di dunia ini penuh dengan kebahagiaan dan penuh dengan kesedihan, untuk menapak kehidupan tidaklah mudah, terkadang orang-orang banyak sekali hidupnya penuh dengan kebahagiaan, tapi tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Itulah hidup.

Fitri tersenyum mendegar perkataan Fahru sambil berkata. “ada benarnya juga apa yang kamu katakan Fahru, tumben-tumbennya kamu pintar ya Fahru”.
Fahru hanya senyum-senyum mendengar pujian dari Fitri, mereka duduk di depan kos Fitri, sambil santai-santai dan membuat tugas, Fahru adalah seorang laki-laki yang hampir setiap hari datang menemui Fitri, Fahru sangat menyukai Fitri, Begitupun Fitri, mereka berdua saling mencintai, mereka menghabiskan waktunya sering berdua, sampai teman-temannya pun mengatakan
“kalian emang gak bisa berpisah ya”.
Mereka santai saja mendengar apa perkataan teman-temannya, “toh asal asal bahagia”. jawab Fahru dan Fitri.

Fitri adalah seorang mahasiswi Universitas Riau yang kuliah di jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni sedangkan Fahru seorang mahasiswa Universitas Riau yang kuliah di jurusan Teknik Hasil Perikanan. Fakultas mereka sangat jauh, kalau dilihat-lihat dalam perjalanan kaki sungguh sangat melelahkan. Orang-orang di sekitar mereka pun sering bertanya kok bisa kalian saling bertemu, padahal fakultas sangat jauh dan tempat tinggal mereka pun jauh. Fahru tinggal di Rokan Hilir sedangkan Fitri tinggal di Kepulauan Meranti, alangkah jauhnya, kalau mau ke sana harus menyeberangi lautan.
Fahru dan Fitri sering menjawab pertanya teman-temannya,
“ya kalau jodoh pasti bertemu, walau fakultas jauh atau pun tempat tinggal yang jauh meski menyeberang lautan”.

Sebenarnya kisah cinta mereka berawal dari teman Fitri yang bernama Aini, ia adalah seorang sahabat yang paling dekat sejak pertama kali ia masuk kuliah, orang-orang sering mengatakan bahwa Fitri dan Aini seperti kembar karena ke mana-mana sering berdua.
Awalnya Ainilah orang yang pertama kali kenal dengan Fahru, dialah orang yang pertama kali dekat dengan Fahru, Fitri biasa-biasa saja dengan Fahru, malah tidak kenal dengannya, siapalah dia bagi Fitri sebelumnya. Aini sering bercerita tentang Fahru, melihatkan foto Fahru ke Fitri, dan dia bahkan minta pendapat.

“Fit, Bagaimana dengannya cocok gak dengan aku?”. Fitri pun menjawab “cocok aja Aini asalkan Hatimu bahagia bersama dia dan asal dia baik untukmu”.
Aini hanya tersenyum ketika mendengar perkataan Fitri.

Sabtu siang
Aini memberi tahu kepada Fitri bahwa nanti malam Fahru mengajaknya pergi nonton Futsal, namun Aini tidak mau pergi. Fahru pun merasa sedih ketika Aini tidak mau menemaninya. Sampai saat ini mereka berdua tidak pernah bertemu. Minggu sore Aini dan teman-temannya joging termasuk Fitri, sore itu Aini berjanji untuk bertemu bersama Fahru, dan dia pun datang bersama temannya yang bernama Faisal.

Aini bertemu Fahru hanya dari kejauhan saja, karena Fahru malu dengan teman-teman Aini. Sedangkan Fitri terus mendesak Aini supaya bertemu lebih dekat, Fitri mengatakan kepada Aini
“Cowok apaan, ketemu dekat aja gak berani, gak gentleman, masa iya mainnya di pohon jambu aja”.
Aini hanya tertawa mendengarkan perkataan Fitri.

Sore pun berakhir.
Biasanya pada malam hari Aini dan Fahru sering smsan, sama halnya dengan hari ini. Teryata Fahru meminta nomor telepon Fitri kepada Aini, Fahru tertarik melihat Fitri saat ia melihat Fitri pada Sore minggu kemarin. Aini bertanya kepada Fitri
“Fit, Fahru minta nomor teleponmu?, kasi apa gak Fit?” Jawab Fitri, “kasi aja kalau emang mau, kan gak ada salahnya berteman”.
Aini pun memberikan nomornya kepada Fahru.

Fahru menghubungi Fitri pada malam itu, dia Sms dan Fitri membalasnya, karena Fitri orangnya gak cuek dia terus melayani sms-sms dari Fahru, Fitri adalah orang yang sangat pengertian, dia tidak sombong dengan siapapun, tak heran kalau cowok betah dengannya, tetapi dia adalah wanita yang pencemburu itu pula yang membuat cowok-cowok gak betah bersamanya. Fahru dan Fitri terus saja berkomunikasi dengan baik, setelah itu Fahru mengajak Fitri untuk menemaninya mengambil baju di Marpoyan tempat temannya, Fitri terus berfikir
“pergi apa gak?”.

Teman satu kamar putri yang bernama Ati memberi saran kepadanya bahwa pergi saja, Ati melihat Fitri sering di kos Ia merasa kasihan, mendengar perkataan Ati temannya Fitri memutuskan Ia ingin pergi bersama Fahru pada malam itu.
Fitri sibuk memilihkan baju, Ia malu mau bertemu cowok, karena Ia sudah lama menjomblo, dulunya Ia hanya dekat dengan cowok-cowok biasa yang jauh darinya, itu pun cowoknya hilang entah ke mana.

Jam menunjukkan pukul 07:35 wib.
Fitri pun pergi ke depan kosnya, menunggu Fahru, ternyata Fahru menunggu di depan gerbang kos, mereka awalnya bersalamana dan salin berkenalan.
“Hai, aku fahru” kata Fahru,
“Hai aku Fitri” Jawab Fitri.

Mereka pun pergi ke Marpoyan dan jalan-jalan, suasana pada saat itu sangat canggung karena baru pertama kali kenalan, walaupun udah sering komunikasi tapi rasa bertemu didepan itu beda, Fitri kalau pertama kali bertemu cowok dia orangnya canggung dan diam saja serta sering salah tingkah. Hehe.

Singkat cerita pada malam itu. Fitri pun diantar pulang dengan Fahru, setelah menghabiskan waktu bersama-sama pada malam itu. Fahru mengatakan bahwa ia menyukai Fitri, sebenarnya Fitri pun menyukai Fahru. Pada malam itu Fitri sms sama Aini.
“Ai gimana ya Fahru bilang dia suka sama aku, gimana pendapat kamu?”
jawab Aini “terserah kamu aja Fit, kalau kamu suka sama dia terima aja”.

Sebenarnya Fitri juga tidak enak dengan perasaannya, karena Aini yang dekat dengannya pertama kalinya. Setelah itu ternyata Aini mengatakan kepada Fahru bahwa dia kecewa karena Fahru lebih menyukai Fitri dibandingkan dengannya. Fahru pun mengatakan kepada Fitri apa yang dikatakan Aini terhadapnya, Fitri pun jadi serba salah, Fitri meutuskan bahwa ia tidak menerima Fahru, dia lebih memilih Sahabatnya dibandingkan orang yang ia sukainya.

Waktu pun terus berlalu, teriknya hujan, matahari yang selalu bersinar dan siang jadi malam, terus berganti. Fahru dan Fitri terus berkomunikasi dengan baik, mereka berdua diam-diam saling menyukai. Tak lama kemudian Fitri mendengarkan bahwa Aini sudah mempunyai Pacar yang bernama Andi. Jadi Fitri merasa lega bahwa sahaabatnya tidak lagi mengharapkan cinta dari orang yang ia sukai juga.

Pada suatu malam Fahru mengajak Fitri jalan-jalan. Mereka berdua berhenti di suatu tempat. Yang mana tempat itu di Stadiun Utama Pekanbaru. Mereka jalan-jalan dan bahagia ketika malam itu.
Fahru mengatakan kepada Fitri di depan mata Fitri “Fit mau gak jadi pacar aku?”.
Fitri awalnya hanya terdiam saja. Namun setelah ditanya dua kali oleh Fahru,
Fitri hanya menjawab “Iya aku mau”.
Fahru pun bahagia sekali akhirnya diterima oleh Fitri, setelah bersusah payah mendapatkannya. Setelah mereka jadian.

Seminggu itu Fitri gak ada cerita ke Aini bahwa ia udah pacaran bersama Fahru. Lama kelamaan Aini tahu sendiri mereka pacaran dan Akhirnya Fahru dan Fitri hidup bahagia sampai sekarang.

SELESAI

Cerpen Karangan: Suvi fitriani
Facebook: Suvi Fitriani
nama: Suvi Fitriani
Agama: Islam
Tempat tinggal: Pekanbaru, Riau

Cerpen Titik Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Menyayangi Bukan Dari Penyesalan

Oleh:
“Dek, tolong yang sebelah kiri ditarik lagi. Itu masih miring!” suara perempuan bernada tegas dan agak aneh karena pilek terdengar di depan kampus pagi ini. Aku yang baru saja

Alsha (Part 2)

Oleh:
Pagi itu mentari bersinar sangat cerah, semua orang bersiap-siap untuk melakukan aktifitas, nggak terkecuali Alsha, saat ini dia telah bekerja di perusahaan milik almarhum ayahnya “Aku kangen sama kamu.”

Something Missing

Oleh:
Adzan Maghrib sudah berkumandang menandakan hari telah petang, ku langkahkan kakiku menuju koridor tempat wudu wanita di musala Rumah Sakit. Kini usiaku hampir menginjak 25 tahun, sudah 2 tahun

Hanya Dia Yang Bisa

Oleh:
Namaku Jay, aku seorang mahasiswa di salah satu universitas swasta di makassar. Aku dianugrahi oleh Tuhan wajah yang ganteng. Tinggi 180 cm, tubuh jangkung, kulit putih, hidung mancung, dan

Kau Yang Pertama

Oleh:
“Itu dia!”, ucapku bersemangat. Aku memandanginya sebentar lalu kemudian memanggilnya. “Donnie!” Ia menoleh lalu tersenyum sambil berlari ke arahku. “Hari ini pun dia sangat tampan.” Ucapku sambil tersenyum. Dia

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *