Untitled Story (US)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 13 May 2017

“Selamat pagi semesta” sapaku sembari membuka jendela kamarku. Aku, Shafarra Keisha Andhara, aku yang sebelumnya tak pernah terlalu murung, kenapa seketika berubah?
Ardinna Bella, sahabat terjenius yang selalu menuturkan bahwa aku adalah pribadi yang sangat tertutup, tidak pernah bercerita, apalagi soal kisah cinta. Bagiku 14 tahun bukan waktu untuk merasakan cinta yang kata orang-orang itu indah. Aku menyadari bahwa aku memang sangat tertutup, hal itu bukan tanpa alasan. I have the biggest reason.
Anny Pramesti, sahabatku setengah tahun lalu. Enam bulan lalu, aku rutin cerita sama dia, tentang secuil cinta untuk lelaki misterius. ‘Sebut saja’ Nanda Aldi, tampan sekali, aku tau hampir semuanya tentang dia. Aku menceritakan kepada Anny, menunjukkan gambar sketsa wajah Nanda Aldi kepada Anny, dan merahasiakannya dari Bella. Entah kenapa aku selalu menyembunyikannya dari Bella, mungkin Bella terlalu cerdas untuk mendengarkan ini.
Bella semakin curiga dengan ini dan mendesak Anny memaksanya untuk mengatakan apa yang aku katakan selama ini kepada Anny. Yang selalu aku kesalkan adalah kenapa Anny memberitahunya.

Istirahat kedua, 30 menit yang berkesan bagiku. Aku yang kala itu duduk di teras kelas sedang duduk sambil meminum air mineral bersama Anny.
“Ann, kenapa kamu kasih tahu rahasiaku ke Bella?” tanyaku.
“A…a..aku hanya mengatakannya sed…” jawabnya terbata-bata.
“Lalu kenapa? sedikit katamu? Kau tau sedikit akan jadi banyak kelak.” sahutku
“Bella menyuruhku mengatakannya, dan meyakinkan aku kalau kamu gak akan marah,” jelasnya “Apa kau akan marah?” tanyanya.
“Aku gak akan marah, tapi aku kecewa.”
Tiba-tiba Bella datang…
“Ada apa ini? Apa yang sebenarnya Anny ceritakan padamu, Shaf?” Bella bertanya-tanya.
“Oh… tidak… aku hanya bercerita tentang keluargaku, ini hanya masalah kecil keluarga” kataku mencoba berbohong.

Aku kira dengan mengatakan seperti itu semua masalah ini selesai, tapi justru semakin rumit. Bella mengira ayah dan ibuku bercerai tapi kenyataannya mereka begitu harmonis dan humoris, aku mencoba menjaskannya namun Bella terus menyangkalnya. Oh My God, kenapa jadi begini?

Satu bulan setelah kejadian itu, ternyata Bella telah mengumpulkan informasi tentang Nanda Aldi, ya kalau bukan dari Anny dari siapa lagi dan Bella menganalisis semua informasi yang dia dapatkan. Bella mulai mempertanyakan kepadaku tentang siapakah Nanda Aldi? Orang manakah dia? Kenapa dan bagaimana dia mengenalku? Dan rentetan pertanyaan-pertanyaan yang membuatku kebingungan untuk menjawabnya. Semua analisis Bella itu benar, dan kenapa dia secerdas itu untuk membahas ini?

Dua bulan kemudian,
Kita telah memasuki Senior High School. Bertemu orang-orang baru dan mencoba menghilangkan kejadian 3 bulan lalu serta mengkosongkan fikiran tentang Nanda Aldi, dan sekarang dia benar benar hilang. Namun, Anny kembali mengingatkanku.
Ini bermula ketika Anny dan aku pergi ke rumah Lilly, sahabatku juga, kita bertiga memang selalu bersama, berkunjung ke rumah Lilly setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. Lilly teman SMP dan sekarang bersekolah di sekolah yang berbeda dan menjadi sahabatku. Kala itu Anny meminjam hpnya Lilly untuk membuka akun Facebooknya dan mencari seorang yang tak terduga sebelumnya, ya, Nanda Aldi. Anny mencoba menunjukkan kepada Lilly kalau Nanda Aldi itu tampan sekali. Hal yang aku herankan dari Anny adalah dia mengatakan kalau Nanda Aldi ini menjadi teman Facebooknya dan sering chattan sama Anny, padahal setelah aku cek ternyata di situ teman facebooknya Nanda Aldi sudah full, dan tak terlihat ada akun facebooknya Anny tercantum di situ. Aneh.

Aku dan Anny baru-baru ini berjauhan, Anny menjauhi aku atau sebaliknya. Anny keluar dari ekskul yang ada aku di ekskul itu dan dia tidak pernah pergi lagi ke rumah Lilly bersamaku. Saat aku mengajaknya dia selalu menolak bahkan dia tidak mempedulikan persahabatan kita lagi, selalu bilang “bodo amat” setiap kali berbicara kepadaku. Semua temanku dan teman Anny bertanya padaku, apakah aku sedang bertengkar dengan Anny, kenapa tidak pernah bersama Anny lagi, dll.

Tanpa terduga di suatu istirahat aku mendengar Bella memanggil Anny dengan nama “Nanda Aldi” dengan begitu kencang, aku tau dan mengira bahwa Bella hanya mengecohku karena dia tau kalau Anny suka sama Nanda Aldi dan membuat aku buka mulut tentang Nanda Aldi, dan aku cukup cerdas untuk mengetahuinya.

Saat itu juga aku kenal dengan lelaki bernama Aldi Ramadhan, seorang yang aku kenal lewat sosmed. Seorang yang tak misterius seperti Nanda Aldi. Aldi Ramadhan menyukai aku, dan aku menyukai Nanda Aldi. Namun seiring waktu aku justru juga menyukai Aldi Rama, karena aku tau rasanya menyukai seseorang yang tak mencintai kita. Lebih dari lima kali Aldi Rama nembak aku tapi aku menolaknya, karena aku tak tau caranya pacaran dan yang terpenting aku lebih suka menjadi sahabat yang care and love each other, don’t need boyfriend but need bestfriend.

Karena aku sering main BBM ketika bersama Bella dan terkadang senyum-senyum sendiri setelam membaca BBM dari Aldi Ra, Bella dengan cerdasnya mengintip BBM ku dan selintas melihat “Aldi.R, sedang menulis pesan..” kata Bella.
Bella mengira bahwa Nanda Aldi dan Aldi Ra adalah orang yang sama, mencoba menggabungan analisisnya. Namun, kecerdasan Bella tak mampu menjelaskan teorinya, karena memang N.Aldi dan Aldi Ra bukanlah orang yang sama. KENAPA ADA DUA ALDI?

Kini aku dan Anny mulai menemukan satu titik terang bak satu bintang di tengah mega mendung, kini Anny kembali menyapaku, mulai mengajakku ke rumah Lilly lagi dan mulai sedikit tersenyum tersudut di ujung bibir tipisnya. Dan sekarang aku, Shafarra, Anny, dan Lilly kembali bertiga.
BESTFRIEND STRONGER THAN BOYFRIEND BECAUSE A FRIENDSHIP BETTER THAN A RELATIONSHIP.

Cerpen Karangan: Eva Nugraeni
Facebook: Eva Drew

Cerpen Untitled Story (US) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Indah Namun Sesaat

Oleh:
Malam itu, saat bulan bersinar terang memancarkan sinarnya ke bumi, aku memandanginya dengan senyuman, terlintas dalam pikiranku, “Seandainya ada kau di sini.” Aku Gita Aryani, orang-orang terbiasa memanggilku Gita.

Penantian Dikala Senja

Oleh:
Sedih rasanya ketika melihatnya tertawa bahagia bersama sahabatku. Aku yang berusaha tersenyum melihat mereka, meski hatiku ditelan luka. Sebenarnya aku tidak tahu apa itu cinta, tapi aku tahu dan

Untuk Sahabat

Oleh:
“Dis, liat deh cowok yang di bawah pohon itu.” Kata Winwin dari balik jendela kelas. Namaku Gladis, dan ini Winwin sahabat baikku. Aku dan Winwin bersahabat sejak masuk SMA

The Journey of Life

Oleh:
Terkadang kita menanyakan apa itu perjalanan hidup, sebagian orang mengatakan bahwa jalan hidup itu adalah sebuah perjuangan tanpa henti namun ada juga yg mengatakan perjalanan hidup adalah sebuah takdir!

Kenangan Itu

Oleh:
Upik dan ajo, julukan itu selalu menjadi kenangan dalam pikiranku, tepatnya 10 tahun yang lalu saat aku duduk di kelas II SMP, julukan itu diberikan Guru Bahasa Inggris kepadaku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *