Untuk Kamu Cinta Keduaku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 6 July 2015

Pertama kali aku jatuh cinta, dulu waktu berumur 7 tahun. Waktu itu rasanya masih terlalu cepat untuk anak seumur ku mengenal cinta. Pada umur 7 tahun itu pula, aku pertama kali mengenal kata pacaran. Karena namanya anak-anak, pacarannya juga seolah-olah sedang bermain. Tapi perasaan itu seakan masih membekas sampai sekarang. Kenangan bersamanya juga seakan masih teringat jelas. padahal sudah jutaan detik ku lalui, dan aku pikir itu bukan cinta biasa.

Sekarang umur ku belum genap 15 tahun. Delapan tahun kurang berlalu semenjak itu. Hubungan yang dijalin itu memang telah berakhir, saat aku memutuskan untuk berpisah.

Dan untuk kedua kalinya, aku kembali menjalin hubungan. Tepat kelas 2 Sekolah Menengah Pertama. Aku seperti orang yang kehilangan arah waktu bersamanya, selalu melakukan tindakan sesuka ku. Tapi mengapa dia teramat lugu? setelah empat hari kita menjalin hubungan tanpa dasar yang kokoh, tanpa berpikir panjang aku memutuskan untuk mengakhiri semuanya. Mungkin memang aku aneh, tapi dibalik itu semua aku sangat menyayanginya.

Ternyata perpisahan waktu itu bukan pilihan yang tepat. Tanpa ku sadari di hatiku masih ada dia, entah itu karena aku memang tulus sayang padanya atau apa. namun aku acuh pada hatiku yang mengatakan aku masih mencintainya.

Aku tidak terlalu mempercayai itu cinta. Karena pertemuan kita sangat singkat, tanpa pendekatan lebih jauh, kita langsung menjalin hubungan. Mungkin pada saat itu aku hanya seorang yang kesepian, seorang yang membutuhkan penyemangat bukan pacar. Bagaimana dengan orang yang kusebut sahabat? Berpikir mereka memiliki masalahnya masing-masing.

Hari-hari ku ku jalani dengan selalu berharap bahwa esok akan lebih baik. Selalu berusaha menunjukkan bahwa hidupku tidak memiliki masalah dan aku orang yang paling bahagia di dunia ini, tapi ini serasa melelahkan. Semuanya kebohongan.

Saat hatiku merasa lelah dengan semua ini, saat itu pula aku selalu merindukannya. Dia yang biasanya menyandarkan bahunya untukku saat aku merasa sedih. Dimana dia saat ini? Mengapa aku terlambat menyadari bahwa dia teramat berarti untukku

Otakku menjadi bingung saat aku memikirkan mengapa aku bersedih saat aku mengetahui dia sudah memiliki kekasih baru dan mereka sangat bahagia, dan sangat tidak mungkin jika aku masuk kembali dalam hidupnya lalu menghancurkan hubungan mereka. Ada apa denganku? Padahal jelas-jelas aku mengatakan aku tidak begitu menyukainya lagi. Tapi mengapa saat dia menatap ku, hatiku seolah masih bergetar? Dia, cinta keduaku, mengapa sekarang dia menjadikan aku orang yang egois? Aku hanya ingin dia mencintai ku, aku hanya ingin hanya aku di hidupnya padahal cintaku sendiri tidak sepenuhnya untuknya, hatiku bahkan sekarang seolah mengatakan aku mencintai orang lain. Tapi mengapa dia seolah abadi dalam hatiku ini?

Otakku tidak begitu hebat untuk bisa mengerti hati, bahkan tentang perasaan ini masih sulit dimengerti. Saat nama cinta pertamaku masih ada dalam hati, tapi hatiku juga menegaskan bahwa di sisi lain aku mencintai orang lain. Dan aku mengakui aku ingin memiliki keduanya.

Cinta keduaku kembali mengatakan bahwa dia masih mencintaiku. Kata-kata itu seperti menjadi alasan aku tersenyum namun tidak begitu ku indahkan. padahal jelas sudah, aku memang mencintainya. Namun aku buat dia menunggu. ya ampun, manusia macam apa aku ini? mengapa aku begitu egois.

Hingga suatu ketika dia datang lagi tapi bukan untuk mengatakan “dia mencintaiku” melainkan orang lain. Dadaku terasa sesak saat itu dan hatiku seakan sakit.

Tidak selamanya dia akan selalu mencintaiku, tidak selamanya dia rela menunggu. Aku hanya bisa menahan tangis dan mengatakan “Berbahagialah. Aku tahu suatu saat nanti kamu pasti menemukan orang yang lebih dari aku”. Dia hanya membalas dengan senyum, dan aku melanjutkan dalam hati “Tapi bisakah walaupun kau mencintai orang lain saat ini, aku akan selalu ada di hatimu itu dan selalu abadi disitu?”

Cerpen Karangan: Yemima Christiani
Blog: ychristiani.blogspot.com

Cerpen Untuk Kamu Cinta Keduaku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kehilanganya

Oleh:
Aku memcoba membukakan mata ku, yang terbangun dari mimpi indah ku, sorotan sinar mentari memantul ke arah jendela kamar “ya ampun sudah siang” gumam ku dalam hati segera ku

Bermimpi Tentangnya

Oleh:
Aku bermimpi tentangnya. Saat itu, di sekitar kediaman rumahku, aku sedang membeli sayur disuruh ibuku. Saat aku menuju warung sayur di dekat rumah, aku selalu menyapa si tukang becak.

(Dinda III) Mawar Merah

Oleh:
Kau tahu dinda, malam saat kau melingkarkan kedua tanganmu di pundakku dan mencoba merangkulku, aku tahu bahwa kita tidak ditakdirkan untuk bersama. Cinta telah bermain-main di kedalaman hati kita,

Chat Random

Oleh:
Tahu aplikasi chat random gak? Pasti tahu dong. Itu loh aplikasi semacam sosial media dimana kita bisa chattingan dengan orang tak dikenal. Di situlah, pertama kali aku mengenalnya. Namanya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *