Untuk Kamu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 30 May 2013

“Huuufffttt” desah Ryesa, hari benar-benar melelahkan untuknya. Gadis manis ini harus membiarkan kaki-kakinya beristirahat tenang. Tak biasanya supir pribadinya lupa menjemputnya sepulang kursus Bahasa Jepang. Walaupun sebenarnya jarak tempat khursus ke rumah ryesa tidak jauh tapi bagi ryesa membiarkan kakinya menyentuh jalanan ibu kota sangat menyedihkan baginya
“Ma, pak Dar gimana sih, masak sampai lupa jemput aku” keluh ryesa pada mamanya, nyonya Santosa ini wanita yang sangat baik hati, dia juga memanjakan putri semata wayangnya ini.
“Ryesa, pak Dar kan harus ke rumah sakit nengok anaknya yang sakit” tangan nyonya santosa sembari membelai rambut putrinya.
Kayaknya Ryesa benar-benar harus belajar mandiri, soalnya pak Dar harus cuti beberapa hari untuk menjaga anaknya yang sakit, sedangkan papanya menyarankan dia untuk naik sepada Mini sendiri, Ryesa memang terlahir dari keluarga kolongmerat tetapi kedua orang tuanya mengajarinya untuk hidup sederhana.

Ryesa menyusuri jalanan ibu kota dengan sepeda Mini kesayanganya, SMU 10 tujuan perjalanannya, sesampai di depan gerbang ryesa berbegas masuk karena beberapa menit lagi bel masuk dibunyikan.
“Heii” sapa Rehan, teman sekelas ryesa yang sedang memarkir sepeda di dekat ryesa.
“haii han, wah ternyata kamu toh yang selalu bawa sepeda ontel ini” goda ryesa, emang jarang anak SMU 10 yang mau bawa sepeda Ontel, kebanyakan mereka bawa sepeda motor atau minta di antar supir pribadinya.
“kamu tumben banget bawa Sepeda Mini?” Tanya Rehan
“pingin aja” hehehe “pak supir Lagi sibuk” ujarnya sambil berjalan menuju kelas diiringi rehan
“rye” sapa seorang cowok kepada ryesa. Rehan yang mengetahui cowok itu langsung meminta duluan ke kelas. Aditya Darsono anak IPA 2 adalah pacar Ryesa mereka jadian 2 bulan yang lalu ketika perpisahan anak kelas 3, mereka sama-sama menjadi panitia.
“hai Dit “senyuman ryesa mengembang dengan sendirinya ketika menlihat adit.
“aku antarin ke kelas yuk” ryesa pun di antar sampai kekelasnya. Mereka memang berbada jurusan Ryesa kelas 3 IPS 1 dan Adit IPA 2.. entah apa yang membuat ryesa menerima adit sebagai pacarnya, awalnya Ryesa tak niat untuk pacaran sebelum Lulus SMU, ini aja dia backstreet.

Sepulang sekolah Adit mengajak ryesa jalan-jalan.
“tapi Dit aku ada tugas yang harus aku kerjakan dengan rehan” ucapnya sambil menatap rehah yang berdiri disampaingnya
“gak apa-apa kok nanti biar tugasnya aku yang kerjain” adit merasa senang mendengar ucapan rehan. Karena adit terus memaksa akhirnya Ryesa pun pergi meninggalkan rehan di perpus sekolah
“Lo Han, kok sendiri, mana Ryesa? “sapa seorang cewek
“eh Prita, Ryesa lagi pergi sama adit”
“ooohh” mulut prita membetuk huruf O

Setelah satu jam di perpus akhirnya Tugas selesai, prita yang menemani rehan juga merasa capek sendiri, padahal dia hanya baca komik.
“thanks ya prit”
“siipp, santai aja” Mereka berdua akhirnya meninggalkan Perpus.

Sesamapai di rumah Rehan langsung masuk ke kamarnya, jam 15. 47 hari ini dia pulang terlambat. Tiba-tiba HP-nya berdering. Dia melihat pesan yang ada di inbox Hpnya.
“Ryesa” desihnya
“Han, please jemput aku di resto Permata sekarang!” rehan yang melihat pesan ryesa bingung sendiri. Dia mencoba menghubungi ryesa tapi no-nya tidak aktif. Padahal baru 1 menit pesan itu di terima tetapi no-nya sudah nggak aktif. Rehan pun langsung bergegas menuju tempat yang katakana ryesa,
“RESTO PERMATA”
Rehan memasuki resto itu dan mencari Ryesa, sesaat dia melihat Ryesa, Adit dan entah siapa rehan tak mengenalnya. Kemudian rehan menghampiri mereka bertiga.
“Ryesa” ucapnya, dia melihat Ryesa dengan wajah penuh amarah, sedangkan adit seperti ketakutan, dan orang yang tak di kenal rehan dia tampak sedih sampai menangis
“Han, ayo kita pulang” ucap Ryesa
“rye, tunggu. Maafin aku” ucap adit, entah apa yang telah terjadi. Ryesa pergi meninggalkan adit.

Jam 18. 32, rehan melihat jam tangannya kemudian melihat ryesa yang duduk disampingnya. Entah sudah berapa jam mereka duduk disitu tanpa ada Kata, rehan yang melihat ryesa hanya diam terus mulai resah, karena hampir malam juga dan kalau begini terus gak akan selesai masalahnya.
“Sa, kalau kamu kayak gini terus, aku mau pulang aja” ucap rehan sambil beranjak berdiri, ryesa tetap diam
“ok, entah apa yang terjadi kamu sama adit, tapi kamu gak usah sampai kayak gini, diam terus, emang kalau kamu diam semua masalah akan selesai, enggak sa. Kamu buang waktuku aja” ucap rehan, ryesa kemudian menatap rehan, rehan yang melihat ryesa menatapnya jadi takut sendiri.
“han, maaf” ryesa meminta maaf kepada rehan, dia tau gak seharusnya dia bersikap seperti ini. Air mata ryesapun jatuh juga.
“ya sudah lah, tapi kalau ada apa-apa kamu cerita” ucap rehan sambil mengajak ryesa pulang.

Sepanjang perjalanan pulang ryesapun menceritakan apa yang telah terjadi, ternyata cewek yang menangis di resto tadi adalah pacar adit, mereka udah pacaran selama 1 tahun, so ryesa merasa bodoh, dia nggak mau di bilang perebut cowok orang. Andai dia seperti cewek itu pasti dia akan sedih banget kalau tau cowoknya punya pacar lagi. Dan bodohnya lagi ryesa percaya waktu adit bilang nggak punya cewek lain selain dia.
“ma, aku pulang” nyonya santoso yang melihat putrinya baru pulang penuh kekhawatiran
“sayang, kamu dari mana saja” ryesa bingung harus jawab apa
“habis ngerjain tugas tante, maaf kalau ryesa pulangnya kemalaman” jawab rehan, dia tau ryesa tak akan cerita tentang kejadian tadi.
“o ya udah, ryesa cepat mandi dan langsung istirahat “tutur nyonya santoso, ryesa hanya tersenyum melihat sikap mamanya
“tante saya permisi pulang dulu” ucap rehan, berpamitan pulang
“iya, hati-hati rehan salam buat ayah dan ibumu”. Keluarga rehan dan ryesa memang sudah saling kenal karena ayah rehan dan papa ryesa adalah rekan bisnis.

Suasana SMU 10 kalau pas jam pulang emang ramai, seperti burung keluar dari sarangnya, entah apa yang di cari murid-murid disekolah yang pasti dinantikan adalah jam pulang sekolah. aneh.
Hari ini Ryesa dan prita harus mencari sesuatu diperpus, sebenarnya prita nggak mau nemenin tapi karena merasa kasihan pada ryesa akhirnya dia ikut ke perpus.
“sa, lo sama adit ada apa sih? kok tadi pas ketemu Cuma diam-diaman?” Tanya prita yang penasaran. Ryesa tak menjawab dia memberikan isyarat dengan kedua tangannya membentuk huruf x yang artinya berakhir. Pritapun menganggukan kepalanya hingga dia baru sadar maksud dari isyarat ryesa.
“haaahh… kalian putus” teriak prita
“huusstt… Berisik tau, biasa aja kale” pritapun kemudian diam.

Cuaca hari ini tak mendukung, hujan turun tiba-tiba. Emang sekarang cuaca tak bisa di tebak kadang panas tapi tiba-tiba hujan, inilah namanya pemanasan global. Prita berpamitan pulang duluan karena supirnya udah jemput, prita mengajak ryesa pulang sama-sama tapi ryesa tidak mau karena dia tak mau meninggalkan sepedahnya sendirian.

Hujan tak kunjung reda, ryesa melihat jam tangannya. 16. 05. dia harus pulang terlambat lagi padahal dia janji pada mamanya tidak akan pulang telat. sekolah memang sepi tetapi masih ada yang di dalam sekolah jadi ryesa tak merasa takut. Terkadang dia membayangkan kejadian-kejadian seperti dalam novel “Hunter in school” dimana saat hujan seperti ini terjadi pembuhan yang dilakukan seorang guru kepada guru yang lain karena dendam pribadi dan saat itu ada seorang murid yang melihatnya dan guru itu berniat juga membunuh murid yang melihat kejadian itu, tapi untung saja dalam novel tersebut murid itu selamat karena dia menelepon polisi sesaat sebelum sang guru melihatnya. Hihihi bulu kudu ryesa mulai merinding, jantung ryesapun mulai berdebar kencang ketika sebuah tangan memegang pundaknya. Ryesa mencoba melihat orang yang memegang pundaknya dengan persasaan takut.
“aaaaaaaaaaaa…” teriak ryesa, kemudian orang itu menutup mulut ryesa
“berisiik” ucapnya sambil melepaskan tangannya. Ternyata rehan
“rehan! muka kamu kenapa, pucat banget” Tanya ryesa
“nggak apa-apa kok, kamu kok belum pulang?”
“masih hujan” ryesa masih memperhatikan wajah rehan. Ada apa dengan rehan.

Ryesa mulai kedinginan, dia lupa bawa jaket. Hujan juga tak kunjung reda, tapi setidaknya dia lebih tenang karena ada rehan. Rehan yang melihat ryesa kedinginan lalu melepas jaketnya dan memberikan kepada ryesa.
“nggak usah han” tolak ryesa, tapi rehan tetap memakaikannya ke ryesa akhirnya ryesa memakainya.
“makasih” ucap ryesa. Rehan hanya tersenyum.
Rehan pun mulai menggigil, ryesapun mulai panik.
“han kamu nggak apa-apa” tangan ryesa memegang tangan rehan, rehan tak menjawab. Wajah rehan mulai bertambah pucat, ryesapun memakaikan jaket rehan kembali. Kemudian dia mengambil telepon.
“haloo, ma. mama jempat ryesa sama rehan sekarang, rehan menggigil ma” ucap ryesa dengan suara panik, tangannya juga mulai gemetar. Mama ryesa yang mendengar suara putrinya langsung bergegas menuju sekolahan. Ryesa kemudian melihat rehan. Entah apa yang membuat rehan begini apa hanya karena kedinginan, tidak mungkin. Ryesapun memeluk rehan. Setengah jam kemudian mama ryesa datang. Akhirnya rehan di bawa ke rumah sakit.

Dokter yang memeriksa rehan, memberitahukan kondisi rehan kepada orang tuanya. Ternyata rehan mengidap kanker paru-paru. Orang tua rehan Nampak sedih, mereka sudah tau kalau akhirnya akan jadi begini, memang dari kecil rehan bermasalah dengan paru-parunya.
Ryesa yang mengetahui penyakit rehan, tak berhenti menangis. Mamanya sudah menenangkan tetapi ryesa tetap menangis, apalagi ketika dokter bilang kalau rehan harus di bawa ke rumah sakit singapura untuk pengobatan yang lebih baik.
“sa, udahlah jangan nangis terus, berisik tau” ucap rehan merasa terganggu dengan tangisan ryesa, atau sebenarnya dia tak tega melihat ryesa menangis sampai segitu. Ryesa tetap menangis.
“sa, kalau kamu nangis terus, aku jadi yakin kalau kamu itu nggak mau kehilangan aku, iya kan?” goda rehan, seketika ryesa langsung menatap rehan. Tapi dia tak mengucapkan kata apa-apa. Lalu rehan menggerakan badannya untuk duduk, kemudian dia menatap ryesa dan menghapus air mata ryesa, ryesa hanya diam, dia masih menatap rehan. Apa benar yang dikatakan rehan, dia terlalu takut kehilangan rehan.
“udah, kalau gini lebih cantik” rehan tersenyum. ryesapun kemudian tersenyum. Lalu dia memeluk rehan.
“han, janji kamu akan sembuh” ucapnya
“aku janji sa” rehan bahagia karena ternyata ryesa perhatian padanya.
“janji” ucap ryesa sambil melepaskan pelukannya. dan menatap rehan. Rehan hanya tersenyum dan menganggukan kepala.
“han, aku akan menunggumu”
“aku pasti kembali sa, untuk kamu” rehan menatap ryesa, cewek yang membuat hatinya bahagia saat didekatnya. Rehan tak memungkiri kalau dia menyukai ryesa. Dalam hatinya dia berjanji jika dia kembali dari singapura dia akan mengungkapkan perasaannya.

3 Minggu kemudian
Rehan pulang dari singapura, kondisinya membaik. Hari ini dia memberikan kejutan untuk ryesa, karena ryesa sama sekali tak tau kalau rehan akan pulang.
“rehan!!” teriak ryesa ketika melihat rehan sudah ada di depan kamarnya, diapun berlari dan memeluk rehan.
“sa, aku kembali kan?” ucap rehan, ryesa hanya mengangguk. Dia bahagia dapat melihat rehan kembali. Merekapun pergi jalan-jalan. Ryesa sangat merindukan saat-saat seperti ini.
“han, aku senang kita masih bisa kesini sama-sama” ucap ryesa
“aku juga sa, tau nggak dulu aku pernah janji kalau aku kembali dari singapura, aku akan..” ucap rehan, membuat ryesa jadi penasaran
“janji apa, bilang dong” pinta ryesa, rehan pun tersenyum kemudian menatap ryesa.
“kalau aku akan bilang… aku cinta ryesa” teriak rehan, ryesa yang mendengar ucapan itu, pipinya langsung memerah.
“beneran?” ucap ryesa memastikan. Rehan menganggukan kepala lalu memegang tangan ryesa. Ryesapun membalas genggaman tangan rehan.
Percayalah dengan kata hatimu Karena hatimu tak akan berbohong

. percayalah pada cintamu yang akan selalu menyelimutimu dengan senyuman dan kasih sayAng…

Sellesaaii… ( Ganbatte !!! )

Cerpen Karangan: Anitrie Madyasari
Facebook: Anitrie Ganbatte Pholephel

Cerpen Untuk Kamu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kebohonganku

Oleh:
Sudah berapa banyak kebohongan yang Roy perbuat sampai-sampai Pemuda 17 tahun itu harus memasang topeng kebahagiaan. Ia bisa menunjukan wajah bahagia, tapi tidak untuk hati kecilnya. Sungguh, Itulah yang

The Dark Fire 2 (Nightmare Part 2)

Oleh:
“Kyaaa!” Sebuah tengkorak keluar dari sana. Tengkorak itu terjatuh seketika ke tanah. Aku hanya bergidik ngeri. Perlahan, aku mulai masuk ke dalam peti kuno itu. Setelah masuk, ku tutup

Karena, Dia

Oleh:
Suara derap langkah kaki yang memburu menghuni kesunyian di malam hari. Melewati jalanan yang sepi dan gelap. Mereka terhenti di bawah lampu jalan yang menyala. “Hufft.. ehhufft.. ehHuuftt” Suara

To Whom May It Concern

Oleh:
Tak habis pikir aku merasakan tak enaknya menjadi pengangguran intelek. Kau tahu pengangguran intelek itu apa? Ya, seorang sarjana muda yang tidak punya pekerjaan. Peraih predikat terancam cumlaude saat

Solena

Oleh:
“Dia lewat!” Teriak Jeje sembari mengguncang-guncangkan lenganku. Aku menoleh ke arah yang sama dengan Jeje. Mataku terpaku pada sosok yang telah kudambakan selama ini. Dintar. Ya, Dintar lah nama

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *