Viana

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 29 March 2016

“Jedddaaarrr…” suara petir memekakkan telinga.

Di luar sedang terjadi hujan besar. Langit malam yang biasanya gelap kini mengeluarkan amarahnya, memuntahkan beribu kubik air ke Bumi dan membuat alunan simfoni hujan yang mewarnai alam. Mata Viana yang tertutup karena tertidur pun harus terpaksa kembali terjaga ketika mendengar suara petir. Suasana dalam kamar pribadinya pun tampak sepi karena Viana terjaga dari tidurnya tepat jam satu malam. Rasa ingin buang air kecil pun muncul seketika Viana terjaga, dengan langkah gontai Viana menuju kamar mandi. Tidak sampai dua menit Viana kembali ke kamarnya lagi. Dengan malas-malasan dan mata yang masih agak sayu karena mengantuk Viana mengambil smartphone-nya yang ada di bawah bantal, dan langsung update status di media sosial di akun miliknya, “Betenyaaa, jam segini tebangun gara-gara petir. Mana dingin banget lagi.”

Setelah menulis status di akun miliknya, Viana mencoba kembali memejamkan mata, tetapi matanya tak mampu lagi terpejam karena berisiknya suara hujan di luar rumah. Viana lalu membuka kembali akun media sosialnya agar rasa bosan yang hinggap di dirinya bisa menghilang, tetapi apalah daya, satu jam kemudian rasa bosan itu makin menjadi hingga Viana membanting smartphone-nya di atas bantal. Viana bingung apa yang mau dilakukan di tengah hujan begini. Tiba-tiba Viana teringat sesuatu, yaitu sebuah surat yang belum sempat dibacanya. Semenjak Viana sibuk menjadi panitia dalam kegiatan di kampus dalam skala nasional, Viana jadi lupa waktu dalam segala hal. Karena memang Viana adalah sosok gadis yang belum terbiasa mengikuti kegiatan di kampus, dan sekarang Viana harus kerja keras karena sudah tergabung dalam kepanitiaan kegiatan Nasional.

Angin makin berhembus kencang disertai deru rintik hujan yang menggila. Viana membuka isi dari kertas itu, yang ternyata dari laki-laki yang sejak awal Percepatan Adaptasi Mahasiswa Baru di kampusnya itu Viana menaruh secercah kekaguman atau rasa suka padanya. “Assalamualaikum Viana, semoga kamu selalu diberi kesehatan ya sama Allah dan semoga kamu tidak lagi dalam keadaan yang bisa membuatmu larut dalam kesedihan. Viana. Aku mau ngucapin selamat buat kamu karena kamu sudah masuk dalam kepanitiaan yang agendanya itu nasional dan rutin diadakan. Semoga kita bisa bekerja sama sebagai tim dalam kepanitiaan ya.”

“Via, bingung deh aku mau nulis surat ini seperti apa. Soalnya ini surat pertama yang aku tulis buat perempuan. Ya…, gak pertama-pertama amat sih, hehe. Oya, aku mau tanya sesuatu sama kamu. Kamu tahu dari mana ya kalau aku lagi naksir sama teman satu kelasmu, namanya tak perlu ku sebutkan lah, pasti kamu tahu kan. Tapi tahu gak Viana, rasanya cintaku bertepuk sebelah tangan, selalu menghindar kalau berpapasan denganku. Ya, mungkin aku yang terobsesi sama dia karena memang aku lagi jomblo-jomblonya dan memang hasrat ingin punya pacar apalagi yang bening sebening kristal. Dan jujur, aku sendiri kaget pas kamu nyeletuk di hadapanku pada saat agenda seminar yang menanyakan bagaimana kelanjutan hubunganku sama perempuan itu dan aku jawab dengan malu sambil tidak mengakui itu. Tapi, aku lihat pada saat kau berucap demikian, matamu terlihat sedikit berkaca. Entah apa itu artinya atau memang matamu dari dulu seperti itu, aku tak tahu.”

“Via, aku mau cerita, tapi kamu jangan marah ya karena tulisanku yang seperti jalanan desa yang bergelombang dan tak rata. Hahaha. Sebenarnya aku nggak tahu kenapa tiba-tiba bisa menaruh rasa ke perempuan itu, ya, perempuan yang putih itu yang seperti layaknya awan di langit biru. Mungkin karena aku terlalu terobsesi sama perempuan kali ya. Tapi jujur, kalau melihat kamu waktu di Guest House Universitas Mulawarman, aku merasa adem dan seperti cokelat yang dipanasi, aku mencair. Bukan gombal loh, ini serius dari pangkal hati aku. Pada saat acara selesai, ada salah satu temanku yang bilang, kalau kamu suka sama aku. Bagai petir di siang bolong aku agak kaget dan gak percaya. Lalu dilihatkanlah buktinya melalui screenshot dari obrolanmu dengan Rubianti, kakak kelasmu dan termasuk dalam satu kepanitiaan juga.”

“Kakak, sebenarnya aku suka sama satu orang di kepanitiaan kemarin,” katamu.
“Siapa Dek?” balas Rubi.
“Itu Kak, si Panji. Dari awal pas PAMB aku sudah ngefans sama dia Kak,” balas kamu lagi.
“Betulankah? Mau Kakak bantu dekatinkah kamu sama Panji Dek?” balas Rubi lagi.
“Mau Kak.” balas kamu lagi.

“Yang aku pertanyakan, kok kamu bisa ya ngefans sama aku Vi, padahal aku ini biasa-biasa saja dan tak ada yang spesial. Tapi aku ucapkan terima kasih banyak sudah mengagumi aku walaupun aku gak pantas dikagumi oleh siapa pun. Oya Viana. Semenjak aku tahu kamu ada rasa suka sama aku, aku sedikit membuka hati atau aku yang ingin membuka hatimu agar aku bisa mendapatkan hatimu untuk ku lekatkan dan ku letakkan persis di samping jantungku. Aku mencoba mencari celah untuk mendekatimu, dan diam-diam aku memfollow twittermu loh. Ya.. biar aku tahu apa aktivitasmu dan apa yang kamu lakukan dan itu aku gak memintamu untuk memFollback aku. Dan aku rutin yang namanya stalking melihat twittermu setiap hari. Namun, seminggu kemudian aku tersadar.”

“Aku tersadar karena jujur, aku kaget bukan kepalang dan meruntuhkan nyaliku seketika. Aku lihat di header twittermu menuliskan kau sudah ada yang punya, kau sudah memiliki yang namanya Irwan yang sudah menjelajahi hatimu terlebih dahulu. Ya, itulah shock teraphy buat aku Vi. Jujur sih aku agak kecewa, tapi aku berpikir juga, aku bukan siapa-siapa kamu jadi aku tak berhak kecewa, Ya kan? Oh iya Via, semenjak aku tahu kamu sudah ada yang mencintaimu. Aku spontan langsung membuat puisi yang memang puisi ini menceritakan hatiku ke kamu, yang memulai suka dan tiba-tiba lenyap rasa itu. Puisinya kurang lebih seperti ini…”

“Hey, Violet
Ingatkah kau
Dua puluh satu hari yang lalu
Kita berada dalam satu sangkar yang sama
Dalam kegiatan yang sama pula
Hey Violet
Tatapanmu begitu tak biasa
Tajam, seperti ingin menusuk relung ragaku
Dengah ditambah senyum dari sudut bibirmu
Buatku seakan diterjang jeram deras

Hey Violet
Kau tak tahu, aku mulai menyukaimu
Aku mulai mencuri pandang, pabila kau memunggungiku dari kedekatan
Aku mulai mencari celah untuk menarik hatimu
Namun, tahukah kau Violet
Aku mengundurkan diri untuk mencari celah itu
Karena celah itu telah diisi
Mungkin telah lama mengisi celahmu
Celah yang diisi oleh pasanganmu
Merpati jantanmu, kekasihmu
Dan aku pun…
Tersisihkan dari Violetmu”

“Mengapa ku namai Violet? Karena itulah kamu, nama samaran agar tidak ada yang mengetahui siapa sebenarnya Violet itu. Mungkin sampai di sini saja dulu suratku buat kamu ya Via. Jangan bosen loh kalau baca suratku yang satu ini. Dan juga jangan dibuang, simpan sebagai kenang-kenangan ya, seperti kenanganmu yang pernah menyukaiku dan aku yang mulai menyukaimu. Oya, ada sedikit pantun buat kamu nih. Jangan ngejek loh ya.”

“Di Semarang terkenal yang namanya lumpia
Di Samarinda terkenal yang namanya amplang
Buat gadis berkacamata yang namanya Via
Jangan pernah lupakan apa yang pernah kita kenang
Pak Andre juara pencak silat
Kayunya bolong bekas paku tertancap
Pabila lidah tak mampu lagi bersilat
Biarkan hati saja yang berucap
Pamit ya, Assalamualaikum Wr. Wb. ”

Viana membaca surat itu, hatinya bergetar dan terenyuh melihat isi tulisan yang dituliskan langsung oleh Panji, orang yang Viana suka dan Viana kagumi semenjak Percepatan Adaptasi Mahasiswa Baru. Tulisan pada bagian akhir yang bermakna ketika lidah tak mampu lagi berkata, biarkan hati yang mengungkapkan. Mungkin sudah terlambat bagi Panji jika ingin mengatakan yang sebenarnya karena ketika Viana merasakan merasakan cinta, seketika itu pula Viana merasakan luka karena Viana tak bisa merasakan lagi suka. Karena rasa suka itu memang masih ada untuk Panji, namun cintanya tertuju kepada Irwan, kekasih hatinya.

“Maaf Panji, aku belum siap menerima cinta yang lain saat ini. Aku memang suka sama kamu semenjak dulu, namun hatiku masih tertancap nama Irwan. Aku minta maaf.” ucap Viana dalam hatinya.

SELESAI

Cerpen Karangan: Panji Asuhan
Facebook: www.facebook.con/panji.asuhan.3
Panji Aswan, nama pena dari Panji Asuhan atau lebih dikenal dengan Panji. Suka dengan membaca, menulis, mendengarkan musik, dan berselancar di dunia maya. Aktif di organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman tak menyurutkan semangat untuk berkarya walaupun menyandang amanah sebagai Ketua BEM FIB Unmul. Selain itu baru-baru ini juga mengikuti kegiatan yang tergabung dalam Jaring Penulis Kaltim (JPK) di Komunitas Ladang dan Unit Kegiatan Mahasiswa Paduan Suara Bahana Mulawarman sebagai Wakil Ketua. Ada beberapa karyanya yang telah dibukukan melalui antologi puisi bersama, antara lain Sajak-sajak Anak Negeri: Indonesia Berkreasi Tanpa Batas (Penerbit Rumah Kita, 2015), Negeri Tak Bersalju (Sabana Pustaka, 2015), dan Merantau Malam; Kumpulan Puisi Terbaik Pilihan Sabana Pustaka (Sabana Pustaka, 2015). Selain puisi yang sudah dibukukan, dia juga pernah memuat cerpennya yang berjudul Taman Dian pada bulan Desember tahun 2013 di sebuah situs website cerpenmu.com.

Cerpen Viana merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Takkan Terganti

Oleh:
Memandangi sosok itu dari jauh. Hanya dialah yang mampu membuatku tersenyum. Hanya dialah yang membuatku jatuh dan menikmati indahnya cinta. Dialah orang yang membuatku selalu semangat. Walaupun sebenarnya, dia

Ice Cream Love

Oleh:
Kopi ini hanya terlihat kabut tipisnya dan menebarkan aroma khas. Belum berhenti mencari inspirasi untuk apa yang sekarang harus ku tulis setelah aku kehilangannya. Waktu seakan berhenti ketika aku

Dia Pergi Atau Menghilang

Oleh:
Kata cinta Selayaknya tak ada angkara di antara kedustaan, kenistaan dan penghancuran dalam kesucian cinta Kata cinta Sejatinya selalu ada jeda di setiap ruang, pun tiap semesta ada jeda.

Love from Bali

Oleh:
Bayu adalah seorang peselancar handal. Ia sudah memenangkan pertandingan dari berbagai tingkat. Sekarang Bayu tinggal di pulau Dewata Bali. Setiap hari, ia selalu melihat pantai, ombak, dan tentunya wanita

My King

Oleh:
Sebut saja namanya Raja. Dia satu satunya cowok yang kutaksir di sekolahku. Orangnya baik dan karismatik. Tapi, ada satu hal yang sangat disayangkan dari dia.. Hmm dia adik kelas

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *