Waiting 360 High School Love

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Jepang
Lolos moderasi pada: 31 January 2018

Ternyata bukan sesuatu perkara yang mudah merasakan jatuh cinta. Butuh penantian panjang untuk mengerti arti dari sebuah cinta, karena cinta bukan apa yang dilihat tapi apa yang dirasakan

Semua kisah ini berawal di hari pertamaku di SMA, seakan menjadi awal dari kisah perjalananku “atarashi monogatari no haji mari (awal kisah baru)”

“Luna, kenapa kok masih ada di sini ayo kita masuk kelas”
“iya sebentar” jawabku dan mulai berjalan menuju kelas. Tiba tiba BRUKKK seperti ada sesuatu yang kutabrak. Pelan pelan mataku mulai melihat oh astaga seorang pria tampan dan berbadan tinggi “aruku toki wa chu i shite kudasai (hati hati kalu berjalan)” ucapnya sambil berjalan pergi. Aku terus melamun menatap ke arah pria itu pergi

“Luna” panggil Chery yang membuyarkan lamunanku “iya” jawabku kaget
“apa yang barusan dia katakan Lun?” tanya Chery padaku “entah, tapi dia tampan sekali Chery”

“Luna, kamu nggak lagi sakit kan, sejak kapan kau mulai menyukai pria?”
“sejak aku melihat dia, owh dia tampan sekali”
“hiii” Chery menyengir kuda

1 Jam Kemudian
treet treet… jam istirahat berbunyi aku dan Chery keluar dari kelas. Kuliha pria tampan yang tadi pagi tak sengaja kutabrak itu sedang duduk di sebuah bangku sambil membaca buku, tanpa basa basi aku pun menghampirinya dan duduk di sebelahnya “hay, kamu cowok yang aku tabrak pagi tadi kan?” Tapi bukannya menjawab pertanyaanku pria itu malah pergi tanpa berkata apa apa entah apa yang ada dipikirannya “ih, cuek banget sih tuh cowok, kalau nggak ganteng udah aku apain tu cowok”

“Luna, ngapain kamu di sini” tanya Chery padaku
“Cheryy, gagal lagi”
“gagal. Kenapa?”
“entah dia pergi tanpa berkata apapun”

“ya udah yang sabar aja, pasti lama kelamaan dia juga luluh”
“iya juga ya, tapi kapan Cher”
“entah”.

Sudah berhari hari aku tak melihat pria itu entah ke mana dia, aku mencoba bertanya pada semua murid tapi tidak ada satu pun yang tau dia di mana. Hingga pada suatu hari pria itu masuk sekolah. Aku pun langsung menghampirinya dan mencoba berkenalan dengannya, awalnya dia menolak tapi akhirnya dia mau berkenalan denganku oh ya namanya Vano pria tampan dan pandai berbahasa jepang.

“kau sangat pandai berbahasa jepang bukan? Aku ingin jadi muridmu” ucapku memohon pada pria itu.
“apa, murid, tidak tidak aku tidak mau”
“please aku mohon, aku ingin jadi muridmu”

“tapi kenapa kau ingin sekali menjadi muridku”
“karena aku ingin sekali bisa berbahasa jepang”

“oke, aku akan jadi pelatihmu, tapi dengan 1 syarat”
“apa itu”
“kau harus ikut semua peraturanku”
“baik aku akan menuruti semua peraturannmu”

Ya sejak saat itu aku menjadi akrab dengan Vano karena setiap hari dia mengajariku.

“Vano” panggilku lirih
“iya Lun”
“kansha”

“untuk apa?”
“untuk semua yang udah kamu ajarin buat aku”
“onaji-onaji” sebuah kata kata singkat lembut keluar dari mulut manis pria itu “o.. ya udah aku pergi dulu ya Lun” ucap pria itu sekali lagi “oke”

Keesokan harinya tepat 330 hari aku bertemu dengannya. Aku melihatnya bersama Vivi cewek cantik yang terkenal di sekolah, melihat semua itu hatiku rasanya remuk, air mataku seakan tak tertahan lagi. 30 hari setelah kejadian itu aku sudah tidak lagi berbicara padanya.

Pada saat itu aku sedang duduk di taman tiba seorang pria mengatakan sesuatu “Jangan pernah lupakan cinta karena itu menyakitkan” suara itu tak asing bagiku itu suara Vano
“tapi bagaiman kalau cinta itu sendiri yang meminta untuk dilupakan”
“cinta tidak meminta untuk dilupakan, tapi cinta meminta untuk diperjuangkan”
“kenapa harus memperjuangkan cinta, yang cinta itu sendiri tak ingin diperjuangkan”

“cinta bukan tidak ingin diperjuangkan tapi cinta menguji seberapa sebesar penantian untuk cinta itu sendiri, Luna aku tau selama 360 hari ini kau telah mencintaiku, aku tau semua itu dari tatapan matamu, Luna aku juga mencintaimu. Apa kamu mau jadi pacar aku Luna”
“Sejak dulu aku menunggu kata kata itu keluar dari mulutmu dan aku akan menjawab iya dan sekarang tanpa aku harus menjawab kamu pasti udah tau apa jawaban itu kan Vano”
“iya Luna aku udah tau”

SELESAI

Cerpen Karangan: Kunta Nurhayati
Facebook: Kunta Nurha

Cerpen Waiting 360 High School Love merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Catatan Untuk Dia

Oleh:
Minggu,9 Oktober 2011, 04:47 siang Baru saja aku terbangun dari tidur nyenyakku, lalu aku melihat jam dinding telah menunjukan pukul 04:38 siang, seketika aku langsung teringat kalau hari ini

Cinta di Balik Topeng

Oleh:
Dalam temaram senja yang mulai gelap, Felly terdiam dalam deru nafasnya. Memandang, menerawang akan sesuatu. Mengangkat jarinya tuk membuka korden. Mengintip wajah senja yang tak menentu. Sama halnya dengan

Fate Of Two Sorcerer (Part 2)

Oleh:
Keesokan harinya semenjak pagi Adora sudah berada di ruangan Ayahnya berkerja, ia merasa bingung apa yang harus ia kerjakan di ruangan yang penuh dengan buku-buku dan dokumen-dokumen penting untuk

Complicated Love

Oleh:
“Cal…” teriak seorang wanita dengan sisa suaranya yang tersengal karena ia telah cukup menguras tenaganya dengan berlari mengejar laki-laki di depannya itu. “Hemz…” laki-laki itu menatap kosong wanita di

The Angel of Death

Oleh:
Ruangan besar berbentuk persegi panjang itu tampak sunyi. Hanya ada suara tangan beradu dengan papan keyboard dan suara jam yang berdetik tanpa henti. Seorang laki-laki duduk di ujung ruangan.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *