Way Back Into Love

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 24 October 2015

Kamu dan aku. Dua buah kursi dan sebuah meja menemani kita. Kenapa begini? Larut dalam diam selama 1 jam ini. Sore ini aku dikejutkan kedatanganmu yang mendadak, bisa dibilang kita sudah lama tak bertemu. 4 atau 5 tahun lalu saat terakhir aku melihatmu dalam balutan seragam almamater kita. Reaksi ibuku simpel, tersenyum samar. Ia mempersilahkanmu duduk dan aku segera menghilang masuk dapur untuk membuatkanmu minuman. Huh. Tarik napas-buang. Aku belum siap.

Teh itu sudah dingin sekarang. Aku belum mengerti maksudmu sampai kamu menyodorkan sebuah buku padaku, buku putih itu. Dulu aku menulis buku itu untuk hadiah ulang tahun ke tujuh belasmu. Masih disimpan rupanya.
“Apa rasanya masih sama?”
Aku cuma diam.
“Kenapa?” kamu bertanya lagi, aku masih diam.
“Kenapa kamu cuma diam?”
“Aku harus apa?”
“Bicara, apapun”
“Dulu.. aku memang menyukai-mu.”
Sangat menyukaimu.

“Apa rasanya masih sama?”
“Apa yang dapat diharapkan oleh seorang aku? Wanita hanya menunggu kamu tahu!”
Kamu terdiam.
“Menunggu itu bukan hal mudah. Aku memang salah, maaf. Seharusnya aku sadar dan seharusnya Alwi memberitahu lebih awal” Beberapa saat kamu bicara lagi.
“Bukan salah Alwi, aku memang memintanya tutup mulut” kataku menimpali.
“Sampai hari kelulusan? Sampai aku baru menyadari betapa.. perhatiannya kamu selama 3 tahun itu?”
Aku tersenyum miris. Sudahlah.
“Itu bukan salah siapapun, aku menunggu karena kemauanku sendiri!”
Kami diam lagi.

Hembusan angin sore membelai rambutmu, rambut yang sama mempesona seperti dulu saat kamu bermain bola di lapangan sekolah sore hari.
“Tehnya dingin. Biar aku buatkan teh lagi” ujarku sambil beranjak dari kursi.
“Tidak perlu repot, aku hanya perlu 1 penjelasan lagi untuk mengakhiri ini,” Kamu mengeluarkan sebuah kotak dari dalamnya kamu ambil sebuah celengan keramik berbentuk apel. Bagian atasnya bisa dibuka tutup. Itu kenang-kenangan untuk semua teman terbaik waktu SMA.
“Aku baru menyadarinya seminggu yang lalu”

Lalu kamu membuka tutup celengan dan memperlihatkan padaku tulisan kecil yang berderet rapi di dalam dinding celengan.
“Apa ini?”
“Lirik lagu”
“Tapi hanya ada pada keramik apelku!”
“Aku… sengaja” napasku tercekat seketika.
“Jadi, apa rasanya masih sama? Seperti 4 tahun 6 bulan yang lalu? Apa kamu masih menungguku?”
Napasku makin sesak. Kenapa ini? Perasaan itu timbul lagi. Bertahun-tahun perasaan tertimbun itu datang lagi. Aku tertunduk sambil mempermainkan cincin di jemari tanganku.
“Aku cuma ingin kembali.”
“Apa masalahmu? Aku sudah menetapkan pilihan lain. Dan kamu pastinya punya pilihanmu sendiri.”
“Kamu hanya menyakiti hatimu sendiri, Clara.”

Aku terkesiap mendengar nama itu, nama panggilan khusus itu. Kamu baru menyebutkannya lagi setelah sekian lama.
“Aku mendengar kecelakaan itu, kesedihanmu harus ada obatnya.”
Aku mulai menangis.
“Tuhan lebih tahu jodoh terbaik untuk kita,”

“Apa kamu tak menemukan orang lain? Sebab aku bukanlah yang dikatakan… sempurna. Aku bukan orang pintar bicara seperti wanita yang kamu ingin! Aku bukan seorang pramugari dan aku bukanlah seorang populer sepertimu!”
“Aku pun tak sempurna, Clara! Sempurna itu ada bila dua sisi yang tidak sempurna bertemu. Dan aku menemukanmu di sisi lain hidupku. Dan sempurnalah sudah.”
“Aku masih seperti dulu, Dri! Menunggumu”
“And if you help me to start again. You know that I’ll be there for you in the end”

Aku mendengar seseorang berjalan menjauhi kami. Suara kaki Ibu. Sore itu aku memulai lagi cinta baru, dengan orang yang sama. Kamu.

Cerpen Karangan: Afdhila
Blog: Minumkata.blogspot.com

Cerpen Way Back Into Love merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


72 Jam Meraih Cinta

Oleh:
Semenjak pertemuan itu, Riggo si pria tampan menjadi seorang pelamun tak ramah seperti biasa bawaannya menyendiri. Pada waktu 20 jam selepas pulang kerja, berjalan dalam keadaan melamun di pinggir

Geeky Gamers

Oleh:
Di kelas, hampir semua siswa keluar kelas ke kantin, kecuali aku. Aku merasa seperti tak dianggap di kelasku ini. Aku merasa sendirian di tengah keramaian kelas ini. Aku tak

Ketika Hati Bicara

Oleh:
Matahari mulai menampakkan wajahnya di ufuk timur. Awan-awan putih bergeser mengikuti gerak angin. Alunan angin menggoyangkan ranting-ranting pohon, ke kanan, ke kiri. Hembusan udara pagi menerpa wajah Dinda yang

Sekar

Oleh:
“Mama..kenalin ini Sekar.” Kata Enggar pada mamanya. Aku melangkahkan kaki perlahan ke arah wanita setengah baya yang sedang duduk di gazebo rumah Enggar. Wanita itu menoleh kearahku dan tersenyum,

In Another Life

Oleh:
Namaku Maura, mahasiswi semester 4 di universitas di kotaku Bandung. Orang bilang aku itu wanita yang non-ekspresi. Mereka bilang aku gitu karena keseharianku yang super cuek, jarang bercanda, dan…

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *