Without Me

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 1 February 2015

Semerbak cahaya matahari pagi, masuk ke celah-celah kebahagian baru yang datang menyelimuti semangat baru beserta menggantikan secercah luka dengan kedamaian.

“feb, cepetan udah nunggu temannya tuh!” teriak mamaku dari teras. “bentar ma, ni lagi makai sepatu” sahutku. Tak lama setelah selesai, aku dan irna sahabatku pamitan kepada mama dan mencium telapak tangan mama.

Di sekolah, hari ini adalah hari pertama MOS, perlengkapan kita kayaknya ada yang kurang, pikir ku dalam hati.

Murid-murid berbaris dengan teratur, dan kakak-kakak kelas yang bertugas memeriksa semua perlengkapan kita. “hei kalian berdua, maju ke depan” bentak kak Riska. Ternyata yang ku duga benar kami lupa memakai jam tangan dari kulit pete. Memang kemarin kami sudah mencari tapi sulit mendapatkannya.

Aku dan Irna berdiri ketakutan di depan soalnya cuman kita berdua yang gak bawa peralatan lengkap. “kalian berdua cabuti rumput yang ada di halaman sana, sama disapu juga” suruh kak Riska. Orang yang paling nyebelin.
Gimana gak nyebelin coba? Kita berdua sudah siap kena hukum dia suruh lagi ngepel, jelas aku langsung berontak. “hukuman tadi aja capek, masak ditambah lagi?” tanyaku kesal. “ini anak ngebantah pula, kerjakan sana” bentaknya dengan nada yang makin tinggi. “males ah” pekikku.

Lalu, ia mendatangi ku dan menggeram marah, menjambak rambutku dan mengacak-acaknya. Sontak aku kaget, dan langsung mendorongnya hingga dia terjatuh dan sikunya berdarah. Merasa anggotanya dilukai akhirnya si ketua ospek (dista) rese juga ngerjain aku dengan mengikat ku di tiang basket. Aku menggeram kesakitan, tali yang mengikat sungguh membuat tangan ku kesakitan dan merah. Untung aja ada kakak panitia yang baik (vino) dia yang membantuku melepaskan tali itu. “kalian keterlaluan” bantahnya kepada Dista. “udahlah vin, anak kayak gitu ngapain dibantuin” sergah dista.

Di UKS vino mengobati tangan ku yang merah bekas tali tambang itu dibantu oleh Irna. Tak sengaja mereka beradu pandang, membuat perasaan aneh mucul di benak ku. Oh. Apakah ini cemburu? Apa secepat itu. Mustahil banget

MOS pertama berlalu, aku dan Irna segera pulang. Di perjalanan kita dicegat oleh si ketua panitia MOS DKK. “hmm.. gue minta maaf ya, Udah buat tangan lo sakit!” katanya kepadaku. Aku terbengong melihat kelakuan anehnya, ada setan apa yang memasuki tubuh ni anak, kok minta maaf sama aku. “gak papa santai aja” jawabku sambil berlalu. Dengan sigap ia manarik tanganku sontak aku kaget dan melepaskannya “gue anterin pulang yuk” ajaknya. “rumah gue dekat kok kak, jalan kaki juga bisa, lagipula gue pulang bareng Irna” sahutku panjang lebar. Tapi ia tetap memaksa dan memaksa dan akhirnya aku pun pulang bareng. Juga irna yang diantar temannya.

Dia iseng, dia mengajakku mutar mutar keliling kota ini, membuatku bosan, tanpa berkata sepatah kata pun. Bolak balik dia mengajakku bicara namun tak ku sahuti.

MOS KE 2. Hari ini aku dan irna tidak dikerjai lagi oleh mereka, mereka berubah menjadi baik dan gak iseng. Namun, tetap saja kak Riska yang super duper nyebelin itu buat tampang gak suka ke kita. Dia itu mah super killer.

Kita ditugasin buat nyanyi dan akan menjadi peserta uji nyali besok di akhir acara MOS. Tapi entah bagaimana bisa, aku disuruh buat nyanyi seriosa besok, *mampus gue* pikir ku dalam hati. Aku yakin sekali dia ingin mengerjaiku lagi.

Di bawah pohon belakang sekolah. Aku nyanyi gak jelas. Tapi irna gak ikut karena dia ditugasin buat ngatur properti. Tiba-tiba “heii” sapa seseorang yng ternyata kak Vino. “oh.. eh.. Kakak. Ada apa kak?” tanya ku. “gak papa kakak pengen dengar kamu nyanyi” sahutnya dengan senyum yang mengembang.
Aku pun bernyanyi dengan suara ku yang alami. Dia bertepuk tangan tanda suara ku bagus. OMG apa benar itu? Jangan kepedean dulu.

Esoknya aku tampil, setelah aku tampil bnyak yang bertepuk tangan, itu tandanya suara ku tidak jelek-jelek amat, aku merasa senang sekali.

Acara terakhir bandnya kak dista yang nyanyi. Wah ternyata dia manis dan juga keren ya?, pikir ku. Tiba-tiba namaku dipanggil dan aku langsung maju ke depan.

“feb, sebenernya gue suka sama lo? Mau gak jadi pacar gue?” tanya dista dengan wajah memelas. Aku sangat malu banyak orang yang menyoraki tanpa pikir panjang aku pun menerimanya, wah. Ternyata dia suka gue.

Di kejuhan ku lihat kak Riska marah-marah gak jelas. Gue gak peduli yang penting happy

Cerpen Karangan: Novelinda Febriany S.
Facebook: Novelinda Febriany Silalahi
twitter gue: @novelindanovi
Di follow ya

Cerpen Without Me merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta The Geniuses

Oleh:
Masa-masa Smp adalah awal mula aku berkembang menjadi dewasa. Di smp banyak hal yang kudapatkan. Salah satunya adalah “Cinta”. Jujur aku tidak tahu apa itu cinta? dan kapan cinta

The Crazy Boy (Part 1)

Oleh:
Aku menyeberangi jalan raya seperti orang gila. Ya ampun! Ini sudah jam 07.10. lima menit lagi pelajaran akan dimulai, aku pasti akan telat dan Bu Nara sebagai guru BK

Singgahan Terakhir

Oleh:
Tempat yang selalu ingin kutuju adalah kamu Naungan terakhir yang ingin aku sambangi adalah kamu Waktu yang ingin kuhabiskan yaitu saat saat aku bersama sama dengan dirimu Well well

Di Tengah Hujan

Oleh:
Kenalin aku Aya duduk di bangku kelas 3 SMP, aku punya teman namanya Dana dia sama kaya aku kelas 3 SMP juga. Aku berteman dengannya sudah lama. Sejak kami

Move On

Oleh:
Aku merebahkan diri di atas tempat tidurku, terasa lemah semua anggota tubuhku. Tiba-tiba saja hati sayu pilu dan menangis sendirian, entah mengapa tiba-tiba terasa sangat rindu pada Faisal, terasa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Without Me”

  1. caryn says:

    Kalau boleh tahu, tema dari cerpen ini apa ya? Terimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *