Wrong Way

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 14 June 2016

“ketika perasaan mengambil alih segalanya bersama ego lalu mengambil keputusan yang salah”

Rendy Brian P.O.V
Kemarin tanggal 11 November 2015 jam 11.10 WIB aku menyatakan perasaanku kepada seorang gadis yang bernama Faniessa Aqueena Shakira yang sudahku pendam sejak pertama kali masuk Junior High School dan aku baru berani menyatakannya sekarang! Pada saat tahun ke dua di Senior High School ‘bboomm’ mengejutkan bukan? Hahaha, dan lebih bahagianya aku kemarin, karena dia menerimaku menjadi kekasihnya seketika aku flashback pada kejadian kemarin siang di atas gedung sekolah.

flashback on
“Ada apa kau mengajakku kesini Ren? Apa kau ingin mendorong tubuhku dari atas lantai empat ini?” katanya dengan nada bergurau dan itu sangat menyejukkan hatiku ini. “aku ingin berkata jujur kepadamu Fani, tapi kau jangan marah atau menjauhiku ketika kau mengetahuinya… please Fan…” kataku lirih, lalu dia tertawa ringan sambil berkata “Rendyyy Rendyy… Mana bisa aku marah dan menjauhimu? Tapi jika hal itu keterlaluan maka aku akan melakukannya” katanya yang membuat mataku melotot. Aku berecak sebal, “iisshh Faniessa yang cantik Rendy sedang serius” kataku dengan tegas dan dia berhenti tertawa lalu menatapku dengan mata bidadarinya itu “baiklah maafkan aku, jadi ada apa babang Rendy? Huh?” katanya manis dan aku membalas senyum lalu berkata “aku menyukaimu, sejak awal masuk JHS aku menyukaimu, aku tahu kita bersahabat makanya aku terus menahan diriku untuk tidak memberitahumu soal ini, tapi aku tak bisa menahan perasaan ini lama-lama dan baru sekarang aku berani mengungkapkannya, jika kau beranggapan bahwa sikapku seperti banci tidak apa-apa aku ikhlas, jika kau ingin menjauhiku ataupun marah setelah ini terhadapku tak apa, aku sadar mungkin—“ kataku terpotong karena tersontak kaget bahwa Faniessa memelukku dan berkata “sshhhh jangan diteruskan… Aku sudah lama menunggumu mengatakan ini kepadaku, ya memang kau banci, tetapi aku menyayangimu asal kau tahu, aku menyukaimu pada saat awal persahabatan kita di JHS itu” jelasnya dan aku tersenyum sumringah mendengar itu dari mulutnya itu. “alright! Kalau kita mempunyai perasaan yang sama, apakah kau Faniessa Aqueena Shakira anak bungsu dari Dad Mario Jensen dan Mom Marissa Derren, mau menjadi kekasih dari Rendy Brian Lambert anak sulung dari Dad Rocky Lambert dan Mom Tereshia Ambrosio?” kataku dan dia terkekeh “sampai segitunya ya kau ini berlebihan, tentu saja aku mau menjadi kekasihmu” katanya dan bel jam pelajaran ke 5 berbunyi lalu kami masuk kelas bergandengan tangan.
flashback off

Lalu aku bergegas tidur dan berencana untuk menjemput kekasihku itu besok. Ini akan menjadi hari-hari yang indah.

2 bulan selanjutnya

Faniessa P.O.V
Sudah berjalan 2 bulan hubungan ku dengan Rendy, dan akhir-akhir ini dia dekat dengan seorang perempuan pindahan dari Jogja yang selalu mengajak kekasihku untuk makan siang bersama dengan alasan belum mempunyai teman… sudah 1 bulan dia disini dan belum mempunyai teman? HAH! dasar pembual hanya bermodal paras cantik tidak akan mampu menggaet Rendy dariku! Tak akan pernah ku biarkan!

kringgg kringgg kriinggg suara bel pulang sekolah
Aku langsung mengirimkan Rendy pesan singkat untuk mengajaknya pulang bersama karena jarang akhir-akhir ini kita pulang bersama lagi

To: My Dear Boyfriend +6281375625097
“aku ingin pulang bersamamu hari ini, apa kita bisa? Nanti kita bisa makan siang di jalan seperti biasa… aku menunggu balasanmu dear : luv ya” tak lama dia membalas

From: My Dear Boyfriend +6281375625097
“aku tak bisa, maaf ya aku sedang sibuk, bye dear luv ya too”

Katanya dalam sms membuat aku kesal, dan langsung pergi ke Halte Bus, tak sengaja aku meihat Rendy, bersama dengan Stefiana Meytika anak baru 1 bulan itu sedang membeli Gulali, dan sepertinya mereka sangat dekat. Tanpa berfikir panjang aku langsung menghampiri dua iblis itu dan menampar Rendy, berani-beraninya dia bilang bahwa dia sibuk ternyata main di belakangku.

Plakkkk suara itu dihasilkan dari telapak tanganku yang beradu di atas pipi mulus tanpa jerawat milik Rendy.

“ada apa kau seperti ini hah?!” katanya membentakku, baru pertama kali ini dia membentakku? Ini semua karena si wanita pengganggu ini! “ada apa kau bilang? AKU MENGAJAKMU UNTUK PERGI BERSAMA DAN KAU MENOLAK DENGAN ALASAN SIBUK! LALU AKU MEMAKLUMINYA, TAPI APA KENYATAANNYA? APA SEPERTI INI YANG KAU KATAKAN SIBUK? BERSAMA DENGAN GADIS PERUSAK HUBUNGAN SESEORANG INI? HAH? APA KAU TAK-” kataku terpotok karena Rendy menamparku, oh sekarang juga dia menamparku? Dan aku langsung menatapnya tajam seraya berkata tegass “WE DONE! NO US BETWEEN YOU AND ME! AND I WISH THAT I NEVER SEE YOUR FACE AGAIN! UNDERSTOOD?” kataku dan melirik kecil kearah Stefi yang sedang tersenyum kemenangan di wajahnya, lalu melirik kearah Rendy yang hanya buang muka lalu aku pergi mencari taksi dan pulang ke rumah lalu berjanji kepada karang kepada ombak kepada matahari dan rumput yang bergoyang seperti lagunya om Ebiet bahwa aku tak akan sudi jika melihat bahkan menerima si Rendy menjadi kekasihku lagi! Tak akan pernah!

Stefiana Meytika P.O.V
Aku tersenyum penuh kemenangan melihat kejadian yang berlangsung beberapa menit di depan wajahku ini, ya begituah seperti drama anak-anak JHS hahaha! Aku mendekati Rendy karena hartanya yang kuinginkan, bukan orangnya. Dia terlalu lembek untuk criteria pasanganku, so? Permainan baru saja dimulai my babyboy. Hahaha

“hey ayo kita pulang, sebentar lagi turun hujan, jangan gila untuk berdiam diri disini dan membiarkan air hujan itu menghantam dirimu karena kekasihmu memutuskanmu, nanti jika kau sakit siapa yang akan memperhatikanmu Rendy” ucapku sok manis eewwhh. Lalu dia tersenyum “aku tak akan gila jika gadis itu pergi meninggalkanku, aku hanya ingin disampingmu, pastinya jika aku sakit kan ada kau disampingku Honey” katanya sambil mengusap kepalaku dan membuat rambut indahku berantakan. “kenapa kau memanggilku Honey? Aku ini bukan kekasihmu” lalu dia menyeringai, “tadi belum, sekarang sudah… kau resmi jadi kekasihku saat gadis gila itu meninggalkanku” ucapnya percaya dirinya. Yes! Dia masuk dalam jebakkanku karena aku menginginkan banyak barang branded aku hanya mengangguk dan memintanya untuk jalan-jalan di Mall setiap pulang sekolah untuk makan siang dan membeli sesuatu, dan bodohnya ia hanya mengiyakan omonganku tanpa pikir panjang, dasar bocah bodoh! Hahaha.

Rendy P.O.V
Sudah 1 bulan aku putus dengan Faniessa, dan sudah 1 bulan aku berpacaran dengan Stefiana. Banyak perbendaan diantara keduanya, semuanya berbanding terbalik. Faniessa yang tak suka bermewah-mewah dan tak pernah meminta suatu barang yang aneh-aneh kecuali aku memaksanya dan dia tak pernah mengeluh jika aku mengajaknya jalan-jalan tanpa kendaraan. Stefiana yang suka hidup boros dan bermewah-mewahan dengan bermodal uangku yang iya porotin dan bersikap manja lalu mengeluh walau hanya jalan sebentar. Aku sudah memutuskannya dan berencana kembali kepada Faniessa, ternyata aku dibutakan oleh wanita yang berbisa seperti Stefiana yang hanya mengejar uangku, bukan cintaku, Faniessa mencintaiku apa adanya dan tak memandang uangku. Aku kerumahnya hari ini membawa seikat bunga Rose merah muda yang harum dan segar.

Sampai di depan rumahnya aku memencat bel lalu merapihkan rambut dan penampilanku yang sedikit berantakkan karena menaiki R25ku. Tak lama wanita yang ku tunggu keluar, dia menggunakan T-shirt bertuliskan BIEBER 94 berwarna putih, dan skinny jeans yang berwarna senada dengan t-shirtnya, lalu menatapku sebal tanpa menyuruhku masuk kedalam, “ada apa kesini?” katanya datar, dengan meneguk ludah aku mengatakan, “maafkanlah sikapku yang kemarin menelantarkanmu itu demi si Stefiana penguras dompet itu, ternyata dia hanya menginginkan uangku, dasar tak tahu malu” jelasku dan dia hanya mengangkat satu alisnya dan berkata “lalu aku harus bangga?” katanya datar seperti manusia planet.

Faniessa P.O.V
“lalu aku harus bangga?” ucapku datar, apa dia bodoh? Untuk apa dia menjelaskan ini padaku? Aku tak mau tahu dengan urusannya itu. “aku ingin kita seperti dulu, mengawali hubungan baru dan melupakan kejadian yang kemarin, so babygirl, won’t you be mine? Will you?” katanya seperti tak punya dosa, dengan menggenggam tanganku, otomatis aku menangkisnya keras mengingat janjiku yang seperti lagunya om Ebiet aku tak mau menjadi miliknya lagi. “untuk yang terakhir kalinya aku bicara padamu ‘AKU. TAK. SUDI. MENJADI. KEKASIHMU. LAGI. DAN. AKU. TAK. SUDI. MELIHAT. WAJAH. TAK. TAHU. MALUMU. ITU! PERGI KAU DARI HADAPANKU, AKU JIJIK MELIHAT WAJAH MELASMU” kataku penuh penekanan dan dia akhirnya pergi! Si pria tak tahu diri dan tak akan menampakkan dririnya lagi.

Rendy P.O.V
Aku bodoh telah meninggalkannya waktu itu demi wanita antah berantah itu, aku sangat menyesali perbuatanku sekarang, tak ada Stefiana dan Tak ada Faniessa lagi di hidupku, tak ada penyemangatku, “aku mencintaimu Faniessa, maafkan aku bertindak bodoh mengambil jalan yang salah”. teriakku dalam kamar dan menyesali semua ucapan Faniessa bahwa dia tak mau melihat wajahku lagi karena aku masuk ke dalam pusaran nenek sihir itu, dan ini semua 100 persen murni adalah kesalahanku sendiri terlalu bodoh untuk mengambil keputusan yang baik.

“ketika perasaan mengambil alih segalanya bersama ego lalu mengambil keputusan yang salah” – Aditia

Cerpen Karangan: Aditia
Facebook: Aditia
saya Aditia dan saya adalah penulis pemula

Cerpen Wrong Way merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Tanpa Syarat

Oleh:
“Astaga, Mir. Setiap hari aku pusing bener sama itu orang.” bentakku dari dalam kelas. Masalah yang ruwet sekali, setiap hari menggangguku. “Siapa yang kamu maksud itu? Jason?” Aku mengganggukkan

Syal Tuk Yang Tersayang

Oleh:
Jam dinding di kelas sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh, saatnya istirahat. Seiring bel berdentang tiga kali, semua siswa keluar dari kelas masing-masing. Ada yang langsung ke kantin, ke kamar

Janjimu Hatimu Untukku (Part 1)

Oleh:
Album kelas XII tahun 2018 Aku pandangi buku itu, alasan air mataku menetes. “Ku begitu merindukan mereka. Apa kabar mereka? Setelah aku pergi jauh. Mas galuh… aku merindukanmu”. Gumamku.

Menunggunya

Oleh:
Malam itu tepat pukul 20.15 wib rima sedang bekerja sebagai therapists di sebuah tempat massage keluarga yang cukup terkenal, tapi tanpa sengaja rima melihat ke luar jendela ada seorang

Pemilih Hati

Oleh:
Semua orang lihai dalam masalah cinta. Namun, tidak bagi pemuda yang sedang terduduk melamun di atas balkon itu. Matanya yang hitam pekat memandangi pemandangan di depannya. Seulas senyum ia

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *