Ya Sudahlah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 27 May 2017

Ya sudahlah, mungkin terdengar seperti pasrah atau menyerah. kenyataannya memang begitu sih. Gue, cowok yang diakui orang berbakat, pandai bergaul, dan tentunya tampan. Tapi Gue nggak menganggap ‘ketampanan’ gue itu sebagai cara untuk memikat hati semua cewek. Nyatanya, ada satu cewek misterius yang dengan gampangnya menolak gue. Gue akui, dia memang nggak secantik Jennifer -aktris dalam peran dawson’s creek 5- tapi sumpah! Dia berhasil buat gue patah hati.

Saat latihan basket, bola yang dilempar Yudi -teman sepermainan gue-, meleset sampai ke luar lapangan. Gue berlari kecil ke luar lapangan untuk mengambil bola basket. Gue temui bola itu tepat di samping kaki cewek yang sedang fokus pada bukunya. Awalnya gue biasa aja, tapi gue sedikit heran sama dia. Biasanya cewek-cewek yang lain udah pada heboh kalau gue ada. cewek ini? dia sama sekali nggak peduli. Gue juga nggak peduli sih sebenarnya. lupakanlah! Batin gue gitu. Sewaktu gue mau ngambil itu bola, yang gue nggak tahu dia sengaja atau nggak, bukunya jatuh secara mendadak. Mata kami sama-sama memandang. Sumpah! Dia punya sihir apaan. Jantung gue tiba-tiba deg-degan saat itu juga. Gue langsung memalingkan pandangan gue. Bukannya gue pecundang, tapi sumpah! Gue katakan sekali lagi gue nggak kuat tatap mata cewek itu.

“hei!” ucapnya dengan datar. Iya.. datar.. tapi berhasil buat gue jantungan.
Gue langsung menoleh. “tali sepatu lo lepas.. entar lo bisa jatuh” katanya lagi.
Segitu? Hanya itu? Cewek ini bener-bener beda dari cewek lainnya. Ini yang gue nanti-nantikan. Tepat! Dia bukan cewek kecentilan yang langsung berteriak seperti orang kerasukan. Gue senyum kaku ke dia. “thanks” singkat gue.
Gue udah nggak fokus lagi sama permainan basket ini. gue memutuskan untuk istirahat dan bila perlu menemui cewek itu lagi. Maksudnya tadi gitu. Tapi Bagian ‘menemui cewek itu’ gue batalkan. karena gue tahu, dia uda nggak ada lagi di taman sekolah.

Gue mulai mencari dia sampai ke penjuru dunia. Lebay! Maksudnya sampai ke gudang sekolah aja. Gue penasaran sama cewek itu. Sewaktu gue ngintip dari balik jendela gudang yang nggak terpakai, gue lihat ada bayangan orang sedang melakukan sesuatu. Curiga gue! Jangan-jangan maling lagi. Gue mulai buka pintu gudang dan langsung masuk dengan hati-hati. kalau ketahuan bisa lari orangnya.
Tenyata cewek. Rambutnya sebahu, berwarna agak kecoklatan. “hei!” kata gue hati-hati. gue lihat dia tersentak lalu diam sebentar. Gue mulai maju dekati cewek itu. “jangan mendekat!” serunya. Gue sontak diam. Cewek itu berbalik tapi dia menyembunyikan tangannya ke belakang. Gue tertegun, “lo!” kata gue setelah gue tahu cewek itu orang yang gue incar selama ini.
“ngapain lo di sini?” katanya.
“gue mau ngambil sesuatu” dusta gue.
Gue lihat wajahnya seperti ketakutan. Duh jadi kepingin meluk terus bilang ’nggak apa-apa. Aku disini’ langsung gue bantah pemikiran kotor itu. Tapi bener.. wajahnya memang seperti ketakutan. Tiba-tiba… tittit… tittit… titi.. gue dengar suara itu dari balik tubuh dia. Raut wajahnya tambah ketakutan lagi. “oke tenang.. gue nggak bilang ke siapa-siapa. sumpah! Apa yang lo sembunyikan?” kata gue nggak tahan lagi melihat ekspresi wajahnya itu.
Dia menunjukkan tangannya. Ternyata kosong. Tapi suara itu berbunyi pada jam tangannya. “ohh Cuma jam” kata gue singkat.
Dia tercengir kaku. Nggak! Nggak! Ada yang nggak beres. Kalau hanya jam, kenapa dia masih menunjukkan wajah ketakutannya itu?

“jujur. Lo kenapa?”
Dia menghela nafas berat. Duh busset.. gue hanya nanya itu doang loh bukan mau makan dia. “janji lo nggak akan bilang sama orang lain?”
Gue ngangguk mantap. “saat gue ketakutan, marah atau capek jam ini berbunyi”
Sumpah gue nggak ngerti apa maksud cewek ini. “oke lo pasti nggak ngerti” sambungnya setelah tahu ekspresi gue kayak orang bego.
“gue punya kelainan jantung. Kalau jantung gue semakin cepat berdetak maka energi listrik yang ada dalam tubuh gue semakin bertambah. Artinya.. gue bahkalan menjauh dari semua orang biar nggak tersengat listrik. Dan jam ini yang menunjukkan nilai detak jantung gue” jelasnya.
Oh gue paham sekarang. Itu sebabnya dia jarang terlihat di sekolah atau bertingkah agresif kayak cewek yang lainnya. Gue ngangguk paham. “kalau gitu.. gue pergi ya” katanya. Nggak perlu menunggu persetujuan gue, dia langsung melongos pergi gitu aja.

Sejak kejadian itu, gue bisa dekat sama dia. Gue tahu banyak cewek-cewek yang menganggap gue bodoh mau dekat sama cewek yang sama sekali nggak terkenal. Gue bilang ke mereka, mereka itu yang bodoh! Well, cukup dalam hati aja. karena gue nggak mau nyakiti perasaan cewek. Biarin aja mereka mau menilai apa tentang gue dekat sama cewek itu. Yang penting cewek itu aman di gue. oh ya.. cewek itu bernama Calista.

3 bulan kemudian, gue nembak Calista. Nembak cinta loh ya bukan beneran. Tapi dia nggak pernah jawab soal itu. Apakah benar cinta itu nggak harus memiliki? Gue dan Calista cukup lama terdiam di halaman rumahnya.
“ta, jadi gimana? Lo mau jadi pacar gue?” kata gue spontan. Kalau dia bilang ‘iya’ berarti calista jadi pacar pertama gue.
Calista masih diam. Padahal gue uda nunggu jawaban itu seabad yang lalu. Mungkin nggak segitu. Masih seminggu yang lalu sih. Tapi serasa berabad.
“gue nggak bisa, Lan” kata calista akhirnya. Yah.. akhir yang luar biasa buat gue patah hati. gue sedikit berontak, “kenapa, ta? Gue terima lo apa adanya kok!” kata gue dengan tegas dan mantap. Dia tersenyum manis ke gue. Jangan berikan senyuman itu kalau lo nolak gue! Batin gue.
“taa.. awas!!!” gue sontak meluk dia. karena gue lihat ada orang berseragam serba hitam sedang mengeker ke arah Calista. Calista mungkin terkejut dan jantungnya memompa lebih cepat itu artinya gue terkena sengatan listrik dari Calista. Gue rasakan sengatan itu sangat sakit. Namanya juga kesetrum, pasti sangat sakit. Sakit sampai gue nggak sadarkan diri.

Saat gue buka mata gue, calista ada di samping gue. Dia nangis sampai matanya merah. “gue nggak papa, ta” kata gue.
“itu sebabnya gue nggak mau pacaran sama lo, Lan! Gue nggak mau lo sakit!” teriaknya kemudian dia pergi tinggali gue. Gue paham sekarang. Sampai kapan pun gue pasti nggak bisa dapeti Calista. Setidaknya kami berteman baik. dan itu lebih dari cukup buat gue. Untuk saat ini maksudnya. Well, lain waktu gue pasti bisa dapeti Calista!

Selesai

Cerpen Karangan: sanniucha Putri
Facebook: sanniucha Putri

Cerpen Ya Sudahlah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Malaikat hatiku Ulam jantungku (Azhariku)

Oleh:
Kita bahagia sekali ketika berpisah. Tapi selalu merasa ingin bersama. Terus saja kau lukai aku dengan memenangkan dirimu, kau kira dengan merendahkan dirimu serendah rendahnya di mataku membuat perasaanku

My First Love is Failed

Oleh:
*Namaku gadis , aku baru berusia 10 tahun dan tepatnya aku masih kls 6sd .. aku berasal dari keluarga yang berkecukupan .. aku mempunyai 1orang kakak perempuan yang usianya

Cinta Jadi Benci

Oleh:
Liburan lebaran tahun ini aku hanya berlibur di rumah. Menghabiskan waktu bersama adik-adikku. Entah kenapa hari ini rasanya ingin sekali aku membuka facebook ku. Lekas ku ambil laptop dan

Is It My Mistakes?

Oleh:
Malam ini masih seperti biasa, larut dalam kesibukan layaknya mahasiswa ambisius lainnya, bagiku tiada yang lebih penting dari kuliah, masa depan, orangtua, yaaah… mungkin hidupku hanya bergelut di bidang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *