Yang Tak Terungkap

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 4 October 2017

“hai..” kuberanikan jemariku untuk mengirim pesan teks, dengan wajah goyah kupasrahkan pesanku terkirim dengan lembut.
Begitulah yang terjadi setelah 2 tahun berlalu, disetiap hari di dalam ruang kamarku yang tak terlalu besar. Setelah kejadian di hari itu semua seketika berbeda, yaa.. Apa yang kurasa sedikit membuat mentalku jatuh entah ke mana seakan rindu dan benci menjadi serumpun yang meracuniku.

Harus dari mana aku memulai celoteh ini dengannya (lagi) sebuah foto berukuran sedang yang kupajang di langit-langit kamarku, dua buah bola mata hitam disentuh dengan senyum tipis yang selalu kuharapkan bisa melihatnya lagi.
Bintang, itu namanya sesosok wanita anggun yang sendu bersahaja..
Tak kusangka dan tak pernah terbayang olehku bisa mengenal dan mengetuk hatinya bahagia rasanya.

“andri.. Makan dulu” tersadar dari lamunanku ternyata suara ibuku menghimbau “iya bu” beranjak sambil meletakkan sebuah pena dan ponselku.

Angin tak terlalu kencang di setikar rumahku malam itu, tapi entah mengapa degup jantungku seakan berlari tanpa irama yang pasti seakan menghentikan laju pembuluh darahku kuambil ponselku dan… “hai” kembali kata itu yang kukirim kepadanya tak tau pasti arti dari kata itu namun kata itulah yang mampu kutulis di ponselku, ironis memang tapi inilah tali kompas yang harus kuemban. Bintang oh bintang nama itu yang selalu menjadi permasalahan hari dan hatiku.

2 tahun lalu kami bertengkar hebat
“kamu selalu begini seperti anak kecil!!” ujarnya kepadaku dengan nada tinggi.
Aku hanya terdiam dan berbisik kecil dalam hatiku “aku hanya rindu” lirihku pelan, seakan ada yang merasukinya dan entah apa yang ada di benaknya dia memutuskan untuk pergi.
Semenjak itu aku tak lagi mengganggu dan mengusiknya kupasrahkan dan kunobatkan diriku sebagai bayang-bayangnya kutanyakan kabar dan keadaannya kepada teman-temannya dan itu membuatku sedikit lega.

Pagi itu matahari menyambut dengan sinar sorotnya akupun terjaga dan melihat ponsel usang dan foto kusam dirinya yang masih ku pajang, setengah sadar kubaca pesan temannya yang kudapati bahwa dia sudah melupakan dan mempunyai kekasih baru, sontak kubuka mata lebar lebar dan kubaca pelan iyaa… Benar itu yang terjadi “secepat itukah? Seremeh itukah?” berbagai kalimat tanya merujuk ke dasar otak kiri dan kananku, beginikah system takdir berjalan? Haha

Hari, minggu, bulan berganti aku pun masih menjadi bayang bayang setianya tak ku dustai betapa sakit hatiku melihat foto mesranya bersama orang lain, sedih? Memang, pahit? Sudah pasti.

Tepat di hari dimana aku menanti dia libur dan pulang ke rumahnya kulihat di seberang jalan, rumah yang pernah kusinggahi dulu banyak kenangan yang kami ukir di sana, sudahlah fikirku dan melaju pelan melewatinya.
Teettt… teeeetttt… Suara ponselku berdering “kamu di mana?” bintang pulang dan sekarang ada di rumah, bertemulah dengannya, suara riang teman akrabnya menghancurkan semua kegaiatanku hari itu.
“kamu di rumah? Aku hanya ingin melihatmu”
“iyaa… Aku juga ingin melihatmu” lirihnya pelan. Kupercepat laju motorku dan bergegas.
“apa kabar bi?”
“baik ndri, kamu gimana?”
“lebih baik dari sebelumnya” lantang kuberkata demikian, ponselku berdering tanpa pamit dan kuangkat dan ternyata ayah ibuku menyuruhku pulang karena ada saudara tiba alhasil rencanaku gagal untuk mengatakan semuanya kepadanya
“aku harus pulang dan kapan kita bisa bertemu lagi?” inginku tegas
“temuilah aku lusa nanti di tempat makan biasa”.

Apa yang kufikirkan? ternyata orangtuaku sudah lama mempersiapkan ini untukku. “ndri, ini saudara ayahmu dan ayah ingin kamu kuliah dan menetap di amerika” sambil menatapku penuh harapan, aku hanya terdiam mendengar keputusan yang menurutku tak adil ini.
Malam dingin dan penuh kegelisahan tak sedikitpun kusentuh pintu kamarku apalagi membukanya, apa yang harus kukatakan kepada bintang atas ini? Oohh tuhaannn… Pena kugenggam erat dan sebuah kertas putih pasrah menanti goresanku..

“2 tahun sudah selepas hari itu kau berfikir aku meninggalkanmu aku menjauhimu apa yang kau fikir semuanya berbeda bintang, akulah yang menjadi bayang bayang di setiap hari harimu, aku yang menjadi siang atas malammu dan aku yang menjadi pelangi atas hujanmu.

Bertanya dan menyaksikan dirimu bersama orang lain selama ini membuat diriku semakin baik dari dulu membuatku merasa lebih ingin memlikimu, bertanya keadaan dan kabarmu kepada teman temanmu membuatku hidup dan seakan muda 2 tahun lagi, bintang.. Aku menyayangimu aku menyayangimu.. Ini yang kulakukan untukmu..

Sesungguhnya lututku kian berdarah bersujud setiap waktu menyebut namamu tak ada kedamaian dan bahagiaku di tempat lain selain di situ.. Iyaa.. Tepat di hatimu.
Bertemulah dan nantikan aku di tempat biasa.. Beberapa tahun lagi”

Kulipat rapi penuh kasih dan kusakukan di jaketku.
Sebuah pernyataan yang selalu mengahantuiku selama ini untuknya dan kutitip kepada teman akrabnya sebagai jembatan menuju hatinya (lagi).

Cerpen Karangan: Havanddo Juandri
Facebook: havanddojuandri
Curup, bengkulu, sumatera, indonesia
Penulis amatir, semoga menyentuh

Cerpen Yang Tak Terungkap merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Penantian Kala Cahaya Menjingga (Part 1)

Oleh:
Kebanyakan dari naluri perempuan, mereka berdandan secantik mungkin semata-mata hanya ingin selalu diperhatikan laki-laki. Mereka memakai make up ketika berkencan. Pun, sekolah juga selalu merah merona di pipinya. Namun,

Hyde Jekyll

Oleh:
Delora tersenyum bahagia menerima pesan berisi undangan jamuan makan malam dari seorang lelaki yang telah lama ia kagumi. Ragai seorang mahasiswa multitalenta yang aktif bergerak di bidang musik dan

Her Password

Oleh:
Hei passwordmu apa? Aku hanya penasaran. Apakah nama Adikmu? Yura mulai menyumpal telinga dengan earphone Tosca favoritnya, kemudian tenggelam dalam semua lagu yang ada di playlist. Langkahnya perlahan saja,

Still Love and Hope to be Eternal Return

Oleh:
Cuaca yang tak begitu mendukung membuatku tambah tidak semangat menjalani aktifitas karena ku kembali mengingat tentang kamu yang dulu mewarnai hidupku Tiga kata satu arti itu yang sllu ku

Bagaikan Bumi dan Bintang Alpha Century

Oleh:
Cinta, sebuah kata yang dapat bermakna ganda. Kadang cinta akan memberikanmu kebahagiaan sehingga kau dapat melupakan segala masalah, tertawa dan lepas dari beban. Namun, tak jarang cinta akan membawa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *