Yang Terlupakan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 4 April 2016

Tak ada yang abadi di dunia ini. Seoring berjalannya waktu semua pasti akan berubah. Karena harapan tidak akan selalu sesuai dengan kenyataan. Itulah yang terjadi pada diriku, selalu ada penyesalan yang menggeluti jiwaku. Selalu berharap masa lalu bisa diperbaiki dan bisa terulang kembali. Namaku Egi, aku adalah siswi di SMAN 1 Legum. Sekarang aku duduk di kelas X jurusan IPA. Pikiranku selalu terpaku pada masa lalu, pada 2 tahun yang silam. Entah kenapa sampai saat ini aku masih belum bisa melupakan seseorang yang dulu pernah singgah dan bertahta di hatiku.

Namanya Andre, aku pernah bersama dia dan berpacaran selama 1 tahun. Tapi aku dan dia tidak bisa melanjutkan hubungan ini dan aku memutuskan untuk pergi dari dia hanya karena ada pria lain yang lebih sempurna dan lebih baik di mata aku dari dia menurutku, aku hanya memikirkan diriku sendiri dan hanya mengikuti egoku sendiri. Tapi meskipun sikapku seperti itu dia tidak pernah membenciku, dia selalu tanya kabar aku melalui pesan dari media sosial. Tapi aku tak pernah mempedulikan semua yang dilakukannya.

“Apakah aku begitu berarti buat dia, apa dia tidak bosan denganku?” hanya itu yang selalu menjadi pertanyaan di hatiku. Dan aku hanya anggap setiap pesan yang dikirimnya tentang perasaan dia dan harapan dia untuk kembali bersamaku, hanya sebuah tulisan dan pesan yang tidak ada maknanya. Entah apa yang aku pikirkan pada saat itu, dan entah ke mana hati nuraniku. Aku meninggalkan Andre hanya karena melihat ada sosok seorang pria yang lebih sempurna dan baik dari dia, dia adalah Arief. Arief selalu memberiku perhatian yang lebih dan dia sangat bersikap manis kepadaku. Dan itu semua yang membuatku berpaling dari Andre. Aku yakin dia pasti mencintaiku lebih dari Andre. Setelah 2 minggu aku putus dari Andre dan selama itu pula aku dekat dengan Arief. Saat itu Arief menyatakan perasaannya kepadaku lewat sebuah pesan dari FB yang berisikan kalimat yang begitu indah.

“Gi, kita sudah saling mengenal satu sama lain, dan aku ingin hubungan kita lebih dari sekedar teman, aku mau kamu jadi pacar aku dan selalu setia menemani di setiap langkahku.” Pesan itulah yang membuatku tidak bisa menjauh dari dia dan aku langsung menerima dia untuk menjadi pendamping di setiap langkahku dan juga hidupku. Dia sering menemaniku di kelas saat jam istirahat dan kebetulan kamu satu kelas. Aku sangat bahagia, di setiap hari-hariku selalu ada seseorang yang selalu menemaniku. Kebahagiaan itu semuanya hanya aku rasakan selama 3 bulan, semenjak itu sikap Arief sudah sangat berubah, dia yang biasanya sering menemaniku di kelas, kini tiada lagi. Dia lebih sering bersama teman-temannya dan bahkan tidak lagi pernah menemuiku, dia yang biasanya juga selalu menanyakan kabarku, kini sudah tidak ada lagi.

Aku hanya bisa terdiam dengan semua yang terjadi dan tidak tahu harus bagaimana lagi, tiba-tiba hpku bergetar ada sebuah pesan dari Arief, aku sangat bahagia. Tapi isi dari pesan itu.. “Maafkan aku Gi, aku sudah tidak bisa lagi melanjutkan hubungan kita. Bukan karena ada yang lain, aku hanya ingin sendiri. Maaf.” Dan aku tahu ini adalah pesan terakhir dari Arief. Setelah membacanya duniaku terasa gelap dan hatiku sangat hancur dan kecewa. Kenapa ini semuanya terjadi, aku yang selama ini menaruhkan harapan kepada dia, harapan untuk bisa merasakan maknanya cinta dan kebahagiaan. Tapi semuanya tidak sesuai dengan harapanku. Aku hanya bisa terdiam dan ikhlas menerima semua yang terjadi. Kembali aku teringat pada Andre, pria yang dulu pernah mencintaiku dan kini dia telah pergi. Karena sikapku kepada dia yang tidak pernah mempedulikan perasaannya.

Aku mencoba menenangkan pikiranku, aku kembali melihat semua pesan yang pernah dikirim Andre dulu. Dadaku terasa sesak dan air mataku pun terus mengalir. Aku mencoba mengirim sebuah pesan kepada Andre, “Andre, aku baru sadar akan arti sebuah perasaan. Aku minta maaf atas sikap aku yang dulu yang tidak pernah mempedulikan perasaan kamu. Apakah aku masih ada di hatimu? Aku berharap kamu kembali, aku masih mencintaimu.” Aku berharap Andre membalas pesan dariku. Tapi setelah 1 jam dia juga belum membalasnya. Dadaku semakin terasa sesak, sangat sulit bagiku untuk menerima semua kenyataan ini.

Setelah 2 jam berlalu akhirnya Andre membalas pesan dariku. Aku sangat bahagia, karena dia masih mau membalas pesan dariku. Andre membalasnya dengan jawaban yang membuat hatiku bergetar dan membuat badanku menjadi kaku, “Kamu akan selalu di hatiku, selama ini aku selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu. Tapi untuk kembali padamu saat ini, aku masih belum bisa. Luka yang ada di hatiku masih belum sembuh. Ingatkah bagaimana sikap kamu dulu? Kamu yang tidak pernah mempedulikan perasaanku dan kamu yang telah menghancurkan hati seseorang yang ingin berlindung di hati kamu, apakah itu tidak kejam dan menyakitkan? Maafkan aku.” Saat itulah aku sadar kalau semua ini adalah Karma. Harusnya aku menyadari kalau Karma pasti berlaku. Dan kesempatan hanya datang satu kali.

Cerpen Karangan: Egi Ramadani
Facebook: Egi Ramadani

Cerpen Yang Terlupakan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Satu Untukmu

Oleh:
Jika ada yang lebih indah dari kata benci, aku ingin membencimu setulusnya. Pekatnya malam yang dinginnya menusuk hingga ke jantungku membuatku sulit memejamkan mata. Di balik jendela ini hanya

My Brother (Part 3)

Oleh:
“Reffa!” Sebuah panggilan yang tidak terlalu keras membuatku terperangah dalam kepanikanku yang tidak menemukan ibu dan Raffa di rumah. Aku langsung menoleh ke arah suara yang kudengar. Aku bisa

For You

Oleh:
Pagi ini seperti biasa Mila pergi ke sekolahnya. Di kelas ia merasa sedih dan tampak murung. Hari ini adalah hari habis dia diputusin sama pacarnya Edo, tanpa alasan yang

Orentasi Study Asmara

Oleh:
Aku tergabung kembali dalam kegiatan ini, sudah tiga tahun berantai aku mengikutinya, ku tahu banyak kegiatan lain yang lebih menguntungkan bagiku, tapi buatku ini berbeda. Aku bahkan rela bangun

Bukit Angin

Oleh:
Bukit mungil itu berdiri di pinggir Desa Sunyi. Di punggungnya ilalang tumbuh dengan subur. Pohon besar yang tumbuh di sana tak sampai 20 batang. Belasan pohon jambu mente tersebar

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *