You Belong With Me

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 12 May 2017

FLASHBACK ON
(Diana P.O.V)
Namaku Diana Spica Bellatrix, biasa disapa Diana atau Spica. Sebenarnya nama panggilanku adalah Diana, namun berhubung di kelasku banyak yang bernama Diana, akhirnya teman-temanku memutuskan untuk memanggilku dengan sebutan Spica. Usiaku 15 tahun. Hobiku adalah menyanyi, dan menulis. Mungkin, mengarang cerpen merupakan sebagian dari hobiku selama ini. Aku baru saja lulus dari SMP Negeri 16 Surabaya, dan sekarang aku bersekolah di SMK Negeri 1 Surabaya. di SMK ini aku masuk di jurusan Administrasi Perkantoran.

Hujan yang sendari pagi terus mengguyur kota Surabaya disertai udara dingin berhasil membangunkanku dari tidurku. Hari ini adalah hari pertamaku menjalani kegiatan Orientasi Siswa di salah satu Sekolah Menengah kejuruan Negeri ternama di Surabaya. Sudah lama aku menginginkan bisa diterima di sekolah ini. Ditambahnya lagi, orangtuaku juga sangat menyetujui apabila aku bersekolah di sini.

Aku segera bangun dari tidurku, mengucek pelan mataku sesekali melirik ke arah jam dinding yang terletak tidak jauh dari tempatku berada. Aku beranjak dari kasurku dan pergi menuju kamar mandi.

Di Sekolah.
Aku baru saja sampai. Mamaku mengantarku menuju ruang dimana aku tempati untuk melaksanakan kegiatan orientasi siswa. Kulangkahkan kakiku dengan bangga dan takjub melihat sekolah ini, mengapa tidak? sekolah yang sudah aku cita-citakan sejak aku masih duduk di kelas VII SMP hingga sekarang akhirnya terwujud juga. Aku harap, aku bisa mengukir prestasi di sekolah ini.

Sesampai di kelas C104
Aku memasukki kelas sambil melihat sekeliling. Wajah-wajah begitu asing menurutku. Dan… pada bangku paling belakang sendiri aku melihat di situ terdapat dua orang teman SMPku berada di situ… Dila Aryanti dan Dwi Ayu K.
Baru saja memasukki kelas, aku melihat bangku paling depan dan paling pojok rupanya masih belum ada yang menempati. Tanpa pikir panjang, aku langsung menghampiri bangku tersebut dan duduk di situ. Aku mengecek ponselku, rupanya notifikasi dari kekasihku… Bram. Yap, aku sudah memiliki kekasih sejak kelas IX SMP. Kami berdua bersekolah di SMP yang sama.. SMP Negeri 16 Surabaya.. dan kini, kami berdua berada di SMA yang berbeda. Meskipun begitu, kami tak jarang untuk berkomunikasi dan saling bercerita tentang kegiatan LOS masing-masing dari SMA kami.

Beberapa menit kemudian ada teman baru yang baru saja datang. Dia terlihat begitu kebingungan ketika melihat semua bangku sudah ditempati oleh para siswa, kecuali… bangku yang berada di sebelahku. Akhirnya ia memutuskan untuk duduk bersebelahan denganku. Dia meminta untuk duduk bersebelahan denganku, dengan senang hati aku meng-iyakan. Akhirnya kami berdua saling bercerita tentang darimana dan apa jurusan yang dipilih. Dia bernama Dita. Dia merupakan siswa dari jurusan Pemasaran.

Tak lama kemudian, kegiatan Layanan Orientasi Siswa (LOS) telah dimulai. Para kakak pembimbing datang. Mereka berdua saling memperkenalkan diri. Yang satu adalah Kak Novi Rista, merupakan siswa kelas 12 Akuntansi. dan yang satunya adalah kak Cici, merupakan siswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV). Mereka terlihat begitu ramah kepada kami semua.

Satu persatu aku melihat wajah teman-teman yang satu gugus denganku. Oh iya, nama gugus kelasku adalah Jendral Suparman. Di gugus ini aku bertemu dengan seseorang yang bernama Ducan Regi Mandiri. Waktu itu, aku masih berstatus pacar dari orang lain. Namun, aku rasa.. hubungan kami sudah mulai renggang sejak hari pertama LOS.
Sehingga kami mulai jarang bertemu sejak saat itu.. sering terjadi perselisihan di antara kami.. dan akhirnya…

Seminggu kemudian
Hari Senin.
Aku dan Bram bertengkar hebat semalam. Entah, aku lupa apa penyebab dari pertengkaran kami hingga pada akhirnya..
Sepulang sekolah, aku mencoba untuk membuka obrolan dengan Bram. Namun, ia hanya memberi respon dingin kepadaku. Resah, sedih dan khawatir menjadi satu. Aku mencoba untuk meneleponnya.
“halo.. bram?” tanyaku.
“ya?” sahutnya singkat.
“Kenapa kamu gini?” tanyaku.
“enggak papa.” sahutnya.
Kami mengobrol banyak dan akhirnya Bram mengatakan..
“Udah ya, cukup sampai di sini aja kita. AKu berharap kamu bisa menemukan pengganti yang lebih baik daripada aku. Dan aku mohon kamu lupain aku, lupain semua kenangan-kenangan kita, suatu saat nanti kamu akan menemukan yang terbaik untuk dirimu sendiri.” ujar Bram.
DEG!
“Hei, maksudmu apa bilang gitu? kamu mutusin aku? apa alasanmu mutusin aku?” tanyaku. Air mata mulai membasahi pipiku. Namun, aku masih berusaha menenangkan diri.
“Alasanku? aku udah pernah bilang kan ke kamu.. kalau rasa cintaku ini sudah berkurang ke kamu, aku bosan.. maaf aku mengingkari janjiku untuk tidak pernah meninggalkan kamu.” ujarnya.
“Apa ada perempuan lain yang bikin kamu pengen putus dari aku?” tanyaku.
“Ada… dia temen satu gugusku. Aku suka dia sejak pertama LOS. Maaf sekali lagi maaf. Mulai dari sekarang kamu harus lupain aku ya.. selamat tinggal.” ujarnya. Ini merupakan kekecewaan terbesar dalam hidupku. Mengapa tidak? kami berdua sudah lama bersama. Bahkan kami berdua sudah berjanji untuk tidak saling meninggalkan.

Keceriaan tak lagi menghiasi wajahku. Aku tidak tahu mengapa aku begitu terpukul atas kejadian tersebut. Kiranya sudah dua minggu lebih aku masih dirundung kesedihan. Yang membuatku berat melupakannya adalah kenangan.. yap, kenangan indah bersamanya. Namun, aku berusaha bangkit dari kesedihanku.

Aku mulai menyibukkan diri. berbagai macam kegiatan sudah aku lakukan. mulai dari aktif kegiatan karang taruna, pergi bersama sahabat, membantu sahabat mengerjakan tugasnya.. Mungkin, aku jadi jarang memiliki waktu untuk berdiam diri di rumah. Karena apa? Itu bisa membuatku kembali teringat pada kenangan-kenangan tentang Bram.

Aku mulai tidak peduli dengan apa itu cinta. Aku juga tidak ingin jatuh cinta lagi. Rasanya, hati ini sudah sangat tertutup untuk menerima orang baru yang akan menjadi kekasihku kelak. Namun, memiliki kekasih baru sama sekali tidak terlintas di pikiran maupun benakku.

12 Agustus
Pagi ini, aku sedang asyik mengobrol dengan teman sebangkuku. tak lama kemudian ponselku yang kuletakkan di atas mejaku tiba-tiba bergetar menandakan ada satu notifikasi masuk.
“Ducan?” batinku sesaat setelah melihat siapa si pengirim pesan tersebut.
Aku langsung membuka pesan yang dikirim oleh Ducan.

“Hai..” isi pesan tersebut.
“Hai juga.. oh kamu anak satu gugus ya” sahutku.
“Kamu dapet ID line ku darimana?” tanyaku.
“iya. Ya cari-carilah. kenapa? gak boleh?” sahutnya.
“Boleh kok.” ujarku.
“Oh ya udah kalo gak boleh.” sahutnya dan ini membuatku sedikit dongkol.
“Loh… boleh kok boleh..” ujarku.
Kami berdua akhirnya saling chatingan mulai dari membahas hal yang tidak penting sampai hal yang penting.

Tak lama kemudian, di saat sekolah kami memperingati hari kemerdekaan..
Ducan memberanikan diri menghampiri ke kelasku. Sungguh, pada saat itu aku masih sangat malu bertemu dengannya. kami berdua berfoto bersama untuk pertama kalinya. Dan pada saat-saat itu dia mulai membahas mengenai perasaannya kepadaku.
Entah mengapa, setiap kali mengingatnya aku mulai bisa melupakan tentang masa laluku. Aku tak lagi mudah menangis, bahkan hampir tidak pernah menangis. Dia mulai membantuku untuk segera melupakan mantan dan bangkit dari masa lalu kami berdua.

Dan pada pertengahan bulan Agustus…
Hari ini, Ducan datang ke rumahku. Kami berdua bercanda bersama. Sesekali kami berdua membahas tentang percintaan.. dan hingga pada akhirnya..
“Spica, kamu mau gak jadi pacarku?” ujar Ducan meraih tanganku.
Aku hanya bisa terkejut sekaligus tidak percaya tentang apa yang dikatakannya. Senyumku seketika mengembang ketika ia menyatakan perasaannya terhadapku.
“Iya aku mau.” sahutku.
“janji yah jangan saling meninggalkan, janji untuk selalu setia, dan selalu saling mencintai.” ujarku.
“Ya, pasti. Aku janji.” sahutnya sambil melingkarkan kelingkingnya ke kelingkingku.

9 Tahun kemudian…
“I Have died
everyday..
waiting for you..
darling don’t be afraid
I have loved you
for a thousand years
I love you
For a thousand more…”
Sepasang mempelai pria dan wanita sedang berjalan bersama menuju pelaminan yang bernuansa adat Jawa. Kebahagiaan tampak begitu terpancar dari wajah mereka berdua.

“Saya berjanji, akan selalu menjadi suami sekaligus ayah yang baik dalam hubungan rumah tangga ini, dan saya berjanji akan membahagiakan dan mencukupi segala kebutuhan keluarga ini”. Ducan mengucapkan janji pernikahan.
“Dan saya berjanji untuk meluruskan, serta memperbaiki iman dan taqwa untuk keluarga kepada Allah SWT. Dan saya akan menjadi istri sekaligus ibu yang baik dalam hubungan rumah tangga ini.” Diana mengucapkan janji pernikahan, disertai tangis bahagia pada dirinya.
Selesai mengucapkan janji, Ducan langsung memeluk istrinya lalu mengecup kening istrinya tersebut.
Mereka berdua hidup bahagia dan ketentraman…

THE END

“Jangan meninggalkan yang setia hanya demi yang lebih menarik..”

THANKS FOR READING 🙂

Cerpen Karangan: Diana Spica Bellatrix
Facebook: Dyana Monica
Diana Spica Bellatrix atau yang kerap disapa “Diana Spica” merupakan remaja yg dikenal sebagai sosok yang melankolis (pendiam). Diana sebelumnya pernah menulis cerpen berjudul “Cinta Sejati” pada tahun 2013 di blog yang sama, namun tak lama kemudian, dia menghapus cerpen tersebut.
Diana memiliki hobi bernyanyi dan menulis. penyanyi favoritnya adalah Taylor Swift dan Charlie Puth.
I’m a student of SMKN 1 SURABAYA
U can find me on:
Facebook: Dyana Monica
Instagram: @dspica_theresia

Cerpen You Belong With Me merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Maafkan Aku (Part 3)

Oleh:
Terbangun entah setelah sekian lama, lalu kemudian tersadar dan ku melihat samar di hadapanku seseorang seperti berbicara dengan seseorang lainnya dengan jarak yang berjauhan, dengan sakit yang terasa di

Selir Hati

Oleh:
Kisah ini terjadi saat aku masih menyelesaikan studi magister di kota Semarang. Entah bagaimana awalnya aku mulai terjun dalam pergaulan yang keliru, mungkin karena aku hidup jauh dari pengawasan

Bersyukur

Oleh:
Kini ia sudah memasuki semester dua, ia teringat akan masa sekolahnya dulu ia merasa waktu sekolahnya itu tidak menyenangkan apalagi yang sangat ia benci “MOS”. Menurutnya MOS itu membosankan

Love Me?

Oleh:
Namanya Riza, anak kelas X-3 di SMA Harapan Bangsa. Cowok paling cool dan ganteng, meskipun masih kelas X namun pesonanya mengalahkan pesona kakak kelas. Dia paling sering dibicarakan oleh

Aku Pasti Mendapatkan Cintamu

Oleh:
Hai, nama gue Rudy Iswanto, lo bisa panggil gue Rudy. Gue adalah siswa kelas 12 pindahan dari salah satu SMA di Bandung. Dan ini cerita sepanjang gue di sekolah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *