You Only Live Once

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 19 May 2018

Well, ini cerita bermula dari salah satu pengalaman pribadi percintaan nan alay gue kurang lebih 7 tahun yang lalu. First of all, Nama gue Adrianus. Lahir di Jakarta, dan usia gue 20 tahun.

Cerita ini bermula saat gue masih sekitar 13 tahun, zaman dimana ga alay itu ga keren. Waktu itu gue masih duduk di bangku smp 2 salah satu sekolah swasta yang lumayan bisa dibilang kece di daerah jelambar, Jakarta Barat. Gue adalah salah satu murid yang bisa dibilang berprestasi di sekolah gue. Prestasi gue bisa dibilang wow, mulai dari jadi ketua osis, ranking di kelas, anak futsal, pokoknya satu sekolah siapa coba yang tidak kenal dengan Adrianus. Wah apalagi sih yang kurang dari Adrianus. Tapi setiap ditanya oleh saudara yang main ke rumah.
“Wah adrianus, denger-denger kamu ranking dua ya di kelas?”
“Hahaha, iya tante.” (Sambil senyum)
“Wah hebat. Memangnya dari berapa murid?”
“emm dari berapa ya tante, dari sepuluh orang sih.” (muka datar)

Okay, back to story.
Hari demi hari gue lewati di sekolah. Dengan ketemu teman-teman gue yang tingkah lakunya aneh-aneh dan bisa dibilang cukup unik. Mulai dari ada yang kejar-kejaran, main bola di kelas pakai tutup botol minum, ada yang baca buku, ada yang makan, dan berhubung hobi gue main bola, akhirnya gue memutuskan untuk bergabung bersama mereka bermain bola dengan tutup botol minum. Memang bisa dibilang agak freak sih.

Ga beberapa lama, kakak kelas kita pun datang ke kelas kita dan bertnya; “ngapain loe pada?”. “Main bola, join ga boss?”, ga disangka, mereka pun join sampai ga beberapa lama, temen gue tangannya patah gara-gara jatoh ke lantai. Gue Cuma bisa cengo liatnya.

Bel pertanda istirahat usai pun berbunyi, dan itu mengakhiri pertandingan kompetisi kita, ditutup dengan satu korban. Pelajaran akhirnya dimulai kembali. Pelajaran yang paling bikin sakit kepala, pelajaran mandarin. Ditengah-tengah pelajaran, ada seseorang yang mengetuk pintu.
Toook… Toook…
Pintu pun dia buka. And wowww. Dia adalah salah satu cewek yang bisa dibilang cantik dan banyak juga cowok alay yang ngejer-ngejer dia, dan salah satu cowok alay itu adalah “gue”. Dia datang dan berbincang dengan guru mandarin kita, tapi entah apa yang mereka perbincangkan. Nama cewek itu sebut saja Elli. For your information dia itu adek kelas gue. Gue pun cukup pede untuk deketin dia. Mungkin yang dimaksud terlalu pede.

Bel sekolah pun berbunyi dan waktunya untuk pulang. Gue pulang selalu bareng sama kakak perempuan gue. Keseharian kita pulang dengan becak. Tapi yang bikin agak malu adalah, dia selalu ajak temennya cewek pulang bareng naik becak, dan gue harus pangku dia biar tarifnya lebih murah. Dan setiap kali pulang temen-temen gue selalu bilang, “ih Adrianus naik becak pangku-pangkuan, itu bokongnya ga panas tuh? nnti kalau kakak loe kentut gimana?”
Setelah gue memikirkan banyak hal yang terjadi, gue pun memutuskan buat tidak naik becak hari ini. Gue pun pulang jalan kaki, walau rumah 30 menit away from my school. Eh pas jalan mau pulang, gue liat si Elli lagi mau jalan pulang juga. Dengan pedenya gue deketin, gue busungin dada gue, gue tahan napas gue biar perut gue kliatan lebih kecil, terus gue jalan pulang sama dia. “Gileeee, rasanya kayak jalan sama bidadari, wangi bener ini orang.” Gue berkata dalam hati.

Dalam perjalanan pulang, gue pun terdiam dan hanya stay cool, sampai di depan rumahnya kita pun saling melambaikan tangan salam perpisahan. Gue pun akhirnya merasa legah akhirnya gue ga harus tahan napas lagi.

Sepulangnya gue pun memberanikan diri untuk sms dia. “H1 Ell1 Ag Ap? Wkwkwk…”
Ini mungkin adalah cara sms terkeren yang pernah ada di zaman 2010. Ga disangka dia pun merespon dengan cepat. “Lg b0b0 nich hehehe. Ad ap?” sms pun tetap berlanjut hingga larut malam. Hari demi hari dilewati dengan canda tawa, serasa semangat untuk sekolah. Gue pun makin hari merasa makin dekat dengan si Elli.

Sampai suatu hari kita yang tersusun sebagai panitia acara pensi sekolah pun mulai sibuk untuk memulai persiapan yang sudah dilakukan mulai dari tiga minggu sebelum acara. Dari situlah gue makin banyak moment yang bisa dibilang cukup seru untuk ditelusuri. Di zaman alay tersebut, gue pun ga mau ketinggalan untuk terlihat eksis. Dalam perjalanan ke sekolah, gue yang otaknya agak miring pun mampir ke toko pulsa langganan gue. Dan gue beli tuh dua voucher pulsa yang nomornya Cuma beda dua digit doang di belakang. Gue pun melanjutkan perjalanan ke sekolah. Sesampainya di sekolah, gue dengan gaya cool gue nyamperin Elli. “Elli nih buat loe.” “Wah keren bangettt, gue suka banget nomornya cantik kayak gue.” Gue pun tersenyum gembira. Akhirnya kita pun memulai menyelesaikan dekorasi-dekorasi panggung yang belum selesai.

Dekorasi sebagian panggung pun hampir selesai. Berhubung hari semakin larut, akhirnya diputuskan umtuk bergegas pulang. Dalam perjalanan pulang, hujan pun turun. Elli pun mulai panik. “Duhh gimana nih hujan.” Gue yang akhirnya beinisiatif untuk melepas jaket yang gue pakai untuk melindungi kepalanya dari hujan sambil mengantarkan Elli pulang. “Duhh makasih banyak ya Dri, loe baik banget udah anterin gue pulang hari ini.” Gue pun meresponnya dan bergegas pulang.

Sesampainya di rumah, kita pun mulai sms seperti hari-hari biasanya. Namun 2 jam setelah itu sms pun tak kunjung ada balasan. Hari pun ditutupi dengan kegalauan hati anak alay.

Pagi pun tiba, dan gue bergegas untuk berangkat ke sekolah. Tak ada semangat yang terlihat dari wajah ini. Sebetulnya memang muka gue selalu flat meski lagi senang ataupun sedih. But, well jam istirahat pun berbunyi. Gue bergegas ke kantin sekolah untuk membeli makan. Gue pun bertemu Elli. “Ell, kok loe ga bales sms gue sih?” “Ahh sorry yaa, kemaren tuh ga ada pulsa, habisnya ga ada promo sms sepuasnya sih ke sesama. Nomornya emang keren sih, cuma boros. Gue pakai nomor lama gue aja ya. Sorry.” Setelah gue pikir-pikir, gue pun ikutan ganti ke nomor lama gue karena memang benar pulsanya mahal.

Hari demi hari terus berganti. Hingga akhirnya hari yang ditunggu pun tiba yaitu pensi sekolah tercinta. Anyway pensinya bertepatan dengan hari valentine loh. Sedikit flashback di hari sebelumnya. Gua pun berencana untuk ungkapin perasaan gue untuk dia. Gue pun mulai berlatih giat demi punya keberanian untuk ngomong di hadapannya. Gue pun berlatih di depan cermin kamar mandi. Kurang lebih dua jam sampai akhirnya…
“riannnn, kamu mau mandi berapa lama lagi, udah dua jam kok ga keluar-keluar sih, kalau masih belum keluar juga, mama dobrak pintunya!!!”
“Iya maaaaa iya udah mau selesai.” Rian itu panggilan rumah gue.

Hari h pun tiba, inilah hari yang ditunggu-tunggu. Gue pun udah ga sabar untuk menyampaikan perasaan gue. Namun sebagai orang yang bertanggung jawab atas segala kejadian dalam penyelenggaraan pensi di sekolah, gue pun memutuskan untuk tembak dia setelah selesai dari acara yang luar biasa ini. Acara pun berjalan dengan sangat mulus tanpa adanya kendala. Seluruh panitia pun berkumpul dan mengucap doa atas suksesnya penyelenggaraan pensi ini.

Setelah pensi selesai, dan doa selesai. Gue dan Elli pun memutuskan untuk pulang bersama. Kami pun berbicara tentang jalannya acara pensi yang cukup terbilang sukses. Tidak beberapa lama, suasana pun hening. Gue pun bawa dia ke indomaret dekat rumahnya, buat beli coklat silverqueen. Sekeluarnya dari indomaret, gue pun memberanikan diri untuk ngomong. “Ell, gue mau ngomong sesuatu.”
“Iya mau ngomong apa Dri?”
“Emm sebenarnya gue suka sama loe, loe mau ga jadi pacar gue?” (gileee ini kayak sinetron banget gue berani ngomong gini)
“Sorry ya Dri, (ah gue ditolak) bukannya apa. Tapi gue anggap lu udah kayak temen baik gue. Habis itu loe juga lebih pendek dari gue, jadi kita temenan aja ya?”
“Ohh gitu yaa, oh ini ada silverqueen buat loe, diterima ya.”

Akhirnya gue pun berhasil anter dia pulang ke rumah. Gue pun merasa galau, dan kecewa. Namun gue pun mulai berpikir untuk tidak memikirkannya, hingga pada akhirnya gue menemukan cinta gue yang lain yang punya reason why untuk bisa menerima gue. Dan dia itu lebih tinggi dari gue.

Dari situpun gue belajar sesuatu hal yang baru dan mungkin ga akan bisa gue lupain. Bukan berarti cewek itu suka cowok cuma dari fisik, mungkin mereka punya alasan lain mengapa mereka ga bisa menerima kita. Life must go on, and some people say “yolo”. Means you only live once. Hidup hanya untuk sekali dimana kita lah yang harus menghargai diri kita sendiri, dan waktu yang ada.

So here is my first short story. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam berkata. I hope you guys enjoy with my short story. Thankyou.

Cerpen Karangan: Adrianus Widjaja
Pelajar yang merantau jauh ke Sydney, Australia yang bosan dengan rutinitas kesehariannya.

Cerpen You Only Live Once merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Akhir Sekolah

Oleh:
Cinta, aku mau menunggu Apakah kamu masih mencintai pria yang sudah bertahun-tahun tak meresponmu itu? Ya, aku tidak pernah merasa bosan menunggunya, aku benar-benar terpikat olehnya. Terkadang aku terlalu

Sekolah Baru Gia

Oleh:
Terpana. Itulah respon pertamaku ketika menapakkan kaki di sekolah baruku ini. Tak salah jika Mama dan Papa memilihkanku sekolah ini. Arsitektur yang agak kuno tapi menarik, bersih, megah. “Gia,”

Aku, Kamu dan Dia

Oleh:
Aku dan kamu adalah sahabat sejak kita kecil. Kita sangat dekat dan selalu menghabiskan waktu bersama. Hingga kita beranjak remaja, kita mulai menyadari bahwa ada perasaan lebih dari sekedar

Cinta Si Kutu Buku

Oleh:
Hay nama gue aditya rizki, dipanggil adit, gue tinggal di daerah medan, gue mahasiswa sains di universitas ternama di medan, singkat cerita, gue mau ceritain pengalaman pertama gue jatuh

Cinta Elektronik

Oleh:
Malam ini aku bersumpah untuk jadi orang paling cuek di dunia. Habis makan malam aku langsung masuk kamar dan mengunci pintu, dan segera saja setelah memasang musik teman belajar.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *