Your Fault

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 20 January 2016

Aku punya cerita. Ini cerita kenyataan, salah satu bagian dalam hidupku. Namaku Rania Larasati, panggil saja Ran. Aku akan menceritakan salah satu bagian hidupku dimana aku ditembak salah satu pria. Saat itu aku diajaknya ke sebuah resto yang cukup mewah dan romantis menurutku. “Ran! Aku suka kamu.” Ia berkata demikian. Aku sama sekali tidak kaget saat ia menyatakan perasaannya padaku. Karena aku memang sudah tahu. Aku hanya tersenyum miris mendengarnya. Bisa-bisanya dia seenaknya menarik-ulur perasaanku, memangnya aku ini layangan apa?

Aku akan jelaskan kejadian sebelumnya. Pria yang tadi menyatakan perasaannya padaku adalah Yuda. Dia adalah kakak kelasku, kita hanya selisih satu tahun. Dulu, saat SMP aku memang menyukainya bahkan mencintainya. Tapi dia malah mengabaikan perasaanku begitu saja. Ia sengaja pacaran dengan gadis-gadis yang memang menyukainya. Kalau tidak salah ada 3 gadis yang ia pacari saat itu. Dan lebih parahnya ia bermesraan dengan gadisnya langsung di depan mataku. Ia ceritakan betapa cintanya ia pada gadis itu padaku tanpa memikirkan perasaanku sedikit pun. Padahal dia jelas sangat-sangat tahu perasaanku padanya. Kalian bisa ngebayangin kan, rasa sakitnya kayak gimana? Aku yakin kalian ngerti kok.

“Aku serius Ran. Aku bener-bener sayang sama kamu. Aku udah memendam perasaan ini sejak dulu. Aku cinta kamu apa adanya, Ran. Aku bahkan tidak bisa mendeskripsikan bagaimana perasaanku, karena saking cintanya aku padamu.” Ujarnya lagi. Aku hanya menatapnya datar bahkan dingin bagai es.

Bagus sekali drama pria Play Boy cap Gajah Bengkak ini. Aku benar-benar mulas mendengar kata-kata manisnya, oh bahkan menurutku itu kata-kata yang sangat busuk. Lebih busuk dari bangkai. Aku memang sengaja memberinya harapan saat ia mendekatiku lagi. Aku hanya ingin membawanya terbang tinggi, lalu aku bisa menghempaskannya semauku. Aku tahu aku jahat. Aku hanya ingin berbagi rasa sakit padanya. Aku hanya ingin dia merasakan rasa sakit yang aku rasakan. Aku tidak berlebihan kan?

“Sayang sekali aku tak memiliki rasa cinta dan sayang setitik pun padamu, Kak. Aku bukan gadis lugu yang bisa kau permainkan seenaknya. Aku tidak ingin melakukan kesalahan yang besar untuk yang kedua kalinya. Aku tidak akan pernah terjebak dalam perangkap yang sama lagi. Aku bukan Ran yang dulu. Aku harap kau mengerti rasa sakit yang ku derita saat kau mengabaikan perasaanku. Jangan pernah usik lagi kehidupanku.” Ucapku dengan penuh penekanan di setiap katanya. Dia hanya diam membisu. Aku bisa melihat kesedihan di dalam matanya. Entah kenapa aku merasa sangat puas melihatnya seperti itu.

Jangan salahkan aku jika aku balas dendam padamu, Kak. Kau yang memulainya, dan aku yang akan mengakhirinya. Aku rasa ini adalah karma untukmu. Laki-laki selalu saja berganti-ganti perempuan seenaknya. Setelah bosan dengan si A pergi ke si B. Hei, kami ini bukan persimpangan jalan.

Aku sendiri saja masih mempertahankan perasaanku pada satu pria. Radit Syahputra. Dia memang tidak pernah peka terhadap perasaanku, tapi aku paham kok. Karena aku memang tak pernah memberi sinyal padanya. So, cinta tak selamanya harus memiliki. Aku sendiri tak pernah berharap banyak bisa jadi kekasihnya. Yang aku inginkan hanyalah.. Selalu berada di sampingnya dalam keadaan apa pun, menjadi sahabat yang selalu menemaninya kapan pun dan di mana pun, dan aku ingin menjadi salah satu orang yang berharga di hidupnya. Apa aku berlebihan?

Cinta itu tak selamanya memberi kebahagiaan. Cinta terkadang membawa kesedihan dan luka yang teramat dalam. Tapi karena luka itulah kita menjadi kuat. Cinta itu adalah suatu hal yang sakral. Manusia tak dapat mempermainkannya begitu saja. Jika dengan alasan cinta ia melukai seseorang. Maka suatu saat nanti Cinta akan membalasnya dengan suatu hal yang lebih menyakitkan daripada apa yang telah dilakukannya.

The End

Cerpen Karangan: Luluah Nurwijaya
Facebook: http://facebook.com/ulue.nurwijaya

Cerpen Your Fault merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pos

Oleh:
Sore itu, Felly kembali terdiam di depan meja kerjanya. Ia tak dapat memikirkan bagaimana kondisi pekerjaannya saat ini. Riska yang terus berkobar akan job yang menggerayai Felly terus menerus

Day by Day (Saat Kembali)

Oleh:
“Meow.” Ivi menoleh kanan-kiri saat mendengar sebuah suara yang sangat dikenalnya. “Meooww.” Suara itu semakin keras, membuat Ivi semakin menelusuri dari tempatnya berdiri dengan seksama. Matanya melirik ke dahan

Je T’aime (Part 1)

Oleh:
“Dek, kakak hari ini gak bisa jemput kamu. Tapi kakak udah minta tolong kok sama temen kakak untuk jemput kamu. Kamu tunggu aja ya” Chika menghela nafas mengingat ucapan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *