Your Secret Admirer

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 10 October 2017

2011
“Kenapa? ada apa dengan tahun 2011 Re?” tanya seseorang dari arah belakang.
“Gak apa-apa Vit” senyum Realga pada sahabat terbaiknya.
“Seriusan? ekspresi kamu itu gak ngeyakinin” tebak Vitsha seolah menyelidik ekspresi yang tampak aneh dari Realga.
“Apa sih Vit? udah aku bilang, gak ada apa-apa sama tahun itu”
“Ada yang mau dicurhatin?”
“Apa ya? hahaha”

Tiba-tiba seorang lelaki berjalan mendekati Realga.
“Maaf, kamu siswi kelas 11 IPA 1?”
“Iya, kenapa?”
“Ini buku Sista. Tadi ketinggalan, dan ibunya nyuruh aku buat nganterin bukunya”
“Iya sini”
“Makasih ya?”
“Iya sama-sama” senyum Realga pada siswa itu.
Kemudian siswa itu pergi.

“Re tau gak?”
“Tau apa Vit?”
“Siswa tadi itu”
“Iya, kenapa dia?”
“Masa kamu gak tau”
“Apa sih Vit? bikin aku penasaran aja”
“Dia kan siswa terpopuler di sekolah kita. Dan tau gak? dia itu pacarnya Sista. Yang cowoknya ganteng plus populer dan yang ceweknya juga cantik plus cerdas. Perfect couple” puji Vitsha bangga.
“Iya Vit” senyum Realga.
“Envy banget aku Re sama mereka. Ibunya udah sahabatan dari zaman sekolah. Sekarang anaknya pacaran. Pasti udah dapat restu dari orangtua”
“Ya udah, kamu juga punya pacar makanya Vit” saran Realga pada Vitsha.
“Eh emangnya kamu juga punya pacar Re?” sindir Vitsha pada Realga yang juga tidak memiliki kekasih.
“Katanya tadi kamu envy sama mereka. Ya udah kamu harus punya pacar dulu Vit.”
“Emang siapa yang jatuh cinta sama aku Re?”
“Pasti ada Vit. Kok kamu ngomongnya gitu. Kamu ini kan cantik. Cuma kamu aja yang gak sadar”
“Aku sadar, aku cantik Re. Orangtuaku juga bilang gitu. Hahaha”
“Iya. Emangnya kamu gak inget ada yang nyatain perasaan ke kamu waktu kita lagi di lab bahasa Inggris?”
“Aku inget Re. Tapi kamu tau kan, aku langsung nolak dia saat itu juga?”
“Iya. Dan sekarang kamu nyesel?”
“Enggak. Dia bukan tipeku Re”
“Jangan gitu Vit. Gimana perasaan dia kalo denger kamu bilang dia bukan tipemu”
“Tipeku itu tetap kak Alre” senyum Vitsha.
“Iya Vit”

Bel pulang pun berbunyi. Seluruh siswa dan siswi tidak terkecuali Realga, pergi meninggalkan kelas. Langkah Realga terhenti ketika melihat seorang siswa yang berjalan bersama seorang siswi di sebelahnya. Realga hanya tersenyum. Seketika siswa itu melihat ke arah Realga dan pandangannya seakan mengisyaratkan pada Realga untuk melihat ke arahnya juga. Siswi di sebelahnya menyadari hal itu dan mengajak siswa itu pergi. Realga hanya diam seperti dihipnotis untuk berhenti sejenak di tempat itu. Bahkan tidak berarti apapun untuk Realga memperhatikan siswa tersebut.

Keesokkan paginya, Realga berjalan menyusuri koridor sekolah menuju kelasnya. Tanpa Realga sadari, ada seorang siswa yang berjalan tepat di belakangnya. Seketika Realga menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang. Realga terkejut karena ada seorang siswa yang sejak tadi mengikutinya. Bersikap seolah tak sedang diikuti, Realga tidak langsung pergi ke kelas, melainkan pergi menuju kantin. Tepat dugaan Realga, siswa itu tetap mengikutinya. Tidak ingin terus diikuti, Realga memberanikan diri untuk bertanya pada siswa itu.

“Maaf, apa kamu ngikutin aku?”
“Aku?” tanya siswa itu lagi.
“Iya, kamu”
“Enggak. Aku emang mau pergi ke kantin” senyumnya.
“Maaf ya? aku kira kamu ngikutin aku”
“Iya, gak apa-apa” senyumnya lagi.

Realga duduk sejenak di kantin. Tetapi pandangannya tidak bisa lepas dari siswa tadi. Menyadari bahwa dirinya diperhatikan, siswa itu membalas dengan senyuman pada Realga. Realga terkejut dan memalingkan wajahnya karena malu.

“Dega!” teriak seorang siswi dari kejauhan pada siswa tesebut.
Realga akhirnya tau siapa nama siswa itu. Tetapi, orang yang baru saja memanggil Dega adalah teman sekelas Realga yang tidak lain adalah Sista. Itu artinya, Sista memang kekasihnya Dega.
“Kamu nungguin aku ya di sini?” tebak Sista sambil merapihkan rambutnya.
“Enggak” jawab Dega santai.
“Terus ngapain di sini?”
“Aku lagi nunggu seseorang” jawab Dega dan melihat sekilas pada Realga yang tidak menyadari bahwa Dega melihatnya.
“Siapa?” Sista langsung memperlihatkan wajah cemberutnya pada Dega seakan cemburu berat.
“Dia” tunjuk Dega asal pada temannya yang baru saja datang ke kantin.
“Oh” Sista tersenyum kembali.
“Kenapa? mau cemburu kalo aku nunggu dia?”
“Enggaklah Dega. Masa iya aku cemburu sama Johny.”
“Ya kali aja” tatap Dega pada kekasihnya.

Realga hendak pergi meninggalkan kantin, tetapi dihentikan oleh Sista.
“Realga!” panggil Sista yang membuat Dega juga melihat ke arah Realga.
“Iya Sis?”
“Mau langsung ke kelas kan?”
“Iya, kenapa?”
“Aku nitip tas ya?”
Dega yang tidak suka dengan ucapan Sista, langsung mengambil tas Sista.
“Kenapa Ga?” Tanya Sista aneh.
“Kamu masih bisa pergi ke kelas dan meletakkannya sebentar”
“Ya, gak apa-apa kali sekali-kali nitip dia” tunjuk Sista pada Realga.
“Gak usah. Lebih baik kamu simpen sendiri”
“Dega.. kenapa sama Realga gak boleh nitip? biasanya juga aku nitip ke temen yang lain, tapi kamu biasa aja. Gak berusaha buat ngelarang gini.”
Realga hanya diam karena bingung.
“Siapa namanya tadi?”
“Realga” jawab Realga pada Dega.
“Kamu langsung aja ke kelas. Biar tasnya sista sendiri yang bawa”
“Dega..” Sista merasa aneh dengan sikap Dega kali ini.
“Aku gak suka kalo kamu nyuruh-nyuruh orang lain kayak tadi” tegas Dega pada Sista yang terlihat kesal.
“Kenapa sama Realga gak boleh? apa karena..” perkataan Sista terhenti dan menyipitkan matanya pertanda curiga.
“Karena apa?” tatap Dega tajam yang tak mau kalah dengan pandangan sinis Sista padanya.
Sista tidak menjawabnya. Sista pergi meninggalkan kantin tanpa mengatakan apapun lagi pada Dega. Dega dibuat kesal dengan sikap Sista.

Di kelas, Sista langsung menghampiri Realga dan memukul meja Realga. Seluruh murid di kelas terkejut sehingga melihat ke arah Sista dan Realga.
“Lo?” tunjuk Sista pada Realga yang terlihat bingung.
“Apa Sis?”
“Karena lo! pagi ini gue berantem sama Dega!” bentak Sista.
“Karena aku? apa salahku?”
“Karena tadi di kantin lo gak mau bawain tas gue!”
“Bukannya pacar kamu yang ngelarang aku ngebawa tas kamu?” bela Realga.
“Tapi lo juga gak mau bawa kan?”

Vitsha yang melihat Realga dibentak oleh Sista, langsung menghampiri dan berusaha menenangkan suasana.
“Sista! kamu kalo ngomong baik-baik. Gak usah pake ngebentak Realga”
“Gak usah ikut campur!” teriak Sista.
“Aku gak apa-apa ko Vit. Ini Cuma salah paham.”
“Apa? salah paham lo bilang?” Sista semakin dibuat geram.
Tanpa sepengetahuan Sista, ada Dega yang sejak tadi memperhatikannya di pintu kelas.
“Realga!” bentak Sista lagi sambil menarik kerah seragam Realga.
Suasana kelas semakin memanas. Murid lain tidak mau ikut campur dengan urusan Sista.
“Sista!” teriak Vitsha.
“Diem lo!”
“Aku cuma mau ngasih tau, kalo pacar kamu ada di sini”
“Apa?” Sista melepaskan tangannya dari kerah seragam Realga dan menoleh ke arah pintu kelas. Betapa terkejutnya Sista, karena Dega tepat berada di depan pintu kelas dan memperhatikannya dengan pandangan sinis.
“Dega..” Sista berjalan mendekati Dega. Bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.
Dega diam dengan tatapan tajamnya.
“Kamu ngapain di sini Ga?” senyum Sista tanpa beban sedikitpun.
“Kita putus!” ucap Dega keras dengan tatapan tajamnya pada Sista.
“Apa? putus? besok annive kita yang pertama. Kamu mau mutusin aku gitu aja? kenapa Ga?”
“Tanya sama diri kamu sendiri”
“Aku gak ngerti. Kamu kenapa Ga? kalo kamu kesel sama aku karna tadi pagi, maafin aku Ga..” mohon Sista sambil meraih tangan Dega.
Dega langsung menyingkirkan tangan Sista dari tangannya.
“Harusnya kamu minta maaf sama Realga!” bentak Dega tanpa mempedulikan para siswa dan siswi lainnya yang sedang memperhatikan.
“Gak akan pernah” Sista membalikkan badannya dan berjalan menuju kursinya. Duduk dan menundukkan kepalanya berharap Dega akan menghampirinya. Tapi Dega menghampiri Realga.
“Realga, kamu gak kenapa-kenapa kan?” Tanya Dega untuk memastikan kondisi Realga.
“Aku gak kenapa-kenapa” senyum Realga.
“Syukurlah. Aku minta maaf untuk kejadian ini, itulah Sista.” Senyum Dega tulus.
“Iya aku gak apa-apa. Ini cuma salah paham”

2017
“Gak kerasa ya Re, sebentar lagi kita wisuda.”
“Iya Vit. By the way, udah lama juga kita bareng-bareng terus. Tapi..”
“Tapi apa? aku rasa, aku akan kehilangan kamu Vit”
“Kehilangan?”
“Iya, sebentar lagi kan sahabatku ini married” peluk Realga pada Vitsha.
“Iya Re. tapi kamu gak akan pernah kehilangan aku. Kita kan masih bisa pergi bareng kayak masa SMA”
“Iya Vit”
“Aku mau tanya sesuatu sama kamu Re”
“Apa?”
“Sebenernya someonenya kamu itu selama ini siapa?”
“Someone?”
“Iya. Kenapa kamu gak cerita apapun tentang someone kamu ke aku. Kamu Cuma bilang, sebelum wisuda, kamu mau cerita ke aku tentang someonenya kamu”
“Iya seseorang yang aku kagumi dari tahun 2011, dari masa SMA hingga sekarang”
“Serius kamu masih kagum sama dia?”
“Iya”
“Siapa namanya?”
“Nanti juga kamu tau Vit”
“Kapan Re? ini kan udah mau wisuda.”
“hmm aku kagum sama Dega sejak SMA Vit.”
“Apa? Dega? Dega yang mantannya Sista itu?”
“Iya”
“Kenapa baru cerita sekarang Re?”
“Kan aku udah janji sama kamu, kalo aku bakal cerita tentang someone yang aku kagum sebelum wisuda. Dan ini saatnya aku cerita.” Jelas Realga.
“Tapi Dega itu udah lama aku tau. Tentang perasaan kamu ke dia. Aku gak pernah nyangka. Padahal aku sering puji Dega kan ke kamu. Walaupun aku bukan pengagum Dega, ya aku seneng aja sama kelebihan dirinya”
“Aku tau Vit, pasti kamu kaget.”
“Gimana gak kaget. Sejak kapan Re?”
“Sejak tahun 2011. Bahkan sebelum Dega pacaran sama Sista, aku udah mulai kagum sama Dega. Awalnya aku kira, aku Cuma sekedar kagum sama dia. Tapi semakin lama, aku ngerasa cemburu waktu tau Sista pacaran sama Dega. Sebenarnya aku cemburu, waktu kamu puji Sista dan Dega adalah perfect couple. Aku tau, aku gak berhak cemburu. Tapi hati aku gak pernah bisa ngebohongin perasaan ini Vit.” Cerita Realga tentang bagaimana perasaannya pada Dega.
“Kamu kan sekarang satu kelas sama Dega, gimana?”
“Gimana apa maksudnya?”
“Ya kamu udah deket sama dia belum?”
“Biasa aja sih. Ya kadang dia ngajak makan bareng, pulang bareng juga pernah.”
“Kayaknya Dega suka sama kamu Re. Siapa sih yang gak suka sama kamu Re.”
“Tapi aku gak ngerasa kalo dia suka sama aku. Biasa aja, ya karena sikap dia ke gadis lain juga sama ramahnya.”
“Iya juga. Tapi aku yakin, kalo Dega punya perasaan ke kamu. Kalo beneran, jangan tunda buat cerita ke aku lagi ya?”
“oke”

Beberapa minggu kemudian, sebelum acara wisuda dimulai.
“Re, tunggu!” panggil seseorang yang membuat langkah Realga terhenti.
“Iya?”
“Cepet banget jalannya. Tunggu, kita pergi bareng Re” ajak Dega dan segera melangkah disebelah Realga.
“Kamu juga mau pergi ke seminar itu Ga?”
“Menurut kamu?”
Realga hanya diam.
“Iya, aku mau pergi ke sana bareng kamu Re”
“Iya”
“Re, aku boleh curhat ke kamu?”
“Iya boleh” senyum Realga.
“Aku kagum sama seseorang sejak SMA”
“Iya?” tiba-tiba Realga terkejut dan menolehkan sedikit wajahnya pada Dega.
“Tapi kayaknya dia gak pernah sadar kalo selama ini aku selalu merhatiin dia.”
“Siapa?”
“Seseorang yang aku jaga secara diam-diam”
“Kenapa kamu gak nyatain ke dia Ga?”
“Nyatain?” tanya Dega lagi.
“Iya” Realga mulai merasa cemburu dengan apa yang baru saja Dega ceritakan padanya.
“Iya, aku mau nyatain perasaan aku ke dia, di hari wisuda nanti.”
“Bagus”
“Bagusnya?”
“Iya bagus, kapan lagi nyatain perasaan kamu ke dia”
“Tapi dia suka ke aku gak ya?” tiba-tiba Dega berhenti dan melirik sedikit ke Realga sehingga membuat Realga salah tingkah.
“Aku gak tau”
Dega diam. Realga merasa sakit mendengarnya.
“Aku sayang banget sama dia. Setiap aku mencoba buat ngelupain dia, dia…”
“Dia kenapa?” Realga berusaha bersikap tenang.
“Dia… aku udah sayang banget sama dia. Sejak SMA aku udah suka merhatiin dia di manapun. Tapi dia tetap gak sadar.”
“Makanya kamu nyatain, supaya kamu tau jawabannya”
“Oke” senyum Dega sambil memandang wajah Realga.

Akhirnya hari pelulusan atau wisuda pun tiba.
“Selamat ya Vit! sebentar lagi married juga” senyum bangga Realga pada sahabatnya, Vitsha.
“Selamat juga sahabatku tercinta, Realga. Semoga cepet jadian sama Dega” bisik Vitsha menggoda Realga.
“Vitsha..”
“Amin” senyum Vitsha.
Realga tersenyum.
“Aku pergi ke sana dulu ya Re”
“Iya, pasti udah ditunggu kesayangannya kamu Vit”
“Iya hehehe”
“Bye cantik”
“Bye..” balas Realga dengan senyum bahagianya.

Kemudian Realga membalikkan badannya dan betapa terkejutnya ketika tepat posisinya berhadapan dengan Dega.
“Realga..”
“Dega?” senyum Realga.
“Selamat”
“Iya, selamat juga buat Dega”
“Kamu ingat hari ini?”
“Apa?”
“Aku mau nyatain perasaanku sama seseorang”
“Oh iya..” Realga ingat saat Dega menceritakan tentang pujaan hatinya.
“Tapi aku malu..”
“Kenapa malu?”
“Aku malu kalo aku ditolak Re”
“Makanya coba dulu”
“Oke. Tapi..”
“Tapi apa?”
“Iya, aku mau nyatain ke dia” Dega menjauh dari Realga. Melangkahkan kakinya dan berjalan pelan membelakangi Realga.
Realga hanya diam melihat Dega.

Tiba-tiba Dega berhenti dan membalikkan badannya, memandang Realga yang berada beberapa langkah darinya.
“Realga…” teriak Dega tanpa mempedulikan orang-orang yang berada di sekitarnya.
Realga diam karena bingung kenapa Dega berteriak memanggil namanya.
“Aku suka sama kamu Realga. Aku kagum sama kamu sejak SMA. Sesuai janjiku, aku nyatain perasaan aku hari ini. Aku sayang sama kamu Re” Dega melangkah mendekati Realga.
“Dega..”
“Aku sayang banget sama kamu Re” peluk Dega erat, meski banyak orang yang sedang memperhatikan mereka.
Mengagumi seseorang adalah hal terindah yang Tuhan berikan. Jangan pernah sia-siakan kesempatan untuk mengatakan sebuah perasaan. Katakan dalam waktu dekat atau pendam selamanya.

Cerpen Karangan: Ringga Beria
Blog: beriallingga.blogspot.com

Cerpen Your Secret Admirer merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Between You

Oleh:
Hampir dua jam. Aku duduk di bangku taman segi panjang yang hanya terbuat dari semen di samping pohon Akasia. Menunggu. Berharap seseorang yang ku puja itu datang menemuiku disini,

Bukan Cinta Ala FTV

Oleh:
Kubuka kembali FB ku yang sudah bertahun-tahun kuabaikan, ada banyak pesan masuk di inbox dari beberapa teman, kubaca satu persatu, kebanyakan hanya menanyakan kabar saja. Pesan masuk terakhir seminggu

Mengalah

Oleh:
Hari ini tepat satu hari setelah usia hubunganku dengan dia berjalan 32 bulan. Dengan kata lain hampir 3 tahun sudah aku menjalani hubungan ini. Suka dan duka pasti sudah

Cinta Butuh Waktu

Oleh:
Hamparan bintang malam terlihat jelas di mata Willy, terlihat indah bagaikan rangkaian bunga di taman luas baginya. Benaknya selalu berpikir tentang semua hal yang ia rasakan, seperti pedih yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Your Secret Admirer”

  1. Rahasia says:

    Suka sama cerpennya, jd terinspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *