Empat Raja

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Dongeng (Cerita Rakyat)
Lolos moderasi pada: 26 February 2018

Tersebutlah sebuah kerajaan makmur dan sejahtera, yang dipimpin oleh seorang Raja arif nan bijaksana. Sang Raja mempunyai empat orang pangeran. Dengan membawa sifat dan keahlian mereka masing-masing, keempatnya lahir ke dunia pada hari yang sama.

Edward si sulung yang pandai merangkai kata-kata, Edwig anak kedua yang ahli membuat strategi, Edmund yang lihai dalam peperangan, dan si bungsu Edgar yang cerdik.

Suatu hari, saat sang Raja sudah terlalu tua untuk memimpin negeri tercintanya, dia memanggil keempat pangeran untuk merundingkan siapa yang akan menjadi pewaris tahtanya kelak. Keempatnya saling pandang. Pancaran persaingan terlihat di mata mereka masing-masing.
Keempatnya lahir bersamaan, keempatnya mendapatkan kasih sayang dan keistimewaan yang sama sebagai putra mahkota.

Meski secara teknis Edward adalah anak sulung, tapi masing-masing dari mereka tetap merasa yang paling berhak menerima gelar sebagai raja. Edward melangkah maju mendekati singgasana sang Ayah.
“Sebuah kerajaan makmur, karena rajanya yang pandai berpidato. Menenangkan hati masyarakatnya dengan kata-kata yang indah. Aku rasa akulah yang cocok menjadi seorang raja!” ujar Edward.

“Sebuah pidato tidak akan mensejahterakan rakyatmu Edward,” sahut Edwig sambil terkekeh, “tapi sebuah strategi yang matang pasti akan mewujudkan kemakmuran ke seluruh negeri!”

Edmund tersenyum miring seraya berjalan kedepan kedua kakaknya. “Strategi hanyalah sebuah teori, dan teori tanpa adanya praktek, hanyalah sebuah omong kosong,” katanya santai. “Aku berada di baris depan dalam banyak peperangan, dan saat kami menang, kamilah rakyat paling bahagia di seluruh penjuru bumi!”

“Kalian melupakan satu hal,” seru Edgar membuat ketiga kakaknya menoleh. “Membuat sebuah pidato dan strategi yang baik haruslah menggunakan kecerdikan. Begitupun dalam peperangan, kecerdikan adalah hal yang paling utama.”
“Akuilah. Aku yang paling berhak menerima gelar sebagai raja!”

Sangkalan demi sangkalan terlontar dari mulut mereka setelahnya. Keempatnya berlomba menyebutkan kelebihan yang mereka miliki.
Masing-masing dari mereka merasa dirinyalah yang paling pantas menjadi pengganti sang Ayah menjadi seorang raja.

Memang benar yang dikatakan pepatah “Jika ingin menguji karakter seorang pria, berilah mereka kekuasaan.”
Bahkan keempat pangeran yang terkenal sangat akrab pun, menghunuskan pedang mereka masing-masing hanya untuk sebuah tahta. Saat suasana semakin memanas. Suara tawa yang purau justru terdengar dari arah singgasana. Membuat keempat pangeran menoleh keheranan.

“Apa yang kau tertawakan Ayah?” seru Edward, “bagaimana kau bisa tertawa disaat seperti ini!?”

Sang Raja menghela nafas panjang sebelum ia tersenyum menatap keempat anaknya.

“Dahulu kalian hanyalah empat bocah nakal yang usil. Tanpa kusadari kalian berdiri di sini sekarang. Menghunuskan pedang pada saudara kalian sendiri, hanya untuk memperebutkan sebuah tahta.”
“Dengarlah pangeran-pangeranku yang tampan. Kalian tidak perlu melakukan itu. Kalian semua akan mewariskan tahta kerajaan ini saat aku wafat kelak.” lanjut sang Raja yang membuat pangeran-pangeran itu terkejut.

“Sebuah kerajaan dengan empat orang raja?” tanya Edwig ragu.
“Itu mustahil Ayah!” seru Edmund.
“Apa lagi dengan kepribadian kami yang sangat jauh berbeda!” sambung Edgar.

Sang Raja kembali tersenyum. Kali ini ia bangkit dari singgasananya dan menghampiri keempat putranya.
“Edmund adalah seorang prajurit yang hebat, setiap peperangan yang dipimpin olehnya pasti akan pulang dengan membawa kemenangan.” kata sang Raja.
“Tapi, sebuah peperangan tidak akan berhasil tanpa adanya strategi. Dengan dibantu kecerdikan Edgar, Edwig bisa menciptakan sebuah strategi yang sempurna. Sebuah strategi yang ampuh untuk membobol pertahanan musuh.”
“Dan saat kalian memperoleh kemenangan dengan strategi cerdas kalian. Kalian pulang ke negeri tercinta. Kalian masih harus membuat sebuah pidato kemenangan untuk rakyat, padahal kalian masih sangat letih usai berperang. Saat itulah Edward berperan penting. Dengan rangkaian kata-kata indah yang dia sampaikan pada rakyat, kemenangan kalian akan semakin sempurna.”

“Tidakkah kalian sadar, saat salah satu dari kalian lemah dalam satu bidang, yang lain bisa menutupinya. Kalian yang semulanya hebat akan menjadi lebih hebat kala bersatu.”
“Wahai pangeran-pangeranku. Perbedaan bukanlah sebuah alasan untuk terpecah belah. Justru dengan adanya perbedaan, kalian akan saling melengkapi. Perbedaan bukannya tidak selaras, perbedaan adalah keberagaman.”

Keempat pangeran itu saling pandang. Mereka memasukan kembali pedang yang sempat mereka hunuskan. Perasaan malu menyelubungi hati mereka, saat mereka sadar bahwa tidak satu pun dari mereka mewariskan kebijaksanaan sang Ayah.

Mereka semua berlutut di hadapan sang Ayah, meminta maaf atas keserakahan dan keegoisan mereka. Bahkan mereka hampir memutuskan tali persaudaraan hanya untuk sebuah tahta kecil. Sang Raja mengelus kepala empat anaknya satu per satu.

“Mulai sekarang dan seterusnya, legenda akan berubah. Orang-orang di seluruh penjuru negeri tidak akan mengenal kalian sebagai empat pangeran lagi.”
“Kalian akan dikenal sebagai empat bersaudara, dengan kepribadian dan keahlian yang berbeda-beda. Bersatu mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan negeri ini.”
“Kalian akan dikenal sebagai empat Raja.”

Cerpen Karangan: Irma Suryani Marhaeni
Facebook: irma edward styles

Cerpen Empat Raja merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Jambu Untuk Anakku

Oleh:
Riuhnya bunyi dedaunan di sebabkan angin pagi yang gelisah. Kicauan burung hutan memecah kesunyian. Sang mentari memercik sinarnya pada wajah-wajah yang saling bercermin pada bola mata masing-masing. Terlihat dua

Siksa Anak Sholeh

Oleh:
Ini adalah kisah lama yang menjadi legenda di desaku, cerita ini bermula dari seorang penyamun kejam haus akan darah serta mengilai harta. Suatu malam di tenggah sepinya malam Sabtu

Beauty And The Beast Horror Side

Oleh:
Aku akan menceritakan sebuah cerita yang mungkin akan mengubah pemikiranmu bahwa tidak semua cerita dongeng akan berakhir dengan bahagia.. Suatu hari hiduplah seorang pedagang dengan seorang anak yang berparas

Putri Riana dan Pangeran Cireb

Oleh:
Di sebuah kerajaan, hiduplah seorang raja dan ratu. Mereka mempunyai seorang anak bernama Putri Riana. Saat dewasa, Putri Riana pun mencari calon suaminya, namun Putri tersebut sangat malas sehingga

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *