Gadis Korek Api

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Dongeng (Cerita Rakyat), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 2 August 2019

Dulu sebelum tidur orangtuaku sering membacakan sebuah dongeng tentang ‘Gadis korek api’

‘Dahulu kala di Eropa sana hiduplah seorang gadis kecil.
Dengan berdagang korek api lah gadis itu bertahan hidup.

Saat itu tepatnya musim dingin, dengan kelaparan serta kedinginan gadis tersebut berkeliling dari desa ke desa lain untuk mencari rezeki dengan berjualan korek api.
Karena kelelahan, Ia mencoba beristirahat di sebuah tempat.

Udara di sana sangat dingin, lantas ia membakar sebatang korek api demi kehangatan. Dirinya berkhayal tentang makanan yang Banyak, menggiurkan. Tapi, saat korek api tersebut padam semua khayalan pun sirna.

Berniat membakar lagi korek api kedua, Gadis tersebut kembali berkhayal, dirinya duduk di perapian menggunakan pakaian tebal, nyaman, dirajut menggunakan kain wol.
Tapi, Saat korek tersebut padam semuanya pun lenyap.

Tak habis akal, Gadis tersebut membakar semua korek api yang ia punya. Alhasil datanglah seorang peri menarik tubuhnya ke atas, membawa ke sesuatu tempat mewah penuh makanan dan minuman. Gadis itu pun nampak gembira dan senang tiada tara….

Krisman-Sekali lagi memasang wajah muram.
Apalagi mengenai cerita yang sering dibacakan oleh orangtuanya saat menjelang tidur. (Di waktu kecil)
Sungguh kenangan yang sangat sulit dilupakan.

“Kenapa lo senyum ndiri bro…?” rocos sang sahabat A.K.A Wahyudi
“Gue sedih bro… Masa lo nggak liat..!” Jawab krisman kesal.

Salah satu hal yang harus dihindari adalah bocah yang satu ini.
Walaupun telah menelan asam-manisnya bangku SMA. Kelakuanku dan sahabatku ini bisa dianggap masih seimbang dengan anak di sekolah dasar.
Tentu saja aku tidak ambil pusing dengan omong kosong tadi.

“Hahahhaa… habis lo sedih ama gembira sama aja..!”
“Sama apanya..?”
“Sama jelek..!” katanya tanpa dosa
“Buset ni anak… Gue brani taruhan kalo lo denger cerita gue, pasti lo nangis..!” Tantang krisman dengan muka garang.
“Ok… mana ceritanya”

Satu Cerita Kemudian…

“Hahahahaaaa…! Mana ada cerita kayak gitu bikin orang sedih. Yang ada orang lain ngira lo gila…! Masa cerita Endingnya bahagia dibilang sedih, Aneh lu..!” Kata Wahyudi mengejek.
“Gue belum selesai cerita…!!!” Balas krisman sengit
“Dari ceritanya aja, udah tahu akhirnya kayak gimana..” Ucap Wahyudi sombong.
“Nggak asik lu… Mending gue cabut..!!” Sambil menjulurkan lidah krisman berlalu.

‘Gue masih bingung, dari mana dia dapat korek api yah..!?’ Batin Wahyudi berkumandang.

Bonus:
‘Keesokan harinya warga setempat menemukan seorang mayat gadis kecil tersenyum di dekat tempat sampah di sela-sela rumah mereka, sedang meringkup.
Diduga mayat tersebut meninggal karena kedinginan. Terbukti dengan adanya bekas korek api yang dibakar untuk menghangatkan tubuhnya…’

PLEASE STAND BY WITH ME…

“Lo nangis bro..?” Krisman sekarang tersenyum puas melihat sahabatnya ini meneteskan air mata.
Cara yang cukup ampuh membuat seseorang Baper… Hahaa..
“Enggak, gue barusan kelilipan..!” Elaknya.
“Satu sama. Kita impas… hahahahaa…”

End

Cerpen Karangan: Krisman Khan
Blog / Facebook: Krisman Leonhard Hussein
Krisman. Itu saja sih…

Cerpen Gadis Korek Api merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Jerrot Makin Melorot (Part 2)

Oleh:
WANITA JAHAT Matahari yang menyorot begitu panas suasana saat aku baru saja sampai di rumah sehabis pulang sekolah di hari sabtu. Kejadian 2 hari yang lalu yaitu saat aku

Sahabat

Oleh:
Kicauan burung pun mulai terdengar dan cahaya matahari pun mulai bersinar, aku terbangun dari tidurku yang nyenyak. Aku segera bergegas untuk mandi dan memulai sarapan bersama keluarga. Kemudian aku

Tabik Sang Pahlawan

Oleh:
Sebagian orang menganggap hari Senin adalah hari yang menyebalkan dan menjengkelkan, bahkan ada yang menjuluki hari Senin sebagai Monster Day. Tapi tidak untuk Kiana, baginya hari Senin merupakan hari

35 Hari

Oleh:
Di balik balkon setinggi pinggang orang dewasa itu, Irene menyandarkan perutnya yang rata. Siswi kelas 3 itu berada di lantai dua SMA Pahlawan. Dia berkulit putih pucat, berambut panjang

Sleeping Beauty (Part 1)

Oleh:
“Aira… wake up” seru Poppy sahabat karibku dengan suara cemprengnya dan dengan sok-sok’an berbahasa Inggris, padahal nilai rapornya kadang-kadang merah. Ia sedang berusaha membangunkanku dari tidur nyenyakku dan membuyarkan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *