Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Si Harimau Kecil

“Auuum… auuuuum” Suara ngauman Sang Raja Handra terdengar oleh seluruh rakyatnya, dan tak lama kemudian berkumpulah seluruh rakyatnya di pintu gerbang Istana Sandura. “Ada apa? Ada apa itu?” “Minggir, dong!”...

Metamorfosis

Pagi itu udara sangat segar. Matahari sudah agak tinggi. Embun di atas dedaunan sudah mulai mengering. Seekor kupu-kupu terbang kesana-kemari. Ia berusaha mencari bunga-bunga yang mekar. Maklum, sudah beberapa hari ia tidak...

Cat

Bunga bermekaran di taman itu, semerbak mewangi menusuk indraku. Pohon sakura merajut gaun indah pada setiap kelopak tangkainya, membuat jiwa merasuk merona. Musim semi ini, semua siswa harus kembali pada gubuk kedua mereka....

Ya

Di sebuah lautan (bukan lautan asmara lho, bukan juga lautan pensil, apalagi lautan luka dalam, sumpah bukan itu), ikan-ikan tampak melompat-lompat gembira. Ada yang lompat indah, lompat jauh, lompat tinggi, lompat tali,...

1966

IBU: Ibu masih bayi saat itu, paling cuma bisa menangis. Kata kakekmu, saat itu, ibu dibawa oleh kakek dan nenekmu mengungsi ke kebun kami yang ada di timur desa. Kami bersembunyi dibawah pohon randu besar yang tumbuh disana....

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply