Rantau Sang Pangeran

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Dongeng (Cerita Rakyat)
Lolos moderasi pada: 24 March 2019

Ratusan tahun silam di sebuah kerajaan kecil nan indah asri dan megah. Tinggallah seorang raja yang arif dan bijaksana raja umar namanya. Raja umar sangat piawai dalam memimpin kerajaan. Beliau mampu mengontrol seluruh wilayah kerajaan tanpa terlewat satupun. Namun beliau tetap dibantu dengan para patihnya. Beliau sangat santun dan ahli dalam bernegosiasi. Oleh karenanya kerajaan itu mendapat banyak hubungan baik dengan kerajaan lainnya. Raja umar sangat ramah terhdap rakyatnya. Beliau juga ahli dalam berburu dan berkuda.

Malam ini wajah sangraja nampak pucat. Beliau sedikit takut dan ngeri, namun beliau tetap tegar. Beliau senantiasa berdiri di samping sang ratu wulan. Ratu wulan sedang melahirkan, beliau dibantu oleh mbok lasinah seorang dukun bayi terbaik di kerajaan itu. Setelah 9 jam berjuang lahirlah seorang putra mahkota raja umar yang diberi nama adnan bin umar al iskandary.

Pangeran adnan bertambah besar seiring dengan berjalannya waktu. Raja umar tak mau tinggal diam, beliau melatih sendiri putranya adanan untuk berkuda, memanah dan berburu. Sehingga ketika adnan memasuki usia sepuluh tahun beliau telah mahir dalam berburu dan berkuda.

Namun berburu dan berkuda saja tak cukup. Raja umar ingin putranya menjadi anak yang pintar, rajin, bijak dan santun. Raja umar memutuskan untuk menitipkan anaknya kepada seorang yang alim di tengah hutan. Adnan menolak tentunya. “Tidak aku ini anakmu, teganya engkau membuang anakmu ke dalam hutan.” kata adanan dengan marah pada ayahnya. Padahal jelas maksud raja umar bukanlah seperti itu. Beliau mencoba berpikir jauh kedepan demi kerajaanya. Raja umar tetap bulat dengan keputusannya yaitu menitipkan adnan kepada orang alim di dalam hutan. Dan pada akhirnya adnan hanya bisa patuh pada ayahnya.

1 minggu setelah kepergian adnan untuk menuntut ilmu. Ibundanya wulan merasa sedih, beliau merasa rindu pada putaranya adnan. Para dayang dayang juga merasakan apa yang dirasakan wulan sebagai seorang ibu. Begitu pula dengan teman teman adnan, terlebih lagi sang raja. Namun raja umar tetap bulat akan tekadnya. Beliau tidak akan menjenguk atau mengambil adnan sebelum waktunya

Jauh di dalam hutan adnan menimba ilmu. Dia belajar banyak hal. Seiring berjalannya waktu pangeran adnan sadar akan tujuan sang raja menitipkannya kepada seorang yang alim di hutan. Dia belajar ilmu kanuraga, ilmu hitung, ilmu bumi dan lain lain. Tidak hanya itu adnan juga diajarai ilmu tirakatan, beliau bersemedi 1 hari 1 malam tanpa makan dan minum kemudian beliau mandi kembang istirahat sebentar dan kemudian mulai lagi dan begitu seterusnya.

Sampai suatu ketika hal yang di takuti raja umar menjadi kenyataan. Kerajaan kecil nan indah itu dikudeta oleh orang luar dan diambil alih tahtanya oleh kerajaan lain. Ketika kerajaan kecil itu telah jatuh tahtanya ketangan orang lain raja umar dan keluarga lainnya dijadikan budak.

Berita runtuhnya kerajaan umar telah didengar oleh adnan. Orang alim terbebut berkata setelah mendengar cerita dari adnan “Pulanglah wahai putra mahkota, hanya kamu yang bisa merebut kembali tahta raja umar temanku. Doaku kan selalu menyertaimu.” “Sendiko dawuh guru.” adnan segera bergegas pulang dengan membawa kuda gurunya dan panah yang ia buat sendiri.

Sesampainya di kerajaan dia menyelinap masik keruang tahanan dan membebaskan para prajurit raja umar. Setelah semua prajurit bebas adnan mulai menyusun rancana “Bagi jadi 3 kelompok, 1 kelompok ke gerbang depan dan jaga, 1 kelompok ke gerbang belakang dan jaga, 1 kelompok ikut aku. Kita bunuh raja palsu itu, dan ingat hanya bunuh musuh yang melawan dan bersenjata.” “Siap tuan!.” mereka seetika berpencar adnan dan kelompoknya berhasil menerobos masuk keruangan utama, sedangkan gerbang depan dan belakang telah diamankan oleh 2 kelompok lainnya.

Terjadi pertempuran hebat di ruang utama antara pasukan raja palsi melawan pasukan adnan. Adnan yang melhat kesempatan lansung mengambil anak panahnya. Membidik raja palsu itu sambil melafalkan ajian yang telah diajarkan oleh gurunya dan “Wussh” anak panah itu melesat meliuk liuk melewati orang orang “Jeep” panah itu tepat mengenai jantung raja palsu itu.

Setelah pertarungan usai sisa pasukan itu diberi tawaran. Hidup damai dalam penjara atau menjadi prajuruit raja umar dan setia membela kerajaanya. Adnan merangkul ayah dan ibundanya ketika pertama bertemu mereka melepas haru dan saling menitikan air mata.

Setelah semua usai dan kembali normal adnan dinobatkan sebagai pangeran di kerajaan itu dan diberi mahkota kehormatan. Ayahnya berkata “Nak inilah tujuanku yang sebenarnya menitipkanmu kepada orang alim itu jauh di dalam hutan. Karena hanya dari kesederhaan itulah kamu bisa belajar sesuatu dan bukan di sini. Di sanalah kamu tahu kebenaran. Dan akhirnya ketika pulang dari hutan kamu dapat merebut kembali kerajaan kita yang telah runtuh kau bisa menjadi pengeran yang arif bijaksana santun ramah dan pada akhirnya kau akan duduk di sini menggantikanku mengasuh kerajaan kecil ini adnan”

Cerpen Karangan: Mishbahul Lail Kadam
Blog / Facebook: misbahullailkadam

Cerpen Rantau Sang Pangeran merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Clarrissa

Oleh:
Di Istana Aurel terdapat Raja dan Ratu. Nama sang Ratu adalah Ratu Aurelia, dan nama Rajanya adalah Raja Samurai Sight. Sang Ratu sekarang sedang mengandung selama 8 bulan lebih.

Ketika Sang Pangeran Jatuh Cinta

Oleh:
Pada suatu hari hiduplah seorang kesatria gagah berani. Selain seorang kesatria, ia juga adalah pangeran dari kerajaan Selaparang di pulau Lombok. Sang kesatria ini bernama Pangeran Sejati. Sejak kecil

Kisah Saudagar Kaya

Oleh:
Alkisah hiduplah seorang saudagar kaya raya yang hidupnya bergelimpangan harta tanpa pernah merasa susah. Segala apa yang dia inginkan dapat dimilikinya dengan mudah tanpa perlu menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkannya.

Putri Kaca Mayang

Oleh:
Pada zaman dahulu kala, di tepi Sungai Siak, berdirilah sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Gasib. Di kerajaan ini, seluruh penduduk hidup damai dan sejahtera karena Kerajaan Gasib dipimpin oleh

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *