Anak Ayam Paling Mungil

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fabel (Hewan)
Lolos moderasi pada: 17 March 2016

Di sebuah pohon besar, seekor burung penyanyi bersarang. Di bawah pohon itu, seekor induk ayam sedang mengeram. Saat induk burung penyanyi pergi, tanpa sengaja sebutir telurnya jatuh. Wah, jatuhnya tepat di dalam sarang ayam. Telur mungil itu tergeletak di tengah-tengah telur lainnya. Sorenya, induk ayam pulang dari mencari makan. Ia tidak sadar kalau telur-telurnya bertambah satu. Ia mengerami telur itu sampai semuanya menetas.

Ketika memandangi anak-anaknya yang baru menetas, induk ayam bingung. Salah satu anaknya kecil sekali dibandingkan anak-anak lain. Tetapi, ia tetap menyayanginya. Sekelompok anak ayam nakal sering mengejek anak burung itu. Namun, anak burung itu tetap bahagia bersama keluarganya. Induk dan saudara-saudaranya selalu menjaganya. Sang induk ayam juga sering menghiburnya. “Suatu saat, kamu akan dikagumi. Asal kamu tidak menyerah, mencari apa yang paling kamu bisa,” pesannya.

Suatu hari, sekelompok anak ayam nakal mengejarnya. Kebetulan, saudara-saudara si anak burung sedang pergi. Jadi, tidak ada yang menjaganya. Anak burung berlari ketakutan. Karena panik, tanpa sengaja ia mengepakkan sayapnya. Semakin lama, semakin cepat. Tubuhnya lalu mulai terangkat. Semakin lama, semakin tinggi. Anak-anak ayam nakal tidak bisa lagi menjangkaunya. “Wah, kamu hebat. Bisa terbang setinggi itu!” teriak saudara-saudara anak burung yang baru datang.

Anak burung itu kebingungan. Ternyata ia bisa terbang. Ibunya benar. Ia akan dikagumi. Sejak saat itu, anak burung rajin belajar terbang. Jika lelah, ia bertengger di atas pohon. Saat berada di atas pohon, anak burung kadang merasa sepi. Maka, ia pun mulai bernyanyi. Suaranya yang merdu terdengar oleh gadis petani. Gadis itu merasa bahagia dan menebarkan remah-remah roti sebagai hadiah. Anak burung membawa pulang remah-remah roti itu. Ia memakannya bersama induk dan saudara-saudaranya. Bila berlebih, induk ayam akan membagikannya pada ayam-ayam lain. Anak burung kini bahagia. Mesik tubuhnya mungil, ia berhasil menjadi makhluk yang dikagumi. Tidak hanya oleh para ayam, tetapi juga manusia. Karena, ia pandai berny anyi.

The End

Cerpen Karangan: Elsa Puspita Ronald
Email: aldi.elsa.96@facebook.com
Blog: http//kampungmarinduKM.blog.com
Berkarya gogogo, ini cerpenku yang kelima, cerpenku yang pertama adalah “Mimpi Meraih Prestasi”, “Hantu Pohon Beringin”, “Ayunan Ban Mobil”, “Blecky Jatuh Cinta”, dan yang terakhir “Anak Ayam Paling Mungil”.

Cerpen Anak Ayam Paling Mungil merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ular yang Licin

Oleh:
Suatu siang di dalam hutan, hiduplah seekor ular. “Ular.” sapa siput. “Ehh.. Siput, kenapa?” balas ular. “ular besok adalah hari ulang tahunku, kamu datang yah.” “siap siput” Siput mengajak

Burung Burung Gereja

Oleh:
Greedy si burung gereja akhirnya memutuskan untuk makan buah di tempat Popa, si pohon ek. Siang itu, si burung merentangkan sayap dan terbang. Dia hafal tempatnya karena sudah beberapa

Miu di Hotel Catty

Oleh:
Meow. Asal kau tahu, aku ini kucing. Dan selalu berbunyi tepat seperti di atas. Hari ini aku akan membagikan pengalamanku di hotel. Kisah ini dimulai pada Senin, 1 bulan

Lalat Ingin Seperti Lebah

Oleh:
Suatu hari lalat bertemu dengan lebah. Lalat itu merasa iri dengan lebah walaupun bentuk tubuhnya tidak jauh berbeda. Yang membuat iri si Lalat adalah, lebah bisa terbang dengan leluasa

Cici, Pusi dan Upi

Oleh:
Hutan yang sering dipandang sebagai tempat yang menyeramkan, sore itu berubah mejadi tempat yang menyenangkan. Cengkrama para penghuninya mengubah suasana menjadi semakin indah. Serigala, harimau, singa, sampai binatang yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *