Ikan Dua Muka Yang Tamak

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fabel (Hewan)
Lolos moderasi pada: 2 July 2019

Suatu hari yang cerah di sebuah hutan kecil nan rindang, hiduplah seekor ikan koki yang sangat lucu dan cantik. Ia memiliki banyak teman yang sangat baik kepadanya, tapi semua temannya tidak mengerti bahwa ikan koki itu sangat licik dan serakah, jika ia menemukan sesuatu yang ia sukai maka ia akan berusaha mendapatkannya. Tapi semua sifat koki itu tertutupi dengan gaya anggunnya dan perilakunya kepada semua penghuni hutan itu.

Suatu pagi yang cerah, ikan koki berenang menyusuri hilir sungai, ketika itu ia melihat kura kura yang berenang menuju tepi. Mungkin ia selesai mandi atau mungkin sedang mencari makan. Koki pun mendekati kura kura dan menyapanya.
“Hai kura kura…”. sapa sang koki.
“Hai koki… ada apa?”. Jawab sang kura kura.
“Kamu sedang apa?”. Tanya koki keada kura kura.
“Aku sedang mencari makan di sekitar sini”. Ujar kura kura.

Tahu maksud kura kura, koki pun berenang meninggalkan kura kura tanpa berpamitan kepada kura kura. Koki berenang menuju ke sebuah akar tumbuhan besar di sekitar tempat koki bertemu dengan kura kura. Di bawah tumbuhan itu mengalir air menuju sungai, ikan koki berenang melewati akar akar tnaman itu dan sampai di sebuah tempat yang aneh.

Memang dari depan aneh tapi sebenarnya itu adalah tempat penyimpanan makanan ikan koki dan tempat itu sama sekali tidak diketahui oleh teman temannya karena koki selalu menyembunyikannya dari teman temannya, karena ia takut jika makanannya akan diambil oleh temannya. Makanan itu diperoleh dari hasil kecurangan koki pada teman temannya, meski begitu semua temannya tidak merasa bahwa mereka dicurangi si koki.

Setelah lama ia di tempat itu untuk mengecek keadaan makanannya karena ia khawatir jika makanannya diambil oleh kura kura, karena tempat penyimpanan makanannya sangat dekat dengan tempat kura kura mencari makan. Kemudian, ia pergi dari tempat penyimpanannya dan kembali pulang.

Paginya saat ia keluar rumah ia berenang ke permukaan sungai dan melihat seekor siput yang sedang kelelahan membawa sesuatu di tubuhnya. Ikan koki pun merasa penasaran dengan barang bawaan yang dibawa oleh siput, maka ia pergi menghampirinya.

“Hai siput…”. Sapa ikan koki kepada siput.
“Oh… koki!. ada apa?”. Jawab sang siput.
“Kamu sedang apa di sini?” Tanya sang koki.
“Aku selesai mencari makanan”. Ujar siput.
“Kamu membawa apa siput?”. Tanya koki dengan nada penasaran.
“Aku membawa makanan.” Jawabnya. “aku menemukannya di daerah sana”. Jelasnya kepada ikan koki.

Banyak pertanyaan yang dilontarkan sang koki membuat makanan itu jatuh ke sungai. Karena siput tidak bisa berenang, akhirnya ia meminta agar sang koki mengambil makanan itu.

“Plung…!”. makanan itu jatuh ke sungai.
“Ha, makananku…!”. Teriaknya saat makanan itu jatuh ke sungai. “koki bisa kamu ambilkan makananku?”. Pinta sang siput.
“Baiklah, akan kuambilkan”. Ujar koki.

Ikan koki pun bergegas untuk mengambil makanan itu di dasar sungai. Saat koki mendapatkannya ia berpikir untuk menyimpan dan menikmati makanan itu, Ikan koki pun merencanakan siasat agar makanan itu bisa ia miliki. Akhirnya, makanan itu ia simpan di rumahnya, dan ia berkata pada sang siput bahwa makanannya telah hilang di dasar sungai.

“Maaf siput”. Kata koki dengan nada sedih.
“Apa yang terjadi koki?”. Tanya siput dengan nada penasarannya.
“Makanannya telah hilang”. Jawabnya.
“Apa…!” respon sang siput.
“Makanannya tenggelam dilumpur di dasar sungai”. Jelas sang koki.
“Baiklah, terimakasih telah mencoba mengambilnya”. ujar sang siput, pasrah.
“Sama sama, maaf kalau aku tidak bisa mengambilnya”. ucap sang koki.

Dengan wajah yang sedih siput kembali pulang tanpa membawa apa apa, setelah siput jauh dari sungai sang koki tertawa dan mengambil makananya untuk di simpan di tempat penyimpanannya. Koki selalu bersikap baik saat ia di depan temanya, berulang ulang ia menipu sampai akhirnya sang koki ketahuan. Saat itu, semua temannya menjauhinya dan makanan yang ia simpan selama ini sudah habis, lama lama koki mati karena kelaparan dan tubuhnya hanyut bersama derasnya air.

Cerpen Karangan: Buyung Wijianto
Blog / Facebook: Buyung Wijianto
Dari:SMP NEGERI 1 PURI

Cerpen Ikan Dua Muka Yang Tamak merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ikan Beracun

Oleh:
Di sebuah laut yang luas ada seekor raja laut. Raja laut itu adalah hiu. Walaupun ia raja laut, dia sangat rakus dan tidak mempedulikan rakyatnya sendiri. Banyak sudah ikan

Brie, Itu Aku

Oleh:
Aku Brie. Ini kisah hidupku. Kejadian itu sudah lama, saat itu kami masih sangat kecil, saat aku masih senang-senangnya mengejar seekor cicak sombong, ia meledekku dengan ekornya yang jelek.

Kura Kura dan Monyet

Oleh:
Ada seekor kura-kura dan monyet sedang bertengkar untuk mempertahankan kehormatan. “hai monyet daripada kita bertengkar mendingan kita berlomba” kata kura-kura “ya sudah kamu mau berlomba apa dengan ku” kata

Burung Pipit yang Sombong

Oleh:
Di hutan ada seekor burung, Pipit namanya. Ia tinggal sendirian di rumah. Ayah dan ibunya sudah meninggal. Pipit mempunyai sifat sombong. Ia tak pernah membantu orang lain, saat orang

The Poor Little Cat

Oleh:
Aku lahir di keluarga kucing hutan, keluarga kami terdiri atas 4 orang, yaitu aku (felis), adikku (katy), kakakku (merry), dan ibuku (Jean), kami hidup bersama ibu kami, kenapa hanya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *