Kancil Penipu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fabel (Hewan)
Lolos moderasi pada: 9 October 2017

Dahulu kala, di hutan yang sangat rindang, hiduplah beberapa binatang. Di dalam hutan itu juga terdapat hewan buas, tapi hanya harimau dan buaya saja.

Pada suatu hari, harimau sedang mengincar mangsanya secara diam-diam, tetapi mangsanya lama-kelamaan semakin menjauh dan pergi ke pinggir sungai. Ternyata, di pinggir sungai itu juga ada buaya yang sedang membidik mangsa itu. Tapi, kedua-duanya tidak tahu kalau ada predator lain yang sedang mengincar mangsa itu juga. Ketika mangsa itu sedang minum, posisi harimau dan buaya semakin mendekati mangsa itu dari arah yang berbeda. Posisi keduanya semakin mendekat dan…

“waaaa…” Teriak buaya dan harimau secara bersamaan dengan suara kejam.
“aaaaa… Tolong” Teriak mangsa itu dengan terkejut dan ketakutan lalu meninggalkan harimau dan buaya pergi.
“Hah, melesat mangsaku! semua ini gara-gara kamu buaya” Ucapan harimau dengan kesal dan menyalahkan buaya.
“Hah, kenapa aku yang disalahkan, semua ini juga gara-gara kamu harimau! Mangsaku jadi pergi”. Balas buaya dengan kesal.
“Kenapa kau juga salahkan aku, aku dulu yang mendapatkan mangsa itu dan mengikutinya sampai sini” Ucapan harimau membalas buaya.
“Tapi kan ini wilayahku, jadi apapun atau mangsa apapun yang berada di wilayah ini berarti milikku” Balas harimau ke buaya

Ketika mereka sedang bertengkar, tiba-tiba…
“He… he… he… he…” Suara kancil yang sedang bernyanyi gembira dan mendekati sungai untuk minum
Dengan sekejap pun mulut harimau terdiam.
“Kenapa kau angsung diam! ha… ha… ha…” Buaya mengejek harimau
“Diam!” Suara harimau dengan kejam tapi perlahan dan menginjak mulut buaya.
“Kancil.” Suara harimau dengan perlahan sambil melihat kancil. Harimau pun melepaskan mulut buaya.
“Aduh…” Suara buaya kesakitan.
“Diam!” Suara harimau sambil memukul kepala buaya.
“Lihat itu!.” Harimau mengarahkan pandangan buaya ke arah kancil.
“Kancil… Itu mangsaku” Jawab buaya dengan terkagum.
“Hey! itu mangsaku, aku yang melihatnya dulu. Dasar perebut!.” suara harimau membentak buaya.
“Hah…” Jawab buaya dengan acuh dan mulai mendekati kancil. Harimau tidak mau kalah dengan buaya. Ia pun menyusulnya dari arah yang berbeda.

“Krek!” Suara ranting patah yang diinjak harimau.
“heh?” Kancil yang sedang minum terkejut dan mulai waspada.
Kancil pun sedang akan meninggalkan sungai itu. Tiba-tiba ketika kancil akan pergi.
“Waaaaa!” teriak kancil dengan kaget karena ada buaya di depannya
“Selesailah kau kancil” Ucap buaya sambil menakut-nakuti kancil.
Ketika kancil berbalik ia juga terkejut karena di belakangnya ada harimau.
“Ha… ha… ha…” Suara harimau dengan gembira.
Kancil binggung harus bagaiman. semuanya sudah mengepungnya, di sisi kirinya ada sungai dan di sisi kanannya ada semak-semak tinggi. Padahal, harimau dan buaya semakin mendekat.

Tetapi kemudian….
“Ha!” Suara kancil dengan perlahan karena mempunyai ide.
“Tunggu dulu!”. Suara kancil berteriak ke buaya dan harimau.
“Kenapa?, aku sudah lapar!.” Balas buaya
“Apa jika kalian berdua makan aku saja, apakah kalian kenyang? he?”
“Tidak!, tapi hanya salah satu dari kami yang akan dapat kau kancil” suara harimau membalas.
“Tapi, apakah kalian tega dengan teman sesama predator yang lapar, tapi kalian tidak membagi mangsa yang yang kalian dapat?” jawab kancil.
“Tega!” harimau dan buaya membalas secara bersama
“Hah, kalau raja sualaiman tahu, kalau kalian sebagai hewan pemangsa tidak berbagi, pasti raja sulaiman marah, dan jika raja marah maka kalian juga pasti akan diusir dari hutan ini?”
“Diusir?” jawab harimau
“iya” jawab kancil
“Aku tidak mau diusir dari sini” jawab buaya
“Aku juga” balas harimau

“Lalu sekarang bagaimana?” tanya buaya
“Kalian harus minta maaf dengan raja sulaiman” jawab kancil
“bagaimana?” tanya harimau
“kalian harus ke kerajaan raja sulaiman, tetapi tidak ada yang bisa melihat kerajaan itu selain aku, jadi kalian harus berjalan mundur dan menutup mata dan ikut panduanku untuk sampai ke sana” Jawab kancil
“Baiklah!” jawab harimau

Harimau dan buaya pun berjalan mundur dan kaki mereka tiba di ujung jurang. Mereka pun terjatuh.
“Waaa… tolong… Kancil!!!” teriak keduanya
“ha… ha… ha… rasakan itu” jawab kancil kepada harimau dan buaya

Tamat

Cerpen Karangan: Selvi Ayu Meilina
Facebook: Selvi Ayu Meilina

Cerpen Kancil Penipu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


My Live Story

Oleh:
Namaku Yora, Kucing Peliharaan Majikanku, aku diadopsi oleh seorang Majikan yang berumur 10 tahun, dia sangat baik kepadaku. Ia mengenalkanku kepada Frankin yang kini menjadi suamiku, Frankin pernah bercerita

Rubah Yang Sombong

Oleh:
Pada Suatu hari di hutan yang lebat hiduplah seekor rubah. Rubah tersebut sangatlah sombong, serakah dan dia selalu iri kepada hewan yang bisa melebihi dirinya dalam hal apapun. Awalnya

Anak Kucing Yang Tidak Bersyukur

Oleh:
Dahulu kala, lahirlah seekor anak kucing. Ia tidak bersyukur dilahirkan dari perut ibunya, mengapa? karena ibunya itu seekor kucing yang kurus, jelek dan kotor. Anak kucing itu tidak mau

Nana Si Burung Baik Hati

Oleh:
Suatu hari hiduplah seorang burung nuri baik hati di hutan amazon, yakni nana. Dia sudah banyak sekali dikenal oleh hewan-hewan lain karena dia suka sekali tolong menolong, memberi dan

Jadilah Seperti Si Kelinci

Oleh:
Dahulu kala, di hutan yang jauh dari kehidupan manusia, hiduplah beberapa hewan. Dimana mereka saling membutuhkan satu sama lain, saling bekerja sama, dan mereka menganggap seperti keluarga walaupun berbeda

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *