Putri Minaus

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Fabel (Hewan)
Lolos moderasi pada: 16 October 2017

Ini kisah masa lampau, dari seorang tuan putri. Ia tinggal di sebuah kerajaan besar yang terbuat dari berkilo-kilo ton keju, tuan putri itu bernama putri minaus(putri tikus). Nan jauh di sebrang kerajaan keju, berdirilah kastil kokoh yang terbuat dari berbagai tulang, salah satu komponen penyusunya adalah tulang tikus. Raja dari kerajaan itu bernama raja kucing, raja kucing mempunyai seorang putra semata wayang pangeran meong namanya. Pangeran memiliki paras tampan dengan sifat bijaksana dan teramat baik hatinya.

Sebenarnya paras tampan yang dimiliki oleh pangeran berasal dari Ayahandanya (raja kucing), tapi sekarang wajah sang raja telah rusak semua mengelupas dan hancur bahkan, waktu pangeran kecil ia sampai menangis melihat betapa jelek wajah ayahnya. Wajah yang rusak itu didapat sewaktu peperangan sengit di medan tempur melawan si raja tikus putih dari seberang (Ayahanda putri minaus). Terselip dendam membara dari hati sang raja kucing terhadap raja tikus. Kedua raja besar yang teramat masyur itu telah lama menjadi musuh bebuyutan sampai saat ini.

Pada suatu hari putri minaus berhenti di sebuah telaga. Di telaga tersebut terdapat taman bunga yang indah dengan dikelilingi oleh kupu-kupu nan berwarna-warni. Disaat yang sama seorang pangeran datang bersama panah di tangannya.
“bangsa tikus apa yang kau lakukan di sini, jangan-jangan kau seorang mata-mata yang memantau kaum bangsaku”. sambil menodongkan anak panah ke arah putri minaus.
“maaf tuan hamba bukan mata-mata, hamba hanya seorang pengembara yang singgah di telaga indah ini”
“kau bohong! bagaimana aku bisa percaya kalau kau bukan mata-mata”.
“saya tidak punya apa-apa untuk membuktikan kalau hamba ini bukan mata-mata. Apa daya kalau tuan tak percaya, kalau demikian tuan bisa membunuhku.”
Pangeran itu terkejut mendengar perkataan si putri minaus belum pernah ia melihat seorang wanita pemberani yang rela mati demi membuktikan perkataannya.

“kenapa tuan? Kenapa tuan tidak membunuh hamba. Hamba janji tak akan melawan”.
“aku memang benci dengan bangsa tikus tapi, aku tak mungkin bisa membunuh seorang wanita jujur sepertimu terlebih lagi dari wajahmu aku melihat bahwa kau ini adalah wanita baik-baik. Perkenalkan namaku meong, pangeran meong”.
Putri minaus terkejut dengan perkataan yang diucapkan pangeran itu.
“Saya minaus, putri minaus anak raja tikus putih dari seberang yang merupakan musuh bebuyutan Ayahanda pangeran”.
“oh jadi kamu si putri minaus, putri dari kerajaan keju yang katanya cantik seantero negeri ini, ternyata aslinya cantik juga”
“terimakasih pangeran atas pujianya”.
“iya sama-sama”
“pangeran enggak marah setelah tahu kalau saya ini anak dari musuh ayah pangeran?”.
Pangeran berlanjak dari posisinya. Ia kemudian memandang ke arah telaga.
“kenapa harus marah lagian yang bermusuhan orangtua kita bukan kita kan?”.

Sejak saat itu putri minaus dan pangeran meong sering bertemu, mereka sering main di tepi telaga, seperti main Ciprat-cipratan air, nangkap kupu-kupu, kejar-kejaran dan masih banyak lagi. Tak heran pertemuan yang teramat sering tersebut membuat benih-benih cinta muncul di hati mereka, dengan seikat bunga dan sebuah kalung turun-temurun pemberian dari almarhum ibundanya pangeran meong mengungkapkan cintanya. Putri minus menyambut niat itu dengan suka ria, mereka pun menjalani kisah cinta itu dengan penuh kebahagiaan.

Sampai suatu ketika percintaan mereka terdengar di telinga raja kucing dan raja tikus, tabuh genderang peperangan bergema membuat bulu kuduk semua makluk di seluruh dunia merinding.
Hasil dari peperangan itu adalah sebuah kematian, iya kematian kematian dari pangeran meong. Ia terbunuh di tangan Ayahandanya sendiri raja kucing karena menyelamatkan Ayahanda putri minus dari pintu kematian.

Sepeninggalan pangeran meong putri minaus menjadi terpuruk. Ia sangat terluka bahkan tak ingin hidup lagi di dunia ini.
Ayahandanya membawa sebuah surat yang terbuat dari daun lontar, surat itu merupakan pemberian dari pangeran meong.
Isinya:

Biar pukulan mendarat di wajah ini, aku tetap mencintaimu.
Biar pedang menancap di perut ini, aku tetap menyayangimu.
Biar tali menjerat leher ini, aku tetap mengasihimu.
Biar nyawa taruhanya, sampai kapanpu aku akan tetap memilih.
Hanya kau satu-satunya pengisi ruang hatiku.
Tuan putri minaus tersayangku kau haya bisa jadi milikku pangeran meongmu ini.
Kutunggu di sana, jaga dirimu semoga kita bisa dipertemukan di tempat yang merestui kita untuk bersama.

Cerpen Karangan: Wayan Nilawati
Facebook: Wayan Nila

Cerpen Putri Minaus merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Jagalah Mataku

Oleh:
Apa kamu mendengarku. aku ingin sekali menyentuhmu, berbagi cerita tentang masa yang hilang.. aku ingin melihatmu seutuhnya. berikan aku cahaya untuk melangkah, Berikan aku tangan yang menuntunku kuat. apa

Dinda

Oleh:
Aku rindu hal yang bodoh itu, saat aku tak ingin pulang padahal sudah tengah malam. Hanya untuk mendapat kata “iya” dari maaf karena kesalahanku. Aku ingin sekali mengulanginya, sungguh.

Bahagia Bertepuk Sebelah Tangan

Oleh:
Salahkah jika aku mencintaimu? Meskipun ini hanya perjodohan, tapi hatiku telah seutuhnya untukmu! Namaku adalah Anisa, lengkapnya Anisa Hayu Lestari, baru-baru ini ayah dan ibuku menjodohkanku dengan seorang pria

Masih Di Sini Menunggumu

Oleh:
Malam ini, aku duduk di atas batu di depan rumahku sambil menatap bintang-bintang dan rembulan, mengharapkan kau berada di sini menemanikuaku begitu bodoh. Menunggu cinta yang tak pasti, cintanya

Ini Tentangmu (First Love)

Oleh:
Bertahun sudah, cinta Kira-kira hampir 4 tahun berlalu tanpa sapaan lembutnya lagi. Kesalahan atau memang aku yang salah, entahlah.. Sejelasnya aku hanya bisa bersembunyi di dalam kepalsuan yang ada.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *