Rusa Dan Monyet

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fabel (Hewan)
Lolos moderasi pada: 3 February 2016

Di dalam hutan yang dalam, Rusa sedang berjalan ke rumahnya saat di perjalanan pulang ke rumahnya ia bertemu dengan monyet sahabatnya. “Hai Monyet.” Sapa Rusa kepada Monyet. “Rusa.” Monyet menghampiri si Rusa.
“Monyet apa yang kamu bawa itu?” Monyet membawa setandang pisang di belakangnya.
“Oh ini, ini pisang Rusa.”
“Monyet, aku lapar. Boleh tidak aku minta 2 atau 3 biji buah pisangmu?” Rusa meminta pisang di Monyet.
“Baiklah ini.”
“Makasih Monyet.”
“Sama-sama.”

Rusa melanjutkan perjalanan ke rumahnya dengan membawa 3 buah pisang, saat di dalam perjalanan Rusa merasa kelaparan sehingga ia memakan 1 buah pisang yang ia bawa. Sehingga sisa dua, saat di dekat rumahnya Rusa tidak sadar kalau Pisang yang ia bawa jatuh semua, saat Rusa sampai di rumahnya ia baru menyadarinya. “Pisangku?” Rusa mencari dua buah pisangnya yang jatuh tadi. Dan tiba-tiba hujan pun turun dengan lebat, Rusa memutuskan kembali ke rumahnya dengan perasaan sedih karena dia tidak mendapatkan 2 pisangnya yang jatuh tadi. Keesokkan harinya di pagi yang cerah Rusa ke luar dari rumahnya dan ia mendapatkan pisangnya yang sudah basah dan ditutupi tanah dekat jalan di rumahnya.

“Ini pisangku yang kemarin, tapi pisang ini sudah kotor dengan tanah.” Rusa pun memutuskan untuk menanam buah pisang itu. Setiap hari Rusa rajin menyiram pisangnya, ia setiap hari mengambil air dari sungai di samping rumahnya, dan ia menyiram pohon pisangnya setiap hari. Setelah bertahun-tahun 2 pohon pisangnya tumbuh besar dan tinggi dan lagi buah pisangnya lebat semua, dan besar-besar. Rusa ingin memanen buah pisangnya tapi ia tidak dapat memanjat pohon pisangnya, sehingga ia meminta bantuan ke Monyet.

“Monyet tolong ambilkan pisang-pisangku di atas pohon.”
“Rusa, di mana engkau bisa menanam pohon pisang yang menajubkan ini.” Monyet terpesona dengan buah pisangnya Rusa. “Pohon ini berasal dari Buah pisang yang engkau pernah berikan kepadaku.”
“Baiklah Rusa aku akan memanjatkan pohon ini untukmu.” Monyet memanjat pohon pisangnya Rusa, dan Rusa menunggu di bawah pohon.

“Rusa.” Monyet beteriak dari atas pohon.
“Iya Monyet.”
“Aku boleh makan buah pisangmu ini?”
“Boleh Monyet, tapi kamu harus menurunkan pisang-pisang itu nanti.”
“Iya Rusa.” Monyet memakan 1 buah pisang di atas pohon pisangnya Rusa, dan Monyet tergiur dengan buah pisangnya Rusa yang manis itu, sehingga monyet tinggal memakan buah di atas pohon pisangnya Rusa dan Monyet tidak menurunkan buah pisannya Rusa.

“Monyet cepat engkau turunkan buah-buah pisang itu!!” Rusa beteriak ke monyet dari bawah pohon.
“Rusa, pohon ini berasal dari buah yang aku berikan kepadamu, jadi buah dari pohon ini juga adalah hakku.” Monyet menjadi egois. “Tapi Monyet engkau telah memberika kepadaku, dan pohon ini aku rawat hingga bertahun-tahun.”
“Tetap saja ini adalah pohonku juga, karena pohon ini berasal dari buah yang ku berikan kepadamu.”
“Tapi Monyet, engkau berikan kepadaku 3 biji, dan engkau telah makan buah pisangku di atas pohon sebanyak 20 biji.” Monyet hanya berdiam di atas pohon dan memakan buah pisangnya Rusa dengan rakus.

“Baiklah Monyet, jika engkau memakan buah pisangku yang ke 30 engkau akan mendapatkan musibah.” Monyet menghiraukan perkataan Rusa, dan Rusa pun masuk ke dalam rumahnya sambil menangis, tapi monyet tinggal memakan buah pisangnya Rusa di atas pohon, hingga Monyet memakan buah ke-30 datanglah sebuah angin yang besar, sehingga pohon yang monyet naikki rubuh ke dalam sungai yang deras.

“Rusa tolong aku. Rusa.” Monyet meminta bantuqn ke rusa.
“Monyet itu hukumannya karena engkau telah memakan buah pisangku hingga ke-30, engkau berikan kepadaku 3 biji tetapi engkau memakan pisangku di atas pohon dengan nikmatnya hingga 30 buah, jadi monyet itu hukuman bagimu karena telah rakus dan egois.”
“Rusa maafkan aku!”
“Sudah terlambat Monyet, Air sudah di leher.”
Dan monyet pun hanyut di sungai tersebut dan mati di sungai itu.

Cerpen Karangan: Afnei.N.B.Tumba
Facebook: Billy Ngan
Jadi dalam cerpen yang saya tulis, memberikan makna kalau kita jika memberikan sesuatu harus dengan hati yang ikhlas, jangan rakus seperti monyet yang meminta imbalan 10 kali lipat dari pemberiannya. Semoga cerpen yang saya buat dapat terhibur.

Cerpen Rusa Dan Monyet merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Makhluk Mati dan Benda Hidup

Oleh:
Langit abu berangsur-angur menjadi gelap. Gemuruh guntur sayup-sayup terdengar berbarengan dengan gema adzan isya. Rintik hujan mulai jatuh membasahi atap amben bambu. Nampak kekecewaan timbul pada wajah pengunjung warung

Kisah Lebah dan Bunga

Oleh:
Suatu hari ada lebah yang bernama popo. Ia merasa lapar. Ia berkeliling taman untuk mencari madu. Sebenarnya ia sudah menemukan bunga yang di dalamnya banyak sari madu, tetapi bunga

R.I.P

Oleh:
Kau terbang menghampiriku. “Sendiri?” tanyamu. Aku menggelengkan kepala, tidak mau menjawab, maksudku. Tetapi sepertinya kau salah mengerti. “Ooo. Di mana sahabat-sahabatmu?” Sebenarnya kamu siapa? Untuk apa menanyakan sahabat-sahabatku? Pergilah.

Lomba Menari

Oleh:
Siang itu, Matahari lumyan sejuk untuk Kara menari dengan sayap warna putih indahnya itu. Kara memang sangat mahir menari apalagi, Kalau menari gerakan kupu kupu. Begitu juga Ibu Kara

Raja Hutan

Oleh:
Di sebuah hutan, hidup berbagai macam hewan seperti kucing, kelinci, kerbau, harimau, gajah, singa, zebra, dan lain-lain. Mereka selalu hidup rukun dan damai. Mereka saling membantu, berbagi, dan saling

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *