3 Sahabat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 12 February 2020

Hari ini langit cerah seperti biasa dan warga Desa Konohagakure melakukan kegiatan seperti biasa, Ucup dan Paijo pun juga melakukan kegiatan seperti sehari hari. Tapi semua itu berubah saat tiba-tiba Udin menyerang Desa Konoha. Udin tiba-tiba langsung menyerang dan menghancurkan Desa konoha dengan membabi buta hingga ada seorang warga desa yang hampir terkena reruntuhan bangunan, sesaat sebelum reruntuhan itu jatuh mengenai warga desa tadi ada sesosok pria yang berlari kencang menyelamatkan warga desa tadi. Sesosok pria tadi ternyata adalah Ucup. Tak lama kemudian Paijo pun datang.

Setelah diselamatkan warga desa tadi langsung mengucapkan terimakasih kepada Ucup “Terimakasih Ucup karena tadi sudah menyelamatkanku yang hampir saja terkena reruntuhan bangunan.”
“Iya, sama-sama, sekarang cepatlah menuju pengungsian bersama warga desa yang lain, yang di sini biar aku dan paijo yang urus!” Jawab Ucup.
“Baiklah” ujar warga desa sambil berlari menuju pengungsian.

“Wah tadi hampir saja, untung kau dengan cepat menyelamatkannya.” Ujar Paijo
“Iya, tapi sekarang kita harus fokus untuk menyelamatkan desa dan menghentikan Udin karena ia adalah teman kita.” Jawab Ucup.
“Ya betul ayo kita selamatkan desa dan menghentikan Udin agar tidak semakin menjadi-jadi.” Ujar Paijo dengan semangat.

Sesampainya Ucup dan Paijo di dekat Udin yang menggamuk, Ucup pun langsung menyusun rencana untuk menghentikan Udin.
“Jo, paijo sekarang tugasmu adalah menyelidiki apa yang terjadi pada Udin, aku akan mengalihkan perhatiannya, kau terus selidiki dia ya, kalau sudah bilang aku, Mengerti?” Ujar Ucup menyusun rencana
“Baiklah, aku mengerti.” Balas Paijo menggangguk mengerti.

“Baiklah sekarang aku akan mengalihkan perhatian Udin.” Dengan percaya diri Ucup berlari menuju ke arah Udin. lalu melempar sebuah batu untuk menarik perhatian Udin yang sedang menghancurkan desa.
“Hoiiii Din sini serang aku saja.” Ujar ucup untuk mengalihkan perhatian Udin, setelah itu Udin terlihat marah lalu menyerang ucup dengan kekuatan api yang udin miliki “Arrrrggggghhhh” Udin terlihat menjerit tidak jelas lalu Udin berkata lagi “Element Api: Bola api” Udin mengarahkan serangan bola apinya itu kepada Ucup, karena tak ingin terpanggang api milik Udin, Ucup pun mengeluarkan jurus element airnya untuk melawan balik serangan Udin “Elemen Air: Bola air” terjadilah pertempuran yang sengit dan seimbang antara Ucup dan Udin.

Tak lama Pijo pun berteriak kepada Ucup.
“Ucuuuup!!! Aku sekarang sudah tau, ternyata Udin kerasukan roh jahat dan cara menghentikannya adalah dengan memukul bagian belakang kepala Udin.” Teriak Paijo keras kepada Ucup
“Baikklah aku akan mengikat Udin dengan element airku, setelah itu kau pukul bagian belakang kepalanya” jawab Ucup
“Baiklah” ujar paijo lalu bersiap siap memukul bagian belakang kepala Udin

Setelah pertempuran yang sengit antara Ucup dan Udin tadi, Ucup pun langsung mengeluarkan jurusnya lagi “Elemen Tanah: Pembelah aliran tanah”

Tak lama terjadilah gempa yang maha dahsyat yang menghancurkan seluruh Desa Konoha. Untuk menghentikan Udin agar tidak semakin bertambah parah Ucup pun mengeluarkan jurus pengikat air nya yang berguna untuk menghentikan gerakan Udin secara sementara “Elemen Air: Cambuk pengikat air” Udin pun tak bisa bergerak banyak, lalu tanpa aba-aba dari Ucup terlebih dahulu Paijo pun dengan sigap langsung memanfaatkan kesempatan ini dengan langsung berlari dan memukul bagian belakang kepala Udin. Tak lama setelah itu muncullah asap hitam pekat yang keluar dari mulut Udin. Setelah beberapa menit jatuh pingsan Udin pun akhirnya tersadar kembali seperti sedia kala.

“Terimakasih teman-teman, kalian berdua telah menyelamatkanku dari roh jahat dan maafkan diriku juga, karena aku telah menghancurkan desa.” Ujar Udin menyesal.
“Sudah tak perlu dipikirkan, yang penting kau sudah pulih kembali seperti biasa, itulah yang terpenting. Sekarang ayo kita bersama-sama membangun desa kembali!” Jawab Ucup dengan senyuman
“Baiklah, Ayo.” Jawab Paijo dan Udin serentak.

Setelah 1 tahun lebih, desa pun kembali normal dan semua warga desa dapat melaksanakan aktivitas seperti biasa. lalu Ucup, Paijo dan Udin pun menjadi 3 orang sahabat yang saling menjaga, melindungi dan saling menyayangi hingga ajal menjemput mereka.

Cerpen Karangan: Muhammad Hanafi Ravsanjani
Hanya seorang pelajar biasa yang masih perlu banyak berlatih

Cerpen 3 Sahabat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


My Age To Seventeen Years (Part 4)

Oleh:
Aku berdiri di depan cermin seakan tak percaya memandangi diriku begitu cantik dibaluti gaun mewah bewarna emas kecokelatan dengan hiasan penuh emas sungguhan mulai dari ujung kakiku hingga ke

Love Trip

Oleh:
Pelajaran pertama, sastra klasik. “Hari ini kita belajar tentang sastrawan, buka halaman 102” kata guru Katsuya. “Eh, SMS dari Kazu,” ucapku pada diri sendiri. Namaku Hirose Sara, 14 tahun.

Sang Dewa Kematian dan si Pengembara

Oleh:
Dulu disebuah desa terpencil konon ceritanya terdapat mahkluk yang mengerikan, ia dikenal warga sebagai Sang Dewa Kematian karena barang siapapun yang berhadapan langsung dengan dirinya orang tersebut akan mati

Tuhan dan Hantu

Oleh:
Bertepatan dengan hari Haloween, ia muncul di sana, di pinggir sungai tua, dekat tempat mainan anak-anak. Sebetulnya tak ada manfaatnya ia berdiri di sana. Kehadirannya di tempat ini tak

Kekejaman Cinta Budaya

Oleh:
Tik.. Tok.. Tik.. Tok.. Tik…. Suara detikan jarum jam di ruangan gelap ini membuat jantungku terasa ingin keluar dari tempatnya. Perkenalkan aku Ajeng Rahayu, aku adalah lulusan dari UNS

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *