7 Pengguna Gelang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Petualangan
Lolos moderasi pada: 19 May 2018

“Hahaha. Bocah-bocah ini yang dikirim untuk mengalahkanku. Graahhh!!! Jangan bercanda Aku adalah Rantai Makanan yang berada paling puncak” Monster Itu Berkata. “Sekarang Saatnya Ayo Semuanya” Dengan penuh semangat aku mengatakannya.

Pertulanganku Dimulai. Sesaat setelah aku menemukan benda aneh yang bebentuk oval, Aku memungut Benda itu Seketika Keluar cahaya yang sangat terang dari benda itu, Tiba-tiba aku Berada di suatu tempat, Benda berbentuk oval tadi berubah menjadi gelang yang terpasang di lengan kiriku Dan di tangan kananku terdapat secarik kertas yang entah dari mana asalnya. Dalam kertas tersebut tertulis “Kalian Bertujuh Terpilih Untuk Menyelamatkan Dunia ini, Temuilah orang yang bernama Aslan di kota Ascart dan Kalahkan raja dari monster-monster untuk kembali ke dunia kalian” Hanya itu yang tertulis tidak ada petunjuk apapun tentang dunia ini. Aku bergerak menuju sebuah kota yang terpencil

“Sepertinya Aku berada di bazar” pikirku, aku bertanya kepada paman penjual buah “Paman ini kota apa dan negara apa?” Tanyaku sembari memilih buah, padahal aku tidak mempunyai uang sepeserpun. “oh sepertinya kau seorang petualang, kau sekarang berada di negara Monoro yang dipimpin oleh Raja Bruto Kageyama dan ini adalah kota Ascart” Jawab paman sambil membersihkan buah sesekali melirikan matanya padaku. Aku pun bertanya lagi kepada paman si penjual buah tadi “jadi ini kota ascart, kebetulan sekali. Paman apakah paman tau orang yang bernama Aslan?” “hmm, Aku pernah mendengar yang namanya Aslan, Tapi itu bukan nama orang melainkan nama tempat” ujar paman. “Nama tempat ya (Sambil menggaruk kepalaku yang terasa pusing) Kira-kira paman tau di mana tempatnya?” balasku. Paman si penjual buah berdiri memegang pundaku dan berkata “Sebaiknya kau jangan ke sana, di sana ada banyak monster Tapi jika kau bersikeras untuk ke sana, Pergilah ke arah hutan bagian timur. Ingat hati-hati karena banyak monster di sana” “Terimakasih paman” aku berterimakasih sambil bersalaman.

Aku pun menuju hutan bagian timur, Hutan sudah terlihat dari tempat aku berjalan. Aku melihat seseorang yang sedang diserang oleh beberapa orang atau diserang oleh monster. Tubuhku bergerak sendiri entah apa yang ada di pikiranku aku berlari untuk menyelamatkan orang tersebut “kenapa apa yang aku lakukan, kenapa tubuhku bergerak untuk menyelamatkan orang itu” ucapku sambil berlari, dalam hatiku aku berucap Seandainya aku memimiliki senjata, seandainya saja…
Tiba-tiba di tanganku sudah ada 2 Pedang dan aku merasa mendapat kekuatan yang begitu besar. Membuatku Terheran-heran tapi tidak ada gunanya memikirkan itu.

Sesampainya di sana langsung aku ayunkan pedangku ke arah monster dan dalam sekejap monster itu aku kalahkan “Kamu tidak apa-apa” tanyaku sambil terengah-engah
“Syukurlah, Saya tidak apa-apa tuan, terimakasih atas pertolongannya” sambil membungkuk. Dia mengambil sebuah kantong yang terikat di belakanngnya dan berkata “ini tuan ambilah, mungkin tidak seberapa tapi terimalah” “Tidak, teriamakasih simpan saja buat kamu” jawabku sambil mendorong kantong tersebut. “Terima saja tuan, ini rasa terimakasih saya karena tuan telah menyelamatkan nyawa saya” “Baiklah saya terima, Tapi jangan panggil saya tuan, panggil saja kirigaya” kataku, “hmm Kirigaya ya, Sekali lagi terimakasih pertolongannya, saya izin pergi dulu ya karena masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan” sambil berjalan menuju barat “oke, hati-hati di jalan” jawabku.

Aku melirik ke arah monster yang aku kalahkan tadi, seketika monster itu berubah menjadi peti aku dekati peti itu kubuka dan kulihat. Aku terkejut melihat isinya dan terdiam sekejap sambil berkata “hei yang benar saja, bukankah ini mirip seperti game RPG”. Isinya adalah baju dan uang, ini seperti bermain game RPG dimana kita mengalahkan musuh lalu mendapat item.

Aku segera melanjutkan perjalanan sesampainya di hutan aku melihat sebuah rumah aku pun menuju ke sana dan Aku melihat seorang kakek berdiri di teras rumah tersebut, aku menghampiri kakek tersebut “Oh yang terakhir kah” kata kakek sambil tersenyum
percakapan pun terjadi antara aku dan kakek
“apakah kakek yang bernama Aslan”
“ya, aku adalah Aslan, ini kartumu”
“Apa ini kek?”
“Itu adalah statusmu sekarang, Kartu itu yang menunjukan tingkatmu, skilmu, kehebatanmu dan kartu itu bisa memperkuatmu”
“Apa maksudnya itu? Ada banyak hal yang ingin saya tanyakan tentang apa yang sebenarnya terjadi”
“Aku tidak tahu apapun, aku hanya disuruh untuk memberikan kartu itu saja. Dan walaupun aku tahu aku tidak bisa memberi tahu”
“hmm Begitukah” dengan rasa kecewa
“Namun satu hal yang pasti kamu harus mengalahkan raja dari para monster-monster agar bisa kembali ke tempat asalmu”
Kakek Aslan pergi begitu saja tanpa meninggalkan jejak. Aku yang kebingungan akan semua kejadian ini tak mempedulikan hal tersebut.

Aku mencari penginapan dalam perjalananku, aku berhasil menemukannya dengan harga yang cukup murah yaitu 3 koin untuk satu malamnya. Aku Pergi pagi untuk mengalahkan monster dan kembali pada sore hari untuk beristrahat, hal tersebut aku lakukan setiap hari tak terasa sudah satu bulan lebih aku berada di dunia ini. Hari ini seperti biasa aku pergi untuk mengalahkan monster, aku melihat seorang gadis dikejar-kejar oleh monster. Aku berlari menyelamatkan gadis itu. Aku melihat gelang yang sama pada lengan kirinya dan memberanikan diri untuk bertanya “a.. apakah kamu salah satu dari 7 anak yang terpilih untuk menyelamatkan dunia ini?” “Ya” jawabnya dan bertanya balik “jadi kamu salah satu dari 7 anak yang terpilih juga ya. Wah kebetulan sekali aku sedang mencari mereka yang terpilih untuk mengalahkan Raja dari monster-monster agar bisa cepat pulang ke rumah” “ingin mengalahkan Raja dari monster-monster ya, tapi kenapa kamu lari tadi?” ujarku “Itu karena aku tipe pendukung, yang bisa kulakukan hanya membantu mereka yang bertarung” ujar gadis tersebut. “Oh iya kita belum kenalankan. Namaku Pina Sabela panggil saja pina” Sambil tersenyum ke arahku “wajah cantik dengan senyuman indah, inikah yang dimanakan cinta pandangan pertama” kata hatiku berucap “ada apa kok diam saja” kata Pina “o..o, na.. namaku Kirigaya Syau, Panggil Kirigaya saja” Balasku. Mulai sejak itu aku dan Pina mencari Orang yang menggunakan gelang untuk Bergabung dan mengalahkan Bos dari Monster-Monster.

1 bulan 2 bulan 3 bulan telah berlalu kami berhasil menemukan 4 pengguna gelang yang memiliki karakter yang berbeda dan kekuatan yang berbeda pula. Aku yang ke 7 memiliki skill kecepatan, yang ke 6 Pina Memiliki skill Heal, yang ke 5 Rook memiliki skill kegelapan, ke 4 jin yang memiliki skill bertahan, yang ke 3 Rudy dengan naga kecil yang bernama jave memiliki skill Api, yang ke 2 Lania dengan skill Es. Dari semua skill tersebut, semuanya memiliki kekuatan tersendiri.

Setengah tahun Kami berenam mencari nomor 1 canda, tawa, sedih, kami lalui bersama bahakan sempat ada perselisihan. Malam itu hujan turun, aku melihat teman-teman sedang asik bercanda gurau akupun tersenyum sendiri. Aku keluar duduk di teras dengan santainya. “Sepertinya aku sudah nyaman berada di dunia ini. Aku yang di duniaku tidak pandai bersosialisasi, tidak punya banyak teman, pnyendiri, Sangat berbeda dengan aku yang berada di dunia ini” kataku dengan suara yang berbisik.

Keesokan harinya kami kembali mencari nomor 1, Rudy menemukannya dan langsung menyuruh naga kesayangannya memberi tahu ke semuanya. Kamipun langsung mendatangi Rudy “Sepertinya dia sedang beristirahat” kata jin dengan suara yang pelan. Kami semua menghampiri si nomor 1, dia langsung berkata “Ohh, jadi kalian menyatukan kekuatan. Hmm menarik sekali” dengan nada yang sombong dia mengatakannya “Hei sombong sakali kau, ayo kita bertarung” kata jin dengan nada tinggi sambil mengacungkan pedang dalam sekejap jin dikalahkan bahkan kami juga diserang dan kalah dalam sekejap juga “Kalian begitu lemah, tidak akan bisa mengalahkan Dellbai sialan itu” katanya “Dellbai? Siapa dia”tanya Rook “Begitu ya jadi memang benar kalian sangat lemah. Dellbai adalah Raja dari Monster-monster” jawabnya “jadi kau pernah bertarung melawan Dellbai?” tanya Rook lagi “Dia begitu kuat, Pertempuran kami begitu lama dan sengit tapi aku kalah” jawabnya sambil bergaya “kenapa kamu masih hidup” Tanya Rudy “Tentu saja aku melarikan diri” katanya sambil memasang ekspresi kecewa “Kalau begitu Kami semua akan melawannya” jawabku “Melawan ku saja kalian tidak mampu, apa lagi melawan Dellbai itu” jawabnya “Itu secara individu, tapi bagaimana kalau kerja sama pasti kemungkinan menang lebih tinggikan” kataku “Kau yang sangat bersemangat, ayo kita bertarung” kata nomor 1 “Tidak, kirgaya jangan melawannya kamu pasti akan kalah!” Kata Pina sambil memegang tanganku “Kalau tidak dicoba kita tidak akan pernah tau kan” jawabku sambil melepaskan genggaman Pina.

Kami berdua bertarung beberapa kali aku terjatuh, bahkan aku tidak bisa menyentuhnya “woyy ada apa, sudah menyerahkah” kata nomor 1 sambil tersenyum jahat “Tidak ada kata menyerah dalam hidupku” jawabku Pertarungan berlangsung lama aku jatuh pingsan tidak sadarkan diri. Tidak lama aku terbangun dari pingsanku “Apa kau baik-baik saja, bodoh kenapa kau melakukan semua ini” Kata Pina sambil menangis, aku hanya terdiam melihat ekspresi pina Tiba-tiba nomor 1 mendekat aku langsung berdiri dan mengambil posisi bertarung “Eeet sudah pertarungan sudah berakhir, Mungkin kau kalah dalam pertarungan tapi kau menang dalam Tekad” kata nomor 1 “Namaku Kirigaya Syau, panggil saja kirigaya, Namamu?” Tanyaku “Panggil spike saja, baiklah aku akan ikut bertarung melawan Dellbai, Kita akan bertemu disini 3 hari lagi. Persiapkan diri kalian” ujar spike sambil berjalan menjauhi kami “Kamu mau ke mana? ikutlah bersama kami ke markas” ajak ku “masih banyak peerjaan yang harus kuselesaikan” dia semakin jauh berjalan ke arah selatan. Kami pulang ke markas.

1 hari 2 hari sudah berlalu besok kami akan bertarung dengan Dellbai. Karena hari sudah malam Kamipun tidur untuk persiapan esok. Aku yang tidak bisa tidur karena gelisah, duduk di teras disapa angin yang sejuk aku tertidur, tidak lama aku dibangunkan pina “Kenapa kamu tidur di luar?” tanya pina “Aku gelisah Pin, aku tidak bisa tidur” jawabku dan bertanya “kamu kenapa keluar malam-malam begini” “Aku juga gelisah, Besok kita akan melawan monster yang kuat” jawab Pina “Aku akan melindungimu, aku janji” dengan penuh percaya diri ku ucapkan itu Pina tidak menjawab tapi dia tersenyum padaku, Senyum yang indah bagaikan bulan sabit.

Aku ingin menyampaikan perasaanku padanya dengan berani aku katakan padanya “Pin sebenarnya aku menykaimu, aku tidak ingin kehilanganmu” “aku juga menecintaimu Kiri, Kuharap kita bisa bersama lebih lama lagi” jawab pina “kenapa tidak, kita bisa bersama setelah semua ini selesai” Kataku “kalau begitu kita ketemuan di shibuya gimana” sahutnya “Shibuya, bukankah itu salah satu kota di jepang?” tanyaku “kamu dari jepang ya?” tanyaku lagi “iya, kenapa?” jawab pina “aku dari indonesia, kenapa kita bisa mengerti bahasa satu sama lain” tanyaku terheran-heran “eh, benarkah kamu dari indonesia, jadi memang benar kita tidak bisa bersama lagi” jawabnya sambil memasang ekspresi sedih “tapi pin, kita akan bertemu lagi kan” balasku “Entahlah” jawabnya
“bulannya cantik ya, dan udara di luar sini dingin” dia mengubah topik pembicaraan, kami berbicara sampai tertidur pulas di teras, saat aku terbangun dipagi hari selimut yang tebal menyelimuti kami. Aku membangunkan pina dan bersiap-siap untuk hari ini.

Kami semua berangkat menuju tempat yang telah dijanjikan di sana sudah ada spike yang menunggu kami semua. Tanpa basa-basi kami langsung menuju ke tempat Dellbai. Tak lama kami telah sampai ke tempat Dellbai “oh kau datang lagi, apakah kau sudah siap untuk mati?” ucap Dellbai dengan suara keras. “Bodoh aku tidak sendiri, aku mempunyai teman-teman yang siap bertarung” balas spike “Hahaha. Bocah-bocah ini yang dikirim untuk mengalahkanku. Graahhh!!! Jangan bercanda Aku adalah Rantai Makanan yang berada paling puncak” Monster Itu Berkata. “Sekarang Saatnya Ayo Semuanya” Dengan penuh semangat aku mengatakannya.

Kami semua mengeluarkan skill terkuat kami, dimulai dari Jin yang mengaktifkan mode bertahan saat dia berada pada mode ini menarik musuh untuk menyarangnya dia tidak akan terluka sedikit pun dalam mode ini, saat Dellbai fokus menyerang Jin, Lania menyerang Dellbai dengan kekuatan penuh Esnya sampai Dellbai membeku aku kira ini sudah berakhir tapi dia mengahncurkan Es milik lania dan penampilannya berbeda dari sebelumnya “Lumayan juga kalian anak-anak bisa membuatku berubah ke bentuk ini” kata Dellbai. Kelihatannya dia marah dia mengamuk Rook mencoba menghentikannya dengan kekuatan kegelapannya Rook menebas dengan pedangnya saat itu Aku melihat cahaya gelap yang melekat di tubuh Dellbai “Jadi itu Tebasan yang mematikan musuh dalam 2 detik yang dikatakan Rook” aku berbicara sendiri. Aku mendekati Rook dan bertanya “Kenapa dia tidak lenyap ini lebih dari 2 detik” “aneh sekali, sepertinya ini tidak mempan padanya” Balas Rook.

Rudi dan naganya mengeluarkan api yang begitu panas, api itu juga tidak berpengaruh pada Dellbai, Pina yang Berada di belakang bertugas membantu teman-teman yang sedang terluka. Aku melihat jurang yang begitu terjal dan dalam seketika itu aku mendapat sebuah ide untuk mengalahkan Dellbai “Spike bisakah kau memberi waktu sebentar” bisikku kepada spike yang berada di sebelahku “bisa, ada apa” jawab spike “Aku mempunyai Rencana, Tolong kau tahan dia sebentar dan arahkan dia ke arahku, jangan membuatnya banyak bergerak” kataku “suruh Lania membekukannya saja” kata spike “tidak bisa, kalau seperti itu aku juga akan mati. sudah kita tidak punya banyak waktu mohon bantuannya” kataku sambil berlari ke arah jurang dan melompat sejauh mungkin Pina yang melihat itu mencoba mengejarku “hentikan Spike ini aku Kiri” Kataku sambil menagkis pedang milik Spike “apa yang terjadi, di mana Dellbai” kata spike yang kebingungan.

Semuanya mendekat ke rahku dan spike “Dia jatuh kejurang, itu adalah skillku bisa bertukar tempat dengan orang dalam jangkauan tertentu” ucapku “Kiragaya bodoh kenapa kamu melakukan itu, seandainya saja skillmu tadi tidak aktif kau pasti mati” ucap Pina dia menangis dan marah padaku. “h..h..hey dia masih hidup” dengan gugup jin mengucapkannya “Sepertinya dia lebih lemah dari sebelumnya” kata spike “Kalau begini kita akan mudah mengalahkannya” sahut Rook “Kalian bocah berani melakukan ini padaku” Dellbai menangkap salah satu dari kami dia berhasil menangkap Pina dan berkata lagi “Enyahlah kalian semua” Dia tidak bergerak kami semua mengahmpirinya “Lari semuanya itu adalah bom yang beradiasi sangat jauh” kata spike. semuanya panik dan melarikan diri aku mencoba menyalamatkan Pina kucoba mengahncurkan tangan yang mencengkramnya tapi tangan itu tidak bisa hancur. Spike yang melihat itu berkata “Kirgaya sudahlah dia sudah tidak bisa diselamatkan” “yang dikatakan spike itu benar Kiri, larilah sejauh mungkin dari sini” ucap Pina “tapi..” ucapku yang dipotong Pina “sudahlah aku senang kamu sudah mencoba menyelamatkanku” “Pin aku sudah berjanji akan melindungimu” Kataku sambil berlari aku berlari sejauh mungkin sampai aku hampir tidak bisa melihat Pina.
Duar! ledakan yang sangat dahsyat

“Pina di mana Kirigaya” kata spike “aku tidak tahu tadi dia lari dan… jangan-jangan dia menggunakan skillnya untuk bertukar denganku” Kata Pina dia begitu sedih kehilanganku tiba-tiba ada suara tapi tidak ada orang “Selamat kalian semua telah berhasil mengalahkan Bos terakhir, Kalian semua akan aku beri 1 permintaan” “Apakah itu bisa dibawa ketempat asalku” kata Lania “tentu saja tidak, itu yang menentukan kalian akan kembali atau tetap berada di sini” ujar suara misterius itu “maksudnya?” jawab Lania “Kalian bisa meminta apapun tapi kalian akan berada di sini selamanya, jika kalian meminta untuk kembali, kalian akan pulang ke tempat asal kalian.” Balas suara misterius itu “Ingat 1 kali meminta tidak akan bisa dikembalikan jadi pilih dengan bijak” suara misterius itu berucap.
Semuanya menjawab “Aku ingin kembali ke tempat asalku” “lah, kenapa tidak terjadi apa-apa” kata Rudy “satu orang dari kalian belum menentukan permohnannya” Balas suara misterius “aku ingin Kau menghidupkan Kirigaya Syau” kata Pina.

“apa yang terjadi, apakah kita semua berada di alam baka” kataku. Pina menghampiriku dan langsung memelukku “Bodoh, Bodoh, Bodoh kenapa kamu melakukan ini” ucap pina dengan muka sedihnya. Aku yang kebingunan hanya bisa terdiam “Dia telah menggunakan permitaanya untuk menghidupkanmu kembali” Kata Jin “Kenapa permintaan kami belum dikabulkan” Ucap Lania “karena Kirigaya Syau belum menentukan permohonannya” aku terkejut mendengar suara yang tidak ada orangnya itu Spike pun menjelaskan semuanya padaku “Oh jadi seperti itu, Aku dan Pina Sabela ingin kembali ke tempat asal kami berada” Kataku.

Seketika tubuh kami bercahaya spontan aku dan pina berpegangan erat. Aku kembali ke tampat asalku di Antasan Senor tempatku kembali sama dimana aku menemukan gelang itu. Aku berlari menuju rumah “satu tahun lebih aku tidak pulang, Ibu pasti sangat khawatir” ucapku dalam hati.

Sesampainya di rumah aku melihat tanggal dan waktu ternyata masih sama tidak ada perubhan seakan-akan aku menjelah ruang dan waktu. Aku mencari Pina melalui internet 1 bulan lebih aku mencarinya di internet aku menemukannya dan aku hubungi lewat sms dalam bahasa jepang yang aku translate dari internet mulai sejak itu aku dan Pina selalu ngobrol lewat sms aku mulai belajar bahasa jepang dan pina juga mempelajari bahasa indonesia

Tamat

Cerpen Karangan: Ahmad Syauqi
Blog: syauqi-kun.blogspot.com

Cerpen 7 Pengguna Gelang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Giofeny Live For Love

Oleh:
Pada suatu hari di sebuah smp junior high school di jakarta terdapat kelas yang hanya berisi murid yang pintar dan kaya saja. Tetapi ada satu murid yang bernama Feny

Sebuah Kisah

Oleh:
Tanganku meraba-raba sekitar. Basah. Perlahan, aku menyadari aroma yang menguar dari tempatku berada. Daun. Kelopak mataku terbuka. Pupil mataku mulai menyesuaikan diri dengan cahaya sang surya yang masuk. Setelah

Dia Mirip Denganku

Oleh:
Aku terdiam di antara keramaian orang, Tangisan ada di mana-mana. Alunan yasin terdengar bagaikan nada biola yang menyayatkan hati. Aku mulai sesak mendengar ratapan semuanya. Mereka semua memanggil namaku,

Pangeranku Tanpa Sayap

Oleh:
Angin bertiup kencang. Langit kelabu. Daun-daun gugur berhamburan. Pohon-pohon bambu bergoyang. Ada suara seperti memanggil-manggil dari jauh. Tak lama kemudian hilang ditelan angin. Lalu guntur di langit seketika bergemuruh.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *