Adventure

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Misteri, Cerpen Petualangan
Lolos moderasi pada: 11 November 2017

“Apa kalian sudah siap?” tanya Sam pada keempat sahabatnya sembari menutup tas ranselnya.
“Tentu saja” sahut Rico yang masih sibuk dengan bekal makanannya. Mereka berlima akan berburu sebuah misteri, entah mimpi apa yang didapat Louis sehingga ia sangat bersikukuh mengajak rekannya untuk berpetualang ke Red Mountain, tempat yang belum pernah dijamah oleh seorangpun. “Baiklah, sementara ini tujuan kita yaitu mendaki, jangankan mencari misteri, tujuan kita pergi ini pun masih misteri” ucap Marsya, gadis cantik yang sangat pintar mendeteksi tempat tempat yang sangat aneh.

Sam, Louis, Rico, Susan, dan Marsya telah memasuki hutan menuju gunung merah. “Marsya, Awassss!!!” Louis sangat kaget melihat burung hitam yang melesat melintasi hampir di atas kepala Marsya. Keempatnya sangat terkejut, kedatangan mereka telah disambut dengan burung hitam tersebut.

Jalan demi jalan mereka lalui, Setibanya di pinggir anak sungai, Marsya menemukan jejak kereta yang nampaknya itu adalah jejak roda kereta tua, Marsya mencoba membuka kembali ingatannya dimana ia pernah melihat roda yang persis seperti jejak yang ia temukannya “Apa yang kau lihat” selidik Susan pada Marsya. “Ini baru 2 hari yang lalu” ucap Marsya. “Jejak apa itu?” tanya si gemuk Rico. “Iya aku ingat, ini adalah jejak roda Ratu kerajaan Majesty, aku melihat rodanya ketika aku di Museum yang umurnya lebih dari 800 tahun” Jelas Marsya yang penuh keyakinan. “Cekkrekkk!!! apa kau yakin? bisa saja itu hanya jejak hewan biasa” tanya Sam untuk jawaban yang lebih pasti sambil melihat hasil foto jejak itu di kameranya.

Louis mengusulkan untuk mengikuti jejak tersebut. Masih mengikuti ke mana arahnya jejak roda itu, mereka memasuki hutan belukar yang sangat gelap, pohon-pohon tua menjulang dengan tingginya, tidak ada sinar sedikitpun.

“Di mana Susan? Louis, Marsya, Rico langsung menengok ke arah Sam yang bertanya dimana Susan, “Ayolah Sam, kau sama sekali tidak lucu, ini bukan saatnya bercanda” Ucap Rico yang menyangkal bahwa ini hanyalah gurauan. “Sam, Susan berjalan bersamamu tadi” Ucap Marsya. “Untuk apa aku bercanda, tadi Susan memegang tanganku erat, tiba tiba ia melepaskan pegangannya dan ketika kulihat dia tidak ada” Jelas Sam. “Susan…!!! di mana kau” Teriak Marsya. “Aku tidak bisa melihat jejak apapun, di sini terlalu gelap” Ucap Marsya risau, tiba tiba Marsya menginjak benda keras, lalu Marsya mengambil benda tersebut “Ini sepatu Susan, lihat!! ini sepatu Susan” Sam, Louis, dan Rico mendekati Marsya “Susannnnnnnn!!!” teriak Louis “Kau tau Sam, a..kuu mencintainya, seharusnya kau menjaganya” Louis marah lalu memegang kerah baju Sam. “Cukup Lou, ini tak menyelesaikan apapun, kita tidak bisa menyalahkan Sam. Ini sudah terjadi, lagipula kau yang mengajak kami ke sini” Ucap Marsya. “Oh, kau menyesal ikut denganku, baiklah!!! jika kalian tidak mau membantuku, aku akan mencari Susan sendiri” Louis pergi dengan keadaan marah, meninggalkan teman temannya “Mar, Kata katamu telah menyinggungnya. Lou tunggu!!!” Rico lalu mengejar Louis.

“Ini memang salahku, harusnya aku menjaga Susah” sesal Sam. “Sam sudahlah, simpan kata katamu itu” Jawab Marsya. Marsya dan Sam tidak tau harus ke mana, mereka kehilangan 3 temannya, lalu Marsya dan Sam berjalan mengikuti arah perginya Louis dan Rico. Setelah berjalan, keluarlah mereka dari hutan nan gelap itu, hari pun ternyata sudah siang. Marsya dan Sam mendapati Louis dan Rico tengah duduk menangisi seseorang di hadapannya “Su….su…susan?” ucap Sam yang tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. “Susannnnn!!!” Marsya sangat histeris melihat sahabat karibnya susah putih memucat, terbujur kaku di pangkuan Louis. “Kami menemukan Susan sudah tidak bernyawa di sini, dan kami juga menemukan daun ini, daun ini memiliki tulisan, tapi kami tak mengerti tulisan apa ini” Jelas Rico. “Ini adalah tulisan kuno. ‘Sekarang kau hampir menemukan jawabannya Lou, tetap ikuti jejak yang kalian temukan kemarin’ ini untukmu Lou” Marsya menerjemahkan tulisan didaun yang ternyata ditujukan untuk Louis. “Jejak itu” Rico

Setelah menguburkan jasad Susan dengan layak, lalu kembali berjalan mengikut jejak roda kereta itu, raut keempatnya sangat sayu dan sangat terpukul atas kepergian salah satu teman mereka. “Tunggu!!! ke mana jejak itu? Aku tidak menemukannya” Ucap Sam, Marsya lalu menyelidiki keadaan di sekitar mereka, barangkali ada tanda untuk menuntun ke mana mereka kan melanjutkan perjalanan. Marsya melihat lumut aneh di sebuah pohon Ark, lalu Marsya melihat ke arah utara dimana lumut tersebut terletak.

“Teman-teman, lihat!!! Red Mountain” Ucap Marsya. Gunung itu ternyata sangat mirip dengan yang dilihat Louis di mimpinya. Akhirnya mereka sepakat berjalan menuju Red Mountain.

Sudah tiga hari mereka berjalan akhirnya sampai di bukit Red Mountain, sangat berbeda keadaan di tempat mereka berdiri sekarang, empat hari sebelumnya, mereka berjalan menjamahi hutan yang sangat sepi, jurang yang dalam, anak sungai yang amat deras. Kini mereka berdiri di bukit Red Mountai yang sangat indah, taman taman yang dipenuhi bunga dan tiba tiba “Kereta itu?” tunjuk Marsya yang mengarah ke barisan kereta-kereta yang sama dengan yang ia lihat di Musium, yang rodanya sama dengan jejak roda yang mereka temui beberapa hari yang lalu.

Mereka lalu berjalan ke arah kereta kereta itu, ternyata tak jauh dari situ, berdirilah gerbang tinggi yang di dalamnya istana sangat menyeramkan. Mereka memberanikan diri masuk keistana itu, setelah benar benar masuk, Terlihatlah sebuah singgasana yang diduduki seorang wanita yang terlihat menyeramkan, tak ada pengawal, anak buah atau apapun, ia hanya sendirian, “Sepertinya dia adalah Ratu di sini” Ucap Rico. Setelah membalikkan badan, alangkah terkejutnya Louis melihat siapa yang tengah berdiri itu “IBU!!?”

Cerpen Karangan: Yulia Yunara
Facebook: Yulia Yunara

Cerpen Adventure merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


5 Bulan Menghilang Aku Sendiri

Oleh:
Ku pandangi sebuah rumah yang tak berpenghuni itu dengan tatapan hampa, seharian aku menunggu. Di depan rumah itu, berharap ada seseorang yang membukakan pintu, terkadang aku tertidur di depan

Musuh Bebuyutan Si Kancil

Oleh:
Di suatu siang yang terik, ada seekor kancil yang sedang menyelinap ke kebun pak tani. Ketika si Kancil menyelinap semakin dalam ke kebun, ia menemukan sebuah wortel raksasa (mungkin

Jingga di Ujung Senja

Oleh:
“Nja, senjanya! The most perfect one!” “Hah? Mana? Huuh, nggak ah nggak. Biasa aja. Jingganya kayak kemarin. Nggak ada yang spesial.” “Duh, kamu! Kamu mau senja yang gimana, sih?”

Kronologi Gedung OnePiece

Oleh:
12 Agustus 2014, Mellbourne. Semua orang tampak sibuk. Berlalu lalang dengan tergesa gesa. Tak terkecuali diriku. Seorang pekerja kantoran. Tak habis pikir, aku masih terus menatap mereka mereka yang

Death Are Pending

Oleh:
Aku Tachibana Myuura. Aku dilahirkan oleh keluarga yang terpandang di Indonesia. Sebenarnya, aku dan keluargaku asli orang Jepang. Tetapi, karena alasan pekerjaan, ayah memutuskan untuk pindah ke Indonesia. Ada

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *