After Dusk (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 21 June 2015

Lelaki itu berdiri memandang ke ujung senja tempat matahari yang samar tak terlihat lagi. Angin sore menerpa permukaan kulit memberikan perasaan kering yang tak biasa. Perasaan kosong itu begitu mengganggunya, perasaan yang tinggal di hatinya sejak beberapa hari lalu.

Ring.. ring…
Sebuah ponsel genggam berbunyi menyadarkannya dari lamunan tak berarah itu. Percakapan singkat terjadi di antara dirinya dengan seseorang yang akan ia temui nanti,

“Baiklah, nanti kita bertemu di minimarket depan SPBU ok?”
“Ok, aku mungkin agak telat, seperti biasa…”
“Yah, aku tahu… dan aku akan tetap datang lebih cepat, seperti biasa ^ ^… ka… si…”
“Maaf suaramu tidak terdengar jelas…”
“.. Su.. na…”
Beep…
Ponsel itu berhenti bersuara, setelah sebelumnya terjadi gangguan suara. Ia mencoba menelfon kembali namun gagal karena sepertinya jaringan tidak tersedia. Lama, namun sepertinya gangguan jaringan tidak juga tersedia.

Ia berjalan menuju tepi bangunan di lantai tiga tersebut. Memperhatikan ke bawah dan mendapati beberapa orang juga mengalami hal yang sama. Mereka terlihat berjalan kesana kemari sambil mengangkat ponselnya sedikit tinggi seolah hal tersebut mempengaruhi penerima sinyal di ponsel mereka.

Langit mulai gelap, dan seperti biasa listrik masih padam untuk Daerah Medan dan sekitarnya. Gelap langit perlahan mulai menyelimuti kota dan beberapa manusia yang ada disana.

Lelaki itu masih memperhatikan dari atas sana. Lalu, sesuatu mulai terjadi. Tampak seseorang mengeluarkan ponsel yang bercahaya dari sakunya, lalu mengangkatnya. Disusul orang-orang di sekitarnya, begitu pula di tempat lain. Hal yang harusnya terlintas di pikiran orang-orang adalah bahwa jaringan telah kembali berfungsi. Namun, tak seperti yang diharapkan. Lelaki itu juga mendapati ponselnya berdering dengan tampilan aneh, yaitu Bar jaringan yang harusnya mengindikasi kuat sinyal yang diterima masih dalam garis merah atau ‘tidak ada sinyal yang diterima’
Ia mengangkatnya dan menerima sebuah pesan suara…

“Ini adalah siaran darurat untuk daerah Medan dan sekitarnya,
Kami menginformasikan kepada seluruh rakyat untuk segera menuju titik evakuasi 3°38’32?LU 98°52’42?BT Bandara Internasional KualaNamu
kami ulangi, Harap segera menuju Zona Evakuasi Bandara Internasional KualaNamu.”

Pesan seperti itu terus berulang dari setiap ponsel orang-orang yang berada disana. Kebingungan, dan kecemasan mulai menghantui masyarakat. Beberapa mulai membuat isu yang menimbulkan keributan sementara yang lain melakukan seperti yang diperintahkan.

Lalu apa yang ia lakukan? Lelaki itu tampak berlari menuruni anak tangga dengan tergesa dan mendobrak pintu untuk keluar dari rumahnya.
Ia dengan terburu langsung menginjak tuas kick starter dengan kuat dan melaju cepat di atas motor cross yang ia tunggangi.

Ia berkendara di jalur kiri seperti seharusnya, hanya saja sebuah mobil tampak melaju cepat dari arah berlawanan dan akan menabraknya. dengan cepat ia mengganti arah dan memasuki jalur pejalan kaki di atas trotoar membuat motornya terhentak dan kembali setelah mobil tersebut melewatinya.

Meski dalam hati mengutuk namun kejadian itu membuatnya semakin gusar akan apa yang sedang terjadi. Ia tiba di depan sebuah minimarket di depan SPBU dan mendapati seorang gadis tengah berdiri menunggunya disana.

“Hei, aku coba menghubungimu tapi sepertinya terjadi gangguan sinyal. Apa kau menerima panggilan aneh beberapa saat lalu?”
Lelaki itu tak langsung menjawab dan hanya menyeka keringat yang mengucur dari dahinya. Ia menggenggam tangan gadis itu dan menariknya untuk segera manaiki motor dan pergi meninggalkan tempat itu.

“A-ada apa!?”
“Aku juga nggak begitu mengerti, tapi sesuatu jelas terjadi, entah itu keadaan darurat yang ditetapkan pemerintah atau pembajakan skala global, yang jelas kita harus cari tempat aman. ayo naik…”
Lelaki itu memberikan sebuah senyum masam sebelum gadis itu menaiki motor dan melaju meninggalkan tempat itu.

Kota tampak begitu sesak dengan listrik yang padam dan lampu-lampu jalan yang tak bercahaya. Kegelapan seakan memacu rasa risau seluruh orang disana. Mereka melaju cepat mendahului kendaraan lain di depannya.

Sampai di sebuah persimpangan menuju jalan bebas hambatan yang hanya bisa dilalui kendaraan beroda empat atau lebih dikenal dengan jalan TOL.
Di persimpangan tersebut terjadi sedikit kemacetan karena salah seorang pengemudi berhenti dan memaki polisi yang mengatur lalu lintas.

“Kau polisi jadi jelasin sebenarnya apa yang terjadi”
Polisi itu tampak kewalahan dan terus menjawab hal yang sama,
“Tenang pak, teman saya sedang mengkonfirmasi dengan kantor pusat, berhubung jaringan komunikasi terputus jadi harap bersabar sedikit”
Tak lama setelahnya terdengar raungan mesin motor yang melaju cepat dan berhenti di depan Lelaki dan Gadis itu, sebuah kereta cros dengan plat polisi tiba disana. Sang pengendara dengan seragam lengkap dan bersenjata turun dari kendaraannya. Ia melerai pertengkaran antara satlantas dan pengemudi tersebut.

“Pinggirkan mobil anda,” ia mendorong sang pengendara dan menoleh ke arah satlantas lalu melanjutkan,
“Pandu seluruh kendaraan agar tertib memasuki jalan TOL, ini adalah perintah dari pusat, kami telah mengkonfirmasinya.”

Lelaki itu menghampiri sang Petugas bersenjata dan menanyakan sesuatu,
“Apa yang sebenarnya terjadi, apa berita evakuasi itu benar?”
“Ya, silahkan memasuki jalan Tol dan harap berkendara dengan aman.”
Perkataan tersebut mengkonfirmasi bahwa status Darurat telah diberlakukan pemerintah dan perintah evakuasi yang seluruh orang terima adalah benar.

Tanpa bertanya hal yang lebih jauh lagi Lelaki itu langsung mengemudikan motornya menuju jalan bebas hambatan dan melaju menuju Zona Evakuasi yang dituju.

Ia berada di depan, melaju meninggalkan yang lainnya…

Angin berderu di telinga gadis yang duduk di belakang sang pengendara motor cross, melaju dengan kecepatan berkisar 80~90 kmh. Kilauan kilauan cahaya yang terpantul dari potongan cermin-cermin kecil berwarna merah yang tersusun rapi di tengah aspal menjadi pemandu mereka menyusuri gelapnya jalan Bebas hambatan yang mereka susuri.

Sang lelaki hanya berfokus pada jalanan sementara gadis itu memperhatikan kondisi sekitar yang mereka lalui. Awalnya mungkin hanya sebuah perasaan mengganggu, namun setelah beberapa kali melihatnya, gadis itu tersadar bahwa beberapa kali ia telah melihat palang besi pembatas jalan tampak rusak.

Ia tak mengatakan apapun, sebab ia tak ingin mengganggu konsentrasi lelaki pengendara motor tersebut. matanya hanya mencoba mencari-cari pembatas jalan yang berlalu begitu cepat, apakah ada yang rusak lainnya. Sesaat setelahnya motor itu terasa melaju lebih lambat, dan mengubah arahnya ke jalur kiri.

“Ada apa..?”
“Kendaraan, ada mobil di depan…”

Memang itu adalah hal berbahaya jika mereka yang mengendarai motor terus melaju dengan kecepatan barusan jika ada sebuah kendaraan yang bisa kapan saja mengurangi kecepatannya di jalan bebas hambatan seperti itu. Perlahan jarak antara keduanya semakin dekat, sampai beberapa belas meter di depan mereka. Mobil itu terlihat dikemudikan sedikit ke kanan dan ke kiri tak begitu stabil, membuat Lelaki itu mengurungkan niat untuk mendahuluinya. Lalu,

Blar!

Sebercak cahaya terlihat saat ban mobil di depan mereka meledak hingga velg nya menghantam aspal dan tetap melaju. mobil itu tak stabil dan terus mengarah ke kiri. Lelaki itu langsung mengambil jalur kanan dan tepat saat mereka berpapasan melewati mobil tersebut, keduanya melihat sesuatu di dalam sana. Di balik sebuah kaca film yang tak terlalu gelap, sesuatu terlihat gusar dan bergerak brutal. Itu bukan gerakan manusia, tak ada manusia yang melakukan gerakan cepat dan liar seperti itu di dalam sebuah kendaraan yang melaju. Yang mereka saksikan adalah sesosok makhluk bertaring dengan lidah terjulur dan sepasang mata dalam gelapnya malam yang gusar sebab pemiliknya, sang pengemudi mobil menghempaskan kepalanya terus menerus ke arah stir mobil dengan keras. Berulang-ulang.
Brak-brak-brak-brak…

“O-orang itu kenapa!?!” Gadis tersebut tertegun melihat sang pengemudi mobil yang masih menghempaskan kepalanya yang bercucuran darah pada stir yang ia kemudikan.
Keran minyak pada karbulator motor membuka lebar membuat bahan bakar itu mengucur deras menghasilkan daya bakar lebih yang memacu motor tersebut melaju sangat cepat meninggalkan tempat itu.

“Han!! aku takut!!!” gadis itu berpegang erat dan berteriak pada sang pengendara yang memacu motornya di atas kecepatan rata rata.
sepasang mata yang terlihat shock terpaku pada jalanan yang terbentang jauh ke tempat yang mereka tuju. Lelaki itu tak percaya akan hal yang baru saja ia saksikan.

batinnya terus memikirkan hal itu.
aku pernah melihat hal itu… aku pernah…
itu adalah sejenis rabies… sebuah infeksi penyakit…
itu dimuat dalam sebuah berita di media sosial…
para ilmuan rusia dan korea utara tengah mengembangkan sebuah senjata biologi…
senjata pemusnah massal dari virus yang mereka kembangkan…
virus yang hampir sama dengan virus rabies…
virus yang mengakibatkan manusia berubah, melumpuhkan akal, meningkatkan adrenalin, rasa lapar dan tingkat kebuasan, dibimbing oleh naluri dasar makhluk hidup…
membunuh…

“Ini adalah siaran darurat untuk daerah Medan dan sekitarnya,
Kami menginformasikan kepada seluruh rakyat untuk segera menuju titik evakuasi 3°38’32?LU 98°52’42?BT Bandara Internasional KualaNamu
kami ulangi, Harap segera menuju Zona Evakuasi Bandara Internasional KualaNamu.”

Cerpen Karangan: M Fauza Hanafi
Facebook: https://www.facebook.com/mfauza.hanafi

Kalau ditanya After Dusk ini terinspirasi dari mana . . . .
ya tentu dari semua film dan komik zombie yang pernah saya lihat . . . .
Cth : H.O.T.D , World War Z , DawnoftheDead , dan beberapa film bagus lainnya . . . .
trus apakah disebut plagiat? nggak tau sih :>
yang jelas saya menyumbangkan ‘imajinasi’ untuk menulis ulang berbagai ide yang telah saya dapatkan, dengan ‘Cara saya’ sendiri . . .
Ide itu bersifat menular . . .
Kreatifitas dan Imajinasi seseoranglah yang menentukan sejauh apa ide itu bisa berkembang . . . ^ ^
dan dalam hal ini (karya tulis) kemauan untuk menulis tentunya . . . .

Cerpen After Dusk (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Seseorang Di Atas Loteng (Part 1)

Oleh:
Di suatu sore, terlihat seorang gadis berusia 17 tahun sedang sibuk mengemas barang-barang miliknya. Ia mengatur dan merapikan semua benda yang ingin ia bawa dengan hati-hati agar tidak ada

Nenek Sukarni Dan Putri Kerajaan

Oleh:
Pada suatu hari di sebuah desa, terdapat seseorang nenek yang sedang mencuci baju di pinggir sungai. Nenek tersebut bernama Sukarni. Sukarni bekerja sebagai petani ladang jagung dan singkong. Di

Misteri Waktu

Oleh:
Hal yang membahagiakan di dunia ini adalah dimana seorang manusia memiliki cinta, cinta akan seseorang yang kita sayangi, cinta terhadap keluarga dan cinta pada diri kita sendiri. Aku sendiri

The Mysterious Girl, Grudge

Oleh:
Bang.. Bang.. Bang.. Terdengar suara tembakan yang membuat riuh dan gaduh. Orang orang berlari menyelamatkan diri. Bang.. Bang.. Bang.. Suara tembakan itu kembali terdengar. “Kalian akan merasakan apa yang

Love Trip

Oleh:
Pelajaran pertama, sastra klasik. “Hari ini kita belajar tentang sastrawan, buka halaman 102” kata guru Katsuya. “Eh, SMS dari Kazu,” ucapku pada diri sendiri. Namaku Hirose Sara, 14 tahun.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

8 responses to “After Dusk (Part 1)”

  1. nia ai says:

    good.. ditunggu part selanjutnya ^^

  2. ilham says:

    well good, di tunggu lanjutanya

  3. rey says:

    udah gx savar nunngu kelanjutannya

  4. Fitri Az-Zahra says:

    Keren banget cerpennya!!
    Ditunggu ya kelanjutannya^^

  5. Riadhy says:

    cepat beri kami part 2

  6. Elegy says:

    apakah part(2)
    udah diposting?

  7. Tamama says:

    Kereen.. mana lanjutannya ?

  8. M Fauza Hanafi says:

    Makasih banyak buat Cerpenmu.com udh Publish karya saya. Dan Terimakasih banyak buat yang udah mau baca. Lebih lagi buat yang mau ninggalin komentar dibawahnya (T.T)

    Mau nangis bacanya, soalnya udah sempet berfikir cerpennya ga lulus moderasi. Mungkin Cerpenmu.com kewalahan dengan banyaknya Cerpen yang masuk dan ga sempet nerbitin cerpen ini, atau mungkin cerpennya terlalu kasar atau mengandung unsur Gore yang ga pantas untuk dibaca.
    Sampe saya putus asa (T.T) . Sy kirim Maret 2014, well ternyata 21 juni 2015 dipublish. Dan saya baru baca 25 Juni 2016. Setahun terus lompatnya . . .

    Jadi saya nulis Side Story sebelum kejadian After Dusk dan didedikasikan ke para pembaca dan beberapa yang Komen disini. Maaf ya namanya sy pake 😛

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *