Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Peramal Ulung

Mata anak itu memicing. Mentari pagi bersinar, mengentaskan temaram dini hari yang sunyi. Ekoinoks vernal, sangat terasa. Peronda malam telah dirumahkan. Selimut mereka bentangkan. Saat untuk istirahat. Di sisi lain, ratusan...

Aroma Pembantaian Alam Barzah (Part 2)

Pagi itu Samantha masih tertegun di meja tulis usangnya. Ia tak pernah tau apa yang harus Ia lakukan kecuali menulis dan berharap mimpinya akan terlaksana. Pagi yang menjenuhkan. Namun Samantha telah terbiasa dengan kondisi...

The Dark Fire

“Dark Fire, tempat di mana suatu kelompok hidup. Tempat yang berada di bawah simetri bumi, dan tempat ini, tak pernah ada manusia tahu. Siapapun dia, apabila dia mengetahui tempat ini, dia akan dibantai oleh golongan...

Goodbye Marsya

Hi my name is Tulip, I have a neighbor her name is Marsya Anella Swish. I call her Marsya. Me and Marsya is best friend. But our school is different. Me and Marsya can communicate with Line, WeChat, and the other. I like...

Dia Yang Sedih, Kini Hanya Bisa Tersenyum

Setiap orang ditanamkan kebahagian di antara sederet kegentiran. Setiap senyum pastilah mempunyai makna tersendiri bagi pemiliknya. Jangan di sangka bahwa kau tak tahu maksud ku. Sebab kebahagiaan bukan hanya milik dia yang...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply