Anti EWB-Virus Zalla

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Pengorbanan
Lolos moderasi pada: 5 May 2018

“Katakan apa maumu?” Vatikan menodongkan pistol ke kepala lawannya sembari tersenyum tipis. Rambut putihnya bergoyang mengikuti arah angin dan mata hijau miliknya memancarkan cahaya. Vatikan siap menarik pelatuk pistolnya kapan saja, detik itu waktu miliknya.

Roger hanya bisa tersenyum sembari menatap Vatikan. “Ayo, tembak aku.” Roger lagi-lagi tersenyum walau ia sudah dikepung. Bukan hanya Vatikan saja yang main-main dengan nyawanya, kini ratusan Vatikan Squad siap menarik pelatuk jika Roger bergerak sedikit pun. Berpakaian hitam dan mengelilingi Roger.

“Kembalikan Zalla,” ucap Roger pada Vatikan.

Vatikan tersenyum dan menurunkan pistolnya membuat Vatikan Squad mengencangkan pistol mereka. “Dan membiarkan kekasihku mati? Tidak mau.”
“Dan membiarkan adikku mati? Tidak mau,” balas Roger membuat Vatikan kesal.

“Hanya adikmu yang mempunyai anti virus tersebut. Darahnya mengandung serum EWB-Virus.. Roger, kekasihku terinfeksi dan terancam mati. Tumbuhnya akan berubah menjadi monster yang akan membunuh banyak orang, Roger. Kau harus mengerti, ini semua juga karena kita. Karena kau, karena aku! Dan kita harus menyelesaikan ini.” Vatikan berapi-api. Terlihat matanya yang memerah menahan amarah. Tubuhnya bergetar dan sesak hatinya mengingat kekasih tersayang sedang tertidur di ruang isolasi.

“Dengan mengorbankan adikku?” Roger memandang Vatikan tajam. Vatikan hanya diam kemudian ia menghela napas.

“Lepaskan Zalla, biarkan anak itu bertemu kakaknya dan kunci ruang isolasi Ghsyka. Tengah malam nanti, bunuh Ghsyka.” Vatikan memejamkan matanya.

“Squad siap!” Vatikan Squad pun meninggalkan ruangan tersebut untuk menjalankan perintah bosnya. Hanya tersisa Vatikan, Roger, dan hologram L.

“Vatikan, kau ingin membunuh Ghyska?” L bertanya. L melayang mendekati Vatikan namun Vatikan menjauh. “Status Ghsyka sangat berbahaya, aku menyesal membuat kapsul waktu tersebut dan aku harus menanggung resiko dengan apa yang aku perbuat. Dengan mengorbankan Ghyska.”

L yang mendengar ucapan Vatikan terkejut. L tidak punya pilihan dan akhirnya ia pun memilih untuk pergi.

“Roger, aku minta maaf. Semua yang aku lakukan diluar kendali. Aku hanya bingung aku harus bagaimana mengahadapi Ghyska! Aku menculik adikmu karena hanya dia yang bisa menyembuhkan Ghyska, aku minta maaf. Seharusnya aku berbicara denganmu. Tunggu di ruanganmu, Roger. Zalla akan datang menemuimu.” Vatikan menepuk pundak Roger sebelum akhirnya ia pergi meninggalkan Roger sendiri yang hanya bisa terdiam.

Roger tidak pernah membayangkan situasinya akan separah ini. Dimana, sesuatu yang ia ciptakan akan memakan korban. Ini bukan hal yang Roger harapkan. Ini semua dimulai dari awal keinginan Roger dan Vatikan yang bercita-cita menciptakan sesuatu yang hebat. Sesuatu yang bisa digunakan orang dengan mudah, sesuatu yang bisa bermanfaat bagi siapa aja.

Roger dan Vatikan adalah sepasang sahabat sejak kecil. Mereka pintar dan selalu bercita-cita tinggi. Walau sifat Vatikan kekanak-kanakan, Roger tetap sabar menghadapinya. Roger dan Vatikan hidup dalam keluarga yang tidak baik. Mereka sama-sama hidup dalam kisah keluarga yang pahit sampai akhirnya mereka berkerja sama unuk meninggalkan rumah.

Saat itu, mereka berumur 18 tahun dan adik Roger berumur 15 tahun. Mereka bertiga pergi meninggalkan rumah dan tinggal di rumah milik Ghyska, sahabat mereka. Kedua orangtua Ghsyka meninggal saat Ghyska kecil dan meninggalan sebuah perusahaan besar yang bergerak di semua bidang.

Walking Corporation.

Ghyska tinggal dengan kakaknya yang saat itu memegang kendali perusahaan. Mereka semua tinggal bersama dengan bahagia, sampai akhirnya saat mereka dewasa Ghyska dan Vatikan memutuskan untuk berpacaran.

Saat Ghyska berumur 23 tahun, sang kakak meninggal secara misterius. Polisi menetepkan kakak Ghsyka meninggal karena nark*ba namun Ghyska tidak begitu saja percaya. Ghyska yakin, semuanya ada penyebab yang jelas. Setelah itu, Ghsyka mengambil ahli perusahaan dibantu oleh ketiga temannya.

Mereka bertiga bercita-cita menciptakan sesuatu inovasi yang baru, inovasi yang berbeda. Sampai akhirnya, sebuah penelitian mengenai perjalanan ke bulan mereka ciptakan. Mereka mencipatkan sebuah arena dimana letaknya itu ada di bulan. Kalian akan terbang ke bulan menggunakan mesin waktu yang diciptakan mereka berempat yang mereka beri nama kapsul waktu.

Kapsul ini berisi empat slot kapsul yang langsung bisa mengirimkan kalian ke tempat tujuan dengan syarat, benda dari tempat tersebut ada sebagai bukti.
Perjalanan waktu ke bulan pertama dilakukan oleh mereka berempat dengan monitor L di ruang monitor. Dan berhasil, mereka berempat berhasil menginjakan kakinya di bulan. Sayangnya kebahagian mereka tidak berlangsung lama. Sepulang dari perjalanan waktu, Ghyska terinfeksi virus yang bernama EWB-Virus atau lebih tepatnya adalah Electric Wind Body yang menyerang kekebalan daya tubuh. Virus tersebut berasal dari slot kapsul yang Ghyska tempati. Ternyata slot itu belum sepenuhnya clear.

Empat hari dari kejadian itu, kaki Ghyska mulai berubah menjadi besar dan kasar. Kulit kaki Ghyska berwarna merah dan terdapat beberapa benjolan di sektar kaki Ghyska yang terlihat sangat mematikan. Diam-diam, Zalla membuat anti virus tersebut dan ia suntikan ke dalam tubuhnya.

Awalnya, Zalla membuat itu untuk dirinya sendiri karena sebenarnya Zalla sudah terinfeksi lewat gigitan Ghsyka saat Ghsyka mengamuk. Vatikan mengetahui apa yang Zalla buat dan ia pun langsung memonopoli Zalla.

“Roger!” Roger terbangun dari lamunannya saat seseorang memanggilnya. Zalla berlari ke arahnya dan langsung memeluk Roger. Roger membalas pelukan adiknya sambil mencium puncak kepala Zalla.

“Roger, Vatikan benar! Aku harus menyelamatkan Ghyska!” ucap Zalla. Roger menggeleng-geleng, ia memegang wajah Zalla dan mengusapnya. “Jangan bodoh!”

“Roger, aku mohon. Hanya aku yang bisa dan tidak ada cara lain!” Zalla berurai air mata. Matanya menatap Roger dengan tatapan memohon. Zalla pikir, ini waktunya dimana ia berguna baga mereka.

Selama ini, Zalla merasa dirinya hanya beban. Ia kecil, tidak terlihat, dan tidak bisa berbuat apapun. Zalla merasa bodoh, ia hanya bisa duduk dan menyaksikan kakak-kakaknya membuat sesuatu yang ia tidak pernah tahu apa. Dan ini akhirnya! Hari dimana Zalla bisa berbuat sesuatu yang berharga dan tentunya berguna.

“Zalla…,” gumam Roger.

“Roger aku benar-benar memohon, ini waktunya dimana aku bisa membuktikan bahwa aku layak bersanding dengan kalian. Aku mati juga demi kalian, aku bukan mati sia-sia.”

Roger mengepalkan tangannya dan memegang erat bahu Zalla. “Tidakkah kau berpikir bagaimana perasaanku? Kau satu-satunya orang yang kumiliki dan sekarang, kau mau mati demi orang lain? Apa yang kau pikirkan, Zalla!”

Zalla menghapus air matanya dan memeluk Roger erat. Zalla mengerti ini, Roger memang sangat menyayanginya namun Zalla tidak punya pilihan lagi. “Roger, aku menyayangimu. Tapi, aku ingin kau tahu dan mengerti,”

Roger menatap Zalla enggan dan ia pun berjalan meninggalkan Zalla. “Aku tidak mengerti dan tidak pernah mau mengerti.”

Roger membuka matanya. Ia melirik jam hologram yang berada di atasnya dan menyadari bahwa ia sudah tertidur lebih dari lima jam. Setelah pertengkarannya dengan sang adik, membuat Roger tertekan dan lelah. Ia pun berbaring dan tak lama ia tertidur. Roger menatap langit-langit kamarnya. Ia memang tidak pernah mengerti apa mau Zalla.

Roger merasa ia terlalu keras pada Zalla, mungkin ia akan meminta maaf dan menjelaskan lebih rinci. Roger bangun dari duduknya dan berjalan menuju kamar Zalla. Sesampainya di kamar Zalla, Roger mengetuk pintu kamar Zalla namun tidak kunjung mendapat jawaban. “Zalla, buka pintunya.”

Roger mencoba buka pintu kamar Zalla dan berhasil, kamar Zalla tidak diproteksi. Roger masuk ke dalam kamar Zalla dan nihil, Zalla tidak ditemukan di kamarnya. Roger mengelilingi kamar Zalla sampai akhirnya ia menemukan sebuah kertas berwarna putih yang tergeletak di atas ranjang Zalla. Di depannya tertulis nama Roger, Roger pun mengambilnya lalu membuka kertas tersebut.

Roger,
Mungkin ini perpisahan paling menyakitkan yang pernah aku rasakan. Roger, aku memilih untuk pergi dan mungkin kepergianku ini memang menyakitkan tapi percayalah aku melakukan ini juga karenamu. Roger, aku ucapkan terima kasih banyak atas semua pengorbananmu untukku. Kau kakak terhebat yang pernah kumiiki! Hanya saja, terkadang kita harus melakukan sesuatu yang tidak ingin kita lakukan tapi kita sadar, hal itu lah yang membuat kita bahagia. Aku memilih ini karena aku bahagia, aku sudah cukup bahagia. Aku titip Ghyska, ia wanita sempurna. Aku tahu kau menyukai Ghyska tapi sayangnya Ghyska lebih memilih Vatikan karena kau terlalu serius, Roger. Yang kau pikirkan hanya bagaimana kau sukses dengan semua yang kau ciptakan, ayolah berubah!
Aku titip Vatikan, dia laki-laki hebat yang ceroboh dan keras kepala dan kau! Berhentilah bertengkar dengannya! Jaga Walking Corporation, pimpin Pasukan Roger dengan hebat! Mungkin ini saja yang akan aku sampaikan, aku menyangimu. Benar-benar menyangimu.

Zallara.

“Sial, apa ini?!” Roger pun langsung berlari meninggalkan kamar Zalla menuju ruang isolasi Ghyska. Sesampainya di sana, ia melihat Zalla sudah berbaring di samping Ghyska dengan mata tertutup. Zalla terlihat tenang dengan wajah cantiknya. Roger tidak menyangka, ini akhir kehidupan yang Zalla pilih.

Vatikan datang dan menepuk bahu Roger. “Masuklah, Ghyska sudah aman.” Vatikan memencet tombol lalu pintu terbuka seketika.

Roger mendekati Zalla dan memegang tangannya. “Aku sudah mencegahnya, Roger. Dia tetap bersikeras. Dia bilang, hanya ini yang dia mau dan kau harus mengerti.”

“Ya, aku mengerti sekarang.” Roger tersenyum dan mengusap rambut Zalla.
“Aku mengerti. Aku tahu kenapa dia memilih ini. Dia pernah berkata padaku bahwa dia ingin mati dengan keadaan baik dan mungkin ini waktunya. Kau tahu, Vatikan, dia menyimpan penyakit pada tubuhnya. Penyakit yang selalu ia sembunyikan dari kalian dan inilah jalan yang ia pilih. Mungkin ia sudah mulai lelah dengan semua rasa sakit di dunia. Dia tidak ingin mati karena penyakitnya. Maka dari itu ia memlih mati karena menyelamatkan orang lain.”

Setelah itu, semuanya kembali seperti semula. Ghyska sembuh dan mereka bertiga tengah merencakan sebuah projek yang lebih ramah. Dengan Zalla yang selalu menemaninya, dimana pun dan kapan pun.

Cerpen Karangan: Narazka
Facebook: Ahzka Nara
Hai. Frist time.

Cerpen Anti EWB-Virus Zalla merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


I Know You

Oleh:
Namaku Arcell Maria Bintang, atau singkatnya Arcell, aku bersekolah di ‘SHINING SUN’. Di sana aku mempunyai seorang sahabat namanya Cecilia Liona Nathkati, atau singkatnya Liona, dialah seseorang yang selalu

The Bladekeeper

Oleh:
Di hari yang cerah di suatu desa terdapat orang yang bernama Yunero, dia adalah anggota terakhir dari klannya, dulu semua klannya dibunuh dan desanya dibakar, kecuali ia dan ibunya

Dream Wanderer

Oleh:
Seorang pria tersentak dan tersadar, “apa yang barusan terjadi?” perasaan bingung menghantui pikirannya. Satu yang dia tahu, seseorang berusaha menyadarkannya dari sesuatu, ya sesuatu dari masa lampau. Pria itu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *