Asya, You Are My Best Friend

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 23 September 2018

Aku adalah seorang Peri berkekuatan Cahaya dari Fairy Land. Namun aku melakukan kecerobohan, yaitu memecahkan Permata Kesayangan Ratu Peri, dan sebagai hukumannya aku akan dijatuhkan ke Bumi besok. Hei, hampir aku lupa soal namaku, namaku Faena Chita, panggillah Fae.

Esok harinya, aku dan beberapa Peri Prajurit menaiki awan terbang, saat tiba di langit terbawah, aku berdiri. Dan sesuai perintah Ratu Peri, aku menjatuhkan diri ke Bumi. WUSSH! Bagaikan komet, aku meluncur dengan cepat. FLAP! Aku mengepakkan sayap kupu-kupuku untuk menahan kecepatan jatuhku, aku terbang merendah, semakin dekat… dekat.. dekat… dan… CLING! Sayapku hilang! Oh, iya..! Sayapku memang sengaja dihilangkan agar tak menimbulkan kecurigaan.

TEP! Aku mendarat ke tanah dengan mulus, aku menoleh ke sekelilingku, sepertinya ini Taman.

“Siapa kamu?” Sebuah pertanyaan membuatku menoleh ke belakang. Tampak seorang anak perempuan berambut hitam panjang tersenyum kearahku, semilir angin membuat rambutnya tersibak.
“Eh, maksudmu aku?” Ia menangguk, “Namaku Faena Chita, panggil saja Fae” Jawabku, “Kalau namaku, Asya Syafitri, kau bisa panggil aku Asya.” Ia membalas, “Di mana rumahmu?” Tanya Asya, “Rumahku jauh, saat aku dan orangtuaku ke sini, aku tersesat. Orangtuaku menghilang entah ke mana” Jawabku berbohong, “Lho, kamu penggemar cosplay, ya? Bajumu terlihat berbeda,” Ujarnya, “Ah, i-ini kebiasaan.” Jawabku asal. “Katanya kamu tersesat, ya? Bagaimana kalau kau tinggal di Rumahku? Orangtuaku menginginkan anak lagi, tapi tak bisa.” Usulnya.

“Apa tidak merepotkan?” Aku khawatir, “Tenang! Tak apa kok!” Asya menarik tanganku, jadi ini yang namanya manusia, ya… Tak jauh berbeda dengan kami para Peri, hanya saja manusia tidak punya sayap.

Kami sampai di sebuah Rumah berlantai 2 dan bercat putih. Asya mengajakku masuk. Setelah sampai di dalam, ia mencari Ayah-Ibunya, kebetulan hari ini mereka sedang libur. Setelah ketemu, Asya menceritakan maksudnya. Orangtuanya menerimaku dengan gembira.

Esoknya aku didaftarkan ke Sekolah yang sama dengan Asya. Asya dan Aku seumuran, aku dimasukkan ke Kelas 5B. Aku masuk ke kelas dan memperkenalkan diri. Lalu duduk di samping Asya. Pelajaran berlangsung dengan tenang, aku hanya mengikuti dan sesekali bertanya pada Asya.

TENG! TENG! TENG!Bel Istirahat berbunyi, Asya menggandengku ke Kantin, ia mentraktirku makanan bulat bernama Bakso dan Minuman dingin berwarna coklat bernama Susu Coklat, aku memakan makanan yang diberikan Asya, hmmm… enak juga makanan manusia ini! Setelah dari kantin, Aku dan Asya pergi ke kelas untuk menaruh sisa uang Asya. Saat ke luar kelas, tiba-tiba…

DUAAAARR!! Ledakan dahsyat terjadi, tanah berguncang seperti gempa. Lalu tiba-tiba muncul suatu makhluk besar yang tingginya setara dengan tingkat sekolah ini, di kepalanya ada 2 tanduk, badannya kekar, kuku-kukunya panjang dan tajam, matanya kuning dengan sorot yang menakutkan, “Hahahahaha!” Tawanya menggelegar, semua ketakutan, “Kalian pasti tak tahu siapa aku. Aku adalah Raja Iblis yang mengincar darah manusia demi kebangkitanku!! Dan tempat ini adalah tempat yang cocok untuk berburu!” Serunya.

Dari tangannya yang besar muncul sebuah Bola Api, lalu dilemparkannya Bola Api itu ke Sekolah ini. CLING! Tiba-tiba sayapku muncul kembali dan aku tahu apa yang harus kulakukan!
“Super Big Defend!!”
Dalam sekejap muncul perisai raksasa yang melindungi Sekolah ini, Bola Api itu hancur membentur Perisai Raksasa, “Grrrhh! Siapa itu?!” Seru Raja Iblis geram, “Aku!! Tak ada gunanya kau di sini!! Kembalilah kau ke Gua Penyegel, atau akan kupaksa kau masuk ke sana!!!” Kataku sambil terbang, “Tak kusangka ada seorang Peri di sini! Baiklah Peri kecil! Kita akan membuktikan, apakah kau sanggup melindungi tempat ini, atau aku takkan bisa kembali ke Gua Penyegel?!” Tantangnya.

“Fa-Fae… K-Kau..” Ucap Asya terbata, “Maaf Asya, memang ini kenyataannya. Kau harus menerima ini semua. Maafkan aku Asya!” Jawabku menoleh, “Super Big Light Ball!” Dari tanganku keluar Bola Cahaya yang sangat, sangat, sangat… besar. Menyamai besarnya Raja Iblis itu, SPLASH! Bola Cahaya itu meledak setelah membentur si Raja Iblis itu, “Masih belum! Light Sword!” Aku menciptakan sebuah Pedang yang mempunyai kekuatan Cahaya, lalu aku terbang cepat menuju Raja Iblis itu, ZRET! Kusabet badannya.

“Fire!” Tiba-tiba Raja Iblis menyemburkan Api, aku menghindar, ternyata sasarannya adalah sekolahku!! “Mirror Power!” Aku memantulkan Api itu kembali pada sang Raja Iblis, “Light Tornado!” Aku menciptakan Tornado Cahaya yang mengepung Raja Iblis itu, dan ini saatnya… “Dengan kekuatan Cahaya, segellah Raja Iblis ke Gua Penyegel!!!” Sinar menyilaukan menerangi Sekolah ini, saat sinar itu hilang, sang Raja Iblis sudah menghilang.

“Fae…” Panggil Asya lirih, “Maaf, Asya. Aku memang seorang Peri, dan kini saatnya aku pergi…” Perlahan tubuhku memudar, “Faaaaeee!!” Jerit Asya, “Thank You, Asya. You Is My Best Friend…” Ucapku sebelum menghilang.

Cerpen Karangan: Azza
Blog: negericerta.blogspot.com
Penulis cilik yang masih butuh bimbingan. Anak yang bercita-cita menjadi Penulis Buku ini senang bila cerpennya bisa dibaca orang lain.

Cerpen Asya, You Are My Best Friend merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Eze Tripster

Oleh:
Orangtua itu mendekatiku. Dia mengenakan mantel hitam dan celana jeans panjang. Dia mengulurkan tangannya padaku. Tapi tiba-tiba Ayahku menepisnya. Aku melihat bagaimana tatapan orang itu berubah sekejap saat melihat

Senandung Seruling

Oleh:
Di Desa Hindun, ada desas-desus menarik yang sedang jadi bahan pembicaraan dari anak-anak sampai orang dewasa. Katanya, di dalam hutan pinggir desa, ada lelembut yang muncul dan meniup seruling

Pertengkaran Azhura Athura

Oleh:
Hai, namaku azhura, dan saudara kembarku bernama athura. Pada hari senin, ibu menyuruhku dan athura sarapan pagi, tapi kami masih ada di kamar. ibu marah-marah, kali ini aku mulai

Ulang Tahun Aninda

Oleh:
Bruk! Aninda menghempaskan tubuhnya ke kursi sambil mendesah. Lewat jendela, ia melihat tetes-tetes hujan di luar dengan pandangan kosong. Sepinya! Dipandangnya foto yang terletak di meja kamarnya. Foto yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *