Awan Putih dan Awan Hitam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fabel (Hewan), Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 19 May 2020

Alkisah, pada zaman dahulu, terdapat dua jenis kerajaan awan yang sama kuatnya. Kerajaan-kerajaan ini bernama Kerajaan Awan Putih dan Kerajaan Awan Hitam. Yang dipimpin oleh kedua raja maha agung. Yang namanya terkenal di telinga para hewan bumi. Sayangnya, mereka semua saling bermusuhan.

“Hai kaumku!” seru Raja Awan Putih. “Kerajaan Awan Hitam merupakan tempatnya kesedihan! Empunyanya badai dan petir ganas! Karena itu, jauhilah mereka!” demikian koarnya.

Pidato Raja Awan Hitam tak jauh berbeda. “Kaum-kaumku sekalian! Kerajaan Awan Putih selalu menindas kita sebagai Kaum Awan Hitam! Jauhilah mereka! Mereka tempatnya terik matahari yang membuat siang terasa panas” demikian ia bersuara.

Semakin hari, permusuhan antara Kerajaan Awan Putih dan Awan Hitam semakin sengit. Mereka saling menjatuhkan satu sama lain. Akhirnya, burung kutilang mempermasalahkan masalah ini di pengadilan langit. “Oh, tuanku, lihatlah mereka, semakin hari, semakin besarlah api dendamnya, padahal mereka sama-sama dilahirkan dari air” adunya.

Tak di sangka, Sang Bijak telah lama sakit. Sehingga anaknya yang tak acap keputusan terpaksa menangani kasus ini hingga ditemukan pengganti yang baru. “Baiklah, ajaklah mereka bertemu pada sore hari. Yang di mana pertengahan dingin dan panas. Di sini” ujarnya memutuskan. Ia hanya ingin mencari suasana teduh yang menyejukkan. “Baiklah, tuanku” Kutilang pergi menemui kedua pihak.

Ia dan Burung kakaktua memberikan selebaran jamuan teh bagi mereka para raja. Mereka tahu benar para raja awan amat menyukai teh hangat. Selain itu, mereka tak akan datang jikalau ia berkata tentang sidang langit. “Tuanku, kumohon hadirilah jamuan teh sore kami. Kami mengundang semua penghuni langit untuk memeriahkan suasana” rayu si kakaktua. Demikian pula si kutilang, ia melantunkan sebaris pantun dengan suara merdunya. Kedua kerajaan menyanggupi. Teh hangat? Bukankah itu tak bisa ditolak? “Aneh juga, jamuan teh diadakan di pengadilan?” Dahi sang raja awan hitam mengerut. “Tentu saja, ini akan sangat meriah” Kakaktua meyakinkannya. “Baiklah”

Tibalah saat yang di tunggu-tunggu. Raja awan putih dan hitam dipisahkan tempat tunggunya. Ditutup matanya, dan dikawal pengawalan ketat. “Perang merupakan jalan yang terbaik” Yang Mulia memutuskan. “Apa kau serius?” Kutilang membulatkan matanya.

Cerpen Karangan: Hanifah
Jihan Amanda

Cerpen Awan Putih dan Awan Hitam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kancil dan Sahabatnya

Oleh:
Pada pagi yang cerah, ada seekor kancil yang sedang mengelilingi hutan. Kancil itu ingin mencari makan, dan di tengah perjalanannya, ia bertemu dengan sahabatnya, yaitu si kerbau dan si

Saat Terakhir di Stasiun

Oleh:
Ismail Irawan, cowok berusia tujuh belas tahun yang suka nongkrong di stasiun itu, lagi-lagi melihat seorang gadis cantik berbaju putih di seberang rel kereta. Sambil menunggu kereta yang mengantarnya

Lexarion (Part 1)

Oleh:
Desing kipas angin menderu kencang. Menggema hingga ke setiap sudut ruangan. Seorang gadis sedang menikmati semilir angin dari kipas angin yang menggantung di plafon kamarnya sambil merebahkan diri di

Perseturuan yang Panas

Oleh:
Pada suatu hari ada dua pembalap yang mempunyai kemampuan membalap yang kuat. Kedua pembalap ini bukan hanya memiliki kemampuan membalap yang kuat, tetapi jika mereka sudah menyetir di lintasan,

Starlight

Oleh:
Kalinya aku pergi tanpa izin mereka. Pergi bersama 3 orang asing, yang dulu ku anggap termasuk orang-orang aneh di sekolah. Kami, menatap satu sama lain. Sejujurnya, masih ada ragu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *