Ayakarin

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 12 May 2019

“Rin, katakan sesuatu padaku!” Hana memaksanya berbicara.
“he’em” ia berdehem.
“aku… aku begitu merindukanmu” ia mengatakan dengan air mata yang dia titikkan.
“berikan lagi kalimat terakhir untukku!”
“aku ingin terus bersamamu…”
“baiklah, aku akan mengucapkan 1 kalimat terakhir untukmu”
“jangan lupakan aku!” ia lalu menghilang di balik pepohonan.

Daun daun maple berguguran di hadapanku. Wajah Rin tiba tiba nampak di hadapanku. Tatapannya begitu dingin, membuatku terkejut. “Ri..” ia setengah berucap. “kalimat terakhir sudah kuucapkan. Aku tidak ingin bertemunya lagi.” pikirnya. Rin hanyalah bayangan yang selalu menggeliutinya. Sejak kedatangannya, ia selalu merasa tak nyaman. Karena sebenarnya, hatinya sedang bergejolak. Seperti ada sesuatu yang ingin dia lampiaskan. Entah itu amarahnya, atau? Perasaannya?

Suatu malam, ia bermimpi. “datang seseorang menghampirinya. Terlihat di genggamannya, sebuah bingkisan. Seseorang itu kini berdiri di hadapannya, menjulurkan tangannya. Secara spontan, aku pun menjabat tangannya. Ia memberikanku sebuah bingkisan yang sedari tadi digenggamnya. Lalu, tanpa mengatakan apa pun, dia pergi menjauh. Aku mengabaikannya. Karena penasaran, aku pun membuka bingkisan tersebut. Terdapat sebuah buku yang pada cover depannya tertulis ‘Rindu Semi’. Kubuka halaman pertama, terdapat sebuah surat yang tadi diselipnya. Kubuka dan kemudian kubaca isi surat itu dalam hati:

“Dear Hana, sebelumnya maaf kalau sejak kedatanganku, kamu merasa tak nyaman. Tapi sebenarnya, aku tahu! Kamu ingin melampiaskan sesuatu padaku bukan? Dan aku juga tahu, kalau kamu ingin mengatakan perasaanmu padaku. Aku sangat tahu tentangmu! Jadi jangan bodohi aku. Aku juga tahu, kamu selalu memikirkanku bukan? Dan juga, saat ini, mungkin kau tak ingin bertemu lagi. Setelah perpisahan kita waktu itu, mungkin yang kamu pikirkan itu baik. Aku akan pergi. Pergi dari ingatanmu dan keberadaanmu. Selama ini kau tak tahu, aku selalu menjagamu, tapi kau tak bisa melihatku. Hanya di saat musim gugur kau bisa melihatku. Dan saat itu pula, aku malah menitikkan air mataku, dan itu hanya untukmu, padahal kau ingin melupakanku. Begitu egoisnya aku. Seharusnya, aku tak ada dalam kehidupanmu. Aku benar benar menyesal. Tapi, setelah kau bertemu dengan teman teman barumu, aku sadar kembali. Melihatmu tertawa, menangis dan juga marah, aku senang. Karena sebenarnya, aku juga merasakan hal yang sama denganmu. Abadi. Itulah ocehan yang aku tuangkan sekarang. Terakhir, jangan lupakan aku untuk kerap menghadiri mimpi mimpimu selanjutnaya!
Salam setia,
Rin”

“Rin..” gumamku.
“lalu, apa gerangan Rindu Semi itu?” selanjutnya, aku mencoba membuka halaman selanjutnya. Ini sebuah novel. Apa maksudnya? Kulihat pada halaman belakang, tepatnya profil penulis. Aya. Siapa dia? Huhh.. semua membingungkan”. Sampai tak sadar, ternyata aku tengah duduk di kasurku.

April. Musim semi akan datang. Mungkin aku bisa mendapatkan sesuatu, dengan membaca novel itu pula. Aya, aya, aya. Aku terus memikirkannya. Siapa dia? Aku tak mengenalnya.

10 tahun yang lalu di musim gugur…
“hai.. kamu Hana kan?” sapanya
“iya.. dari mana kau tahu?” tanyaku
“bagaimana mungkin aku tak tahu namamu, bila aku sekarang tepat di hadapanmu”
“hah..apa?”
“aku mengenalmu, aku akan menjagamu”
“kenapa tidak?”
“aku ingin bersamamu…”
“terserah” jawabku antusias.

Itu kali pertama aku bertemu dengannya. Tunggu sebentar!! ‘Rindu Semi’. apa maksudnya, saat itu kan aku hanya bermimpi, bagaimana mungkin aku mendapatkannya? Sungguh bodoh. Mimpi itu juga sangat bodoh. Tapi sebenarnya, Rin itu siapa? Aku memang akrab dengannya. Tapi, kalian tak mengerti! Dia hanyalah bayangan yang penuh misteri. Kehidupan ini membingungkan. Aku menghela nafas panjang.

“sosok itu datang lagi padaku, mau apa dia? Apa benar dia Rin yang selalu menjagaku? atau..? ahh baiklah, apa pun itu, aku siap menghadapinya. Ia semakin mendekat. Namun ia.. seperti halnya kemarin, memberikanku sebuah bingkisan tersebut, dan isinya SAMA, dengan surat pula. Aku membacanya:

“Dear Hana, aku tahu saat ini kau mencurigaiku, mencari cari identitasku! Percayalah.. aku benar benar Rin. Rin yang hanya ingin melindungimu. Mungkin, kau juga akan mencari identitas Aya sebenarnya. Ya! Kamu memang harus mengetahuinya. Tapi aku tak akan memberitahumu. Jangan marahi aku. Karena aku hanyalah seseorang. Oh! Bukan. Menurutku, bagaikan malaikat pelindungmu. Ketika sayapku rusak, kau akan membantuku kan? membantuku untuk terbang kembali!
Salam Hangat
Rin.”

Bagaimana dia tahu? pikirku. Menurutku, dia hanyalah bayangan, bukan malaikat, hidupku juga biasa-biasa saja. Tidak ada yang istimewa. Tapi, sejak kedatangannya, memang… kenapa aku bisa merasakan hal ini? dia kan hanya bayangan yang datang di musim gugurku. Hatiku kenapa rasanya seperti ini, bergolak. Bagai ombak biru yang menghampiriku. Perasaan ini, aku benar-benar rindu padanya, aku ingin menemuinya. Tapi dia sudah semakin jauh dari sini. dan aku tak sanggup lagi.” Aku terbangun dari mimpiku. Mencoba meningat-ingat kembali. Ah… Rin… dimana kamu?”

Semakin hari, rasanya aku semakin rindu saja padanya, tapi aku hanya bisa bertemu dengannya di alam mimpi. Di alam nyata pun, aku hanya bertemu sekali dalam setahun. Karena musim gugur cuma sekali. Apakah waktu itu sebenarnya… dialog nyata? aku masih meragukannya. Meragukan kalau aku hidup. Sebenarnya, “apa tujuan aku hidup? dan juga kenapa ada malaikat yang mengaku akan melidungiku?. Dan kenapa ketika sayapnya patah, aku harus membantunya?” aku bertanya-tanya sendiri.
“Itu berarti, kamu harus belajar. Belajar setia. Karena, bila Tuhan menciptakan malaikat pelindung atau sahabat untuk kita, berarti Tuhan itu sangat perhatian dengan kita. Artinya Tuhan tidak ingin kamu sendiri, maka jagalah persahabatan itu, dan buatlah berarti”. Sebuah suara menggema di pikirannya. Tidak ada siapapun. Apakah, telepati?
“Rin kamu begitu berarti buatku,”
“Maafkan aku”

Tunggu cerita ini belum selesai! Aku pun tak ingin mengakhirinya begitu saja. Masih ada sesuatu yang belum kumengerti, termasuk Aya, dan “Rindu Semi?” aku belum pernah membaca novel seperti itu. Sejak mimpi terakhir itu, hidupku semakin terpuruk dan semua berubah drastis. Tapi waktu itu, aku manfaatkan. Aku memilih berjalan melewati musim semi ini. Bunga-bunga bersemi indah, membuatku tenang dan nyaman. Kini aku sadar, Rin memang melidungi, di alam yang berbeda. Ia merahasiakan ini.

10 tahun yang lalu… disaat musim semi.
“Kita bertemu lagi, musim semi kali ini benar-benar indah ya!” sapanya
“Ya! aku merindukanmu. Musim semi ini, bagaikan kau yang bersemi kembali, dengan indah di mataku”
Mereka berjalan bersama, melewati sebuah pepohonan…

“Hana, aku akan melindungimu, kapapun itu, meskipun waktu itu tiba, kita akan tetap abadi selamanya”
“Jangan berkata begitu lah… aku juga ingin terus bersamamu”.
“Ingatlah ucapanku tadi. Dan jangan lupakan aku! Aku sahabat terbaikanmu, Ayakarin. Sepanjang masa, aku dan terus abadi bersama”

Aku meningat kembali, 10 tahun lamanya, Aya ialah Rin. Dan maksud “Rindu Semi” itu, agar aku bisa mengingat kenangan musim semi waktu itu. Aku menyesal, telah menyakitinya. Aku malah merusak sayapnya dan tidak membantunya, persahabatan ini hancur, hanya gara-gara hatiku yang berselimut tebal dengan keegoisan. Tapi kini, ia telah tiada, aku tidak menyadari, bahwa ada malaikat yang sangat setia padaku, dan dia membuka hatiku dengan segenap perasaan yang dia tuangkan.

Beberapa saat setelah itu, takdir Tuhan memang tidak ada yang bisa memprediksinya, di sepanjang jalan ini. Aku melewati sebuah rel, dan tiba-tiba suara gemuruh semakain dekat dan saat ku toleh pandanganku, Ahh… hidupku di dunia nyata berakhir.
“Keegoisanku membuat hidupku berakhir dengan sadis. Tapi tidak juga, aku akan menepati ucapanmu, Rin. Abadi bersamamu, kini aku juga akan melindungimu, kita juga akan terus bersama. Di alam yang abadi ini, kita bertemu kembali, menjalani persahabatan baru. Kita juga akan tidur nyenyak, Aku merindukanmu. Rin, tunggulah aku sebentar di alammu sekarang”. Aku menitikkan air mata dan tak sadar, aku pun menjemput kehidupan Rin.

~ END ~

Cerpen Karangan: Hana Comel
seorang pelajar yang kini duduk dibangku kelas 8 SMP. hobinya, suka iseng iseng nulis, mau di kertas robekan, buku gambar, dll. juga hobi ngeliatin tiang listrik dan pemandangan hamparan sawah.
😀

Cerpen Ayakarin merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Foto Kemarin

Oleh:
“Kenapa kita harus ke tempat ini sih! Kan, udah dibilang dari awal, mending kita gak usah ke sini!” “Ssshhtt! Jangan berisik. Nanti dia datang”. 8 jam yang lalu “Gue

Misteri Gedung 13

Oleh:
Teng! Teng! Teng! Suara bel tanda masuk sekolah. Andin, Ratna dan Rina bergegas masuk ke kelas. Ratna sebagai sekretaris sibuk mengabsen siswa kelas. Pelajaran dimulai dengan kimia, namun guru

Sialnya Bocah

Oleh:
“Alamak… susah betul lah cari cerita yang berbobot ni… ei, ada sesiapa yang mau membantu saya tak?” tanya seorang anak Malaysia di hutan belantara Kalimantan. Suasana hening tak menentu,

Light Farewell

Oleh:
Langkah gontai gadis itu membawanya menuju sebuah rumah sederhana. Terlihat jelas raut lelah di wajah cantiknya, kulitnya yang putih semakin putih akibat pucat. Dengan perlahan ia meraih kenop pintu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *