Bola Bola Lucu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 18 March 2016

Peri-peri kecil sedang bermain bola. Noni peri juga ada bersama mereka. “Lili penyihir baik, ya. Kita masing-masing dikasih bola,” kata salah-satu peri kecil. Tiba-tiba, datanglah gerombolan peri kecil nakal. “Hihihi… kita, kok tidak dikasih bola! Terpaksa, deh bola kalian kami rebut!” seru peri kecil nakal. Peri-peri kecil nakal menyambar bola-bola itu dan membawanya pergi. “Jangan ambil bolaku! Kembalikaaan… huhuuu…” peri-peri kecil menangis. Saat itu, Lili penyihir datang.

“Sudah, jangan nangis! Lihat, ada empat bola lucu di sini!” seru Noni peri. Lili penyihir dan Peri kecil mendekat. “Ni, itu bayi Armadilo yang melingkar, bukan bola,” kata Lili penyihir. Noni peri mendapat ide. Ia menyuruh peri kecil memegang bayi-bayi pura-pura bermain bola. Tak lama kemudian, peri kecil nakal datang lagi dan merebut “bola-bola” itu! Lili penyihir segera menyulap, “Sim salabim!”

Seketika, bayi-bayi Armadilo itu menjadi besar dan membuka diri. “Wuuuaaa… tolooong…” teriak peri-peri kecil nakal lari ketakutan. Lima Armadilo tadi terjatuh ke tanah. Lili penyihir segera menyulap mereka menjadi kecil lagi. “Waaah, hewan ini lucu, ya! Mereka kembar lima!” kata para peri kecil.
“Induk Armadilo memang biasanya melahirkan bayi kembar lima. Kalau merasa terancam, Armadilo melingkar seperti bola. Lucu, ya,” Lili penyihir menerangkan.

The End

Cerpen Karangan: Elsa Puspita Ronald
Blog: http://kampungmarindu.KM.com

Cerpen Bola Bola Lucu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sepi Tanpa Mereka

Oleh:
“Raya, bangun!” ucap seorang gadis yang bernama Ani. Pas jam pelajaran olahraga tadi, Raya tidak enak badan. Dan sekarang ia masih duduk di bangkunya. “Udah mendingan Ray?” tanya Ani,

Bersama Sahabat

Oleh:
Pagi ini, aku akan pergi ke rumah kakek di Bogor. Hatiku sangat gembira, karena aku bisa bertemu dengan Elma, Tiara, Nina, Rara dan yang lain. Mereka semua adalah teman-temanku

Nyanyian Alam Fana

Oleh:
Tangisan itu mulai terdengar kembali. Rintihan demi rintihan ia lantunkan di balik gubug nan tua. Rani, begitu mereka memberi nama bayi tersebut. Pardi yang sehari-hari bekerja sebagai guru magang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *