Bring Me Back To Home (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Thriller (Aksi)
Lolos moderasi pada: 6 September 2021

Kemacetan sering terjadi di gerbang tol daerah Bekasi, padahal ini sudah mau jam 10 siang.. mata Andi sangat berat, dia ingin cepat cepat sampai rumah dan tidur dengan nyenyak, setelah mengantarkan orangtuanya ke kota Batu di daerah Jawa timur sana, dia benar benar berada di mobil selama 4 hari, 2 hari megantar dan 2 hari kembali ke Bekasi, namun dia masih terjebak kemacetan sampai saat ini. Pekerjaan yang sibuk tidak bisa membuatnya ikut bersama orangtuanya, lagi pula Anisa adiknya sedang ujian kenaikan kelas, dia juga harus menjaga adiknya.

Merasa tidak bisa menahan kantuknya, dia menyalakan radio untuk mendengarkan musik, setelah beberapa musik selesai, terdengar berita bahwa terjadi kerusuhan di Jakarta. Mengatakan bahwa semua warga saling serang menyerang dengan brutal bahkan katanya kejadian itu sampai melibatkan Angkatan Darat dan Pasuka Elit kepolisian, Andi yang mendengar hal tersebut langsung mengerutkan keningnya seraya berkata “Ada apa lagi coba?, orang orang udah pada gila kali ya?”.

Tak lama kemudian dia dikejutkan dengan pengendara mobil dari arah berlawanan menerobos palang gerbang Jalan tol, hantaman itu cukup keras bunyinya sampai sampai dia membuka kaca mobil dan melihatnya, tapi hal aneh terjadi, para pengendara lainnya juga melakukan hal yang sama seakan akan lari dari sesuatu, para pengendara yang sedang mengantri kemacetan pun satu per satu keluar dari mobilnya dengan wajah yang penuh kebingungan, Andi pun keluar dan ikut menyaksikan keanehan tersebut, tiba tiba sebuah Dump truck menabrak pos Gerbang tol tersebut, orang orang disekitar pun terkejut dan langsung menghampiri tkp berniat untuk menolong.

Sang supir truck tersebut berusaha keluar dari trucknya dengan luka yang cukup parah, saat salah satu dari pengandara bertanya apa yang sedang terjadi kepada sang supir, langsung saja sang supir berkata “LARI PAK, LARI KALAU GAK MAU KETULARAN!!” Sambil lari terbirit birit, lalu terdengar suara tembakan di persimpangan tak jauh dari Gerbang Tol, bersamaan dengan orang orang yang berlari ketakutan, langsung saja mobil yang berada paling depan menerobos Palang dan memutar balik arah, sebagian pengendara melakukan hal yang sama, tetapi yang lainnya justru masuk ke persimpangan.

Ingin melihat apa yang terjadi, Andi pun langsung tancap gas menuju persimpangan tersebut.. Situasi sangat kacau, orang berlarian kesana kemari, salah satu diantara mereka ada yang sedang mengerubuti seseorang dengan mulut yang berdarah darah, keadaan kota sama persis seperti yang diberitakan di radio tadi, saat pandangan Andi teralihkan ke orang orang tersebut, BRAKK!! Tiba tiba dia menabrak seseorang dengan sangat keras sampai darahnya muncrat ke kaca depan mobilnya, karena pandagannya terhalangi dia pun oleng dan menabrak tiang listrik.

Pandangan gelap, namun terdengar teriakan orang orang yang ketakutan dan merintih kesakitan, Andi pun bangun, kepalanya terasa sakit sekali, ia memegang keningnya dan ada sesuatu yang aneh, benturan itu membuat kepala Andi sedikit berdarah, untungnya Air Bag yang ada di mobilnya berfungsi jika tidak tamatlah dia.

Andi berusaha keluar karena ia sedikit terjepit, lalu tiba tiba seseorang yang tidak jelas menyerang Andi, orang tersebut berusaha menggigit Andi, Andi sangat panik dan langsung mendorong pintu mobilnya, orang itu pun terjatuh namun orang itu masih berusaha meraih Andi, tanpa pikir panjang dia langsung menutup jendela kaca mobilnya dan pergelangan orang tersebut terjepit, tapi tetap saja orang itu membenturkan kepalanya ke kaca mobil. Andi langsung keluar mobil dari sisi lain pintunya, dan betapa terkejutnya dia melihat kekacauan dimana mana.. Orang orang saling menyakiti, banyak sekali mayat mayat berserakan, orang orang dengan wajah yang berlumuran darah, kulit yang sobek, bagian tubuh yang hancur dan tidak lengkap serta mereka semua mengerang seperti binatang buas liar.
Tanpa berpikir panjang Andi pun lari mencari pertolongan. Terdengar suara sirine dimana mana, kecelakaan di sana sini, keadaan kota benar benar sangat kacau.

Setelah lari cukup lama Andi berhenti dan bersembunyi di sebuah Gedung kios dan bertemu beberapa orang lainnya, semua orang panik dan saling bertanya tanya apa yang sedang terjadi, lalu salah satu berkata “Udah sakit jiwa mereka! Muka gua hampir aja dikunyah sama tu orang, langsung aja gua cekik terus gua jatuhin dari JPO” (Jembatan penyebrangan orang). “iya.. masa tadi gua lihat, orang udah ditembak sama polisi tapi tetep aja masih hidup!” saut yang lainnya, lalu Andi bertanya dengan penuh rasa bingung tentang bagaimana semua ini terjadi, tapi semua yang berada di situ menjawab tidak tahu.

Akhirnya mereka memutuskan menggeledah kios tersebut untuk mencari barang yang mungkin berguna untuk keadaan saat ini, mereka juga menutupi pintu kaca dengan kertas agar mengurangi resiko terlihat oleh makhluk tersebut, tak lama setelah itu mereka beristirahat sejenak sembari berkenalan dan menceritakan latar belakang mereka masing masing. Di kios tersebut terdapat 5 orang termasuk Andi, Nabila, Amel, Ari dan Indra

1 setengah jam telah berlalu dan mereka masih tidak tau apa yang sedang terjadi diluar sana, semua sibuk menghubungi keluarga masing masing dan Andi langsung teringat adiknya Anisa, dia langsung berdiri dan menuju pintu keluar, tapi Ari melarang apa yang ingin Andi lakukan, “Hei mau kemana lu? Mau bunuh diri lu berkeliaran di luar sana sendirian?” dan Andi berkata “Gua mau jemput adek gua bro! Gak peduli kalo itu taruhannya nyawa sekalipun!” “Tapi itu gak aman cuy, udah sih tunggu sebentar sampe bantuan dateng.”

Andi terdiam sebentar memikirkan sesuatu,
“percuma ri bantuan gak akan dateng, kita sendiri udah nunggu hampir 2 jam tapi gak ada apa apa” sambung Indra
“bener ri, kalo kita yang gak nyari bantuan, maka kita gak akan dapet bantuan!” lanjut Amel
“Terus sekarang apa rencananya?” tanya Ari
Andi langsung membungkus tangan dan kakinya dengan majalah dan dibaluti perban hitam.
“Rencananya, gue mau jemput adek gue terserah kalian mau ikut apa enggak”.

Akhirnya semua mepersiapkan diri mereka masing masing dan keluar dari gedung itu, mereka jalan beberapa meter, jalanan terlihat sepi tapi ada beberapa orang yang berdiri diam dengan darah dan luka di seluruh badannya. Mereka mendekati orang tersebut sambil bertanya apakah dia baik baik saja, orang itu mendengar perbincangan mereka, lalu orang itu menengok perlahan lahan ke arah mereka, betapa terkejutnya mereka melihat orang tersebut, matanya putih layaknya orang buta bahkan dia tidak memiliki bibir, seperti ada yang merobek mulutnya, orang itu mulai mendekat dan mengerang dengan keras, langsung saja mereka lari.. tapi terlihat makhluk tersebut muncul satu persatu dan mereka semakin banyak, Andi dan kawan kawan terkepung, mereka mencoba melawan tapi tidak membuahkan hasil.

DOR.. DOR!!, terdengar suara tembakan suatu tempat, dan terlihat 2 orang petugas polisi yang membantu mereka, tapi keadaan semakin memburuk semua makhluk tersebut mendatangi sumber suara yang keras itu, namun mereka berhasil lolos dan pergi dengan mobil petugas tersebut. Mereka pergi tanpa arah dan tujuan, yang ada di pikiran mereka hanya lari dan mencari tempat yang aman, namun Andi tetap ingin menyelamatkan adiknya, dan dia minta diantarkan ke rumahnya.

Setelah sampai di gang depan rumahnya, petugas dan yang lainnya hanya bisa mengucapkan semoga beruntung, lalu mereka melanjutkan perjalanannya kembali.

Kini hanya Andi seorang diri. Ia menuju rumahnya, terlihat suasana sekitar sangat sepi, saat berada di teras rumah terlihat pintu rumah sedikit terbuka, gagang pintunya terdapat darah dan itu baunya sangat anyir, saat membuka pintu Andi sangat kaget, sebuah mayat tergeletak di ruang tamu dengan darah berceceran di lantai, dia melangkah perlahan lahan melewati mayat itu.. Tiba tiba mayat itu bangun dan menarik kaki Andi sampai dia terjatuh, mayat itu menindih badan Andi dan berusaha mengoyak wajahnya Andi, Andi mengambil vas bunga yang ada di sampingnya dan menghantamkannya ke kepala mayat itu lalu mendorongnya, tapi dia sangat agresif.. Dia terus saja menarik narik kaki Andi.

Tiba tiba Anisa adiknya datang sambil membawa pisau daging “nih ambil Mas” katanya, Andi langsung mengambil dan memotong tangan mayat tersebut, tapi tetap saja dia masih hidup “Ya ampun, monster macam apa ini?” kata Andi sambil menendang wajahnya, lalu dia mengayunkan pisaunya ke kepala mayat itu, KRAKK!!.. Pisau itu menancap cukup dalam di kepala mayat itu sampai susah untuk dicabut, dan mayat itu pun terlihat diam dengan mulut yang menganga.

Andi langsung memeluk adiknya dengan erat.
“Kamu gapapa kan?”
“Gapapa mas.. Aku ngumpet dikam.. Di kamar..” sambil menangis terhisak hisak.
“Udah.. Udah gapapa nis, jangan nangis.. Masa adek Mas cengeng sih, ayo mending kita siap siap pergi dari sini, yuk. Kita ke ayah sama mama.. Disini udah gak aman”.

Mereka pun mengunci pintu dan bersiap siap, mengambil semua persediaan yang ada dan beristirahat.. “Besok akan jadi hari yang sangat panjang nis.. Sangat panjang makanya tidur yang nyenyak..”

Bersambung…

Cerpen Karangan: Andhika Adib
Blog / Facebook: Andhika Adib

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 6 September 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Bring Me Back To Home (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tianna Dan Peri Yang Dikutuk

Oleh:
Aku membuka lembar demi lembar album foto yang sudah lama sekali. Album itu berisi foto-foto diriku bersama kedua sahabatku dulu, tapi sekarang mereka berubah, mereka bukan sahabatku lagi. Bulir

Kasus Ditutup (Part 2)

Oleh:
Batsy hanya berjalan lalu duduk di salah satu kursi pengunjung dengan santai, sama sekali tidak terpikirkan olehnya tentang penawaran itu. Ia hanya ingin meledakkan brangkas bank dan menemui papanya,

Beri Aku Tuan

Oleh:
Dari siang hingga malam aku selalu menemaninya. Ia begitu gigih tak mengenal lelah meski peluh menetes di bawah terik mentari. Aku tau ia pasti lelah dan ingin beristirahat meski

Proklamator

Oleh:
Pulau Buru. Tempat penuh dengan aura kejahatan dan kekejaman, tempat di mana ratusan wajah-wajah kotor tahanan politik atau pembunuhan. Tempat di mana setiap detik terhembus napas terakhir sisa kehidupan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Bring Me Back To Home (Part 1)”

  1. ATJD says:

    Ketika virus paling berbahaya bermutasi muncul di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *