Bunga Tidur Dari Bunga Yang Tertidur

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 4 December 2018

Bunga Amanda. Itulah nama gadis yang sampai saat ini masih tertidur di atas ranjang kamarnya. Padahal, sang mentari sudah meninggi. Hingga alarmnya kembali berbunyi entah sudah yang keberapa kali. Matanya sayup-sayup melihat, pukul 10.00.
“WHATTT???”. Bunga segera bergegas bangun, bersiap-siap pergi ke kantor secepat mungkin. Sebab, sebenarnya ia ada meeting dengan klien pukul 09.00.

Bunga disidang di ruangan bosnya. Bunga membuat klien marah dan tak ingin menjalin kerjasama. Bunga dipecat dari pekerjaannya, sebab ini bukanlah kali pertama Bunga lebih memilih hobi tidurnya daripada pekerjaannya. Dengan sangat berat hati Bunga berjalan ke tempat kerjanya untuk membereskan barang-barangnya. Bunga duduk di kursinya sambil bergumam.
“Dasar bos sialan! Masa gue dipecat? Coba aja gue bisa nyihir dia supaya gue gak dipecat. Nyebelin banget tau enggak?”. Bunga menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi dan memejamkan matanya.

Bunga ke luar kantor dengan membawa barang-barangnya itu. Tak sengaja Bunga melihat seorang anak menyeberang jalan. Namun diwaktu bersamaan, ada mobil yang melintas dengan kecepatan cukup tinggi. Bunga menaruh barang-barangnya, dan segera berlari menolong anak itu sambil berteriak memperingatkannya. Bunga memeluk anak itu, dan berteriak dengan tangan kanannya diangkat ke depan mengarah ke mobil itu dengan mata tertutup rapat-rapat.
“STOPPP!!!”. Seketika mobil itu berhenti di tempat. Bunga membuka matanya dan menurunkan tangannya. Bunga bingung dengan apa yang terjadi. Begitupun dengan anak kecil dan sopir mobil itu yang ternyata mobilnya mengalami masalah rem blong.

Saat Bunga sedang menunggu kendaraan umum, terdapat dua orang lelaki dengan gerak-gerik mencurigakan. Mereka menjambret tas milik Bunga.
“Jambret!!” teriaknya sambil panik. Seorang pemuda yang melihatnya, berusaha mengejar dua orang itu. Mereka berkelahi, dua lawan satu. Pemuda itu kalah dikeroyok. Bunga berusaha menolong. Ia juga hampir dipukul oleh dua orang itu. Bunga yang jongkok di samping pemuda itu, memejamkan mata dengan kedua tangan ditaruh mengarah ke kedua orang itu, guna untuk melindungi kepalanya jika mereka memukulnya.
“Jangan!!!” teriak Bunga. Anehnya, dua orang itu langsung terpental begitu saja dalam waktu yang bersamaan. Bunga yang telah membuka matanya, kembali terheran-heran. Begitupun dengan pemuda dan dua orang itu yang langsung kabur.

Pradipta, nama pemuda tadi. Biasa dipanggil Dipta. Mereka pulang bersama setelah kejadian itu.
“Kok bisa sih kayak tadi?” tanya Dipta.
“Lo punya kekuatan super?” lanjutnya.
“Gue enggak tau Dip. Tadi pas gue nolong orang juga gitu. Mobil yang remnya blong, bisa berhenti tiba-tiba.” terang Bunga.

Masih terheran-heran hingga malam hari di kamarnya, lebih tepatnya di atas kasur. Ia ingin mencobanya. Ia memusatkan pandangannya pada sebuah gelas berisi air putih di atas meja. Bunga mengarahkan tangannya ke gelas itu, dan dalam beberapa detik kemudian, gelas itu pecah berantakan. Bunga tersenyum kagum.

Siang ini, Bunga sedang makan di warteg bersama Dipta. Mereka masih membahas kekuatan baru Bunga.
“Satu pesan gue! Jangan gunain kekuatan lo buat kejahatan!”. Dipta akan mengambil tempe goreng yang berjarak beberapa langkah.
“Eh Dip! Dip! Lo liat ini!”. Bunga menggunakan kekuatannya untuk mengambil tempe goreng itu.
“Selagi bisa diambil pake tangan, gak usahlah pake kekuatan!” ucap Dipta.

Bunga mendatangi kantor tempat kerjanya dulu. Ia berniat mengambil alih perusahaan, untuk balas dendam pada bosnya. Bunga bertemu dengan karyawan bernama Mario yang bersedia membantunya. Bunga berhasil balas dendam pada bosnya menggunakan kekuatannya, mengambil alih perusahaan, mengusir bosnya, serta menaikkan jabatan Mario. Ia benar-benar berada di puncak kesenangannya ditambah lagi jadian dengan Mario.

Sudah lebih dari seminggu Dipta tak bertemu dengan Bunga yang sibuk dengan kesenangan barunya. Dipta masih bekerja jadi pelayan di sebuah cafe. Dan yang harus ia layani saat ini adalah Bunga dan Mario.
“Bunga? Apa kabar?”.
“Baik. Sayang, ini Dipta temen aku. Dip, ini Mario pacar gue.”.
“Pacar? Kok Mario gak pernah cerita.”.
“Emangnya kenapa?” tanya Bunga.
“Mario itu sepupu gue Bunga.” jelas Dipta.
“Mana mungkin sih Mario punya sepupu kayak lo gini yang cuma pelayan cafe? Enggak level.” ucap Bunga.
“Asal lo tau, Mario itu gak sebaik yang lo fikir, dia playboy.”.
“Lo ngomong apa?” Mario tak terima.
“Udah deh Dip! Lo mau ngancurin hubungan gue ama Mario kan? Mendingan lo pergi! Pergi dan jangan balik lagi ke kehidupan gue!!”. Bunga menggunakan kekuatannya untuk menghilangkan Dipta.
“Lo bakal nyesel.” ucap Dipta sebelum menghilang.

Pagi ini, Bunga mendapat kabar bahwa perusahaannya mengalami kebakaran cukup hebat. Diduga karena hubungan pendek arus listrik. Bunga buru-buru dateng. Ia berusaha memadamkan api dengan kekuatannya. Tetapi entah apa yang terjadi. Kekuatannya tak berfungsi sama sekali. Bunga bingung, ia kehilangan semuanya. Bunga tak bisa melakukan apa-apa, kekuatannya menghilang begitu saja.

Dalam perjalanan menuju rumah, Bunga melihat Mario dengan wanita lain. Ia menampar Mario dan marah kepadanya. Bunga berusaha menghilangkan Mario sama seperti menghilangkan Dipta, namun tak terjadi apa-apa. Justru ditertawakan oleh Mario dan pacar barunya. Mereka meninggalkan Bunga yang menangis dan meneriakkan nama Dipta.
“Dipta!! Dipta!! Maafin gue Dip! Maafin gue!!”.

“Bunga!! Bangun!! Bunga!!”. Bunga terbangun dari tidurnya.
“Kamu bukannya beres-beres terus pergi, malah tidur di sini.” ucap bosnya. Bunga meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya, asalkan dia tidak dipecat. Bos enggak jadi mecat Bunga. Tapi jika terulang kembali, lain lagi ceritanya.

Bunga tengah berjalan menuju halte untuk pulang. Tak sengaja ia melihat seseorang baru saja turun dari bus. Bunga segera berlari dan langsung memeluknya.
“Dipta! Maafin gue! Gue udah jahat sama lo.”.
“Bunga, gue udah maafin lo. Dan gara-gara lo ngilangin gue di mimpi lo, gue jadi ketemu lo di dunia nyata. Gue sayang sama lo. Makanya gue kasih tau kalo Mario playboy, tapi lo enggak percaya.”.
“Maafin gue! Gue juga sayang sama lo.”.

Cerpen Karangan: Ria Puspita Dewi
Blog / Facebook: Elfa Ria Puspita

Cerpen Bunga Tidur Dari Bunga Yang Tertidur merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Saksi Kedua

Oleh:
Saat pertama kali ia membelikanku dengan selembar uang pecahan seratus ribu, aku merasa sedikit heran, sebab waktu itu, aku saksikan ia tengah memakai sejenis aku di kepalanya, malah lebih

Gliese 581g (Part 2)

Oleh:
Tanpa menyelesaikan surat Raffles, aku segera berlari keluar. Kulihat makhluk Gliese 581g tengah dikurung dan dipaksa masuk ke dalam sebuah jeruji besar di sana. Tanganku yang masih menggenggam surat

Onregelmatig

Oleh:
Masih kukayuh sepeda tua ini menghampiri sebuah toko “Doll winkel”. Kulihat ada sebuah boneka yang sangat lucu, kupegang kedua tangannya. Boneka itu berbicara padaku “Weg van mij(menjauh dariku)” kata

Azalea : First Meeting

Oleh:
Stevan kebingungan. Itu pasti karena dia hanya sendirian di kamar yang lampunya masih menyala terang ini. Pemuda blonde itu merasa malam ini, malam yang sangat berat baginya. Mungkin akan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Bunga Tidur Dari Bunga Yang Tertidur”

  1. Dinbel says:

    Menarik & kerenssss

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *