Burung Api Phoenix

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Lucu (Humor), Cerpen Thriller (Aksi)
Lolos moderasi pada: 19 December 2017

Phoenix!!. Begitu setiap orang memanggilku, aku adalah seekor Burung Abadi yang legendaris. Sekujur tubuhku diselimuti oleh Api yang panas dari kaki, kepala, kedua sayapku, dan juga ekorku. Hehe… Hebat kan jelas dong!!…

Di dalam goa ku yang nyaman yang terletak di pedalaman Hutan, dimana para manusia tak bisa menemukanku dengan mudahnya. Aku sedang asyik tidur. Kira kira sudah 1000 tahun lamanya aku tertidur. Tiba tiba seseorang datang mengganggu tidurku di malam hari. “Bangunlah Kau Phoenix. Cepat bangun!!” sahut orang itu dengan keras, tapi Aku masih mau tidur jadi Aku hiraukan saja, “Bangunlah kau Phoenix!!” Sahut orang itu Berulang ulang, sampai aku jengkel, lalu aku keluar dari goa dan menyerang orang itu dengan apiku. Orang itu dapat menahan seranganku dengan menggunakan tameng berwarna hitam pekat yang ia pegang di tangan kirinya, tapi beberapa orang pasukan yang dibawanya terluka oleh serangan api yang berasal dari kibasan sayapku.

“Hebat!! Juga dia dapat menahan seranganku terlebih armor hitam di tubuhnya diselimuti oleh hawa kegelapan yang mengerikan itu membuatku sedikit takut” jawabku dalam hati.

“Siapa kau beraninya mengganggu tidurku!!” jawabku dengan keras.
“Aku adalah Dark Lord. Aku adalah raja dari semua makhluk kegelapan!”.
“Untuk apa? Kau datang mengganggu tidur nyenyakku” kataku sambil nguap maklum masih ngantuk.
“jadilah salah satu pasukanku!. Mari kita musnahkan seluruh umat manusia!?”.
Aku menolaknya dengan alasan “aku masih ngantuk masih pengen tidur”, lagi pula kalau aku ikut memusnahkan manusia citraku sebagai burung legendaris yang keren di mata manusia bisa hilang. Jadi yah mendingan aku tidur lagi aja.

Mendengar kalau aku menolak Dark Lord menjadi sangat marah. Kekuatan kegelapannya yang sangat besar keluar dari tubuhnya, bahkan pedang di tangan kanannya mengeluarkan aura kegelapan yang mengerikan.
“Berani sekali kau menolak tawaranku!!” Dark Lord mengarahkan pedangnya ke arahku.
“Akan kuhancurkan kau dan tempat ini sekarang!!, kalau kau tak menurut” Acamannya.
Aku tetap menjawab tidak. Lalu Dark Lord mengalirkan sihir yang sangat kuat ke pedangnya lalu dia mengayunkan pedangnya ke arahku, lalu seketika terjadi ledakan api yang sangat besar. Booooom!!!, Seluruh Hutan bersama dengan goa tempat tinggalku seketika berubah menjadi lautan api. Aku sih gak papa aku kan memiliki kekuatan elemen api jadi walau kena, aku masih baik baik saja.
“Rasakan itu Phoenix, hahahahaha” ucapnya dengan perasaan senang dan seluruh pasukannya pun ikut tertawa “hahahahaha”.

Dark Lord berpikir telah mengalahkanku. tiba tiba salah satu pasukannya melihat ada yang aneh dengan kepulan api itu, samar samar dia melihat aku masih hidup dan memakan semua api itu.
“Tuan. Lihat lah Phoenix itu, dia memakan semua apinya!!” sambil menunjuk ke arahku.
“Apa!?. Bagaimana bisa??” Dark Lord terkejut

Lalu Dark Lord berlari ke arahku dan menyerangku dengan pedangnya. Lalu aku terbang menghindarinya. Setelah makan kekuatan apiku bertambah dahsyat. Dark Lord mengangkat tangannya lalu seluruh batu di sekitarnya dari yang kecil hingga yang besar mulai berterbangan. Dark Lord melemparkan seluruh batu itu ke arahku dengan kekuatannya. Ketika semua batu mendekat ke arahku semua batu itu meleleh, dikarenakan kekuatan apiku yang semakin meningkat. Lalu aku menyemburkan api yang sangat besar dari paruhku, “Bluuuuuurn…” seketika seluruh pasukan Dark Lord berubah Jadi abu. Dan hanya Dark Lord yang dapat menahannya api itu dengan tameng hitam di tangan kirinya sampai tameng itu retak. Lalu Dark Lord melompat ke arahku dan menebasku di udara dengan pedang di tangan kanannya. Lalu tubuhku terbelah dan berubah jadi abu karena serangannya yang sangat kuat.

“Tamatlah kau Phoenix”, dengan nafas yang terlihat kelahan dan keringat pun mengucur deras.
Dark Lord mengira aku sudah tamat. Karena keabadianku aku dapat bangkit kembali walau telah menjadi abu, ketika aku bangkit aku pun menertawakan sang Dark Lord itu.
“Hahahahaha, kenapa kau terlihat kelelahan?”.
“Bagaimana bisa kau hidup kembali??”, dengan heran Dark Lord berkata.
“makanya jangan sok kuat, orang lagi enak tidur diganggu, dan kau menghancurkan tempatku juga”, Ucapku dengan rasa marah dan api di sekujur tubuh membesar dan menyala dengan terang.
“Maafkan aku, aku mengaku kalah. Tapi bagai mana kau melakukan semua itu??”, Kata Dark Lord yang telah pasrah karena kalah, Dan dia pun menjatuhkan pedang dan perisainya.
“Rahasia dong” jawabku mengejek.
Aku langsung terbang menjauh meninggalkan Dark Lord. Untuk mencari tempat tidur yang baru, wong aku masih ngantuk mau bobo lagi.

Dark Lord pun pergi pulang dengan rasa putus asa. Di karenakan kekalahannya seluruh pasukannya binasa, dan Dark Lord tak bisa melaksanakan misi memusnahkan manusia.

Cerpen Karangan: Fardhan
Facebook: M.fardhan30[-at-]yahoo.co.id
Aku suka berbagai mahluk mitos seperti Phoenix, Pegasus, Unicorn, Centaur, dan Dragon
Dari semuanya aku paling suka Phoenix and Dragon menurutku mereka keren.

Cerpen Burung Api Phoenix merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Melatonin

Oleh:
Aku terbangun. Di tengah heningnya malam, tanpa tahu apa yang akan kulakukan sampai melihat matahari terbit. Jadi aku melangkah ke meja laptop, membukanya, dan melanjutkan menulis. Dinginnya subuh membuatku

Penculikan

Oleh:
Malam ini hujan turun dengan derasnya, membuat malam yang dingin menjadi lebih dingin lagi. Rasanya sangat enak jika malam ini makan bakso lalu tidur. Namun, aku yang malang ini,

Absurdity

Oleh:
Nama gue Abigail. Sebut saja Bi atau Abi atau Abigail. Gue adalah seorang pemimpi yang gak tau kapan harus berhenti bermimpi. Semua orang tau, bumi itu bulat, tidak berujung

Pak Tani dan Raja Semut

Oleh:
Di sebuah desa yang asri dan makmur tinggalah seorang petani yang sangat rajin dan pekerja keras, setiap hari ia bekerja di sawah miliknya sendiri. Letak sawah Pak Tani lumayan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *