Cahaya Ku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 16 February 2016

Sore ini aku masih berada di sekolah karena tugas yang menumpuk. Pukul 17.45 akhirnya tugasku selesai juga, kemudian aku bergegas pergi menuju gerbang sekolah karena tadi paman bilang dia akan menjemputku. Tapi saat aku ada di sana ternyata paman belum datang, hanya ada seorang satpam yang sedang berjaga di posnya. “Lebih baik ku tunggu saja paman, siapa tahu dia terlambat menjemputku. Lagi pula di sini masih ada James.” Kemudian aku berdiri di depan pintu gerbang menunggu paman, namun nihil. Sudah hampir 45 menit aku menunggunya namun dia tak kunjung datang. Akhirnya ku putuskan untuk pulang berjalan kaki. Hening, yah suasana kali ini memang cukup sepi dari pada biasanya.

“Hmm…” Aku mendengus bosan karena memang tidak ada teman untuk ku ajak bercerita. Saat aku melewati gang yang gelap dan sepi ada seseorang di sana, ah tidak bukan cuma seorang tapi ada 3 orang yang ku lihat sedang mengelilingi seorang pria yang sedikit menakutkan. Kemudian seorang pria lagi mengambil pedang yang ada di punggungnya dan 2 temannya lagi memegangi pria menakutkan yang terkepung itu. Tak lama setelah itu pria itu kemudian menusukkan pedangnya ke jantung pria menakutkan itu, seketika pria itu mati dan tubuhnya berubah menjadi abu.

“Aaahhh!!!”

Aku menjerit histeris karena melihat kejadian tadi. Lalu aku berlari sekuat tenaga menuju rumah, sesampainya di rumah aku langsung menuju kamarku. Aku masih membayangkan kejadian tadi. Tak ku sangka air mataku menetes karena terlalu takut atas apa yang ku alami tadi. Tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu rumahku, ku kira itu teman paman, tapi ternyata bukan. Lalu aku turun menuju pintu depan dan membukakan pintu untuk tamu itu. Namun saat ku bukakan pintu itu ternyata ada 3 orang pria misterius yang datang dan semuanya berpenampilan mengerikan.

“S..si.. siapa kalian?”
“Cepat tangkap gadis ini!!” perintah pria misterius yang ada di tengah.

Kedua temannya segera mengikuti apa yang dikatakan pria itu. Namun dengan cepat aku berlari menghindari 3 pria itu. Aku berlalri memasuki kamarku dan cepat-cepat aku menguncinya. Tapi itu tak bertahan lama, ketiga pria itu berhasil mendobrak pintu kamarku dan nendapatiku yang sedang ketakutan. “Ja.. jangan mendekat!!” aku berteriak ketakutan. “Tenanglah putri kecil, kami tidak akan melukaimu, kami hanya ingin membawamu ke sebuah tempat.”

Pria itu berkata dengan nada lembut, tapi aku tahu itu hanya tipu daya mereka yang ingin berbuat jahat kepadaku. Aku takut, benar-benar takut. “Siapa saja tolong aku!!” aku menjerit sekeras-kerasnya berharap ada seseorang yang menolongku. Namun hasilnya nihil, dan kali ini keadaanku sudah benar-benar terkepung. Mereka semua seperti seekor buaya yang tengah mengepung mangsanya. Aku menutup mataku berharap agar ini hanya mimpi. Walaupun ku tahu ini bukan mimpi.

Tapi tiba-tiba aku mendengar sebuah suara seseorang yang sedang menebaskan sebuah pedang. Dan benar saja dugaanku, orang-orang yang tadi ku lihat di gang gelap tadi. Mereka bertarung melawan tiga pria mengerikan itu. Kemudian dengan waktu yang hampir bersamaan mereka menebas kepala ketiga pria itu. “Aaaahh..” aku kembali menjerit histeris karena melihat 3 kepala pria itu terlepas dari badannya. Namun anehnya tak ada setitik darah pun mengalir dari leher mereka, bahkan mereka kembali berubah menjadi abu seperti yang ku lihat tadi. Lalu seorang pria dengan bola mata biru lautnya yang indah mengulurkan tangannya untuk membantuku berdiri. Aku menerima uluran tangannya itu dan kemudian berdiri.

“Kalian siapa?”

Cerpen Karangan: Ayunda Intan Puspita
Facebook: Ayunda Intan Puspita

Cerpen Cahaya Ku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Riddle Mungkin

Oleh:
Tasya melirik jam di dinding. Sudah jam 12 malam lewat. Sudah terlalu malam juga. “Lebih baik, kusudahi dulu saja perkerjaanku.” Gumam Tasya. Tasya mematikan laptopnya. Mengemasi semua barang yang

Wasiat

Oleh:
Dimana aku, berlalu. Membawa semua.. semua? semua? “Oh my God. Lusiiii?” aku terpaksa berteriak karena tak tahan lagi mendengar ocehan Lusi. Aku yang berusaha menghafal puisi yang ku buat

Devil (Part 1)

Oleh:
Kulangkahkan kakiku menyusuri koridor sekolah yang telah gelap itu, mataku tak henti-hentinya mengedarkan pandangan ke setiap jengkal tempat yang kulewati. Aku harus menemukan pria itu, tekatku dalam hati. Tepat

Temanku Adalah Alien

Oleh:
Profesor Bori Valmore adalah nama ayahku dan Profesor Valmore itu nama kakekku. Sejak aku lahir aku tak pernah melihat ayah dan kakekku, yang aku dengar dari orang-orang ayah dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *