Cake A Lemon Syrup Gove

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Kisah Nyata
Lolos moderasi pada: 10 February 2013

Citra membuka matanya, ia meraba dinding untuk menemukan saklar listrik. Aha! Ini dia, ia berhasil mendapatkannya. Citra segera melihat ke arah jam wekernya. Dan ternyata masih jam 06.00. Lalu ia mandi dan mengenakan pakaian biasa berwarna pink bertuliskan Love Girls dengan manik-manik yang menarik.

Sebenarnya hari ini Vika dan Ita akan datang kerumahnya untuk menginap dan mumpung sedang liburan, Citra mengajak mereka nonton di bioskop jam 12.00, tapi sebelumnya shalat Dzuhur dulu!
“Citraaa! Ada telepon dari Vika!” panggil kak Silvia.
“Bentar..” kata Citra sambil menuruni tangga.
“Halo? Vika? Kamu jadikan kerumah aku?” Tanya Citra begitu ia dipersilahkan mengobrol dengan Vika.
“Emm.. jadi sih, tapi.. maaf ya aku datangnya langsung ke bioskop. Karena nanti pasti di jalan Margonda ramai sekali.” Katanya.
“Oh, ya sudah. Berarti tinggal kabar dari Ita aja ya..” kata Citra.
“He-eh, eh udah dulu ya. Nanti kita ketemu ya. Bye..” katanya. Telepon pun ditutup olehnya.
“Citra, kamu nanti mau nonton?” Tanya kak Silvia sambil meneguk lemon tea nya.
“Kenapa? Kakak mau ikut? Tapi bayar sendiri oke!” kata Citra sambil menyalakan TV.
“Bukannya ini hari minggu ya?” kata kak Via mengingatkan,
“Iya, kenapa?” Tanya Citra.
“Masa kamu nggak inget, sih?”
“Inget apa… Ah iya ya.. kan bioskop ramai.” Kata Citra sambil menepuk keningnya.
“Daripada nonton ramai, mendingan belajar les bikin kue sama bu Annie!” saran kakakku. Ya, bu Annie adalah juru masak di kota Nami. Dia adalah ibunya Raisha. Anak terkaya di Gardenia Ellina’s School, kelas delapan. Sebaya dengan kak Via. Dan juga mempunyai perusahaan les ballet dan membuat kue. Kadang-kadang mereka sering masuk TV, di acara Mel Darado Show, atau di Cooking Mania.
“Oh iya, benar tuh, kak. Makasih ya.” Kata Citra. Akhirnya Citra pun berubah pikiran. Ia pun menelpon Ita dan Vika untuk memberitahukan bahwa batal menonton Bioskop. Tapi akan ke les ibu Annie.

Jam 12.00 tiba. Ita dan Vika sudah berada di rumah Citra. Sekarang, mereka siap untuk pelajaran memasak kue, hingga menghiasnya. Mereka kesana tidak berjalan kaki lho! Tapi, diantar oleh kak Silvia dengan mobil Mercy nya. Tak terasa, perjalanannya cepat sekali. Hanya 5 menit.

Saat sampai di rumah bu Annie. Semua mengetuk pintu. Tok! Tok! Tok! Lalu, pintu dibuka oleh remaja muda.
“Eh, kalian. Ngapain ke sini? Mau memesan kue ya?” goda kak Raisha.
“Ah, kakak bisa aja. Kita mau latihat buat kue nih kak. Sama minuman Lemon. Paasti enak! Mana ibu Annie nya kak?” Tanya Citra.
“Ssst… manggilnya jangan ibu Annie. Tante Annie aja. Ya.” Pesan kak Raisha. Semua mengangguk.
“Ma… Nih, ada anak kelas 7. Mau belajar buat kue sama mama.” Panggil kak Raisha. Lalu, ibu Annie. Eh, Tante Annie datang.
“Hei. Anak-anak manis dan lucu. Silakan masuk.” Kata bu Annie mempersilahkan semua masuk.
“Oh iya tante.” Kata mereka bertiga. Lalu, mereka dipersilahkan masuk ke halaman rumah tante Annie yang luas itu.
“Nah, kalian silakan tunggu di sini. Tante mau siapin bahannya dulu ya sayang…” Ujar tante Annie sambil berjalan ke dapur, diikuti oleh kak Raisha dan pembantunya.
Tak lama kemudian, tante Annie serta kak Raisha kembali membawa perlengkapan. Ada pewarna makanan, mentega, terigu, telur, lima buah limun yang masih segar.
“Nah, sekarang, lebih baik kalian cuci tangan kalian dahulu. Di sana!” perintah tante Annie.
“Oke!” jawab semua. Mereka mencuci tangan secara bergiliran. Setelah itu, mereka kembali ke tempatnya masing-masing.
“Siap!?” Tanya tante Annie.
“Siap tante….” Jawab semua.
“Siiip!” Akhirnya, tante Annie memberitahu bagaimana cara memasaknya.

Setengah jam berlalu semua memasukkan adonan masing-masing ke dalam Oven yang besar. Tapi sebelum itu, mereka menuangkan perasan lemon yang sudah mereka peras.
“Sambil menunggu, kita ke dalam yuk.” Ajak tante Annie. Semua mengangguk, lalu melepaskan celemeknya dan masuk ke dalam rumah tante Annie.
Suasana hening sekejap, tante Annie sedang menelpon temannya yang ingin berkunjung ke rumah.
“Hmm…. Sebentar lagi, ada Om Rey mau datang.” Kata tante Annie. Semuanya bertatap satu sama lain kebingungan.
“Om Rey?” Tanya Citra.
“Siapa itu ma?” Tanya kak Raisha.
“Dia itu adalah salah satu cameramen di Cooking Mania, mau datang. Jadi, kita harus buat satu lagi. Mumpung Om Rey lagi di jalan.” Jelas tante Annie.
“Ooooh…” Semua ber-oh.
Lalu, mereka kembali memakai celemek dan membuat adonan yang besar. Tak lama kemudian bel berbunyi.
Tingtong! Tingtong! Lalu, bibik Irma membukakan pintunya. Ternyata Om Rey! Semua tersentak. Cepat sekali dia datang.
“Assalamu ‘alaikum…” Kata Om Rey.
“Wa ‘alaikum salam…” Balas tante Annie. “Cepat sekali kau datang?”
“Iya bu, tadi di tol sepiiii banget.” Jelas Om Rey. “Ya udah, kalian sudah siap di liput?”
“Siiiip!” Akhirnya, mereka semua diliput satu per satu. Tak terasa hari sudah senja, semua pulang.
“Daaah.”

Di rumah Citra…
“Assalamu ‘alaikum Mama!” Salam Citra.
“Wa ‘alaikum salam…. Citra!” kaget mama.
“Kamu bawa kue dari mana nak?” Tanya mama.
“Ini ma, aku abis dari kursus tante Annie ma. Kak Silvia yang nyuruh.” Kata Citra. Lalu, kak Silvia menengok ke arah Citra dengan tatapan bingung.
“Lho???”
“Hahaha… Ya udah, yuk kita cicipin.” Ajak mama sambil membawa keduanya ke meja makan. Ternyata di sana sudah ada papa.
“Mmm… Lezat, namanya apa sih?” Tanya papa.
“Emm… apa ya?” kata Citra sambil berpikir. Mmm…. Tadi sih, ga di kasih tau nama kuenya apa. Aha! Ngasal aja, ini kan pake Lemon jadi …. “Cake A Lemon Syrup Gove!”
“???” semua melongo. Citra cekikikan.
“Hahahahaha…”

Tamat…

Cerpen Karangan: Annisa Tabrzia Diva Kusuma
Facebook : Annisa Tabriza
Hai sobat Cerpenmu…
Aku Annisa. Kalian boleh panggil aku apa aja. Mau kenalan sama aku??? boleh…
Twitter-ku :@annisa_haters13
Blogg-ku :htttp//www.annisa.tabriza.blogspot.com

Cerpen Cake A Lemon Syrup Gove merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Yang Rumit

Oleh:
Namaku ani, sejak kecil aku di ajarkan untuk patuh pada aturan dalam keluarga. Papa ku terbiasa oleh aturan militer, begitu juga kami di rumah pun kami selalu di awasi.

Keju Berbicara

Oleh:
Di suatu Pulau nan jauh bernama Pulau Keju, hiduplah seorang bangsawan muda bernama David. Ia memiliki 3 anak, yaitu Devin, Dani, dan Daniel. Devin adalah yang tertua, dan paling

The Advanture of Two Friends

Oleh:
Hari Minggu, hari yang di tunggu-tunggu Nafa Maulidya Sahni. Bersama sahabatnya, Cassandra Syena. Nafa baru saja mendapat sepeda berwarna kuning. Karena nilai ulangan IPS-nya sangat bagus, Cassandra atau di

Dunia di Balik Dinding

Oleh:
Karena setiap malam aku selalu mendengar suara orang yang sedang berpesta di balik dinding kamarku, aku mengajak sahabatku untuk menginap di rumahku malam ini. Kebetulan Ibu dan Ayahku sedang

Verdriet

Oleh:
Sejak dua jam yang lalu aku bersantai di halaman belakang rumaku, angin malam berhembus, mendinginkan otakku, memang enak sih bersantai sambil mendengarkan lagunya Shaggy dog – Bersamamu. Beberapa menit

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *