Candy Land

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 19 December 2013

Pagi telah menyapa riang. Terdengar teriakkan mama dari lantai bawah. “sayang! Ayo, turun!” “iya, ma!” jawabku. Oh ya, namaku adalah reinasya suzan tyaraputri. Panggil saja rei. Aku anak tunggal di keluargaku. Aku langsung turun ke bawah untuk menemui mama. “mama!” panggilku. “ya, sayang! Mama di dapur!” sahut mama. Aku menyusul mama. “ma, aku bantu ya!” tawarku. “oke, sayang. Makasih, ya.” aku mengangguk dan langsung membuat adonan untuk kue yang dibuat oleh mama. “mama, papa kemana?” tanyaku. “papa kerja lembur kemarin malam dan belum pulang pagi ini,” jawab mama yang sedang menggoreng kerupuk. “oh.”

Aku meneruskan membuat kuenya. 20 menit kemudian, aku sudah selesai membuat kue, tinggal dimasukkan ke oven saja. “ma, sudah selesai nih!” seruku. “oke, kalau begitu, kamu boleh bebas.” “yeay! Makasih ya, ma!” aku pun pamit pergi ke taman. “ma, aku pamit ya, mau pergi ke taman,” pamitku. “iya, sayang. Hati-hati ya,” pesan mama. Aku mengangguk.

Setelah sampai di taman, aku bertemu ketiga sahabatku yaitu, vena, alice dan tya. “hai, teman-teman!” sapaku menghampiri ketiga sahabatku. “hai juga, rei! Kok baru datang?” sambut vena tersenyum. “iya, aku tadi habis bantu mamaku untuk membuat kue,” jawabku. “oke, sekarang kita ngapain nih?” “main petak umpet, yuk!” usulku. “yuk!” “tya jaga, ya!” seru alice. “oke!” tya menghitung sampai sepuluh. “aku cari, ya!” aku tau tempat persembunyian vena dan alice.

Mereka bersembunyi di balik pohon rindang. Tiba-tiba, saat aku hendak keluar dari persembunyianku, aku melihat lubang yang amat terang sehingga membuatku harus menutup mata karena silaunya. Lubang itu sangat cukup untuk kumasukki. “lubang apa, itu?” gumamku. Aku berjongkok, lalu mengulurkan tanganku untuk memasukkannya. Tetapi, terlambat. Tya sudah menemukanku. “rei kena!” seru tya senang. “hhh…”

“aku cari alice sama vena dulu, ya, rei!” tya berlari menuju tempat persembunyian alice dan vena. “yeah! Vena dan alice kena!” seru tya puas. “eh, rei ngapain tuh? Kita samperin, yuk!” ujar vena sambil menunjukku. “yuk!” mereka bertiga menghampiriku yang masih berjongkok di depan lubang tadi. “ngapain, rei?” tanya alice. “ini nih, ada lubang aneh. Kita masuk nggak, ya?” “masuk aja yuk! Siapa tau asyik?” sahut tya. “coba aja. Apa salahnya mencoba?” timpal vena. “oke. Kita masuk ya… Pada hitungan ketiga. 1, 2, 3!” kami pun masuk ke dalam lubang itu. Di dalamnya kami sangat pusing karena lubangnya berputar-putar! Huh! Membuat aku mual saja!

Cling! Kami sampai di sebuah pulau aneh, yang dimana-mana ada permen. Saat ini ada hujan permen, semua rumah terbuat dari permen, makhluknya juga terbuat dari permen, tanahnya itu cokelat, dan lain-lain. Pokoknya semua serba permen deh! “halo, kalian siapa dan dari mana?” tanya seorang makhluk. “kami tersesat disini. Kami dari bumi,” jawabku. “hmm… Bumi? Negeri antah berantah rupanya…,” gumamnya. “kamu siapa?” tanya vena. “oh ya, aku killa, makhluk disini. Ini candy land,” sahutnya. “aku rei, ini vena, alice dan tya.” “salam kenal.” “mau aku ajak keliling pulau ini tidak?” tawar killa. “ya, kami mau!”

Killa mengajak kami berkeliling pulau ini. Pulaunya asyik, killa juga asyik kok! “ini bisa dimakan, bukan?” tanya tya. “ya,” jawab killa singkat. “kami boleh mencobanya?” tanya alice. Killa mengangguk. Hmm… Rasanya sangat lezat dan manis! I like it! Belum pernah rasanya aku mencicipi permen yang rasanya seperti ini! “ini namanya permen apa?” tanyaku. “ini permen cala. Kalau yang ini permen maza. Kalau ini permen magu. Yang ini permen mape. Dan masih banyak lagi,” jelas killa. “wah, namanya unik-unik banget, ya!” puji vena. Killa tersenyum.

“kalian mau mampir tidak, ke rumahku?” tawar killa lagi. “ya!” kami pun berjalan beriringan menuju rumah killa. Rumahnya sederhana, tetapi dalamnya sangat bagus! “bantu aku buat permen yuk!” ajak killa. “wah? Beneran nih, killa?” kami berempat tercengang. Killa mengangguk. “yeah!” kami membantu killa membuat permen gumaza. Hanya butuh waktu 10 menit untuk membuatnya! Waw! Keren, ya? “kami boleh mencobanya?” tanya vena. “tentu!” kami segera mencicipi apa yang telah kami buat. Hmm… Nyaaam… Nyaaam… Lezaaat! Manis! Enak! Pokoknya top deh!

Di tengah kami sedang menikmati keindahan candy land, killa mendatangi kami. “teman-teman…” “ya, killa?” “sekarang, waktunya kalian kembali,” ujar killa sedih. “hah?! Kok cepat sekali?” kami sangat terkejut. “ya. Waktu disini dengan di bumi berbeda. Jika disini waktu hanya 15 menit, di bumi sudah 1 jam. Jadi, kalian disini sudah 30 menit, dan di bumi kalian sudah menghilang selama 2 jam 30 menit,” jelas killa panjang lebar. “hah? Lama banget!” “iya. Makanya itu, kalian harus kembali.” “tapi, kami masih bisa kembali lagi kan?” tanyaku sedih. Killa menggeleng. “tidak?!” “tidak.” “hiks… Kami pasti rindu padamu, killa… Kamu sangat baik dengan kami… Dan, candy land ini sangatah indah… Semoga, di dalam mimpi kami, kita dapat bertemu ya… Walaupun hanya sebatas mimpi…,” harapku. “iya… Hiks…” lalu, kami kembali berada di lubang yang berputar-putar tadi. “aaaaaa!”

Bluk! Kami berempat terjatuh di tanah. “hah?! Sudah jam 10?! Padahal tadi kita ditaman dari pukul 08.00!” “iya! Betul! Gawat nih!” “ya udah yuk! Kita pulang! Bye…” “bye!” sudah lama sekali kami berada di candy land. Candy land, aku tak kan melupakan petualanganku di pulau itu bersama teman baruku, killa…

~ Tamat ~

Cerpen Karangan: Quintania HB
Facebook: Quint Angel

Cerpen Candy Land merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Semua itu Penting

Oleh:
Pada suatu hari, organ tubuh vesa, membicarakan kelebihannya masing-masing. “Eh, mata itu berfungsi sebagai penglihat, lho… selain itu, aku bisa dipakaikan mascara(celak), eye shadow dan kontak lensa yang warna-warni.

Annabelle

Oleh:
Yap! baru baru ini aku mendapatkan hadiah spesial dari bunda ketika ulang tahunku kemarin. Aku mendapatkan apa yang kuinginkan yaitu sebuah boneka. Namun ku merasa ada kejanggalan dalam boneka

Telur Ceplok

Oleh:
“Hai, bintik telur putih.” “Iya, ada apa, bintik telur kuning?” “Apa kau tahu bagaimana telur ceplok yang kita tinggali ini ‘termasak’ ?” “Ya, ‘Ibu’ yang memasak kita kan? Kita

Shopping Day

Oleh:
Di kotaku, ada hari peringatan besar. Yaitu Shopping Day. Aku sangat senang. Mengapa? Karena biasanya jika kita belanja akan mendapatkan potongan harga. Malahan kadang gratis. Hari ini, hari Shopping

Arti Yang Sesungguhnya

Oleh:
Pada suatu hari ada lima sahabat. Mereka slalu bersama. Mereka memang cantik-cantik, mapan (kaya) dan sangat populer di sekolahnya tapi sayangnya mereka sombong dan angkuh. Saat mereka pergi ke

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *